“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hukum Zawamil

HUKUM ZAWAMIL

Pertanyaan:

Saya pernah dengar bacaan puisi bahasa Arob yang dilagu-lagukan, sampai kadang orang yang mendengarnya goyangkan kepala, ternyata  itu banyak pula dari Dammaj, apakah hukumnya boleh?, dan apa namanya? apa bedanya dengan lagu-lagu?.

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، وبعد:

Adapun yang sering kita dengar adalah zamil yang jama’nya adalah zawamil, tentang hukum asalnya adalah boleh, dan dia tergantung pada isinya dan penggunaannya, jika isinya berisi ungkapan-ungkapan kebatilan maka dia tidak boleh, bila isinya adalah ungkapan kebaikan dan digunakan untuk kebaikan pula maka dia adalah baik, seperti memberi dorongan dan menyemangati para mujahidin maka dia adalah baik.

Sebagian ulama menghukumi zamil ini sama dengan sya’ir, jika keberadaannya seperti sya’ir dan tujuan penggunaannya pada kebaikan seperti yang kita sebutkan maka ini boleh, Anas bin Malik berkata: “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam keluar ke parit, ternyata kaum Muhajirin dan Anshor sedang menggali parit di pagi hari yang dingin, tidak ada pada mereka para hamba sahaya bekerja untuk mereka, maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengungkapkan:

اﻟﻠﻬﻢ ﺇﻥ اﻟﻌﻴﺶ ﻋﻴﺶ اﻵﺧﺮه، ﻓﺎﻏﻔﺮ ﻟﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭاﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻩ“.

“Ya Alloh sesungguhnya kehidupan adalah kehidupan akhirat, maka ampunilah orang-orang Anshor dan Muhajirin”.

Para shohabat yang bekerja memberikan ungkapan:

ﻧﺤﻦ اﻟﺬﻳﻦ ﺑﺎﻳﻌﻮا ﻣﺤﻤﺪا

على الجهاد

“Kami yang telah membai’at Muhammad di atas jihad…”.

Orang mengungkapkan zamil juga berdalil dengan hadits ini sebagai alasan tentang bolehnya zamil, dan adapula dari kalangan ulama memperkecualikan bahwa zamil harus dari bahasa Arob, selain Arob tidak boleh, namun semua ini tidak ada dalil yang menunjukan ketidak bolehannya.

Zawamil akan teranggap tidak boleh bila mengandung:

1. Kebatilan berupa ungkapan kufur dan ma’siat.

2. Diikutkan dengan musik-musikan dan gerakan-gerakan anggota badan.

3. Memiliki kesamaan dengan lagu-lagu.

4. Melalaikan dari menuntut ilmu.

Wallohu A’lam wa Ahkam

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory

Tulisan Ilmiyyah Lainnya :

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: