“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

REBANA DIMAINKAN OLEH ORANG-ORANG KHUSUS DAN PADA WAKTU YANG KHUSUS

Pertanyaan:

Bagaimana tata pelaksanaan rebana dalam sunnah Nabi Muhammad (Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam)?.

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه نستعين، وبعد:

Dari pertanyaan nampak seakan-akan memainkan rebana termasuk dari sunnah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam padahal tidak demikian, Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah memainkan rebana, ketika para wanita memainkan rebana pada acara pernikahan maka beliau membiarkannya, ini menunjukan kebolehannya khusus bagi para wanita yang mereka memainkannya pada waktu khusus acara walimah, dan ini bukan termasuk sunnah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam.

Ar-Robi’ bintu Mu’awwidz mengisahkan tentang wanita di zaman Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang memukul atau memainkan rebana sambil melantunkan kata-kata:

ﻭﻓﻴﻨﺎ ﻧﺒﻲ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﻓﻲ ﻏﺪ“.

“Dan di tengah-tengah kita ada seorang Nabi yang mengetahui apa-apa yang akan terjadi besok”.

Ketika Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mendengar lantunan kata-kata itu, beliau berkata:

ﺩﻋﻲ ﻫﺬﻩ ﻭﻗﻮﻟﻲ ﺑﺎﻟﺬﻱ ﻛﻨﺖ ﺗﻘﻮﻟﻴﻦ“.

“Tinggalkan ungkapan-ungkapan yang ini dan berkatalah kamu dengan perkataan (yang lain) yang akan kamu ucapkan”.

Beliau tidak mengingkari memainkan rebana bagi wanita tersebut, hanyalah yang beliau ingkari adalah lantunan kata-kata yang menetapkan kalau beliau mengetahui perkara ghoib, padahal beliau tidak mengetahui perkara ghoib, karena yang mengetahui perkara ghoib hanyalah Alloh:

وما تدري نفس ماذا تكسب غدا“.

“Dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok”.

Kebolehan memainkan rebana bagi para wanita adalah umum untuk seluruh wanita, besar atau yang kecil, dan mereka memainkannya khusus pada acara pernikahan.

Sekali lagi bahwa ini boleh hukumnya dan meninggalkannya tentu lebih utama.

Berwudhunya wanita berambut Panjang

Pertanyaan:

Bagaimana berwudhunya seorang wanita yang berambut panjang?. Apakah dia harus melepas kondean (gelungan rambutnya)?.

Jika tidak melepasnya apakah jadi tidak sah wudhunya.

Jawaban:

Tidak perlu baginya untuk melepas gelungan rambutnya, karena Alloh Ta’ala perintahkan:

{ﻭاﻣﺴﺤﻮا ﺑﺮءﻭﺳﻜﻢ}.

“Dan usaplah oleh kalian kepala-kepala kalian”.

Berbeda halnya kalau membasuh maka tentu diperintahkan untuk melepas gelungan kepala sehingga air merata ke seluruh rambut, namun yang ini adalah cukup mengusap di atas kepala dengan tanpa menyela-nyela atau membasuhnya, sebagaimana penjelasannya:

ثم ﻳﻤﺴﺢ ﺭﺃﺳﻪ ﻣﻊ اﻷﺫﻧﻴﻦ ﻳﺒﺪﺃ ﺑﻴﺪﻳﻪ ﻣﻦ ﻣﻘﺪﻣﻪ ﺛﻢ ﻳﻤﺮﻫﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻗﻔﺎﻩ ﺛﻢ ﻳﺮﺩﻫﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻣﻘﺪﻣﻪ“.

“Kemudian mengusap kepalanya bersama dengan kedua telinganya, dimulai mengusap dengan kedua tangannya dari depan kepalanya, lalu menjalankan usapan kedua tangannya ke belakangnya kemudian dikembalikan ke depannya”.

Ini hukumnya sama bagi pria maupun wanita, Ibnul Musayyib Rohimahulloh berkata:

«اﻟﻤﺮﺃﺓ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ اﻟﺮﺟﻞ ﺗﻤﺴﺢ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻬﺎ».

“Seorang wanita kedudukannya seperti kedudukan laki-laki yang dia mengusap di atas kepalanya”.

Wallohu A’lam wa Ahkam.

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.

Iklan

Comments on: "Bagaimana dengan memainkan REBANA ?" (2)

  1. Ummu Ja'far said:

    MasyaAllah Alhamdulillah ana jadi faham.
    JazakumullahuKhairan penjelasannya

    Suka

  2. Abu Sholeh Muslih Al-Madiuny said:

    Barokallohu fikum..
    Selain pada acara Walimah ‘Urs (pesta pernikahan), para wanita boleh juga menabuh rebana pada hari-hari raya, seperti ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adhha. Hal ini sebagaimana dalam hadits Aisyah rodhiyallohu ‘anha muttafaqun ‘alaih, bahwa suatu hari Abu Bakar memasuki rumah Aisyah. Ketika itu Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam sedang berbaring dan di sisi beliau ada dua budak perempuan sedang mendendangkan syair-syair sambil menabuh rebana. Melihat hal itu, maka Abu Bakar berkata, “Apakah ada seruling setan di rumah Rosululloh?!” Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berkata, ‎دعهما يا أبا بكر فإنها أيام عيد -وفي رواية- إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا ‏‎ “Biarkanlah mereka, wahai Abu Bakar, sungguh ini adalah hari-hari raya.” Dalam riwayat lain, “Sungguh tiap kaum itu mempunyai hari raya dan ini adalah hari raya kita.” Imam Ibnu Rojab rohimahulloh dalam syarah beliau mengatakan, “Ucapan beliau, “Ini adalah hari raya kita” bermakna bahwa menampakkan kebahagiaan pada hari raya (‘ied) itu termasuk syi’ar agama..” Beliau juga menerangkan bahwa rebana yg diperbolehkan adalah yg tidak bergenta atau begemerincing (rebana Arab), karena selain itu termasuk alat-alat musik yg diharomkan, dapat mengubah tabi’at dan menggiring seseorang kepada keharoman. Adapun hukum menabuh rebana bagi laki-laki, maka tidak diperbolehkan dalam syariat sebagaimana alat-alat musik lainnya. Hal ini termasuk perbuatan menyerupai wanita. Dalam Shohih Bukhori dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu ‘anhuma, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
    ﻟﻌﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
    ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﻤﺘﺸﺒﻬﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺘﺸﺒﻬﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ
    “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.” Tidaklah yang menabuh rebana pada zaman Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam melainkan para wanita atau para banci dan syariat telah datang mengenai pembolehan hal tersebut untuk para wanita saja dikarenakan kelemahan akal-akal mereka.. (lihat ‘Fathul ‘Allam’ oleh syaikhuna Ibnu Hizam hafidhohulloh, 2/212-214) Wallohu ta’ala a’lam.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: