“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Liputan Khusus  JIHAD Dammaj Muharram 1435 H

Di Liput Oleh Saudara-Saudara Kami Asal Indonesia (Para penuntut Ilmu Syar’i) Hafidzahumullah

Diantaranya  Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory , Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy,  Abu Zakariyya Harits Al Jabaly,  Abul Fida’ Hanif bin Abdullah Al Riyawy,  Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johory Al Malizy,  Abu Iyyadh Sa’id bin Muhammad Al Limbory  dan saudara-saudara kami lainnya

Saat ini semua saudara-saudara kami disana tengah berjihad fiisabilillah  melawan Syi’ah Rafidhah (Qotalahumullah). Semoga Allah menolong kaum muslimin Ahlussunnah di Dammaj.

بسم الله الرحمن الرحيم

Senin, 29 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan :16 : 28 wib  Pada pagi ini Syaikhuna Abdul Hamid Al-Hajuriy mengunjungi benteng-benteng Alu Manna’ dan memberikan nasehat yang sangat bagus, beliau berkata: “Syaikhuna Yahya sangat berkeinginan untuk datang ke setiap tempat jaga namun kami dan para hurrosnya tidak menginginkannya untuk keluar”. Beliau (Syaikhuna Yahya) berkeinginan untuk mati syahid, bahkan ketika putranya (Abdurrohman) terbunuh maka beliau mengharap balasan kebaikan dari sebabnya. 

Syaikhuna Abdul Hamid Al-Hajuriy  ketika sampai di Alu Manna’ beliau berkata: “Di tempat ini paling diupayakan oleh Hutsiyyun untuk menguasainya, apalagi ada orang awam yang bersama mereka mengetahui tempat-tempat ini”. Dan beliau memberikan faedah yang sangat banyak, diantaranya beliau berkata:

من عاش عاش سعيدا 

ومن قتل قتل شهيدا

“Barang siapa yang hidup maka dia hidup dalam keadaan bahagia, dan barang siapa yang terbunuh maka dia terbunuh dalam keadaan syahid”.

Ini semisal dengan perkataan Syaikhuna Yahya:

من قتل قتل شهيدا 

ومن بقي بقي عزيزا.

“Barang siapa terbunuh maka dia terbunuh dalam keadaan syahid, dan barang siapa tersisa (masih hidup) maka dia hidup dalam keadaan mulia”. 16 : 47 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita gembira dari Al Ulumus Salafiyyah: Ahad sore qobilah-qobilah dari bani Arhab Sho’dah menampilkan penggabungan diri kepada Hilfun Nushroh untuk memerangi rofidhoh. Mereka memotong jalur bantuan rofidhoh di wilayah tersebut dan belasan mobil besar rofidhoh terpaksa balik lagi karena jalan dihadang. 11:56 Wib Hal ini makin mencekik leher para durjan tersebut karena jalur-jalur bantuan yang lain juga telah tertutup di Hasyid, Harodh dan Jauf. 11:58 wib

Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johori mengabarkan : Telah dikhabarkan kepada kami bahwa di So’dah telah disebarkan lembaran-lembaran yang mengumumkan seluruh Ahlis sunnah di So’dah harus ikut perang atau keluar dari kota So’dah 11:14 wib

“Mengabarkan kepada kami di majlis “Thaifah Al Manshurah”  Abu Fairuz Abdurrahman  : 00: 44 wib bahwa : Malam tadi Syaikh Yahya hafizhohulloh membacakan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh yang berkata tentang para penjaga tapal batas:

وما وال المرابطون بالثغور مع قلتهم واشتغال ملوك الإسلام عنهم يدخلون بلاد النصارى. فنيف وقد من الله تعالى على المسلمين باجتماع كلمتهم وكثرة جيوشهم وبأس مقدميهم وعلو هممهم ورغبتهم فيما يقرب إلى الله تعالى واعتقادهم أن الجهاد أفضل الأعمال المطوعة وتصديقهم بما وعدهم نبيهم حيث قال: يعطى الشهيد ست خصال: يغفر له بأول قطرة من دمه, ويرى مقعده في الجنة, ويكسى حلة الإيمان, ويزوج باثنتين وسبعين من الحور العين, ويوقى فتنة القبر, ويؤمن من الفزع الأكبر يوم القيامة

“Senantiasa para penjaga perbatasan bersamaan dengan sedikitnya jumlah mereka, dan sibuknya para raja dari mengurusi mereka (tidak begitu peduli pada mereka), mereka bisa masuk (menguasai) negri-negeri Nashoro. Maka bagaimana jika dalam kondisi Alloh ta’ala telah menganugrahkan pada Muslimin persatuan kalimat mereka, banyaknya tentara mereka, kuatnya pasukan garis depan mereka, tingginya cita-cita mereka, besarnya minat mereka pada perkara yang bisa mendekatkan mereka pada Alloh ta’ala, dan keyakinan mereka bahwasannya jihad adalah amalan ketaatan yang paling utama, dan mereka membenarkan apa yang dijanjikan oleh Nabi mereka yang bersabda: “Orang yang mati syahid diberi enam karakter: diampuni sejak awal tetesan darahnya, melihat tempat duduknya di Jannah, diberi pakaian dengan hullah (sejenis sarung dan selendang) keimanan, dinikahkan dengan 72 bidadari, dilindungi dari fitnah kubur, dan diamankan dari keterkejutan besar di Hari Kiamat.” (selesai dari “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 627). Semoga Alloh membalas Syaikh kita Yahya dengan kebaikan atas tarbiyah beliau. Amiin”

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan kepada kami : Al Akh Mahir Al Fadhli mengabarkan dari Asy Syaikh Abu Hatim Al Asymuriy hafizhohumalloh bahwasanya front desa Ahnum di Wilayah Amron telah berkobar, tujuh sampai sepuluh rofidhoh mampus. Alhamdulillah.02 : 21 wib

Sayyid Ali Al Baitiy menunjukkan kabar dr “Ma’rib Pers” bahwa di desa ‘Ahim Kusyar ada ledakan ranjau yg ditanam rofidhoh, melukai seorang wanita sehingga telapak kakinya harus dipotong. Innalillahi wainna ilaihi roji’un.02 : 03 wib Di Dammaj sampai jam 10 malam ini masih baku tembak deng skala jarang-jarang. Rofidhoh sering membunyikan lagu-lagu kesombongan mereka: “Anshorulloh” bagaimana dikatakan sebagai Anshorulloh (para penolong Alloh) sementara mereka rajin berzina dengan Zainabiyyat dan meninggalkan sholat fardhu ?02 : 11 wib

Berita dari Hasyid: muslimin terus maju dan membombardir desa-desa rofidhoh yang mereka lalui. Komandan besar rofidhoh, Abu Sayyaf dan empat anak buahnya mati. 00 : 22 wib Di Kitaf tadi malam rofidhoh mengirimkan pasukan khusus mereka yang terkenal: “Katibah Zainal Abidin” menyerang mendadak sayap kanan Muslimin dan berhasil menguasai 5 bukit. Pagi harinya Muslimin dengan jumlah besar menyerang balik rofidhoh dan berhasil merebut lagi 4 bukit tadi. Sampai sekarang 1 bukit akhir masih diperebutkan dengan sengit.00 : 05 wib Berita dari Harodh Hajur: Muslimin terus bergerak maju dan menggempur pos-pos rofidhoh. 00 : 06 wib Berita dari Shon’a : Abdurrohman, keponakan Syaikh Yahya yang masih dirawat di RST Shon’a karena luka tembak di dadanya, paru-parunya sekarang justru bernanah. Entah apa yang terjadi. Semoga Alloh menyembuhkannya dan melindunginya dari makar durjana. 00 : 08 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan kepada kami : Telah terbunuh pada hari ini seorang komandan Syi’ah yang bertugas di Shoma’at, dengan sebab terbunuhnya dia maka para laskar Syi’ah marah-marah hingga menembaki pemukiman Alu Manna’, tidaklah dibiarkan satu matras atau satu rumah melainkan ditembak, hingga malam ini masih ramai tembakan-tembakan. 00 : 22 wib

Ahad, 28 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahaman mengabarkan kepada kami : Alhamdulillah, kabar dari akh Isa Al Mishriy dari “Ma’rib Pers” bahwa Ahad kemarin terjadi pertempuran sengit di desa ‘Asysyah -termasuk wilayah ‘Amron- antara salafiyyin dan rofidhoh. Lebih dari 20 rofidhoh mati. 5 ikhwah luka-luka.‎ 10:15 wib

Kabar dr Syaikh Abdul Hamid: Ahad, hari ke-54 dari blokade rofidhoh terhadap Ahlussunnah Dammaj, baku tembak sepanjang hari. Dua ikhwah luka. Di pos Khoniq, rofidhoh menghalangi sebagian pengikut Lajnah yg hendak memasukkan susu bayi.17:25 wib

Abu Fairuz Abdurrahaman mengabarkan 10 : 11 wib Akh Hamzah Al Hudaidiy dan akh Ammar Al Lahjiy Hafizhohumalloh mengabari  ana bahwa gabungan Kabilah-kabilah Hasyid dan Ahlussunnah telah berhasil menghabisi  desa Rofidhoh Mayamin dan sudah masuk menghantam desa Suwaid, setelah itu  insyaAlloh ke desa Bani Uwair lalu ke Sho’dah. Yang meninggal dari Qobilah Hasyid dalam perang kemarin 3 orang Rohimahumulloh. Yang di Harodh juga terus maju menghantam. Yang di Kitaf hari kemarin masih terus menggempur sisa-sisa desa Rofidhoh dan  minta doa seluruh muslimin. Tempat pertemuan seluruh pasukan insyaAlloh di  Sho’dah di istana Faris Manna’ si pengkhianat, sebagaimana arahan Syaikh Yahya  Hafizhohulloh.

إن ينصركم الله فلا غالب لكم وإن يخذلكم فمن ذا الذي ينصركم من بعده ة وعلى الله فليتوكل المؤمنون

“Jika Alloh menolong kalian maka tiada yang bisa mengalahkan kalian. Dan  jika Alloh menelantarkan kalian maka siapakah yang bisa menolong kalian  setelah-Nya? Dan hanya kepada Alloh sajalah hendaknya Mukmin bertawakkal.” (QS. Ali Imron: 160).

Sabtu, 27 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo mengabarkan : 16 : 23 wib Dammaj sepanjang Sabtu pagi hingga siang baku tukar tembakan satu-satu. Akh Abdul Kholiq At Ta’zi Hafizhohulloh mengabari bahwa ikhwah di Kitaf terus menggempur rofidhoh. Bangkai-bangkai mereka terus bertambah.

12 : 04 wib Dammaj di awal-awal malam Sabtu, seorang ikhwah dari Ibb meninggal ditembak rofidhoh di Alu Mazru’. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Beliau rajin sholat di shof pertama dekat Syaikh Ahmad Al Wushobi. Rohimahullohu Rohmatan Wasi’ah. Sebelum tengah malam, terlihat api berkobar dari arah Nuqu’ di sela-sela baku tembak. Alloh a’lam.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim mengabarkan: 09 : 00 wib Pada tengah malam yang gelap gulita tadi, laskar Syi’ah menembakan senjata besar ke benteng Indofi’i sebanyak tiga kali, yang bunyi tembakannya seakan-akan membikin tuli, yang jaga memang harus lebih berhati-hati, dan kalau menembak juga harus teliti.

01;41 wib Dari waktu sholat jum’at tadi hingga malam ini,  laskar Syi’ah masih menembaki pemukiman Alu Manna’ dan beberapa tempat lainnya, termasuk di bukit Masyrohah. Tempat yang paling berat dan berbahaya adalah di bukit Masyrohah, yang jaga di bukit itu selalu dihujani oleh laskar Syi’ah dengan tembakan besar dan kecil dari atas bukit Shoma’at dan dari bukit-bukit lainnya, dan di bukit Masyrohah itu hanyalah matras, pada siang hari para penjaga berada di terik matahari yang sangat panas, di malam hari para penjaga terselimuti dingin yang sangat, bila ada serangan mortir maka tidak ada tempat berlindung, matras tersusun dari batu, bila tembakan besar datang maka pukulan bertambah besar, dari percikan tembakan dan dari pecahan batu, bila ada yang terluka maka harus menunggu waktu malam yang sudah gelap baru bisa dibawa turun, yang berjalan harus jongkok dan siapa yang mengangkat kepala maka tembakan sniper akan menghantamnya, yang naik untuk jaga ke puncak bukit harus membawa air.  Dan sungguh yang jaga di sana sangat berat dan…. Ya Alloh tolonglah kami dan saudara-saudara kami yang jaga di Masyrohah dan di tempat-tempat lainnya. 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan: Tentang perang tadi malam perlu ana rinci. Akh Fuad At Tunisiy rohimahulloh kemungkinan kena tembak rofidhoh dari arah Nuqu’. Adapun Akh Muhammad Mahdi Ad Dammajiy rohimahulloh kemungkinan kena tembak rofidhoh dari arah A’waj. 22:37

Kabar dari Hasyid: Ahlussunnah terus menggempur tempat-tempat perkumpulan Hutsiyyun. Bahkan sebagian hantaman tepat menimpa tempat kumpul sejumlah besar mereka. Hasil korban belum diketahui. Qoflah ‘Udzar sudah kosong dari penduduk. 23:45

Jum’at, 26 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Waiyyakum. Al akh Mahir Fadhli mengabari ana bahwa Asy Syaikh Muhammad Al Hakamiy hafizhohulloh bilang bahwa ada ikhwah di front Harodh menelpon bahwa tadi ikhwah menembaki hutsiyyun, mati sekitar 12 orang. Alhamdulillah. 22:20 wib

Asy Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh mengabari bahwa hutsiyyun tadi malam di Kitaf melancarkan serangan yang lemah, lalu pagi harinya mengulang lagi serangan dengan lebih lemah lagi, dan saat dihadapi oleh para salafiyyun justru mereka melarikan diri seperti biasa. 18 : 17 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Rofidhoh dari arah Nuqu’ mendekat ke jalan raya. Sepanjang malam Jum’at di Dammaj berkali-kali terjadi baku tembak antara tentara Ar Rohman dan tentara setan, di musim dingin yg makin menggigit itu. Di tengah-tengah perlagaan tersebut gugurlah saudara kita yang mulia, mujahid yang setia Muhammad bin Mahdi Harban Al Wadi’iy rohimahulloh. Semoga Alloh menganugerahkan untuknya jenis pahala yang paling utama. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata: جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: دلني على عمل يعدل الجهاد. قال: لا أجده. قال: هل تستطيع إذا خرج المجاهد أن تدخل مسجدك فتقوم ولا تفتر, وتصوم ولا تفطر؟ قال: ومن يستطيع ذلك؟! Seseorang datang pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam seraya berkata: “Tunjukkanlah pada saya suatu amalan yang menyamai jihad.” Beliau menjawab: “Aku tidak mendapatinya.” “Apakah engkau sanggup jika sang mujahid keluar, untuk engkau masuk ke masjidmu, lalu engkau sholat tanpa berhenti, dan puasa tanpa berbuka?” Dia berkata: “Siapakah yang bisa berbuat itu?” (HR. Al Bukhori (2785)). 10 : 21 wib 

Berikut ini Surat Ta’ziyyah Asy Syaikh Abdul Hamid Hafizhohulloh atas meninggalnya akh Muhammad Mahdi Rohimallohulloh, dan berita terlukanya beberapa ikhwah: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه أما بعد: فقد قتل الليلة أخونا المجاهد الشجاع محمد بن مهدي حربان الوادعي اسأل الله أن يقبله شهيدا وأصيب الأخ السقاف الصومالي وثالث ريمي ورابع صومالي نسال الله أن يشفي الجرحى ويرحم القتلى ومازال الضرب والحصار نسال الله الفرج. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه أما بعد: “Telah terbunuh pada malam ini saudara kita mujahid yg pemberani Muhammad bin Mahdi Harban Al Wadi’iy. Saya mohon pada Alloh agar menerima beliau sebagai syahid. Dan sudara kita As Saqqof Ash Shumaliy terluka, yang ketiga adalah seorang dari Roimah, dan yang keempat adalah seorang dari Shumal (juga). Semoga Alloh menyembuhkan yang luka dan merohmati yang terbunuh. Tembakan dan pengepungan masih berlangsung. Kami mohon pada Alloh penghilangan kesulitan ini.” 10 : 23 wib

Ternyata berita duka itu disusul oleh luka yang lain: gugurnya Al Akh Al Fadhil Muhibbul khoir Khoduman lil ikhwah: Abu Harun Fuad At Tunisiy rohimahulloh. Demikianlah satu persatu para mujahidin memenuhi panggilan Alloh untuk menyambut kemuliaan mereka. Alloh ta’ala berfirman: من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدلوا تبديلا. “Di antara kaum Mukminin ada para lelaki yang jujur terhadap apa yang mereka janjikan pada Alloh. Maka di antara mereka ada yg telah menunaikan ajalnya, dan di antara mereka ada yang masih menunggu-nunggu, dan mereka sama sekali tidak mengganti janji tersebut.” (QS. Al Ahzab: 23). 11 : 03 wib

Berikut ini adalah Surat Bela Sungkawa dari Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy Hafizhohulloh atas meninggalnya Al Akh Al Fadhil Abu Harun Fuad At Tunisiy rohimahulloh: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد ففي هذه الليلة الجمعة السادس والعشرين من محرم الحرام لعام ١٤٣٥ قتل أخونا أبو هارون فؤاد التونسي وكان أخا محبا للخير باذلا في خدمة الدين ومما قام به لي وحدي من جهود تفريغ شرحي على الواسطية وعلى الحموية والتدمرية وكان عازما على غيرها فرحمه الله وتقبله شهيدا وأخلف أهله وذريته الخير ولا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم الحي الذي لا يموت والجن والإنس يموتون. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد: “Maka pada malam ini Jum’at 26 Muharrom yg suci tahun 1435 telah terbunuh saudara kita Abu Harun Fuad At Tunisiy. Beliau adalah seorang saudara yg suka berbuat kebaikan, senang mencurahkan pelayanan untuk agama ini. Dan termasuk dari yang beliau lakukan untukku sendiri adalah kerja keras beliau untuk menyalin rekaman penjelasanku terhadap “Al Wasithiyyah”, terhadap “Al Hamawiyyah”, dan “At Tadmuriyyah”. Dan beliau dulu bertekad untuk menyalin dars-dars yang lain. Maka semoga Alloh merohmatinya dan menerimanya sebagai syahid, dan mengganti untuk istri dan keturunannya dengan yg lebih baik. Tiada upaya dan tiada daya kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, Yang Hidup, Yang tidak mati. Jin dan manusia mati.” 11 : 16 wib

Dan seperti biasa, Rofidhoh terpukul mundur dengan kerugian besar jika berhadapan dengan Ahlussunnah Was Shidq. Alhamdulillah. Roisul Maktabatil ‘Ammah Ali Al Baitiy mengabari kami bhw di situs “Akhbarul Yaum” disebutkan rofidhoh memanggil prajurit2 mereka yang di Suriyah untuk pulang ke Yaman memperkuat teman-teman mereka. Ini cukup menjadi bantahan bagi sebagian Ahlul Hawa yg menyatakan: “Dammaj sebentar lagi akan habis. Aku akan berjihad di Syam (Suriyah).” 11 : 24 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan,Malam ini (25 Muharram 1435 H ;ed) barusan akh Mahir Al Fadhli (kerabat asy Syaikh Muhammad bin Hizam Al Fadhli Al Ba’daniy) mengabari ana bahwasanya temannya di Kitaf cerita bhw barusan ada tembakan bertubi-tubi dr sebuah rumah dan di samping rumah ada mobil. Maka para ikhwah balik menyerang mereka hingga rumah tadi terbakar, dan mobil tadi meledak dengan suara dahsyat. Ternyata mobil tadi penuh dg senjata dan bahan peledak. Alhamdulillah. 00: 03 wib

Syaikh Yahya hafizhohulloh beberapa kali di dars umum menyatakan pentingnya catatan tarikh harian, kejadian hari demi hari dibukukan agar menjadi pelajaran bagi orang2 yg membacanya dan menjadi faidah sejarah dari generasi ke generasi, agar mereka mengetahui orang-orang yang baik lalu mendoakannya, dan mengetahui orang2 yg jahat dn pembikin makar lalu mengutuknya. 00:16 wib

Tadi syaikh Yahya mengabari bahwa para ikhwah yg di RST (Rumah Sakit Tentara) Shon’a telah pindah utk dirawat di masjid Asy Syaikh Muhammad Mani’ di Madinah Sukaniyyah Shon’a.00:41 wib

Malam ini banyak baku tembak di Dammaj. Rofidhoh dari arah Nuqu’ berusaha mendekat ke jalan besar di antara Nuqu’ dn area Markiz Dammaj. 01:40 wib

Datang berita duka dari Kitaf. Al Akh Al Fadhil Muhammad Azh Zhirofiy dari Shon’a, pentahqiq dan pengarang beberapa kitab, meninggal di pertempuran di Kitaf. Rohimahulloh. Beliau gigih berjuang demi menolong agama Alloh dan membebaskan salafiyyin di Dammaj. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. 02:02 wib 

Bagi orang yang berpandangan tajam, insyaAlloh dia tahu bahwa Al Akh Muhammad Azh Zhirofiy ini termasuk sahabat sejati. Al Imam Ibnu Hibban rohimahulloh berkata: والإخوان يعرفون عند الحوائج, كما أن الأهل تختبر عند الفقر؛ لأن كل الناس في الرخاء أصدقاء. وشر الإخوان الخاذل لإخوانه عند الشدة والحاجة. “Saudara itu dikenal ketika dalam situasi membutuhkan, sebagaimana istri itu diuji ketika dalam kondisi miskin, karena setiap orang dalam suasana senang adalah sahabat. Saudara yang paling buruk adalah orang yang tak mau menolong saudaranya ketika situasi susah dan membutuhkan.” (“Roudhotul ‘Uqola”/hal. 299). 02:04 wib

Berikut ini surat ta’ziyah dari Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh atas meninggalnya al akh al fadhil Muhammad Azh Zhirofiy rohimahulloh: الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد فأحسن الله عزاء أهل السنة في الداعي إلى الله المحقق محمد الظرافي رحمه الله فقد قتل في جبهة الشرف والعز جبهة أهل السنة في كتاف فرحمه الله واسأله أن يتخذه شهيدا ولا حول ولا قوة إلا بالله الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد: “Maka semoga Alloh memperbagus hiburan untuk Ahlussunnah atas meninggalnya saudara kita sang pentahqiq Muhammad Azh Zhirofiy di bumi kemuliaan dan keperkasaan front Ahlussunnah di Kitaf. Maka semoga Alloh merohmatinya. Dan saya minta pada Alloh agar menjadikannya sebagai syahid. Dan tiada upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh.”‎ Selesai surat ta’ziyah dari Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh. 2 :12 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan bahwa Kemarin malam (Rabu 24 Muharram 1435 H, ed), sejumlah rofidhoh dengan baju tentara keamanan masuk ke RST (Rumah Sakit Tentara) di Shon’a dan menculik 7 orang ikhwah yang tengah dirawat karena luka-luka, lalu mereka melakukan teror mental terhadap para ikhwah tadi dengan penyidikan sekitar satu jam. Syaikh Kholid Al Ghirbaniy Al Hasyimiy selaku mas’ul jarha (kepala pengurus mujahidin Dammaj yg luka2) begitu dikabari jam satu malam, langsung bertindak menyebarkan info ke para wartawan. Lalu ketujuh ikhwah tadi kembali dengan selamat setelah tentara gadungan tadi gagal menyematkan tuduhan-tuduhan palsu terhadap mereka .Pagi harinya Yaman dibikin gempar oleh kritikan bertubi-tubi dari para wartawan dan pemuka masyarakat yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat keamanan atas terjadinya kasus penculikan yang melanggar norma agama dan norma masyarakat Yaman tersebut.23:47 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan 23 : 50 wib Syaikh Yahya hafizhohulloh bercerita pada kami bhw presiden Aljazair menelpon presiden Yaman seraya berkata: “Izinkan aku yang menangani para hutsiyyin itu, biarkan aku yang menghabisi mereka.” Syaikh Yahya hafizhohulloh di dars umum menyatakan ungkapan syukur pada presiden Aljazair atas kemarahannya terhadap hutsiyyun yang melampaui batas thd Ahlussunnah. 

Kamis, 25 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Mengabarkan : 18 : 18 wib : Tadi malam di Hasyid para salafiyyun dan pemuda kabilah2 menghantam markiz rofidhoh di Qoflah ‘Udzar (tempat mereka dulu membunuh syaikh Sa’id Da’as rohimahulloh), rofidhoh mati 50 orang. Alhamdulillah

17 : 35 wib Jazakallohukhoiro. Semoga laptop ana segera dapat listrik lagi. Berita hari ini: 2 pelajar terluka ditembak rofidhoh, 1 di Alu Manna’, 1 di dekat rumah Syaikh Yahya. 

Abu Zaid Syuaib Al Johory Mengabarkan 12 : 26 wib  : Tentang Gilanya Fatwa Pendeta Syi’ah Naudzubillah, Bismillah. Wahai para suami jika isteri kalian selingkuh dan ditunggangi lelaki lain selain dirimu apakah kalian tidak cemburu??!! Fatwa gila pendeta Syi’ah Muhsin Alu ‘Usfur masja’ Syi’ah dari Bahrain,berkicau dalam akun twitternya(di bawah ini terjemahnya):”Diperbolehkan bagi seorang wani ta yg sudah menikah untuk bertamattu'(bersenang-senang dalam hubungan sex) dengan lelaki lain tanpa seizin suaminya.Dan dalam perkara ini andai ada izin suaminya sungguh pahala yg didapatkan lebih sedikit,adapun syarat wajib niat itu sesungguhnya cukup ikhlas karena wajah Allah”.(fatwa 12/432). Lalu akun wanita Syi’ah bernama Yaa Husain bertanya: Wahai sayyid kami al-faadhil apakah bertamattu'(bersenang-senang dalam hubungan sex) dengan kemaluanku dengan niat Shadaqah jariyah akan dihitung bagiku sebagai Shadaqah jariyah?.Walakum jazilus syukri. Lalu Muhsin Alu ‘Usfur Qaatalahullah menjawab: Bahkan akan memasukkan kamu ke surga,dan jihadmu dengan kemaluanmu sama saja dengan jihadnya para tentara kita(Syi’ah) di Syam(Suriah).Wafaqakillahu wa taqabbalallahu minki shalihul a’mal(Semoga Allah menyetujuimu dan semoga Allah menerima sebaik-baik amalan dirimu).

Abu Fairuz Abdurrahman Mengabarkan 00 : 05 wib: Kemarin malam Al Akh Al Fadhil Ahmad As Samidi mengabari bahwa ikhwah di Hasyid akan menggempur rofidhoh malam itu. Tadi siang Roisul Maktabatil ‘Ammah Ali Al Baiti mengabari bahwa ikhwah di Hasyid berhasil merebut beberapa pos rofidhoh. 

00 : 07 wib : Sayyid Ali Al Baiti juga mengabari bahwa ikhwah di Kitaf berhasil merebut 4 bukit rofidhoh. 

00 : 15 wib : Hari ini rofidhoh menembak anak usia 6 tahun di Nuqu’ dan membalik fakta agar dikira bahwa ahlu Dammaj lah yg menembaknya. Tapi sang ibu tau bahwa itu adalah perbuatan rofidhoh.  maka sang ibu lari menggendong anaknya itu ke puskesmas markiz di Dammaj tapi sang anak keburu meninggal.

00 : 24 wib : Di dars maghrib tadisyaikh Yahya mengumumkan bahwa seluruh lajanah wisathoh dilarang masuk ke Dammaj karena terbukti selalu membela rofidhoh dan menutupi hakikat kasus Dammaj. 

00 : 26 wib : Malam ini barusan ada anak dari Habasyah luka terkena pecahan mortir. Baku tembak masih berlangsung dg skala jarang-jarang. 

00 : 50 wib : Juru bicara resmi Dammaj, Al Akh Surur Al Wadi’iy hafizhohulloh menyatakan bahwa sejak awal pengepungan ini sampai sekarang, korban yg meninggal dari Ahlussunnah 143 orang. Yang luka-luka lebih dari 400 orang.

01 : 52 wib : Malam kamis 21:45 WY, rofidhoh masih terus menyerang dr jarak jauh. 

08 : 40 wib :Sepanjang malam sampai jam ini, pukul. 04:38 WY masih baku tembak dengan skala agak rajin. 

Abu Ahmad Muhammad Mengabarkan 04 : 41 wib : Sudah beberapa hari ini laskar Syi’ah menembak ke Alu Manna’ hanya menggunakan ‘ali (AK), mu’addal (senjata peluru berantai), rosyasysy (senjata berkaki tiga) dan paling besarnya mereka menggunakan geranat dan basoka, tidak dikira-kira ternyata pada malam ini mereka memunculkan kembali tembakan dengan menggunakan salah satu senjata besar mereka yaitu midfa’.  Musik-musik dan nasyid-nasyid penyemangat mereka terus pula dikeraskan suaranya, yang mereka pancarkan dari arah Masadir.  Kemarin dan tadi ditemukan geranat dan bom rakitan mereka yang tidak meledak, yang mereka lemparkan ke perbatasan Alu Manna’

. اللهم عليك  بالشيعة الحوثيين، اللهم عليهم، الله اقتلهم.  

20 : 40 wib : Merupakan kebiasaan kita di sini, bila kita sudah tidak melihat kawan dari sejak awal perang maka kita menyangka dia sudah mati, aku berkata kepada Abu Tsabit Al-Jawiy: “Anis mas’ul thobbakh sudah tidak kelihatan”, Abu Tsabit berkata: “Beliau sudah meninggal”. Pada malam harinya, aku tertidur, di dalam mimpiku aku melihat Anis di depanku, akupun berkata: Abu Tsabit dusta, tadi dia menyatakan Anis sudah mati padahal Anis masih hidup”. Setelah aku bangun tidur aku tersenyum, teringat kepadaku dengan perkataan Alloh Ta’ala: ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله أموات، بل أحياء ولكن لا تشعرون. “Dan janganlah kalian berkata terhadap orang yang terbunuh di jalan Alloh adalah mati, bahkan dia adalah hidup akan tetapi kalian tidak menyadari”.

Rabu, 24 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Mengabarkan pada 10 : 47wb  : Pada malam ini, setelah sholat Isya laskar Syi’ah melemparkan geranat dan  menembakan basoka ke khondak depan benteng Indofi’i .اللهم انصر المسلمين على الشيعة الرافضة الحوثيين، اللهم عليهم

Abu Fairuz Abdurrahman Mengabarkan :Malam Rabu pukul. 22:05 s/d 22:19 WY, rofidhoh menembaki dengan gencar wilayah Alu Manna’ dan Alu Ro’dan.2 : 22 wib. Barusan Akh Ahmad As Samidi hafizhohulloh diberitahu temannya lewat telepon dari Kitaf bahwa kemarin rofidhoh menyerang bagaikan orang mabuk, terhadap ikhwah di sayap kanan demi merebut sebuah gunung. Alloh menggagalkan serangan rofidhoh dan membunuh sekitar 200 orang-orang kafir tadi. 1 : 30 wib. Alhamdulillah.Sampai malam ini rofidhoh masih nembak-nembak, terutama yang dari Jamimah. 1 : 20 wib.

Selasa, 23 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan : Di tengah-tengah baku tembak itu anak kandung Asy Syaikh Yahya Al Hajury, Abdurrohman bin Yahya, tertembak mati, rohimahulloh. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un. Dia saat itu di samping akh Kholid As Sinafi Ash Shon’ani hafizhohulloh.Alhamdulillah 3 dr rofidhoh yg mendekat terbunuh. Kabar dr akh al Fadhil Ahmad As Samidi hafizhohulloh 15 : 45 wib

Diriwayatkan al Imam Muslim no. (4879) dan hampir senada dangan hadits dari Abu Huroiroh‏ ‏‎ rodhiyallohu ‘anhu diriwayatkan al Imam Al Bukhori no. (2790):

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من بالله ,برسوله, وأقام الصلاة وصام رمضان, كان حقا على الله أن يدخله الجنة, جاهد في سبيل الله أو جلس في أرضه التي ولد فيها. فقالوا: يا رسول الله, أفلا أبشر الناس؟ قال: إن في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين كل درجة كما بين السماء والأرض. فإذ سألتم الله فاسألوه الفردوس, فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة. وفوقه عرش الرحمن, ومنه تفجر أنهار الجنة.

Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda: Barangsiapa beriman pada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat, berpuasa Romadhon, wajib bagi Alloh untuk memasukkannya ke dalam Jannah, dia berjihad di jalan Alloh ataukah duduk di buminya tempat dia dilahirkan.” Orang-orang berkata: “Wahai Rosululloh, apakah tidak sebaiknya kami mengabarkan pada orang-orang tentang berita gembira ini?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya di Jannah ada seratus derajat yang Alloh siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan Alloh. Jarak antara setiap derajat adalah bagaikan antara langit dan bumi. Maka apabila kalian minta pada Alloh, maka mintalah pada-Nya Firdaus, karena dia itu adalah Jannah yang terbagus dan tertinggi. Atapnya adalah Arsy Ar Rohman, dan darinyalah memancar sungai-sungai Jannah.”

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : 0 : 50 wib Sambil menunggu makan malam kawan-kawan membuat khondak di depan benteng Indofi’i, tiba-tiba laskar Syi’ah melemparkan geranat dan tembakan api, mereka melempar geranat dari tempat yang agak tinggi, lemparan geranat mereka lakukan sebanyak empat kali, tembakan mereka dengan menggunakan ‘aliy (senjata AK) dan mu’addal (senjata pelurunya berantai) mereka lakukan berpuluh-puluhan kali, yang bekerjapun berlindung di khondak yang sudah tergali, ada kawan menembak mereka namun sayang tembakannya tidak keluar bunyi, hal demikian itu karena senjatanya terkena percikan tanah sehingga terkotori, diapun macet dan tidak berbunyi, Alhamdulillah ada beberapa kawan yang senjatanya masih bersih dan terjaga rapi, merekapun menembak laskar Syi’ah dengan teratur dan teliti. 1 : 36 wib Laskar Syi’ah pada malam ini mulai lagi berorasi, pengeras suara dari arah Masadir mulai terdengar lagi,  Laskar Syi’ah mulai lagi mencaci maki, tidak seorangpun dari kaum muslimin di Dammaj melainkan laskar Syi’ah sakiti, orang-orang Barat yang masuk Islam kemudian hijroh ke Dammaj merekapun dizholimi, orang-orang asli Dammaj dihancurkan rumah-rumah mereka dan anggota keluarga mereka ditembaki, tidak ada yang lolos dari kezholiman laskar Syi’ah kecuali hanya orang yang bisa makan api. Beberapa hari yang lalu mujahidin di Kitaf berhasil menguasai gunung yang agak tinggi, didapati di gunung itu ada seorang penyiniper dari laskar Syi’ah dan di sampingnya ada dua wanita pelacur yang sudah dia gauli, ketiganyapun dibunuh dengan ditembaki. 2 : 14 wib  Abu Tsabit Al-Jawiy berkata: “Di samping pohon antara khondak kita di depan benteng Indofi’i dengan benteng laskar Syi’ah terdapat dinding temboknya kebun anggur, disitu ada seorang jenazah kawan kita, masya Alloh tidak tercium bau darinya padahal sudah tiga pekan lebih terbunuh di situ”. Dan perlu diketahui bahwa jarak antara benteng kami dengan laskar Syi’ah kurang dari sepuluh meter, jenazah kawan kami berada di tengah-tengah bila laskar Syi’ah mendekatinya untuk merusak jasad dari jenazah tersebut maka taruhannya adalah nyawa mereka, jika kami mencoba mendekati jenazah tersebut untuk kami bawa ke pemakaman Syuhada’ maka taruhannya juga adalah nyawa, maka dibiarkan sampai keadaan benar-benar tentu lebih baik, apalagi tampak ada karomahnya yaituvsudah berpekan-pekan tidak tercium bau, anjing yang lewatpun tidak berkeinginan untuk memakannya.

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan : Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh cerita bahwa malam tadi rofidhoh menembak seorang nenek usia 85 tahun, namanya Hasimah binti Nasyir Al Wadi’iyyah Rohimahalloh. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. 8 : 25 wib

Malam Selasa, pkl. 19.30 WY: rofidhoh menembakkan mortir atau peluru besar yang lain, disusul dengan tembakan-tembakan. 0 : 47 wib

Sudah dua hari ini dipersiapkan dua puluh lubang kuburan karena rofidhoh menjanjikan akan menyerahkan 35 jenazah thullab yang selama ini masih tertahan di Masadir di awal2 serangan besar rofidhoh. Sampai sekarang belum ada realisasi penyerahan jenazah-jenazah tadi. 0 : 47 wib

Senin, 22 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan  14:30 wib Setelah pemerintah Yaman menurunkan para tentara untuk menempati perbatasan antara  benteng kaum muslimin dengan benteng laskar syi’ah tembakan sudah jarang terdengar, adapun dibenteng Indofi’i yang tempat kami sekarang jaga masih terjadi baku tembak, karena diperbatasan antara kami dengan laskar Syi’ah tidak bisa masuk tentara utusan pemerintah Yaman, karena laskar syi’ah memasang logam (ranjau) dipebatasan tersebut, jadi setiap orang mencoba masuk keperbatasan itu maka mesti meledak.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan 18 : 21 wib Asy Syaikh Abdul Karim Al Hasani yang di Kitaf mengabarkan bahwa tadi malam rofidhoh menyerang sayap kanan di Kitaf, terjadi pertempuran 4 jam, rofidhoh mati tak terhitung, mayat-mayat merek bergelimpangan di bukit-bukit dan lembah-lembah dan seterusnya. Dari ikhwah cuma luka 3 orang. Alhamdulillah 20:08 wib Syaikh Yahya hafizhohulloh barusan mengabarkan pada kami bahwa seorang sniper rofidhoh sering menyibukkan para ikhwah di Kitaf, maka sebagian ikhwah merayap mendekati tempat persembunyiannya lalu menembaknya. Ternyata sniper tadi disertai 2 perempuan zainabiyyat. 20:10 wib Zainabiyyat adalah perempuan2 yang mewaqofkan dirinya untuk dizinai para prajurit rofidhoh. Istilah “perempuan waqof” ini sudah biasa dan terkenal di kalangan rofidhoh Yaman. 20:36 wib Syaikh Yahya cerita bahwa ikhwah berhasil membunuh sniper tadi, lalu membiarkan 2 perempuan tadi pergi. Beliau bilang pada mereka lewat telpon:”Kenapa kalian tidak bunuh mereka?” ikhwah jawab:”Mereka perempuan.” Syaikh bilang:”Zainabiyyat itu perusak. Dan perempuan kafir yang ikut memerangi itu boleh dibunuh.” Syaikh Yahya cerita bahwa ikhwah di Kitaf berhasil membersihkan tiga bukit dari rofidhoh. Alhamdulillah wahdah. 20: 48 wib Ada soal:”Ana lihat photo2 “ngeri” di aloloom..gak tega nyebarin.. Anak2 keluar ususnya dan lain-lain.” Ana jawab -billahittaufiq-: Kita berusaha ikut syariat dalam situasi susah dan senang. Syaikh sudah bilang bahwa kita tak ikut gaya hizbiyyin memotret orang luka dan terbunuh untuk menarik perasaan orang sedunia karena photo makhluk yg asalnya bernyawa adalah harom. Kata beliau:”Cukuplah Alloh sebagai penolong kami, dan kami berharap bahwa kesetiaan kami pada syariat Alloh sebagai sebab besar datangnya pertolongan.” Itu sudah terbukti. Alloh menolong syaikh Yahya dan orang-orang yang setia dengan syariat dengan pertolongan yang jauh lebih besar daripada pertolongan yang pernah didapatkan oleh para hizbiyyun harokiyyun. 20:50 wib Ada soal:”Oya, kabar si dokter jasus apa sudah dikasih “jatah” ?” Ana jawab -billahittaufiq-: Si dokter gadungan sebelum dihukum sudah dihukum Alloh dengan penyakit jantung. Mati sebelum divonis mati. 23:17 wib Barusan ada pertanyaan: Apakah kalian disana sudah bisa sholat jum’at sebagaimana kondisi-kondisi sebelumnya (aman) !? Ana jawab -billahittaufiq-: Belum aman. Sampai kini rofidhoh masih di tempat-tempat mereka mengepung Dammaj. Hari ini sahabat ana Thohir Al Hudaidi ditembak di kedua lengan atasnya. Barusan Maktabah Ammah ditembak lagi. Sampai ba’dal ‘isya ini masih banyak rentetan tembakan. 00:39 wib Syaikh Muhib Adh Dholi’i hafizhohulloh tulis cerita bahwa rofidhoh menyerang ikhwah di pos Rushoifah di Kitaf dalam rangka upaya merebut kembali pos yg amat strategis itu. Sampai sekarang perang masih berkecamuk. Barusan rofidhoh menyerang Dammaj dengan mortir, disusul dengan rentetan tembakan. 00:42 wib Seorang anak remaja barusan dibawa turun dari Masyrohah. Matanya bersimbah darah kena peluru rofidhoh. 00:44 wib Ini semua dalam kondisi lajnah sudah menempatkan para pengawas di berbagai titik dan bilang pada Ahlussunnah bahwasanya: “Jika kalian mulai menembak maka kami akan mencatat bahwa kalian membikin pelanggaran.” 01:57 wib Barusan akh Muhammad bin Sa’id Al Lahji hafizhohulloh, kepala penjagaan thullab Lahj di Alu Manna’ menelpon bahwa rofidhoh menyerang mereka dengan pelontar granat empat kali dan senjata kaliber besar, taip bukan mortir. Dengan ini berita sebelumnya ana ralat. Beliau senang sekali kita menyebarkan berita-berita ini ke saudara-saudara beliau kaum muslimin di Indonesia agar semua turut merasakan dan memahami dahsyatnya konspirasi terhadap Islam. 02.00 wib Jam sepuluh malam, terdengar lagi rentetan senjata.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim  mengkabarkan , Ahad 19 : 29

TAKKAN MENANG SI PENDUSTA DAN PENIPU

Laskar Syi’ah mengulangi lagi perbuatan jahat mereka seperti dahulu

Jenazah kawan-kawanku dirusak dengan pisau

Kepala-kepalanya dipecahkan dengan batu

Badan-badannya diinjak-injak dengan sepatu

Anggota-anggota tubuhnya dipisahkan dengan lengan juga dengan bahu

Lalu mereka sebarkan bahwa jenazah-jenazah murid Al-Hajury bukan mati syahid, karena anggota-anggota badannya hancur terpisah-pisah dan tidak menjadi satu

Memang laskar Syi’ah paling pendusta dan penipu

Perlakuan mereka terhadap jenazah-jenazah seperti perbuatan hantu

Mereka juga memerangi Dammaj dari seluruh penjuru

Mereka menghancurkan rumah dan menghanguskan makanan dan tepung terigu

Mereka membunuh  para murid dan para guru

Mereka memang tolol dan dungu

Kaum muslimin membunuh seorang dari mereka hanya dengan satu peluru

Setiap kaum menembak mereka maka banyak yang terkena dan sangat jarang keliru

Itulah kemenangan untuk kaum muslimin yang sudah dinanti-nanti sejak dahulu

Ahad, 21 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim  mengkabarkan :

DI KITAF TERJADI PERTEMPURAN

Dammaj dan Kitaf adalah satu kesatuan,

 lajnah meminta Dammaj untuk diadakan perdamaian,

Dammaj takkan damai bila di Kitaf masih dalam pertempuran,

di Kitaf aman maka di Dammaj juga aman,

Kitaf dan Dammaj bagaikan satu tubuh yang tak terpisahkan.

Sepekan yang lalu di Kitaf terjadi pertempuran,

seorang mujahid berasal dari Ta’iz terbunuh di dalam peperangan,

orang tuanya meminta jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman,

sampai di kampungnya masyarakat mencium wangi harum yang sangat menyenangkan,

dengan sebab itu para pemuda berlomba-lomba menuju ke medan pertempuran.

Demikianlah karomah yang Alloh munculkan,

muslim yang ingin karomah langsung memenuhi panggilan,

hidup di dunia penuh dengan tipuan,

maju ke medan jihad adalah sebab bagi Alloh untuk memberi ampunan,

Alloh Ta’ala berkata: “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb kalian.”

Dammaj dan Kitaf adalah satu kesatuan, lajnah meminta Dammaj untuk diadakan perdamaian, Dammaj takkan damai bila di Kitaf masih dalam pertempuran, di Kitaf aman maka di Dammaj juga aman, Kitaf dan Dammaj bagaikan satu tubuh yang tak terpisahkan. Sepekan yang lalu di Kitaf terjadi pertempuran, seorang mujahid berasal dari Ta’iz terbunuh di dalam peperangan, orang tuanya meminta jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman, sampai di kampungnya masyarakat mencium wangi harum yang sangat menyenangkan, dengan sebab itu para pemuda berlomba-lomba menuju ke medan pertempuran. Demikianlah karomah yang Alloh munculkan, muslim yang ingin karomah langsung memenuhi panggilan, hidup di dunia penuh dengan tipuan, maju ke medan jihad adalah sebab bagi Alloh untuk memberi ampunan, Alloh Ta’ala berkata: “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb kalian.” 15 : 23 wib

DI ALU MANNA’

Sekarang bunyi tembakan sudah tidak terdengar kecuali di pemukiman Alu MannA‘,

dari tadi malam hingga pagi ini bunyi tembakan masih terus adA,

di perbatasan antara kaum muslimin dengan laskar Syi’ah sudah di duduki oleh para tentarA,

yang belum ada tentaranya hanya di perbatasan Alu MannA‘,

para tentara tidak ke perbatasan Alu Manna’ karena takut logam (ranjau) yang membuat mereka mati dan terlukA

akhirnya sampai saat ini laskar Syi’ah terus melepaskan tembakan ke Alu MannA‘,

bunyi tembakan mereka menyobek-nyobek angkasA,

dan mengagetkan apa yang ada di dalam dadA,

duhai kiranya perang ini sudah tidak adA,

maka diri ini tentu semakin berusaha untuk mempelajari ilmu agamA,

semoga ujian yang kami hadapi ini sebagai penghapus dosA,

dan mempermudah untuk masuk surgA.

Sekarang bunyi tembakan sudah tidak terdengar kecuali di pemukiman Alu Manna’, dari tadi malam hingga pagi ini bunyi tembakan masih terus ada, di perbatasan antara kaum muslimin dengan laskar Syi’ah sudah di duduki oleh para tentarA, yang belum ada tentaranya hanya di perbatasan Alu Manna’, para tentara tidak ke perbatasan Alu Manna’ karena takut logam (ranjau) yang membuat mereka mati dan terluka, akhirnya sampai saat ini laskar Syi’ah terus melepaskan tembakan ke Alu Manna’, bunyi tembakan mereka menyobek-nyobek angkasa, dan mengagetkan apa yang ada di dalam dada, duhai kiranya perang ini sudah tidak ada, maka diri ini tentu semakin berusaha untuk mempelajari ilmu agama, semoga ujian yang kami hadapi ini sebagai penghapus dosa, dan mempermudah untuk masuk surga. 09 : 55 wib

JIHAD MENGHARAP SURGA

Perang ini memang beda dengan perang dunia ke duA,

sudah banyak yang mati dan terlukA,

tertiadakan hak asasi manusiA, banyak melayang nyawA,

dan banyak hilang jiwa dan hartA,

kaum muslimin Dammaj disakiti dan dianiayA,

tidak ada pembelaan dari penguasA,

presiden Yaman diam dan tak berkatA,

dia beralasan takut AmerikA,

para mujahidin yang membela Dammaj tidak takut AmerikA,

mereka takut kepada Alloh yang menciptakan nerakA,

mereka berjihad karena mengharapkan surgA.

Laskar Syi’ah tadi malam hingga hari ini tidak tembak dengan senjata besar dan tidak pula dengan basokA,

baku tembak tadi malam membuat mereka banyak mati dan lukA,

 lajnah yang membuat khimah (tenda) dekat matras Syuhada’ berkata kepada para penjaga di matras Syuhada’:

“Tembak saja kalau melihat Hutsiy bekerjA“,  

Hutsiy ya’ni laskar Syi’ah memang selalu bekerja membuat tempat jagA,

dengan sebab itu para mujahidin selalu siagA,

para thullab yang jaga sambil mengokohkan tempat jagA

thullab yang membuat khondak terus bekerjA,  

mereka dan para penjaga tak mengenal gelap gulitA,

mereka siap menahan deritA,

keringat bercucuran karena terkurasnya tenagA,

mereka berkata sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Alloh Robb alam semestA“.

Perang ini memang beda dengan perang dunia ke duA, sudah banyak yang mati dan terlukA, tertiadakan hak asasi manusiA, banyak melayang nyawA, dan banyak hilang jiwa dan hartA, kaum muslimin Dammaj disakiti dan dianiayA, tidak ada pembelaan dari penguasA, presiden Yaman diam dan tak berkatA, dia beralasan takut AmerikA, para mujahidin yang membela Dammaj tidak takut AmerikA, mereka takut kepada Alloh yang menciptakan nerakA, mereka berjihad karena mengharapkan surgA. Laskar Syi’ah tadi malam hingga hari ini tidak tembak dengan senjata besar dan tidak pula dengan basokA, baku tembak tadi malam membuat mereka banyak mati dan lukA, lajnah yang membuat khimah (tenda) dekat matras Syuhada’ berkata kepada para penjaga di matras Syuhada’: “Tembak saja kalau melihat Hutsiy bekerjA”,  Hutsiy ya’ni laskar Syi’ah memang selalu bekerja membuat tempat jagA, dengan sebab itu para mujahidin selalu siagA, para thullab yang jaga sambil mengokohkan tempat jagA, thullab yang membuat khondak terus bekerjA,  mereka dan para penjaga tak mengenal gelap gulitA, mereka siap menahan deritA, keringat bercucuran karena terkurasnya tenagA, mereka berkata sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Alloh Robb alam semestA”. 22 : 29 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Akh Saif Syabwi di Kitaf cerita pada akh Ahmad Samidi bahwa di sayap kiri mereka menangkap traktor dan mobil rofidhoh yang berisi mortir-mortir besar. Syaikh Yahya cerita bhw rofidhoh mengangkuti mayat2 teman mareka di Kitaf dengan mobil-mobil besar Dyna karena terlalu banyak. Sayyid Ali Al Baiti cerita bahwa kemarin ikhwah di Harodh membunuh 6 rofidhoh. Abul Qo’qo’ yg di Kitaf mengabari bahwa ikhwah berhasil meledakkan mobil Dyna rofidhoh. Ledakannya kuat sekali. Juga membakar mobil pick up rofidhoh. Alhamdulillah. 01 : 33 wib

Sabtu, 20 Muharram 1435 H

Abus Ahmad Muhammad mengkabarkan : siang ini sangat terang, sinar mentari mengungguli bintang-bintang, bunyi tembakan senjata besar mulai berkurang, kami duduk meni’kmati makan siang, seorang kawan asal Yaman menceritakan mimpinya yang menjadikan hati tenang, beliau mimpi melihat hujan turun lalu banjir dari arah Wathon memasuki kebun-kebun dan rumah-rumah hingga melewati Wadi’. Kami berkata kepadanya: Masya Alloh mimpi yang bagus ini adalah kebalikan dari mimpi yang pernah dilihat oleh banyak ikhwah, mimpi sebelumnya banjir besar datang dari arah Masadir menuju ke arah Wathon, dan ini ditandai awal perang besar-besaran muncul dari Masadir hingga tersebar ke seluruh Dammaj. Adapun mimpi yang ini ada tambahan hujan lalu banjir dari arah Wathon, ini menunjukan bahwa Alloh memberi pertolongan yang Insya Alloh datangnya dari arah timur, bisa jadi dari Kitaf atau dari Hasyid, baik pertolongan itu berbentuk perdamaian atau pertempuran.

Waktu cepat berlalu bagaikan lepasan peluru, Abu Muhammad Al-Limboriy berkata: “Kami di bukit Masyarohah sering bertanya-tanya di antara kami: Hari apa ini?, tidak seorangpun dari kami mengetahui hari apa sekarang ini?, kami tahu hari bila mendengar azan di waktu zhuhur, setelah azan langsung khutbah itu menunjukan hari Jum’at”. 22 : 50

Banyak para wanita muslimah menginginkan untuk syahidah sebagaimana para pria muslim banyak yang mati syahid, diantara para wanita itu adalah seorang shohabiyyah meminta kepada Nabi untuk didoakan supaya menjadi sebagai seorang syahidah, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya: “Kamu termasuk dari orang-orang pertama-tama”, tidak lama kemudian wanita mulia itu mengikuti suaminya dalam suatu safar di jalan Alloh dengan mengendarai perahu, tiba-tiba kapalnya tenggelam, iapun meraih cita-citanya sebagai syahidah. Demikian keadaanya, maka tidak ada keraguan lagi bahwa para wanita yang terbunuh di bumi Dammaj Insya Alloh mereka tercatat sebagai orang-orang yang mati syahidah. Kemarin seorang muslimah Shoumaliyyah (asal Soumalia) meninggal dunia di Dammaj karena terkena tembakan senjata besar dari laskar Syi’ah Qootalahumulloh. 20 : 23 wib

Jum’at, 19 Muharram 1435 H

Juma’at 20 : 22 wib, Abu Ahmad Muhammad  mengabarkan : Banyak para wanita muslimah menginginkan untuk syahidah sebagaimana para pria muslim banyak yang mati syahid, diantara para wanita itu adalah seorang shohabiyyah meminta kepada Nabi untuk didoakan supaya menjadi sebagai seorang syahidah, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya: “Kamu termasuk dari orang-orang pertama-tama”, tidak lama kemudian wanita mulia itu mengikuti suaminya dalam suatu safar di jalan Alloh dengan mengendarai perahu, tiba-tiba kapalnya tenggelam, iapun meraih cita-citanya sebagai syahidah. Demikian keadaanya, maka tidak ada keraguan lagi bahwa para wanita yang terbunuh di bumi Dammaj Insya Alloh mereka tercatat sebagai orang-orang yang mati syahidah. Kemarin seorang muslimah Shoumaliyyah (asal Soumalia) meninggal dunia di Dammaj karena terkena tembakan senjata besar dari laskar Syi’ah Qootalahumulloh.

17 : 31 wib: Mulai hari ini lajnah dan tentara Yaman melakukan pemantauan ulang dan menghitung siapa yang melepaskan tembakan duluan apakah kaum muslimin ataukah laskar Syi’ah, menjelang  jum’at laskar Syi’ah melepaskan tembakan sniper ke benteng Indofi’i, setiap tembakan mengenai benteng maka Abu Yahya Al-Makassariy berteriak “aah’, mendengar suara menjerit kesakitan seperti itu, laskar Syi’ah menambah tembakannya, Abu Yahya teriak lagi “aah”, semakin ditembak, semakin tambah teriakan “aaah, aaaah…”, kawan-kawan kami orang Yaman langsung mendatangiku dan berkata: “Hutsiy (ya’ni laskar Syi’ah) menembak matras Indonesia, terdengar suara “ah, aah, aaah…” sepertinya ada korban, aku bergegas kembali ke matras Indofi’i ternyata semua kawan-kawanku tersenyum dan Abu Yahya berkata: “Biar lajnah tahu kalau Hutsiy yang memulai menembak dan biar mereka tinggal menghitung berapa kali Hutsiy menembak kita?”. Allohu Akbar.

14 :23 wib Pada Jam Setelah ashar lajnah dan tentara Yaman ingin berada di antara benteng kaum muslimin Dammaj dan benteng laskar Syi’ah, sebagian kaum muslimin yang jaga di benteng Abdul Wasi’ menasehati Lajnah dan tentara Yaman agar jangan ke pertengahan antara dua benteng, khowatir terkena logam (ranjau) yang dipasang oleh laskar Syi’ah, mereka dengan tujuan sebagai penengah tetap mau ke tengah-tengah, sesampainya di tempat tersebut mereka menginjak logam hingga meledak dengan menewaskan seorang dan memutuskan kaki seorang dari mereka. Tadi malam laskar Syi’ah juga menembak lajnah dan tentara dengan basoka hingga lajnah dan tentara meninggalkan tempat membangun khemah (tenda). Dan tadi malam  laskar Syi’ah ramai menghujani benteng Indofi’i, salah seorang kawan kami asal Yaman yang jaga di matras yang bertetangga dengan kami dihujani dengan senjata-senjata besar, Alhamdulillah beliau selamat dan senjata AK  yang beliau bawa hancur berkeping-keping.

11 : 56 wib,  Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Jum’at kemarin muslimin di sayap kanan dan kiri di Kitaf berhasil membunuh beberapa rofidhoh dan mengambil senjata mereka, lalu pulang dengan selamat. Alhamdulillah. Di sore hari di Shon’a, Abdul Karim Hadban, Wakil Hutsiy yang jahat di Dialog Nasional mati ditembak orang. Alhamdulillah. Ini kiriman berita dari Mahir Al Fadhli Al Ibbi, kerabat Asy Syaikh Muhammad bin Hizam Al Fadhli Al Ba’dani, nukil dari surat kabar. Hari ini pak tua Abu Ahmad Al Ansi penjual karpet tertembak pinggang dan kakinya. Sedag dirawat. Di awal-awal hishor ini beliau juga tertembak kakinya saat naik gunung.Malam Ahad habis isya rofidhoh menembaki dinding Maktabah ‘ammah.

Siasat rofidhoh sebagaimana kata syaikh Yahya hafizhohulloh: “Menembak dan membunuh, lalu mengirimkan Lajnah untuk nawarkan damai agar kita menyerah pada maunya mereka dan tidak menembak. Lalu mereka nembak-nembak lagi dan seterusnya.”

Siang kemarin setelah membombardir markiz dengan dahsyat dan menyebabkan kematian dan luka, sorenya mereka datangkan Lajnah nawarkan damai sambil mendatangkan tentara-tentara yang tunduk pada mereka. Saat tentara-tentara tadi lewat pos rofidhoh di rumah Husain Dawajin, tentara-tentara tadi terkena ranjau rofidhoh. Kabarnya 2 mati dan 3 luka-luka. Mereka tak berani balas ke rofidhoh. Lalu diumumkan gencatan senjata. Ternyata sepanjang malam sampai pagi rofidhoh nembak dikit-dikit ke rumah-rumah penduduk dan lemparkan mortir ke madrosah. Itulah lumayannya ketenangan situasi.

Jum’at, 4 : 14 wib Sungguh tega para durjana itu. Para pelajar yang mayoritasnya miskin, tinggal terpencil dari keramaian kota, menjauhi perseteruan politik, dikejar-kejar dan dibunuh.

Kamis, 22 : 55 wib 1 anak Haimiy meninggal, 1 wanita Shomaliyyah meninggal, keduanya dengan kondiri sangat mengenaskan. 1 Shomaliyyhah luka. Dinding masjid atas bagian qiblat berlubang besar lagi. Beberapa rumah rusak.

Jum’at  00:19 wib Abu Ahmad Muhammad bin Salim mengabarkan : Pada malam ini ketika aku dan Abu Tsabit makan malam di ruang peristrahatan di bawah benteng Indofi’i, tiba-tiba seorang kawan asal Yaman mengetuk pintu sambil berkata kepadaku dan Abu Tsabit: “Bersiap-siap, Lajnah sudah pergi, dan Khutsiy (ya’ni para laskar Syi’ah) mulai lagi bergerak”, hidangan malam berupa roti dan basoliapun tak ternikmati dengan baik, bergegas Abu Tsabit naik di benteng dan masing-masing mulai siaga, tembakan para laskar Syi’ah mulai lagi menerangi kegelapan di malam hari dan mulai lagi menghangatkan udara dingin di tengah malam. Alloohumma ‘Alaika Bisysyii’ah, Alloohumma kholif bainahum, waquluubahum wa aarooahum, Alloohumma farriq jama’ahum.

Kamis, 22:44 wib Setelah zhuhur tadi Lajnah datang lagi ke Dammaj, mereka menginginkan adanya perdamaian. Setelah ashar hingga maghrib ini tidak terdengar bunyi tembakan, inilah yang diinginkan oleh Syi’ah, mereka membuat kekacauan dan kejahatan setelah mereka lemah dan kalah, mereka minta damai, dua hari yang lalu ketika mereka memungut para bangkai-bangkai laskar mereka, mereka menelpon salah seorang  penduduk di Dammaj dengan berkata: “Dua hari lagi akan damai, kami sudah kewalahan dan banyak yang mati”. Demikianlah mereka, memulai perang ketika sudah diporak porandakan cepat-cepat mereka minta damai. Dan kebiasaan mereka dalam waktu damai adalah menyusun kekuatan untuk persiapan perang: “Mereka membuat makar (tipu daya) dan Alloh (membuat balasan terhadap) makar mereka, dan Alloh adalah sebaik-baik pembuat makar”. Sungguh teringat dengan perkataan Muhammad Rofi’i Rohimahulloh kepada kami: “Mana yang enak perang atau damai?”, kami mengatakan kepadanya: “Keduanya adalah kebaikan untuk kita”. Dengan perang kita bisa meraih kemulian jihad fii Sabiilillah yaitu ihdal husnayain (salah satu dari dua kebaikan) yaitu mati syahid atau memperoleh rampasan perang. Dengan damai kita bisa meraih kemulian hidup di atas tauhid, hanya dua ini pilihan untuk kita: “MATI SYAHID ATAU HIDUP MULIA DI ATAS TAUHID”.

Kamis, 18 Muharram 1435 H

15 : 58 wib Abu Fairuz Abdurrahman bin Sukaya Al Qudsy Mengabarkan : Akh Muhammad bin Sa’id Al Lahji, mas’ul hirosah thullab Lahj di Alu Manna’ barusan mengabari bahwa hutsi melemparkan granat ke salah satu matras. Penyair kita Akh Abdulloh Zailan dn 2 tholib luka. Barusan saat sholat zhuhur, rofidhoh beberapa kali menghantam masjid dan sekitarnya dengan senjata besar. Masjid bawah sampai bergetar. Sekarang untuk sementara dilarang keluar ruangan. 17 : 13 wib Akh Ammar Al Lahji, salah seorang yang melayani ikhwah yang luka dan sebagainya di puskesmas markiz bilang bahwa di dalam puskesmas ada 2 gadis kecil terbaring ditemani ayah-ayah mereka. Yang 1 ditembak rofidhoh dipahanya, yg 1 lagi kena pecahan mortir. Sudah sekitar 3 hari yanglalu. Allohummarham ibadakal mu’minin. 17 : 35 wib Barusan hantaman amat keras menghantam markiz. Asap mengepul di sekitar maktabah dalam kondisi sebagian thullab mengusung nampan-nampan makan siang.  17 : 36

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan pada Jam : 16 : 04 (wib)Saat ini yang terbunuh di bumi jihad Dammaj Insya Alloh sebagai para Syuhada’ sudah sekitar seratus orang lebih, untuk para wanita  belum ada, inilah ta’wil mimpi Ali At-Tanzaniy yang dulu kami jelaskan kepadanya, beliau Rohimahulloh berkata: “Aku melihat dimimpiku para ummahat (ibu-ibu) banyak sekali di sekitar masjid, dan di dalam masjid dibuat khondak”. Ta’wilnya telah terjadi yaitu para wanita mengungsi di makhzan asfal (gudang bawah) samping masjid Assunnah dan banyak yang sudah jadi janda. Sholat jama’ah pindah dari masjid ke sakan asfal (asrama bawah) masjid  Assunnah.

Kaum Syi’ah memang biadab, jahat dan kejam, mereka membunuh kaum muslimin Dammaj dan menghishor hingga banyak ummahat (ibu-ibu) yang tidak bisa menyusui bayi-bayi mereka, sungguh kasihan Ummu Sufyan Al-Makassariyyah Hafizhohalloh baru melahirkan dan anaknyapun tidak mendapatkan ASI. Alloohummarhamnaa Warhamnisa’anaa Waathfaalanaa Ya Arhamarroohimiin.

Rabu, 17 Muharram 1435 H

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan pada Jam 00 . 39 wib : Masyaalloh hati senang dan berbahagia ketika melihat kaum muslimin memiliki semangat dalam jihad; masing-masing berjuang sesuai kesanggupanya, pasukan penggali khondak dan pembangun matras masya Alloh bergerak cepat setiap malam tanpa peduli tembakan-tembakan dari para laskar Syi’ah di malam gelap gulita.Yang di Tanah Air tidak mau ketinggalan pahala jihad, mereka berjihad dengan harta dan adapula berjihad lewat media internet ya’ni mereka menyebarkan tulisan dalam mendukung jihad, semua itu adalah termasuk dari amalan yang tidak akan disia-siakan, Alloh Ta’ala berkata: “Sungguh Alloh akan membalas setiap jiwa terhadap apa yang diperbuat”, Dia berkata: “Barang siapa melakukan amalan kebaikan sebesar atom maka dia akan melihat balasan(nya)”. 

Selasa, 16 Muharram 1435 H 

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Di Kitaf kemarin komandan Hutsiyyin Manshur Jarman dan 8 pengikutnya mati dalam peperangan, disayap kanan, banyak Hutsiyyun mati tak terhitung, sebagiannya badannya terpotong-potong. Beberapa peralatan berat mereka hancur, beberapa bukit mereka direbut Ahlussunnah dan kabilah-kabilah. 23:49 wib

Syaikh Yahya disamping mendoakan kebinasaan terhadap Faris Manna’ didars-dars umum, beliau subuh  tadi menyebut dalam qunut nazilah 23 : 56 wib

Hari ini dokter di As Salam Sho’dah memastikan bahwa Faris Manna’ tertimpa penyakit berat diotaknya. Sekarang sudah dipindahkan ke RS Shon’a  23:59 wib

Berkata pemilik blog ini : bahwa  kakaknya (Siti fatimah) dan keponakannya mengatakan kepada kami bahwa Muhammad Rofi’i adalah orang Bojonegoro, tepatnya di Dusun  Gebang  Desa Gedongarum. Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Kemudian keluarganya memberi kenang-kenangan kepada kami lantunan suara Takbir Ied dan  Muhammad Rofi’i saat mengumandangkan adzan.  14:38  via WhatsApp

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Siti Fatimah kakak kandung Muhammad Rofi’i berkata: “Sebenarya aku waktu malam Jum’at 4 Muharrom kemarin aku mimpi, kami ini pulang kumpul semua saudara di rumah, Rofi’i berkata: “Sekarang kalau mbak Ti mau doa minta apa saja pasti terkabul, soalnya Alloh sudah siap, Alloh nunggu di langit”. Dan yang saya lihat dimimpi itu, di langit ada pintu kecil, yang atasnya melengkung seperti pelaminan pengantin yang penuh dengan kembang juga daunnya yang segar”. Masya Alloh mimpi yang sangat istimewa, sungguh benar perkataan Alloh Ta’ala di dalam surat Ali Imron ayat (169-171).

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Selasa di saat dars zhuhur: beberapa kali masjid bergetar karena adanya hantaman senjata berat dari rofidhoh. Entah di mana tepatnya hantaman tadi. Kami berlindung di masjid bawah.17:09 wib

Hantaman masih berlangsung sampai sekarang secara berkala. Salah satu hantaman besar mereka melubangi dinding masjid di arah kiblat, yang berhadapan dengan dapur. Hanya pada Alloh kami bertawakkal, Dialah Penguasa alam semesta.17:30 wib

Alhamdulillah kami sudah makan siang, ahlamdulillah markiz masih punya persediaan beras dan mi. Bantuan yang masuk selalu dirampok oleh rofidhoh. 2 ikhwah yang ditugasi syaikh Yahya untuk keluar secara rahasia untuk berbelanja ternyata uangnya dirampok rofidhoh. Alhamdulillah mereka bisa bebas. 17: 43 wib

Sniper rofidhoh menembak mati Akh Abdulloh bin Muhammad Al Khoulani rohimahulloh. 20:21

Tadi pagi atau sebelum zhuhur, sniper rofidhoh menembak mati Akh Abdulloh bin Muhammad Al Khoulani rohimahulloh. Ana baru dapati jenazahnya sebelum ashr. Tenang sekali seperti tidur, padahal kepalanya berdarah dan berlubang ditembus peluru. 20:42 wib

Waktu pemberontakan rofidhoh keenam ada seorang penduduk yg mereka tembak mati. Dia tidak diketahui rajin ibadah. Wajahnya setelah mati sungguh mengerikan. 20:51 wib

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan :Faris Manna’ Qootalahulloh adalah otak penggerak laskar Syi’ah, hari ini ketika kaum muslimin sholat zhuhur di masjid Sakan Asfal Assunnah Dammaj, tiba-tiba laskar Syi’ah menembakan tank hingga mengenai masjid, sampai sore ini tank mereka terus menembak Dammaj. Barusan tank mereka menembak bagian bawah benteng Indofi’i sampai asapnya membendung ruang peristrahatan kami, Alhamdulillah kami (Abu Ahmad, Abu Tsabit dan Abu Iyyadh) hanya terkena asap hitam dari tembakan itu. Allohumma’alaika Bifaris Manna’ waman qoma ma’ah.21:07 wib

Senin, 15 Muharram 1435 H

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan Pada Jam 02 : 20 (wib) : Hari ini terbunuh tiga orang di tengah-tengah sholat zhuhur, terbunuh karena tembakan mortir laskar Syi’ah Qootalahumulloh. Mereka yang terbunuh itu adalah: 1. Muhammad Ahmad Al-Wadi’iy. 2. Khumais Musfir Mas’ud. 3. Ibrohim Asy-Syaais. Rohimahumulloh.

Minggu, 14 Muharram 1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan Pada Jam 17 : 53 (wib) : Total yang meninggal di hari Sabtu: 5 orang dari berbagai negara. Panser rofidhoh yang sering menyerang masyarakat dibalas oleh Alloh. Sopir mereka mati dan beberapa luka-luka. Ahad sepanjang hari: Rofidhoh terus-terusan menembaki dengan berbagai peralatan. Para pemuda Dammaj yang bertahan di Madrosah banyak yang terluka. Berita sementara total : 1 dari Thulul, yang luka 5 orang Berita dari Kitaf: sepanjang Jum’at dan Sabtu rofidhoh terbunuh sekitar 30  org. Di Kitaf, Hasyid dan Harodh Hajur kabilah-kabilah semakin memperkeras  pengepungan terhadap jalur-jalur rofidhoh. Ini berlangsung setelah zhuhur. Setelah ashr hutsiyyun rofidhiyyun berkali-kali  menembaki Dammaj dengan berbagai persenjataan mereka. Sabtu pagi 3 mobil rombongan bantuan pangan dan kesehatan dikirimkan Faris  Manna’ bersama Lajnah, sepertiga untuk hutsiyyun, duapertiga untuk Dammaj.Langsung hutsiyyun ambil bagian mereka, sementera syaikh Yahya den para ketua  kabilah Dammaj begitu tau bahwa itu adalah dengan nama Faris Manna’, mereka menolak dengan  penuh kewibawaan, karena mereka tau betapa jahatnya makar Faris terhadap ahlu Dammaj  dan dukungan total Faris untuk hutsiyyun. Para wartawan yang tahu sikap perwira syaikh Yahya dan para ketua Dammaj  langsung menyatakan dukungan dan pujian.

Sabtu, 13 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : “Ungkapan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Akhunal Fadhil al Mujahid jihadan syar’iyyan fi sabilillah Akh Rofi’i -rohimahulloh-  Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Air mata berlinang, hati dirundung kepedihan, tapi kami InsyaAlloh tidak mengucapkan kecuali apa yang membikin ridho Robb kami. Sungguh kami amat sedih dengan perpisahan denganmu wahai saudaraku Rofi’i. Semoga Alloh mengangkatmu, sesuai dengan kandungan namamu.

Yang lebih tua dengan ingin segera berjumpa dengan Alloh ternyata masih hidup, yang lebih muda dan ana harapkan lebih bermanfaat bagi umat ternyata lebih dulu dijemput. Alloh Mahatepat dalam meletakkan urusanNya, sesuai dengan kesempurnaan hikmah-Nya. Banyak insan memohon syahadah di jalan Alloh, tapi Dia lebih tahu siapa yang lebih pantas untk segera dikabulkan permohonanNya dengan segera istirahat dari kepenatan dunia.

Saudaraku, insyaAlloh kita akan berjumpa di bawah rindangnya naungan pohon Thuba di dalam Jannatul Ma’wa, tiada lagi kepedihan dan dahaga dan sebagainya. Bagi ikhwah yang bisa menghubungi keluarga beliau, mohon sampaikan salam kami pada keluarga beliau. Kami satu hati. Kesenangan beliau adlh kebahagiaan kami, kesedihan beliau adalah kepedihan kami, meskipun kami selalu saja ada kekurangan dalam memenuhi hak-hak saudara kami. Jazakumullohukhoirol jaza “

Dari Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : ana terjemahkan dengan singkat (tulisan) Abu Hamzah Ali Jihaf hafidhohulloh..Sang bayi kecil Abdurrohman bin Qosim Adh Dholi’iy barusan meninggal dalam usia 4 bulan karena kekeringan dan tiada air susu. Ibunya tak bisa lagi menyusuinya karena tak punya makanan bergizi. Teringat bagaimana sang bayi menarik napas terakhir, sang ibu berkali-kali menoleh ke arahnya dg amat sedih karena tak bisa berbuat apa-apa.

Sang ibu berangan-angan andaikata bisa menyerahkan nyawanya untuk sang buah hati, karena memang itulah yang tersisa yang dimilikinya. Sang bayi ini meninggal bukan di negri yang miskin dn kering, tapi di Yaman yang Nabi shollallohu’alaihii wasallam bersabda tentang penduduknya: “Mereka hatinya paling lembut, dan jiwanya paling lunak.” tapi para pemimpinnya tidak peduli.

Di Dammaj kebutuhan dasar dari air, bahan makanan, sampai listrik sudah amat kritis, akibat dari pengepungan sadis rofidhoh. Seakan-akan sang bayi kecil dalam tangisannya terakhir berkata pada para pemimpin Yaman:

“Dengan kematianku ini mati pula hati kalian.”Para tokoh kabilah Dammaj sudah berkali-kali menyerukan para pemilik kekuatan untuk menghentikan kejahatan rofidhoh, tapi seruan itu bagaikan lenyap dibawa angin.” 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : “Innaa Lillaahi Wainnaa Ilahi Roji’un. Telah meninggal dunia kawan kami, saudara kita Rofi’i Al-Jawiy asal Bojonegoro Rohmatulloh ‘Alaih pada hari ini, menjelang azan zhuhur semoga Alloh menjadikannya mati syahid. 16 : 22 wib

Kaum Syi’ah tidak sekedar menyakiti kaum muslimin dengan tembakan-tembakan mereka, namun mereka juga mengganggu dengan cara lain, sekitar jam 1 malam mereka memperdengarkan syi’ar-syi’ar mereka melalui pengeras suara, yang suaranya sangat keras, yang sangat mengganggu ketenangan waktu beristrahatnya kaum muslimin, sungguh betapa banyak  dosanya kaum Syi’ah itu, mereka penentang yang paling keras, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin”, beliau berkata dari Robbnya: “Barang siapa menyakiti wali-Ku maka sungguh Aku telah umumkan perang dengannya”. 16:13 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim mengabarkan : Bismillaahirrohmanirrohiim. Wabihi Asta’in. Ammaa Ba’d: Sungguh sangat menyakitkan hati kaum muslimin ketika muncul seorang Syaikh Shufiy sang penyembah kubur Qootalahullooh yang dia berkata: “Perang yang terjadi di Dammaj dan di Kitaf itu adalah perang seagama, dan kedua belah pihak akan masuk neraka, Nabi berkata: “Jika bertemu dua muslim dengan pedang keduanya (ya’ni bertikai) maka yang membunuh dan yang terbunuh di dalam neraka”. Kita katakan bahwa ini adalah hadits yang mulia lagi agung, yang diucapkan oleh Al-Amin: “Dan tidaklah dia berkata dari hawa nafsu(nya) melainkan yang diwahyukan (kepadanya)”. Dengan penuh keyakinan kami katakan bahwa yang terbunuh dari laskar-laskar Syi’ah adalah di dalam neraka tempat mereka, karena Robb kami berkata: “Barang siapa membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah neraka jahannam”. Laskar-laskar Syi’ah bersengaja membantai dan membunuh kaum muslimin. Mereka juga persis dengan Khowarij yang mengahalkan darah kaum muslimin, bahkan mereka lebih sesat dari pada Khowarij. Kaum Khowarij saja sudah dikatakan: “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, demikian Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menghukumi Khowarij, kalau beliau mendapati kaum Syi’ah di zaman ini entah hukuman apa yang beliau berikan?, akan tetapi cukup perkataan beliau kepada orang mu’min yang dizholimi sebagai dalil kita: “Jika kamu dibunuh (karena mempertahankan hartamu) maka kamu di dalam Jannah”, shahabat bertanya: “Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?”, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Dia di dalam neraka”. Kita katakan dengan terang-terangan: “Kami berperang melawan Syi’ah Rofidhoh bukan hanya sekedar mempertahankan diri dan kehormatan kami namun lebih mulia dari itu, kami berperang karena membela agama Islam yang kaum Syi’ah berupaya untuk merubah ajaran-ajarannya, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Barang siapa dibunuh karena (mempertahankan) hartanya maka dia adalah syahid, barang siapa dibunuh karena (menjaga) kehormatannya maka dia adalah syahid dan barang siapa dibunuh karena (membela) agamanya maka dia adalah syahid”.  Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Alu Labisana pada malam Sabtu tanggal 13 Muharrom 1435 di pemukiman Thullab Dammaj. 00:17 wib

 Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Jum’at setelah dhuhur 2 kali rofidhoh tembakkan mortir kemarkiz. 3 orang luka. Ba’da ashar datang lajnah Sya’biyyah. Setelah mahrib rofidhoh nembah-nembak lagi  22: 16 wib.  Semoga Allah melaknat rofidhoh. Nawarkan damai dan sepakati poin-poin, kitaa yakin mereka pendusta dan kami waspada. Ternyata tetap saja mereka berhasil membunuh 1 orang saat maghrib  23:43 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan : Seusai sholat isya’ berjama’ah di masjid Sakan Asfal As-Sunnah Dammaj ditengah-tengah rasa lelah, lemas dan lemah tiba-tiba berdiri seorang anak kecil yang digelari dengan Syaikh Cilik (syaikh anak-anak) Yasir Ash-Shon’aniy memberikan ceramah, dengan ceramah itu menyebabkan rohani tersiram, hati tersentuh dan jiwa bersemangat. Masya Alloh, Syaikh Cilik itu ketika menyampaikan ceramah tidak terdengar tembakan dari laskar-laskar Syi’ah, kemungkinan mereka ikut mendengarkan, semoga dengan sebab ceramahnya membuat laskar-laskar Syi’ah tertanam rasa takut yang sangat pada diri-diri mereka, hingga mereka berlarian dari medan tempur, Allohumma farriq jam’ahum, Allohumma kholif bainahum wa Aaro’ahum, Allohummaqtulhum Wamazziqhum kulla mumazzaq. 23:13

Jum’at, 12 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan :  Ternyata hasil dari serangan serangan rofidhoh tadi malam : 13 rofidhoh yang maju menyerang Wathon mati. 2 ikhwan diWathon luka. 1 akh meninggal di Alu Manna’.  9:45 Kamis Rofidhoh menyerang salafiyyah di Kitaf, lalu mereka terpukul mundur dan mati sekitar 17 orang. Alhamdulillah. 13 : 18

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Mengabarkan Pada Jam 20 : 49 ( wib) : “Kemarin salah seorang kawan kami asal Hadromaut terkena sniper padalengannya ketika dia sedang jaga di perbatasan Alu Manna’, sebelumnya pada tragedi Masadir dia ditembak oleh laskar-laskar Syi’ah dengan senjata-senjata besar, hingga dia tiarap, bila laskar Syi’ah mulai lagi menembak dengan senjata kecil semisal AK maka dia bangkit dari tempat tiarapnya melawan tembakan mereka, bila ditembak lagi dengan senjata-senjata berat diapun tiarap lagi, hal demikian itu terjadi selama tiga kali, setelah itu dia melihat ummat ya’ni Syi’ah yang banyak menembakinya di tempat tiarapnya,  serangan laskar Syi’ah berupa tembakan-tembakan dengan senjata besar yang bunyinya menyobek-nyobek angkasa dan getarannya menyentuh jantungnya membuat dirinya langsung pingsan setelah dia melawan tembakan itu dengan hanya menggunakan AK, diapun diangkat oleh kawan-kawan dan dibawa lari ke klinik, setelah diperiksa ternyata tidak ada luka padanya, dia pingsan selama tiga hari karena kaget dan trauma besar, di tengah-tengahpingsannya terkadang terbangun sambil menembak dengan isyarat tangan dan membunyikan mulutnya  “tur tur tur, teng teng, dum dum dum…” sambil tiarap di dalam klinik kemudian terpingsan lagi, dia pingsan selama tiga hari, kawan-kawan yang melihat sikapnya terheran-heran karena baru terjadi. Kita yang pernah mengalami serangan semisal yang dia alami merasakan trauma pula, hingga kita dalam tidur terkadang terkaget dengan sendirinya, seakan-akan kejadian yang pernah kita rasakan terulang lagi. Kawan kami tersebut setelah sadar dari pingsan dan traumanya diapun maju lagi jaga di perbatasan Alu Manna’ bersama kami dan kini dia terluka pada lengannya. Alloohummaghfirlanaa Warhamnaa Anta Arhamurroohimiin.”

Abu Fairuz Abdurraman Mengabarkan Pada Jam 06 : 46 (wib) :Rofidhoh umumkan bahwa mereka sudah serahkan Sho’dah ke pemerintah. Ternyata itu  cuma siasat saja. Malam Jum’at pukul. 09.00 WY kami dikejutkan dengan serangan sengit  mereka terhadap Wathon dengan senjata-senjata berat.Para pemuda Dammaj degan gigih bertahan sambil sesekali mereka teriak: “Allohu  akbar, walillahil hamd!” “Wahai Rofidhoh! Wahai Anjing penduduk neraka!  Matilah kalian!” perang sengit berlangsung sampai lewat tengah malam. Alhamdulillah hanya Seorang  saja yaag luka. Lalu datang kabar dari saksi mata bahwa  beberapa rofidhoh nyusup ke gedung kosong milik pemerintah yaag amat dekat dengan  Wathon untuk menembaki orang-orang yangg lengah. Maka sebagian muslimin mengalihkan  konsentrasi menghadapi mereka. Moga Alloh gagalkan makar para durjana dan  mengembalikan ketentraman negara.

Kamis, 11 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : kamis pagi para sniper rafidhoh masih menembak dan mencari-cari kelengahan para pejalan kaki. Kamis siang mobil palang merah datang mengambil orang-orang luka, rafidhah dari arah gunung shoma’at menyetel lagu-lagu perang mereka”

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : rabu pagi (10-1-1435 H) rafidhah menyetel nyanyian mereka dengan pengeras suara dari arah gunung shoma’at sambil nembak-nembak ke arah kepemukiman penduduk .Mereka memang makhluk busuk. Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- berkata “..Anjing rafidihah adalah binatang yang paling busuk..(Syahrun Nuniyyah” 1/hal.245).

Makhluk yang paling busuk adalah yang menggabungkan antara kebodohan dan hilangnya (sifat) rohmah. Adapun ahlussunnah sebagaimana perkataan Imam Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- ” ahlussunnah tahu kebenaran dan menyayangi para makhluk, maka mereka punya bagian yang banyak dari Ilmu dan Rohmah dan Robb mereka ta’ala itu rohmah-Nya dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, sedangkan ahlu bida’ maka mereka itu mendustakan kebenaran dan mengkafirkan para makhluk, mereka tidak punya ilmu dan rohmah. Jika hujjah ahlussunnah tegak terhadap mereka berpindah pada upaya penjara dan siksaan….(mukhtasarush showa’iq/hal.604)

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :  Kaum muslimin sedang buka puasa, tiba-tiba laskar Syi’ah mulai lagi maju menembaki perbatasan Alu Manna’, kasihan para penjaga di sini, belum sempat meni’mati hidangan buka puasa, baru sesuap dua suap makanan, langsung bangkit menghadang laskar Syi’ah Qootalahumullooh. Alloohumma As’aluka Biasmaaikalhusnaa Washifaatikal ‘Ula an Tanshurna ‘Alaasysyii’ah Arroofidhoh, Alloohummanshurnaa ‘Alaihim, Alloohummaqtulhum. 22;27 WIB

Rabu, 10 Muharram 1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Amm sholih manna (seorang pemimpin qobilah wadi’ah) yang murah senyum dan suka humor tetapi kokoh dalam manhaj, ditembak mati sniper rafidhah saat berangkat sholat dzuhur, Innalillahi wainna ilaihi roji’un”.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :Hari ini telah gugur (meninggal) seorang Syaikh Qobilah Al-Wadi’iyyah Sholih Manna’  Rohmatulloh ‘Alaih yang biasa dikalangan thullab dipanggil dengan ‘Amiy Sholih, masya Alloh beliau paling rajin sholat 5 (waktu), beliau selalu di shoff pertama kalau sholat berjama’ah di masjid As-Sunnah, sebelum azan pertama beliau sudah datang di masjid, setelah azan pertama langsung beliau membangunkan thullab untuk sholat lail. Masya Alloh beliau pula yang paling mendukung terhadap da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah di Dammaj, di zaman Asy-Syaikh Muqbil beliau menjadi haris (pengawal) Asy-Syaikh Muqbil. Pada jihad ini, beliau dan anak-anaknya aktif dan paling banyak membantu, di pemukiman Alu Manna’ rumah putranya difasilitaskan untuk para mujahidin, apa yang ada di dalam rumah dibebaskan untuk digunakan di dalam berjihad fii Sabiilillaah. Jazaahumulloohu khoiron katsiro 18 : 56 WIB

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan: Kaum Syi’ah memang penipu dan pendusta paling top, mereka mudah memutar balikan fakta, bahwasanya kaum muslimin Dammaj adalah zholim, membunuh wanita-wanita mereka, mereka mengatakan bahwa: “Wahhabiy (ya’ni kaum muslimin Dammaj) menembak mulut wanita kami“, sebagaimana yang diucapkan oleh orator mereka dalam ceramahnya di Masadir. Demikianlah politik licik mereka, bila mau berperang, mereka mesti membawa wanita-wanita pelacur, yang mereka namai dengan nikah kontrak, bila mereka kecapekan maka mereka minggir di pos-pos samping benteng mereka, lalu makan qoot (sejenis ganja) sambil mereka berzina dengan para pelacur yang sudah disediakan oleh komandan-komandan mereka, kaum muslimin tidak bersengaja untuk membunuh para pelacur itu, hanya saja karena darurot perang maka para pelacur itu siap menanggung resiko, kaum muslimin melihat seorang Syi’ah menghadap tembok atau sedang tiarap naik turunkan punggung, di tembak begini  oh ternyata antara orang itu dengan tembok atau  antara tanah dan tempat tiarapnya ada wanita yang sedang dizinai, ya jelas tembakan tembuslah, kena kepala orang itu ya tembuslah masuk mulut pelacur. Siapa yang disalahkan? Salah sendiri, siapa suruh berzina di sembarangan tempat?! Jam 12 : 02 wib

Hari ini mayoritas kaum muslimin Dammaj sedang puasa 10 Muharrom, bersamaan dengan itu, laskar Syi’ah terus menyerang Dammaj, tidak henti-hentinya Abdul Malik Al-Hutsiy (pemimpin syi’ah) Qootalahullah memberi dorongan, bahkan sampai dia menyatakan kepada para laskarnya: “Kalian jubana’ (para penakut), tinggal 10 (sepuluh) meter dengan  pemukiman Alu Manna’ Dammaj masih saja kalian belum bisa masuk?!”, seorang komandan laskarnya berkata: “Coba kamu yang ke Dammaj biar tahu!”, supaya menguatkan dan memberi semangat para laskarnya maka tadi malam dia mengutus seorang da’inya untuk mengadakan ceramah di Masadir, da’inyapun berorasi di tengah-tengah perang berkecamuk, dan ceramahnya berlangsung hingga tengah malam. Alloohumma man araada binaa suuanaw makran faqtulhu wamazziqhu kulla mumazzaq. Jam 10 : 54 wib

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Abdurohman keponakan syaikh yahya tertembak diperutnya, semoga bisa diselamatkan,

Selasa, Ba’da isya’, 9-1-1435 H, rafidhah menyerang wilayah Alu ro’dan dan Alu manna’ dengan dahsyat, beberapa orang luka.

Senin sore 8-1-1435H rafidhoh sibuk menanam ranjau-ranjau di wathon, dan kelompok yang lalu bersiap menyusup di wathon. Ternyata Alloh membalas makar mereka, ranjau tadi meledak susul meyusul selama 5 menit. Potongan-potongan anggota badan mereka berhamburan di udara dan berjatuhan dikebun anggur, sekitar 70 orang mereka terkapar, sebagiannya mati, sebagiannya terluka. Kondisi air dan listrik di dammaj terbatas, panel-panel tenaga surya sebagianya mati ditembaki rafidhah.  Pagi sampai siang masih berlangsung baku tembak.

Senin, 8-1-1435H  lajnah datang dengan membawa tentara yang banyak, lalu disepakati oleh syaikh yahya dan tetua dammaj untuk para tentara ditempatkan dibeberapa titik pengawasan, tenyata rafidhoh menolak dan mengusir tentara-tentara tadi,

Para pemuda kabilah yang mulia di harodh/hajur masih bertempur sengit melawan rafidhah, semoga Alloh membalas muslimin yang masih punya rohmah dan solidaritas islam dengan kebaikan dan barokah yang banyak. Kami ber-tawakkal kepad Alloh dan yakin Dia akan menunaikan janjiNya kepada kami.

Berita sedih, 3 thullab meninggal ditembak rafidhah syaikh yahya mengabari kepada kami “Syaikh Abu Ishaq asy-Syibamiy meninggal di kitaf terkena mortir, hasil kerja sama rafidhah dan mata-mata mereka, kita susah mengetahui siapa mata-mata ditubuh kita.

Selasa, 9 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory Mengabarkan : Tentara Nasional Yaman tadi sore datang ke Dammaj, mereka ingin berada di tengah-tengah antara kami dan Syi’ah, tapi malam ini Syi’ah tetap menembaki Dammaj. 00:58 wib Kaum Syi’ah tidak berperikemanusiaan, orang-orang Barat masuk Islam lalu hijroh ke Dammaj malah mereka diperangi, merekapun berkata: “Kami meninggalkan orang kafir namun mendapatkan orang lebih kafir”. 01 : 16 wib

Senin, 8 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pagi ini diisukan lagi bahwa Lajnah akan masuk Dammaj untuk menindak lanjuti perdamaian yang mereka inginkan, bersama dengan itu, laskar-laskar syi’ah Qootalahumulloh terus melakukan penembakan, padi pagi seorang kawan kami terkena sniper digerbang masuk pemukiman Alu Manna’,  beliau langsung meninggal, Rahimahulloh.  Seorang lagi terluka karena terkena sniper pada perutnya. Alloohumma ‘Alaika  Bisysyii’ah Arroofidhoh, Alloohummaqtulhum.14 :23

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan : Ahad sore datang lajnah. Ternyata seperti biasa rofidhoh tetap menembaki orang. 1 tholib (pelajar) tertembak kakinya, 1 anak perempuan kecil juga tertembak entah bagaimana kondisinya. Malam harinya berkali-kali rofidhoh nembakkan mortir. 02 : 59 pm

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory Mengabarkan: Menjelang zhuhur tadi Lajnah datang lagi ke Dammaj, mereka meminta untuk diadakan lagi perdamaian antara kaum muslimin Dammaj dan kaum Syi’ah. Demikianlah keadaan Syi’ah, bila mereka sudah melemah dan kesulitan untuk membantai maka mereka meminta Lajnah untuk diadakan perdamaian. Dari sejak dulu mereka memperalat Lajnah, sebelum Lajnah berangkat ke Dammaj maka mereka mengerahkan segala kekuatan mereka untuk membantai kaum muslimin. Tadi juga begitu, sebelum Lajnah datang ke Dammaj maka mereka melepaskan tembakan mortir besar ke pemukiman Wathon- Dammaj, dengan tembakan itu meninggal  beberapa orang dan terluka beberapa orang pula. Setelah Lajnah masuk Dammaj mereka tidak melepaskan tembakan, dan mereka mengisukan telah ada perdamaian. Akan tetapi ketika Lajnah keluar dari Dammaj merekapun mulai lagi menembak kaum muslimin, penyineper (penembak jitu) mereka mulai lagi menyineper jalan menuju tempat pengungsian para wanita, hingga ummahat (ibu-ibu) dan banat (anak-anak wanita) harus berlarian menuju tempat pengungsian. Dan hingga saat masih kita dengarkan tembakan-tembakan mereka. Allohumma ‘Alaika Bisysyii’ah Arroofidhoh, Allumma ‘Alaihim, Allohumma Farriqjam’ahum.  22:26 wib

Ahad, 7 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan : Rofidhoh pagi ini umumkan pakai micrphone bahwa : “Pihak hutsiyyin mati 500 orang, Al Hajuriy adalah penumpah darah, membunuh wanita dan anak-anak. Sayyid Abdul Malik Al Hutsiy adalah pria penyayang, tidak membunuh wanita dan anak-anak. Al Hajury, Hussain Ahmar dan Utsman Majalliy tidak bermanfa’at bagi kalian, tinggalkanlah mereka, menyerahlah kalian niscaya kalian selamat.” Kedustaan dan pemutarbalikan fakta. 6:31 pm

Sabtu Sore sampai ba’da maghrib rofidhoh menghujani Wathon dengan senjata-senjata berat. Habis Isya’ nyerang dengan dahsyat. Jam 2 dini mereka nyerang dan mau masuk Wathon. Perang seru sekali sampai menjelang shubuh. Sekitar 4 orang meninggal. Rofidhoh banyak yang mati 6 : 25pm

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Seorang munafiq juru bicaranya Syi’ah tadi pagi mulai lagi berorasi, dia berkata: “Wahai orang-orang yang ada di Dammaj jangan kalian taati Al-Hajuriy: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam mema’siati Alloh”, karena dia Al-Hajuriy mengkafirkan kaum muslimin, kalian mentaatinya hingga kalian membunuh para wanita dan anak-anak kaum muslimin, Al-Hajuriy dan orang yang bersamanya adalah zholim, membuat kerusakan di muka bumi”. Demikianlah orator tokoh munafiq itu, padahal mereka sendiri yang membunuh anak-anak dan para wanita kaum muslimin, mereka sendiri yang berbuat kezholiman dan pengrusakan di muka bumi namun perbuatan mereka itu dituduhkan kepada orang lain, sungguh benar perkataan Alloh di dalam surat Al-Baqoroh: “Ketahuilah bahwa mereka itulah para perusak akan tetapi mereka tidak menyadari”. Tiga pekan yang lalu mereka juga berkata lewat pengeras suara dari lokasi Masadir: “Kepada seluruh Al-Wadi’iyyah (ya’ni penduduk asli Dammaj) keluarlah kalian dari Dammaj, tinggalkanlah Al-Hajuriy dan orang-orang yang bersamanya, kalian keluar dari Dammaj sebelum jam satu siang maka kalian akan selamat, jalan terbuka untuk kalian”. Dengan jaminan itu membuat kebanyakan dari orang-orang asli Dammaj keluar meninggalkan Dammaj, mereka lebih senang mengungsi di Sho’dah dari pada berjihad bersama imam Dammaj Syaikhuna Yahya dalam melawan laskar-laskar Syi’ah. Dari tindakan kaum Syi’ah ini nampak kalau ternyata bukan hanya orang asing yang mereka inginkan untuk diusir dari Dammaj namun ternyata mereka inginkan pula semua kaum muslimin yang ada di Dammaj untuk diusir sehingga yang tersisa hanya Syaikhuna Yahya lalu mereka bunuh dan mereka potong-potong badan Syaikhuna Yahya sebagaimana yang dikatakan oleh tokoh utama mereka Abdul Malik Al-Hutsiy Qootalahulloh. 15 : 35 wib 

Sabtu, 6 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limboriy mengabarkan :

KEBIADABAN KAUM SYIAH

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Sungguh telah kita saksikan dengan mata kepala di bumi Dammaj bahwasanya kaum Syi’ah adalah kaum yang zholim, sadis, biadab dan kejam, mereka memerangi kaum muslimin di Dammaj, mereka membunuh para ulama, thullab (para penuntut ilmu) dan membunuh huffazh (para penghafal Al-Qur’an). Tidak hanya sekedar membunuh mereka namun kaum Syi’ah juga menghancurkan jenazah-jenazah mereka, baik dengan dicungkel mata mereka, dipotong hidung mereka, diparut muka mereka, dikeluarkan otak mereka, diminumkan zat penghangus tubuh, dipompa atau ditiupkan angin ke mulut mereka hingga perut mereka membesar, disiram dengan cairan yang sangat berbau busuk dan dipatahkan tulang-tulang mereka, dan perlakuan kejam lainnya yang mereka telah lakukan yang belum pernah dilakukan oleh kaum Salibis. Adapun perlakuan kaum Syi’ah dalam melukai kaum muslimin Dammaj maka sangatlah banyak, ratusan kaum muslimin Dammaj yang telah terluka akibat tangan-tangan jahat kaum Syi’ah Hutsiyyin yang menembaki mereka dengan persenjataan, baik dengan senjata-senjata berat maupun dengan senjata-senjata kecil. Para kaun Syi’ah mungkin bergembira dan bangga karena bisa melukai, namun lebih bergembira lagi bagi kaum Muslimin yang telah dilukai oleh laskar-laskar Syi’ah itu, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Orang yang terluka dijalan Alloh akan datang pada hari kiamat dengan warna seperti warna darah dan berwangi seperti minyak wangi”. 04:30 wib

Masya Alloh, seorang saudara kita asal Rusia pada perang ini cedera kakinya hingga pincang, ketika terjadi khusuf beberapa hari yang lalu, diapun ikut sholat khusuf berjama’ah, setelah sholat langsung kakinya sembuh, Masya Alloh, diapun sangat bergembira karena bisa untuk ikut lagi berjuang melawan laskar Syi’ah. Satu lagi kawan kami asal Yaman, terkena sniper pada lengannya, Masya Alloh pada hari terlukanya setelah dibungkus oleh perawat, diapun menggunakan tangannya yang terluka untuk mencuci pakaiannya, besoknya langsung maju lagi di perbatasan, luka yang telah dia rasakan seakan-akan tidak ada luka, muka penuh dengan keceriaan dan senyuman seolah-olah sedang merasakan keni’matan: “Dan ni’mat apa saja yang ada pada kalian maka itu datangnya dari Alloh”. Allohu Akbar Walillahil Hamd. 20 :29 wib

Beda Syi’ah Dengan Yahudi Dan Nashroni

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaah, Ahmaduhu Waasta’inuhu Waastaghfiruh. Amma Ba’d: Ketahuilah bahwasanya kaum Syi’ah kali ini terus berupaya untuk menghancurkan kaum muslimin di Dammaj dengan persenjataan-persenjataan yang mereka miliki, mereka tidak akan diam sebagaimana orang Yahudi dan Nashroni: “Dan tidaklah ridho kepadamu orang-orang Yahudi dan Nashroni sampai kamu mengikuti agama mereka“. Demikian pula orang-orang Syi’ah Hutsiyyin tidak akan ridho kepada siapapun dari umat Islam ini melainkan harus memeluk agama mereka atau murtad dari keislaman baru mereka diam dari memeranginya, Alloh Ta’ala berkata di dalam surat Al-Baqoroh: “Dan mereka akan terus menerus memerangi kalian sampai mereka menjadikan kalian murtad (keluar) dari agama kalian semampu mereka”. Tidaklah mereka menginginkan dari memerangi thullab (para penuntut ilmu) di Dammaj melainkan supaya para penuntut ilmu itu keluar dari Dammaj dan supaya kembali ke negri-negri

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Laskar Syi’ah memang laskar berani mati dengan tanpa perhitungan, menembak seorang muslim saja mereka melepaskan tembakan bagaikan hujan deras, belum lagi tambahan tembakan dengan senjata besar seperti mortir, meriam dan yang lainnya, dengan banyaknya tembakan itu, banyak pula yang tidak meledak, mereka menembak mortir dan meriam terkadang tidak meledak, kemarin malam mereka melemparkan beberapa geranat ke Abdurrohman Hadid Al-Andunisiy di perbatasan Alu Manna’ Alhamdulillah juga tidak meledak, semua itu tidak lain melainkan karena pertolongan Alloh dan penjagaan-Nya semata kepada siapa yang menjaga agama-Nya, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Jagalah Alloh maka Dia akan menjagamu”.

Memang Syi’ah tidak pandang siapa? yang penting mereka bisa membantai. Ketika mereka kesulitan menghantam para mujahidin di perbatasan maka pelampiasan mereka ke masjid dan rumah-rumah, setelah azan fajar yang pertama, mereka menembakan meriam ke mathbakh dan ruang tamu, apa yang mereka inginkan? apakah karena para wanita dan putri-putri cilik di balik tempat itu jadi mereka ingin juga dibantai?, Allohumma ‘alaika Bisysyii’ah Alhutsiyyiin, supaya mereka mengetahui di mana para wanita dan gadis-gadis cilik mengungsi maka mereka mengutus intel-intel (para mata-mata) dari kalangan wanita Syi’ah, Alhamdulillah sudah tiga intel wanita yang tertangkap dan sedang dipenjara.

5 Muharram 1435 H 

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Empat hari yang lalu laskar Syi’ah menghadirkan seorang tokoh munafiq, yang dia memberikan ceramah lewat pengeras suara yang diperdengarkan ke seluruh pelosok Dammaj, dia dalam ceramahnya selama 2 jam memberikan banyak dalil dari Al-Qur’an dan tidak satupun dalil dari As-Sunnah, dia menempatkan dalil-dalil Al-Qur’an itu bukan pada tempatnya, nampak kalau dia adalah termasuk tokoh dari Al-Qur’aniyyin ya’ni orang yang hanya berpedoman dengan Al-Qur’an dan menolak As-Sunnah. Sengaja para laskar Syi’ah menghadirkan tokoh munafiq tersebut dengan tujuan untuk menipu manusia dengan kefasihan lisannya dalam berdalil dengan ayat-ayat Al-Qur’an, sungguh benar perkataan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam: “Tidak ada yang paling aku takutkan atas umatku dari pada munafiq yang fasih lisannya”, dan Alloh telah sebutkan di dalam surat Al-Munafiqun bahwasanya dia (orang munafiq) itu adalah musuh Alloh maka hendaknya umat Islam berhati-hati darinya dan dari para kawannya semisal Syi’ah Qootalahumulloh. Kaum Syi’ah Hutsiyyun menolak Al-Qur’an dengan alasan bahwa dia adalah mushaf Al-Hajuriy ya’ni mushof buatan Syaikhuna Yahya, dan bahwasanya Al-Qur’an sekarang ini adalah kurang, mereka menolak pula As-Sunnah sebagaimana Al-Qur’aniyyun menolak As-Sunnah, kedua sekte ini memiliki kesamaan dalam satu sisi, dan memiliki perbedaan pula dalam sisi lain, namun keduanya sama-sama berupaya untuk melenyapkan As-Sunnah, padahal As-Sunnah adalah Al-Islam,  Islam tidak akan tegak melainkan dengan As-Sunnah, maka barang siapa memerangi As-Sunnah maka sungguh dia telah memerangi Islam. Dan kewajiban bagi setiap umat Islam adalah membela Islam sebagai agama yang telah diridhoi oleh Alloh. “Jika kalian menolong Alloh maka Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian”. 22:37 wib

Pada hari ini, kaum muslimin Dammaj di tengah-tengah menunggu khutbah dan sholat Jum’at tiba-tiba laskar Syi’ah menembakan tanknya dari bukit Ahros hingga mengenai depan masuk  masjid, temboknya bolong besar, kerusakan banyak di dalam masjid, juga ruang hurros ahli Dammaj lantai duanya roboh temboknya, dengan tembakan itu meninggal seorang tua dan 10 (sepuluh) orang luka-luka. Begitulah kemarahan mereka sebagai pelampiasan dendam karena para laskarnya banyak terbunuh di kebun anggur samping Alu Manna’, sekarang mereka (laskar Syi’ah) ditemani palang merah lagi memungut bangkai-bangkai kawan mereka di kebun-kebun. Allohumma ‘alaika Bisysyii’ah Alhutsiyyiin, Allohummaqtulhum walaa tabqi minhum ahadaa, Allohumma farriq jam’ahum, Allohummaqtho’hum wamazziqhum kulla mumazzaq.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan: Di Jum’at siang tadi tangan-tangan yang lemah dan luluh benar-benar terangkat ke langit memanjatkan doa : “Ya Alloh, Kami terdzolimi, maka belalah kami. Wahai Robb kami, kami diungguli, maka tolonglah kami.” 12:01 pm

Palang Merah datang mengambil orang-orang yang luka. Pasukan Ahlus Sunnah di Kitaf terus maju menghantam rofidhoh untuk menebus Sho’dah 11:59 pm

Sheikh Abdul Hamid Al Hajury berkhutbah bagus sekali dan menyebutkan dalil-dalil bahwa kejahatan itu semua akan menyebabkan kehancuranya Rofidhoh. 11:56 pm

Akibat serangan siang tadi : Masjid bolong-bolong besar, sebagian kitab/lainnya di maktabah Nisa’ terbakar, lalu bisa dipadamkan. Kamar dokter Faishol Az Zinamy yang diatas kamar Hurros rusak parah. Ali Al Mahwithi Ar Roimi, pak tua kecil kurus yang baik hati itu luka lalu meninggal 11:55 pm

Jum’at pagi mereka nyerang dengan alat-alat berat dari jarak jauh. Saat waktu dzuhur sembilan kali hantaman mereka kena masjid dan sekitarnya. Beberapa orang luka, termasuk Al Akh Al Mudarris Abu Zaid Gholib Az Zinami Ad Dammaji, sahabat tholabah Indonesia. 10:20pm

Tadi malam serangan besar-besaran dari rofidhoh sampai menjelang pagi. Yang jelas 1 tholib dari Hadhromaut meninggal, beberapa luka-luka. Rofidhoh banyak yang mati dan Ahlus Sunnah dapat Ghonimah.10:17

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory Mengabarkan: Kawan-kawanku berkata: Sebenar Asy-Syaikh Abdulloh Muzahim Rohimahulloh ketika percikan mortir mengenai kepalanya, itu lukanya ringan, namun ada seorang jasus (mata-mata) menyamar sebagai penuntut ilmu baru sekitar 3 bulan di Dammaj, pada perang ini dia berpura-pura membantu para petugas kesehatan dalam merawat para korban luka, ketika. Asy-Syaikh Abdulloh Muzahim terluka diapun menyuntik lambungnya, padahal lukanya ringan dan ada di kepala bukan di perut (lambung), dengan suntikan itu, beliaupun meninggal seketika. Semoga Alloh merohmati kami dan merohmati beliau, dan semoga Alloh membunuh laskar-laskar Syi’ah dan para jasusnya. 14:47

Alhamdulillah dengan pertolongan Alloh semata, pasukan berani mati Syi’ah berhasil dipukul mundur oleh thullab (para penuntut) ilmu dari perbatasan Alu Manna’, Masya Alloh mereka kabur meninggalkan sepucuk senjata AK yang berhasil diambil oleh 2 kawanku, belum lagi bangkai-bangkai laskar Syi’ah yang terbaring di kebun-kebun anggur, mereka tidak bisa bawa pergi, Qootalahumulloh.12:05

Tadi sekitar jam 2 malam laskar Syi’ah mulai lagi melakukan serangan besar-besaran hingga jam 6 pagi ke pemukiman Alu Manna’, dengan serangan itu meninggal seorang kawan kami asal Hadromaut, dan 2 luka, dan diisukan seorang Indonesia meninggal ya’ni mereka kawan-kawanku menganggap bahwasanya aku (Muhammad) telah meninggal, Alhamdulillah mereka bersyukur ketika menjumpaiku dalam keadaan masih hidup, semoga dengan hidupku ini memberi manfaat untuk Islam dan muslimin dan semoga kalau nantinya aku mati dicatat sebagai seorang yang mati syahid. 11:22

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita dari beberapa TV Nasional Yaman bahwa telah tejadi kesepakatan gencatan senjata. Ini Bohong. Kami pagi Rofidhoh nembaki wilayah mazro’ah dengan hawen-hawen dan roket katsyusya, sejumlah wanita dan anak-anak luka-luka. Di Harodh Hajur qobilah-qobilah muslimin menangkap 2 mobil besar rofidhoh penuh dengan senjata. 8:40 pm

Dari Abu Ahmad Muhammad Muhammad mengabarkan : Sudah banyak dari kawan-kawan kami terluka tidak lama kemudian meninggal dunia kerena tidak ada dukungan kesehatan, banyak yang membutuhkan oksigen dan adapula membutuhkan operasi namun karena tidak ada alat bantu dan pertolongan merekapun meninggal dunia. Semoga Allah merahmati kami dan mereka. 3.18 pm

Tidak ada satu rumahpun di Dammaj yang selamat dari tembakan laskar Hutsiyyin-Syiah melainkan tekena tembakan, baik tembakan dengan senjata kecil ataupun tembakan dengan senjata besar, sampai ada seseorang sebelum perang ini merenovasi rumahnya hingga dikatakan anti hawwon ( mortir ) akan tetapi tidak sesuai yang diharapkan, bahkan mayoritas kaum muslimin Dammaj mengungsi di Sakan Asfal begitupula kaum Muslimah mengungsi di Makhzan Asfal, yang tadinya bagi orang yang merasa tidak pernah makan di markiz bersama para dhu’afa’ dan masakin, yang kaya dan beruangpun tidak bisa lagi menggunakan uangnya ? apa yang mau dibeli ? tak ada lagi bahan makanan dan minuman. Kami yang jaga di perbatasan Alu Manna’ tidak ada yang bisa kami makan melainkan roti paling kering, bahkan terkadang tidak makan seharian karena petugas menghantar makanan telat mengingat jalan menuju tempat jaga sangat berbahaya, semoga Allah membalas kami dan mereka yang melayani kami para penjaga di perbatasan dengan balasan kebaikan yang banyak. Ya Alloh jagalah kami dan saudara-saudari kami yang sudah lemah ini, jagalah dan lindungilah kami dari kejahatan kebiadaban As-Syi’ah Al Hutsiyyin dan segela kejelekan makhluq, Ya Alloh sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik penjaga dan pemberi rezqi serta sebaik-baik penolong. 2:49pm

4 Muharram 1435 H

Dari Abu Ahmad Muhammad Al Limbory  mengabarkan : Ada dari ulama berpendapat bolehnya memakan mayat Rofidhoh kalau darurot. Adapun kami berpendapat:”Walaupun darurot tetap tidak boleh,karena mayat Rofidhoh terdapat AIDS,memakan batang kayu lebih baik”.

Dari Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Di Kitaf Ahlussunnah berhasil merebut satu gudang rofidhoh, membunuh 23 prajurit mereka dan menguasai 70 senjata mereka, alhamdulillah wahdah.

Kamis pagi berkali-kali syaiton rofidhoh nembaki maktabah dan sebagian pelurunya  masuk lagi. Sudah dijelaskan kepada Lajnah bahwa rofidhoh banyak merusak Maktabah  ‘Ammah. Justru Lajnah bilang:”Itu karena kalian nembaki rofidhoh dari Maktabah  ‘Ammah dg mortir2.” sejak kapan di perpustakaan ada mortir dn nembaki rofidhoh dr situ? Pakai kasur dn dispenser air?Mungkin pakai kitab “Akhbarul Hamqo Wal Mughoffalin” atau “Uqolaul Majanin.”

Rabu sore kemarin rofidhoh menyerang Dammaj dengan roket-roket nya, Lajnah tetap diam saja. Tadi  malam Syaikh Yahya umumkan – dan dimuat di internet- bahwa si Dirham Az Zu’kuriy  (salah satu tokoh Lajnah) adalah Hutsiy, amalannya amalan kemunafikan,  ucapannya selalu menyempitkan dada. Jika kalian dapati dia datang, jangan  izinkan dia masuk, bilang padanya,”Kamu dibenci, kamu tertolak!”

3 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan :Mereka menembak mortir lagi. Kamar kutub dholal maktabah’ammah dihantam pecahannya,kaca-kaca berantakan. Hantaman berikutnya disebelah  barat luar masjid. Lajnah tadi justru minta kami menyerahkan gunung Barroqoh, bukannya mereka sibuk untuk nyuruh rofidhoh keluar dari Dammaj 1:48pm

Dari Abu Ahmad Muhammad Al Limbory  mengabarkan : Memang laskar Syi’ah: laskar berani mati di atas jalan Syaithon Dammarohumulloh, dari bukit-bukit mereka menembakan tank, meriam dan mortir, yang di bawah bukit pejalan kaki mereka menembak dan merentet buta kompleks Alu Manna’, setelah itu mereka maju, tidaklah menghalangi kami yang di pertahanan Alu Manna’ dengan mereka melainkan hanya pagar kebun, memang laskar Syi’ah berani mati karena sebab disihir oleh tukang sihir mereka dan karena iming-iming uang 500 dolar dan sebuah mobil, tanpa bisa berfikir mereka maju seakan-akan babi hutan yang terluka Qootalahumulloh.

Waktu dars ashar Syi’ah menembak mortir besar mengenai masjid As-Sunnah, setelah ashar Syi’ah menembak lagi ke Barroqoh dengan 2 roket besar, Syi’ah terus berupaya merebut Barroqoh dengan menggerakan laskar mereka mendaki Masyrohah (tepi barat Barroqoh), Abu Muhammad Anas bin Salim Alu Labisana Hafizhohulloh berkata: “Syiah terus naik ke kami, walaupun sudah ditembak dan banyak dari mereka berjatuhan, namun yang lainnya masih tetap berusaha naik”. Qootalahumulloh.

Dari Abu Zayd Syuaib  Al Johory (Malaisya) mengabarkan : Sebenarnya mereka adalah orang-orang penakut, mereka menembak dari jarak jauh dan tidak berani mendekat melainkan orang bawahan mereka yang sedang mabuk disebabkan ganja, daun qot, pil-pil yang kuat 9:55

Kemarin kami dikasih tahu ikhwan kami diKitaf telah rampas senjata mereka. Rampasan itu adalah 2 meryam, 2 kereta anti peluru diatasnya mensyingan, 5 kotak besar peluru, 2 khaimah besar dan lain-lain. 9 :51 wib

Dalam 8 kali perang ana ndak rasa perang sedahsyat perang ini. Alhamdulillah tiga hari perang besar-besaran telah pun lalu, dan kami tetap berdoa karena kami didzalili tanpa sebab yang benar 9:47 wib

Dari Abu fairuz Abdurrohman mengabarkan : Tambahan untuk hari Senin, berita sedih sekali : Syaikh Abdulloh Muzahim meninggal dirumah Ali Manna’ saat sholat maghrib. Salah satu mortir nembus rumah itu dan melukai beliau hingga tewas. Innalillahi wainna ilaihi roji’un.  5:46

Ana ralat berita : kemarin sejak sebelum mahrib sampai jam 3 dini hari serangan rofidhoh dahsyat sekali. Total sampai pagi ini 4 meninggal, diantaranya satu anak Hajur yang terkenal akhlaqnya bagus sekali. Rohimahumulloh. Beberapa luka. Sampai jam 8 pagi mereka masih nembak-nembak. 4 : 34 am

Tadi malam-malam Rabu- serangan mereka dahsyat sekali sejak sebelum mahrib sampai sekitar jam 3. Meninggal 2     4:24

Dari Abu Iyyad Said  Al Limbory mengkhabarkan  bahwa Selasa : 2 muharrom 1435. Pada jam 16.07 wib,  Alhamdulillah kami semuanya orang Indonesia disini dalam keadaan baik-baik. Perang dammaj melawan Hutsi syi’a rofidhoh sejak awal hingga sekarang ini dari orang indonesia yang terluka hanya 5 orang dan selainya banyak. Jumlah yang luka-luka ikhwan kita 100 orang lebih dan yang meninggal 40an atau lebih . Kemarin solib ahmar{palang merah} datang keDammaj sejumlah 4 mobil untuk mengambil orang yang luka-luka untuk dibawa kerumah sakit So’dah atau Son’ah kemudian mobil itu setelah datang dan parkirnya didekat tempat makan yang lama kemudian ikhwan-ikhwan pada keluar dan mendekat kemobil tersebut. Tiba-tiba Hutsi syi’ah rofidho menembaki ikhwan kita diatas gunung dengan senjata sinefer mengenai tempat sasaran sehingga terjatuh meninggal Allahu yarhamuhu .  Walaupun  ikhwan kita banyak terluka dan terbunuh Alhamdulillah tidak sebanding dengan jumlahnya mereka Hutsi Syi’ah Rofidho. Beberapa hari yang lalu dikabarkan kepada kami seorang ikhwan, dan ikhwan itu mendengar dari seorng dokter bahwa jumlah hutsi yang meninggal 200an lebih dan yang luka-luka 300 lebih. Itu belum terkumpulkan semuanya masih ada lagi diluar-luar. Hutsi Syi’a Rofidho ketika mereka mau menyerang, sebelumnya mereka menyetel kosidah atau ceramah-ceramah untuk membuat mereka semangat dalam berperang dan memakan daun qot {semacam ganjah} setelah mereka merasa sudah hilang akalnya mereka langsung mengambil senjta dan berpakaian lengkap untuk menyerang Dammaj, itulah kebiasaan mereka Hutsi syi’ah rofidho ketika mau menyerang . Asalnya hutsi syi’ah rofidho itu penakut namun yang membuat meraka berani adalah dengan mempergunakan sihir-sihir dan memakan daun qot {sejenis ganjah} dan juga mereka menyewa orang-orang luar selain mereka . Telah dikhabarkan kepda kami seorng ikhwan bahwa ketika ikhwan itu berjaga di Mashadir. Perbatasan antara kita dengan mereka Hutsi syi’ah rofidho sangatlah dekat jaraknya yaitu sekitar 5 meter.  Melihat mayat mereka tergeletak ditanah kemudian ikhwan itu mendekati dan melihatnya ternyata mayatnya berpakaian tentara dan wajahnya bukanlah asli Yaman namun wajahnya wajah orang Iran.

Kemarin sore ikhwan kita ditelepon oleh KBRI dan saya berada disampingnya mendengar langsung cerita mereka . Ikhwan itu ditanya bagaimana kabarnya orang-orang Indonesia disitu? Dijawab : Alhamdulillah semuanya baik-baik. Ditanya lagi bagaimana kalau kalian tidak ikut campur dalam masalah itu, maksudnya berpernag melawan hutsi syi’ah rofidho? Dijawab ‘bagaimana kami tidak mau membelah diri sementara istri dan anak-anak kami ditembaki dalam rumah dengan alat-alat senjatah berat mereka semisal mobil tank, meriam, roket dllnya. Ditanya lagi bagaimana kalau kalian keluar dari situ maksudnya dari dammaj? Dijawab : Bagaimana bisa kami keluar, sementara orang yang keluar saja ditembakin sama mereka Hutsi syi’ah rofidho. Kami  disini cuma berdo’a saja. Kemudian ikhwan itu menceritakan kedaan Hutsi syi’ah rofidho kepada KBRI tentang perilaku mereka. dulu diwaktu saya berada didammaj sejak tahun 2006 belum ada Hutsi menempati gunung-gunung sekitar dammaj. Setelah adanya merka Hutsi ini mereka memulai membuat penjagaan di sekitar Gunung Dammaj sehingga ketika jumlah mereka banyak mereka Hutsi ini ingin merebut gunung Mudawwar dan sekolah punya pemerintah sehingga terjadilah peperangan antara Hutsi dan pemerintah dan Hutsi berhasil merebut gunung Mudawwar dan sekolah. Dan sekarang ini mereka juga berkeinginan mau merebut gunung Barokoh dengan tujuan untuk mengusai daerah Dammaj dan kami tetap mempertahankannya –selesai-

2 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : “Beberapa laskar iblis Syi’ah kabur lari ke Sho’dah, sesampainya di sana mereka diwawancarai kenapa lari? mereka berkata: “Kami tak tau berberang dengan murid-murid Al-Hajuriy atau berperang dengan jin?! teman-teman kami berjatuhan dengan sendirinya di depan kami, terkadang kami tidak sadar ketika di medan tempur”. Kami (Muhammad Al-Limboriy) katakan: “Itulah pertolongan Alloh, sungguh mereka telah mabuk dan gila, tembok-tembok kebun ditembak, kucing dan burung lewat ditembak,semua yang di depan mata mereka ditembak, tentu Alloh akan menolong kami dengan bala tentaranya baik yang dari langit seperti para malaikat dan burung ababil dan yang semisalnya, yang dari bumi seperti manusia dan jin yang muslim dan seluruh binatang dan hewan-hewan akan ikut memerangi tentara iblis Syi’ah dan seluruh bala tentaranya dari jin dan manusia. Janji Alloh benar adanya, kami beriman kepada-Nya dan kami membenarkan janji-Nya, Allohummanshurnaa ‘Alaasysyi’ah Alhutsiyyin, Allohummanshurnaa ‘alaihim. Iya masih di Ali manna’ dalam jepitan laskar iblis Syi’ah Qotalahumulloh.

Laskar Syi’ah banyak jasus (intel)nya, Asy-Syaikh Abdulloh Muzahim di lokasi mana saja beliau duduk mesti tembakan mortir mendekatinya, hingga beliau terluka di pertahanan Alu Manna’ ‘Afallohu ‘anhu. Sekarang para jasus banyak tertangkap dan sedang dipenjara, tidak hanya laki-laki saja yang menjadi jasus, para wanitapun ada yang menjadi jasus, Qootalahumulloh.

Memang laskar Syi’ah benar-benar bengis dan sadis, tidak hanya para wanita muslimah, anak-anak dan orang tua, namun kambing-kambing mereka juga bom dan tembakin, tidak hanya itu, kucingpun disneper, kasihan kucing-kucing pada trauma dan ketakutan, burung-burung danbinatang-binatang ikut teraniaya. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah Al-Hutsiyyiin fainnahum mufsiduuna fil ardhi, Allomaqtulhum walaa tabqi minhum ahada.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Kami semua yakin bahwa sebentar lagi InsyaAlloh akan datang kelapangan, kemuliaan dan kemenangan yang agung dari Alloh Azza Wajalla

Selasa Pagi : Para wanita dan anak anak terus menyabarkan diri duduk berhimpitan di tiga ruangan perlindungan bawah tanah yang sempit dan panas, sementara para lelaki tanggung dan dewasa terus menyabarkan diri berjaga di tapal batas menghalau serang para durjana

Abu Ahmad Muhammad Al Limboriy mengabarkan : Setelah sholat isya’ tadi, Syaikhuna Abu Bilal Kholid Al-Hadromiy menyampaikan ceramah yang dengannya membuat jiwa para mujahidin thullabil ‘ilmi tentram dan hati mereka tenang, Insyaalloh kemenangan dan pertolongan Alloh bertambah dekat, apalagi kezholiman laskar Syi’ah Qotalahumulloh semakin menjadi-jadi, rumah-rumah ditembakin hingga rusak, roboh dan terbakar, para wanitapun akhirnya mengungsi ke gudang penampungan makanan di Matbakh, belum lagi penambahan pemakaman syuhada’ di tempat lain disebabkan bertambahnya korban yang terbunuh, para luka-luka bertambah pula, kelaparan dan kehausan meningkat maka semua itu menunjukan kezholiman nyata: “Sesungguhnya doa orang yang dizholimi tidak ada padanya penghalang antaranya dan antara Alloh”. Semoga itu adalah tanda tentang semakin dekatnya pertolongan: “Ketahuilah bahwasanya pertolongan Alloh adalah dekat” 02.08 wib

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Sebelum mahrib rafidhoh menembaki dengan peluru-peluru besar. Beberapa orang luka dan butuh donor darah. Kayu-kayu didekat Madrosah terbakar. 4:41pm

1 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan: Pukul.03:40 dini hari mereka menyerang Madrosah, dilayani para penjaga,lalu mereka menghentikan serangan

Malam senin ini mereka kumpul banyak-banyak disekeliling Dammaj. Entah bagian mana yang mau diserang. Para pengawal diperbanyak. Tembakan-tembakan mulai terdengar. Hasbunallohuwani’malwakiil.

 Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pada 21:17 (wib) Sore ini kaum muslimin Dammaj sedang sholat khusuf bersama imam mereka Syaikhuna Yahya, bersamaan dengan itu laskar iblis syi’ah Dammarohumulloh terus menghujani Dammaj dengan mortir, rudal, dan senjata besar lainnya, adapun aku dan bersama kawan kawanku Al Yamaniyyin tidak bisa mengikuti sholat jama’ah bersama syaikhuna. Karena kami sedang berada di lokasi gawat dan berbahaya, yang hanya tujuh meter denan laskar Iblis Syi’ah Qootalahumulloh.Allohummaghfirlahanaa warhamnaa ya Arhamarrohimiin. Allohumma ‘Alaika Bisy Syi’ah Alhutsiyyin, Allohumma mazziqhum kulla mumazzaq

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Sekitar Pukul 16:40 WY (waktu  yaman) terjadi gerhana mentari sebagian. Salafiyyun di masjid sholat Khusuf, yang di perbatasan siaga satu. Rofidhoh tidak sholat malah nyetel lagu lagu setan mereka dengan keras sambil terus menebaki markiz.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: