“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

SABAR MENGHADAPI MUSIBAH

DALAM RANGKA MENCARI SYAHADAH

Ditulis oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy
Semoga Alloh mengampuni, memaafkan dan merohmatinya.

بسم الله الرحمن الرحيم.
وبه نستعين، وبعد
:
Mencari syahadah (mati syahid) bukanlah perkara yang gampang dan mudah, banyak orang mengangan-angankannya namun tidak bisa bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah.
Terkadang ada yang Alloh mudahkan dalam meraih syahadah, dan ini banyak kita dapati pada orang-orang yang hijrah, ada yang baru masuk Islam lalu berhijrah, sampai di negri tujuan kemudian terbunuh sebagaimana kisah-kisahnya di dalam sejarah.Telah banyak kita dapati kaum muslimin berjuang mencari syahadah, di negri Yaman para mujahidin bangkit berjihad melawan kaum kafir Syi’ah, mereka berjihad di jalan Alloh dengan landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan bimbingan ulama Ahlissunnah, mereka memerangi orang-orang kafir dari kalangan Syi’ah. Kaum Syi’ah memiliki pusat pertahanan di kota Sho’dah, yang dia adalah salah satu propinsi yang mayoritas penduduknya beragama Syi’ah, mereka bangga karena berhasil mengacaukan dua negara Islam yaitu Yaman dan Suriyah, dengan kebanggaan itu mereka kemudian meremehkan Dammaj yang merupakan pusat da’wah Ahlissunnah, mereka berkata bahwa dalam 2 (dua) jam mereka akan hancurkan Dammaj dan pertahanan Dammaj akan patah, padahal tidak sekedar dua jam bahkan dalam 24 (dua puluh empat) jam mereka hanya bisa membunuh wanita Shoumaliyyah, setelah kejadian itu mereka bertambah semangat membunuh kaum muslimin dan muslimah, suami wanita Shoumaliyyah kemudian bangkit berjihad Fiisabiillah, beberapa hari yang lalu beliau maju berjihad di pertahanan Alu Manna’ hingga kepalanya terluka pada hari Rabu 8 Shofar 1435 Hijriyyah, pada pagi harinya Abdurrohman Hadid Al-Andunisiy dan Sholih Al-Baidhoniy terkena percikan sniper pada wajah, pada malam Selasa 7 Shofar 1435 tiga kawanku Insya Alloh meraih syahadah, seorang dari mereka bernama Amin asal Hudaidah, dan yang keduanya lagi adalah Abdurrohman asal Amerika dan Abu Bakr asal Prancis yang telah berhijrah, keduanya hijrah dari negri kafir menuju negri muslim karena mencari Jannah, sungguh mulia keduanya meraih keutamaan hijrah, dan Insya Alloh keduanya mendapatkan syahadah. Adapun Amin maka sungguh beliau sudah dikenal sering keluar da’wah, beliau membuka pelajaran dan sering berceramah, memberi bimbingan dan berkhutbah, sebelum perang ini beliau sering bersamaku membahas dan menulis di maktabah.
Adapun Abdurrohman maka beliau murah senyum dan ramah tamah, suka menyetor hafalan Shohihul Bukhoriy dengan suara yang keras dan rajin mencari shoff pertama dalam sholat berjama’ah, beliau dikenal rajin beribadah, sebelum meninggal beliau ke Syaikhuna Yahya meminta didoakan supaya mendapatkan syahadah, Syaikhuna mendoakannya dengan salamah, namun beliau tetap meminta didoakan dengan syahadah, hingga didoakanlah untuknya syahadah.
Adapun Abu Bakr maka beliau adalah dermawan dan mudah bersedekah, beliau termasuk dari tetanggaku yang jarak kamarnya dengan kamarku hanya sekitar delapan langkah, bila beliau mengetahui aku berada di kamar maka beliau selalu memberiku dengan sesuatu dari makanan atau minuman sebagai hadiah.
Setelah tiga kawanku itu terbunuh maka saudaraku Fillah Abu Yusuf Ammar Al-Afriqiy maju mencari syahadah, ketika beliau maju ke paling terdepan maka tembakan datang mengenai dada samping kanan beliau hingga tembus ke belakang dengan menumpahkan banyak darah, beliau dari sebelumnya sudah mengharapkan syahadah, sepekan yang lalu beliau terkena percikan basoka hingga melukai kulitnya namun masya Alloh tidak membuat semangat beliau patah, kini beliau sedang dirawat di klinik dan keadaannya sudah membaik setelah dibedah, beliau berharap untuk segera sembuh dari luka yang sangat parah, harapan beliau supaya bangkit lagi untuk mencari syahadah, semoga Alloh menyembuhkan dan menjaga kami dan beliau hingga bisa meraih syahadah.
اللهماجعلنامعالنبيين،والصديقين،والشهداء،والصالحين. اللهمارزقناشهادة.
“Ya Alloh jadikanlah kami bersama para nabi, orang-orang shiddiq, orang-orang mati syahid dan orang-orang sholih. Ya Alloh rezqikanlah kami syahadah”.
Malam terbunuhnya tiga kawanku adalah malam perang yang sangat dahsyat dan parah, beberapa orang terluka dan banyak tertumpahkan darah, laskar Syi’ah berhasil menghancurkan dan merobohkan benteng Indofi’i yang dia adalah benteng bagus dan berpemandangan indah, juga banyak parit dan benteng roboh bersama rumah-rumah.
Setelah zhuhur pada hari Rabu 8 Shofar 1435 laskar Syi’ah melakukan serangan terhadap pertahanan Alu Manna’ dan kebanyakan para laskarnya adalah dari kalangan anak-anak sekolah, banyak dari mereka mati dan lebih banyak lagi yang meneteskan darah, namun mereka terus saja maju hingga jarak kami dengan mereka hanyalah beberapa langkah, tembok kebun anggur mereka tembakan dengan tank dan meriam hingga roboh dan patah, kini mereka berupaya membuat jalan masuk ke Alu Manna’ dengan cara menerobos dari tanah bagian bawah.
اللهمانصرناعلىالشيعة.
“Ya Alloh tolonglah kami atas kaum Syi’ah”.
Seluruh kaum muslimin di Dammaj tidak lagi merasakan hidup mewah, tidak lagi dijual bahan makanan dan bumbu-bumbu masakan seperti tomat dan bawang merah, yang kaya dan yang miskin sama dalam menghadapi musibah, semoga kami semua bersabar sehingga mendapatkan kebaikan yang telah Alloh janjikan sebagaimana perkataan-Nya di dalam surat Al-Baqarah.

Kamis, 9 Shofar 1435 H

 

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: