“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Liputan Khusus  JIHAD Dammaj Dzulhijjah 1435 H

Di Liput Oleh Saudara-Saudara Kami Asal Indonesia (Para penuntut Ilmu Syar’i) Hafidzahumullah

Diantaranya  Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory , Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy,  Abu Zakariyya Harits Al Jabaly,  Abul Fida’ Hanif bin Abdullah Al Riyawy,  Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johory Al Malizy,  Abu Iyyadh Sa’id bin Muhammad Al Limbory  dan saudara-saudara kami lainnya

Saat ini semua saudara-saudara kami disana tengah berjihad fiisabilillah  melawan Syi’ah Rafidhah (Qotalahumullah). Semoga Allah menolong kaum muslimin Ahlussunnah di Dammaj.

بسم الله الرحمن الرحيم

29 Dzullhijjah 1434 H 

Abu Fairuz  Abdurrohman mengabarkan :Hari Ahad setelah dzuhur mereka masih nyerang dengan dahsyat, makta’bah “ammah” agak berantakan

Petugas pengairan bekerja keras mengatasi kesulitan air. Alhamdulillah bisa agak normal dan kebutuhan air agak tercukupi. Bidang jihad itu banyak alhamdulillah. Sampai siang ini perang masih sengit

Hari Ahad pukul 10 : 10 WY serangan masih bertubi tubi dengan senjata berat dari rofidhoh

Tadi rofidhoh menembakkan rudal besar sekali kewilayah penjagaan ikhwan di Ali Mazru’. Alhamdulillah tiada korban. Pecahannya besar sekali. Alangkah jahatnya mereka terhadap muslimin jika punya kemampuan membunuh. Ahlussunnah tidak gentar dengan kematian. Jumpa dengan Alloh adalah kerinduan kami terbesar. Tapi kami heran sekali atas kekejaman sekte yang ngaku Islam terhadap umat Islam sendiri. 20 : 35

Salafiyyun Hasyid terus bertempur dan berhasil kuasai gunung Sauda, gunung terbesar rafidhoh diwilayah Hasyid. Salafiyyun Kitaf terus menggempur lawan mereka. 20 : 35

Ada rumah terbakar, beberapa thulab luka karena serangan rofidhoh. Para petugas kesehatan kecapean luar biasa. Saluran air pecah. Para masyaikh dan thullab kehausan dan banyak yang tayammum untuk wudhu. Alloh tidak akan mengingkari janjinya pada para hamba-Nya yang setia. Nabi Dawud ‘alaihissalam dan tentara Tholuth bertempur dalam keadaan haus dan Alloh anugerahkan kemenangan. Alloh lebih sayang pada hamba-Nya daripada kasih sayang hamba pada diri sendiri. 20 : 35

Sebelum mahrib gugur dua anak muda Yaman yang rajin ibadah dan ta’awun, gugur ditembak sniper. Setelah isya’ terjadi baku tembak seru. 20 :35

28 Dzulhijjah 1434 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :Pagi ini rofidhoh masih tembaki kami dengan alat-alat berat mereka.Mereka menembaki sambil nyetel bacaan qur’an keras sekali dari arah gunung shoma’at, untuk menampilkan bahwa mereka itu muslimun. Ini bagian dari tuqiyyah dan kedustaan mereka. Mereka dikitab-kitab mereka menganggap bahwa Qur’an kita tidak asli. DiThulul mereka melemparkan mushaf Qur’an. DiHudaidah mereka menyerang masjid masyarakat dan merusak mushhaf-mushhaf . DiSho’dah mereka menginjak mushhaf. Di Ta’iz mereka mengencingi mushaf dan melumurinya dengan kotoran manusia. Siapakah yang hatinya terbakar dan cemburu untuk Allah? Masih enak-enak makan minum santai dan menikmati berita dibunuhinya Muslimin Salafiyyin dan bilang bahwa kita tidak boleh menghalalkan darah rafidhoh?04:27

Ahlussunnah bukan pemberontak dan bahkan melarang pemberontakan, tapi rofidhoh datang kekampung kami dengan segala penghinaan terhadap Allah dan pembunuhan terhadap para hamba Alloh. 04:29

Sabtu pukul 10.13 WY. Baku tembak seru antara para muslimin pengawal sunnah di Dammaj melawan agresi kuffar Rafidhoh. 07:12

Hasil dari perang sebelum dhuhur : beberapa rumah pelajar rusak, saluran air bersih yang bersih pecah, satu anak kecil meninggal terbunuh. Semoga Alloh merahmatinya. Dari pihak tentara setan, kami tidak tahu. 11:44

Maktabah ‘Ammah dihantami dengan peluru-peluru berat. Pengawal Syaikh Yahya bilang ketemannya lewat telpon :”Kami akan pertahankan markiz ini sampai titik darah penghabisan.” Para Salafiyyun di Hasyid terus maju merambah suatu lembah.11:44

Sebelum ‘ashr rofidhoh lancarkan serangan lagi dari jarak jauh. 11:55

Beberapa hari yang lalu kamar Syaikh Abdulloh Muzahim yang diatas masjid ini bolong, dan kasur kasurnya terbakar karena serangan yang dahsyat. Hari ini sebagian peluru rafidhoh menghantam asrama para thulab, sebagian kasur-kasur terbakar. Kami sedih atas gugurnya beberapa saudara kami penghafal kitab suci dan sunnah (antara 5-12 orang). Alhamdulillah Allah gagalkan lagi serangan rafidhoh, yang mampus sekitar 200 orang, sebagian mayatnya ditinggal dikebun kebun dammaj. Sebagian roket mereka menghantam posisi teman teman mereka sendiri.

Tiada pertolongan kecuali dari Allah Ta’ala. Tadi siang datang rombongan mobil rafidhoh mendekati wilayah ini. Malam ini mereka menyerang lagi dengan ganas. Sekalipun Ahlussunnah menanggung lapar, haus dan amat capek, mereka InsyaAllah tidak akan menyerah sampai nafas terakhir.

ومن يتوكل على الله فهو حسبه ان الله بالغ امره قدجعل الله لكل شيئ قد را

Sekarang hening mencurigakan. Dari mayat mayat rofidhoh ditemukan sebagiannya berkebangsaan Iran tapi menyamar dengan baju tentara Yaman. Sebagian pejabat mengakui bahwa tekanan Amerika membikin mereka tidak bisa membela para pelajar Dammaj yang diserang oleh rofidhoh. Sebagian tentara sedih karena komandannya tidak izinkan mereka membela para pelajar sipil tersebut.

Barang siapa bersandar pada Allah, maka Allah itulah penggenggam langit dan bumi dan akan mendatangkan keajaiban2-Nya yang mencengangkan. Barangsiapa bersandar pada makhluk maka dia akan kecewa karena ditelantarkan disaat membutuhkan bantuan.

Itu tadi makna ucapan Syaikh Ibnu Taimiyyah di Majmu’ul Fatafa.” Itu ucapan yang terbukti kebenarannya, bagi orang yang merenungkan alur kejadian dialam semesta. Al Imam Ibnun Nahhas Ad Dimasyqi berkata: “Didalam kejadian-kejadian jihad itu banyak pelajaran yang bisa diambil oleh seorang mukmin.” (kitab “Masyariqul Asywaq)

Sekarang pukul 21.30 WY kembali langit dammaj dipenuhi dengan serangan ramai sekali. Api-api merah melesat cepat menghantam dinding-dinding gunung, Ledakan dua mortir membahana. Nyawa kami bukan ditangan mereka, tapi Alloh telah menentukan ajal kita sebelum kita lahir. Sungguh beruntung orang yang mati sebagai singa sunnah, bukan tikus pengkhianat.

27 Dzullhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammab Al Limbory mengabarkan : Ahlus sunnah Dammaj tidak akan mundur, walaupun sudah terluka, selama masih bisa berjalan dan memegang. Sesungguhnya hidup dan mati mereka milik Allah. Dari kemarin hingga hari ini syiah terus menghujani dammaj dengan tank-tank dan meriam, terutama dipemukiman Ali Manna’, semakin gawat, masjid rusak, rumah-rumah roboh dan terbakar, para korban bertambah banyak. Hasbunallohu wani’mal wakiil.
26 Dzullhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Setelah isya, terlihat Dammaj sangat sunyi, masjid gelap dan rumah-rumah sudah gelap, hanya sakan asfal yang terlihat terang karena menggunakan mesin listrik yang kecil, para orang tua dan anak-anak sedang membuat halaqoh di sakan asfal untuk menunggu makan malam, tembakan Syi’ah sudah mulai berkurang, para kawan dan seluruh muslimin yang ada di perbatasan-perbatasan, di benteng-benteng dan di parit-parit telah merasakan rasa lelah, capek, lemas, ngantuk dan lapar yang sangat, karena sudah sehari semalam dan kini masuk malam lagi tenaga terkuras ditambah tidak ada makanan. Allohummaghfirlanaa, ya Ghofuuru ighfirlanaa, warzuqnaa. Allohummarhamnaa ya Arhamarroohimiin. Malam kamis 25 dzulhijjah 1434H,  Ya allah tolonglah saudara kami dan binasakanlah kaum syi’ah rofidho sesungguhnya murka adalah manusia paling jelek dmuka bumi ini dan menghalang-halangi manusia dalam melaksanakan ibadah kpdamu. Dari kemarin malam hingga malam ini mereka tidak henti2nya melemparkan mortir di dekat markiz dammaj. dan kami telah mendengar dari sebagian ikhwah bahwa hutsi syi’ah rofidho berkeinginn untuk merobohkan dan meruntuhkan markiz dammaj dalam skejap hingga orang2 asing didarul hadis dammaj keluar  semuanya dan menginginkan hanya orang dammaj saja yang tinggal didmmaj namun Allah tidak membiarkan  mereka berbuat sewenang2 begitu saja Allalah yang lebih tau tipu daya mereka dan diaalah Allah sebaik2 pembuat  tipu daya. Mulai dari kemarin malam hingga malam ini jumlah ikhwah yang luka luka sekitar 30an atau lebih dan yang meninggal 5 orang ikhwah semoga Allah menjaga mereka dan memberikan kedudukan yang tinggi disurga ‘adn. (abu iyadh said al limbory
25 Dzulhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Dari azan maghrib hingga waktu ‘isya ini, Syi’ah masih terus menghujani Dammaj, apalagi kaum muslimin tidak membalas tembakan mereka karena mengingat kekurangan yang ada, maka mereka (Syi’ah) semakin menjadi-jadi menembak muslimin Dammaj. Allohummaghfirlanaa warhamnaa, Allohummanshurnaa ‘alaa ‘Aduuwinaa Para dokter dan para perawat sudah sangat sibuk dalam menangani para luka-luka, hingga banyak dari ikhwah harus bersabar menunggu antrian penanganan, belum lagi yang luka-luka di matras-matras menanti kapan tim pengangkut datang membawa mereka ke ruang perawatan. Allohummaghfirlanaa warhamnaa.  Tak henti-hentinya Syi’ah menembaki muslimin Dammaj hingga sore ini, mereka menghujani Dammaj dengan roket, rudal, mortir, basoka dan meriam. Tank-tank mereka telah menduduki semua bukit kecuali Barroqoh dan jabal Thullab. Mereka mengepung Dammaj dan tank mereka ada yang sudah masuk di Nuqu dan kampung dekat Wathon. Allohummaghfirlanaa warhamnaa, Allohummanshurnaa ‘Alaasysyii’ah Arroofidhoh, Allohummaqtulhum. Tidak ada di muka bumi ini yang mengaku mencintai Ahlu Bait yang lebih biadab dan lebih jahat daripada Syi’ah Rofidhoh, kaum muslimin yang di tengah-tengah mereka ada Ahlul Bait sedang sholat zhuhur berjama’ah di masjid Mazro’ah di Dammaj, tiba-tiba Syi’ah menembaki mereka dengan tank, hingga berjatuhan banyak korban; luka-luka banyak, dan 5 (lima) terbunuh langsung di tempat. Allohummaghfirlanaa warhamnaa, Allohumma ‘Alaika Bisysyii’ah Arroofidhoh, Allohummaqtulhum, Allohumma dammirhum. Waktu zhuhur tadi, Syi’ah menembak masjid Mazro’ah dengan senjata besar, dengan sebab tembakan itu meninggal 5 (orang) orang muslim, dan Asy-Syaikh Muhammad Hizam terluka di dalam masjid Mazro’ah. Baru yang diketahui saat ini, sudah 6 (enam) yang meninggal dari muslimin Dammaj, adapun luka-luka sudah banyak, diantaranya 3 (tiga) dari teman kita asal Indonesia. Menjelang zhruhur tadi hingga saat ini, sudah tiga kali Syi’ah menembakan roket besar sebagaimana mereka tembakan ke Barroqoh dua pekan lalu, yang getarannya terasa ke seluruh bumi Dammaj. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah, Allohumma mazziqhum, Allohumma dammirhum, Allohummaqtulhum Tadi malam mulai jam 1 hingga jam 2 mlm mrka kaum hustsi syi’ah rofidho mnyerang kampung mazro’ah dammaj (tmpat tinggalnya para mutazawwijin ) dgn mnghujani pluru dn mortir  stlh itu brhenti tmbakan mrka smpai jam 5 lewat ktika kmi mulai shalat subuh awal roka’at yg di imami oleh syekh yahya kmudian mrka syia’ah rofidho mmulai kembali mnmbaki daerah markiz dammaj, barokoh,mashadir,waton dn masroha dgn menghujani pluru dn mortir dsgla tmpat. ktika kmi  shalat subuh dlm roka’at trakhir syekh yahya qunit mengangkat tangan mndo’akan kaum hutsi syi’ah rofidho dgn kbinasaan dn khancuran. Stlah slsai sholat subuh mrka kaum hutsi syi’a rofidho trus mnrus mnghujani mortir ddaerah markiz dammaj shingga maktabah tmboknya bolong dan plurunya masuk kna kitab yg sebagiannya trbakar, meja dn kursi pada patah. mrka mmprgunakan snjata brat  mnyerang dammaj dgn mortir ukuran 120 ,140, 160an dn pangser  mobil teng dan jumlah mobil teng mrka ada 4. Dan saudara kita 1 org yang mninggal dibarokoh, 5 yang luka 4 kena percikan mortir dan yang 1 kena snifer . Dikabarkan kpda kami ikhwan kita dari gunung barokoh Alhamdulillah mrka hutsi syi’ah rofidho mninggal banyak hri ini dn ikhwan kita mlihat langsung mayatny trgeletak ditanah dmasroha. Mnjelang azan zuhur mrka mulai brhenti nembak2 di daerah markiz dammaj nmun akan ttapi merka tidak diam bgtu saja masih teteap mrka mluncurkan mortir 1 per 1 ddekat mesjid dammaj. Wahai saudara yang seiman brdo’alah kalian kpd saudara kita dsni dgn do’a kemenangan dn keselamatan dunia akhirat dn do’a  kbinasaan untuk kaum hutsi syi’ah rofidhoh.
Abu Iyyadh Sa’id Al Limbory mengabarkan : Syi’ah menggempur Dammaj dengan menggunakan tank-tank, mereka terus menghujani Dammaj dengan berbagai macam tembakan besar. Allohumma ‘Alaihim. Syi’ah melakukan serangan besar-besaran terhadap Dammaj, mulai dari fajar tadi, ketika Syaikhuna Yahya sedang mengimami sholat shubuh, dan beliau sudah mulai qunut. Masyrohah dan tempat-tempat lainnya di Dammaj seakan-akan lautan api yang dinaungi asap-asap hitam. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah, Allohummanshurnaa ‘Alaihim, Allohumma mazziqhum kulla mumazzaq.
24 Dzulhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Kemarin setelah ashar, penembak jitu Syi’ah menyeneper seorang muslim di Mazro’ah, iapun meninggal dunia -semoga Alloh merohmatinya dan merohmati setiap muslim yang telah dibunuh oleh Syi’ah-. Tadi malam Syi’ah menembakan mortir lagi ke sebagian muslimin yang jaga di Madrosah, Alhamdulillah tembakan mortir mereka yang pertama tidak meledak, itu bertanda sebagai pemberi peringatan kepada para penjaga untuk mengambil posisi berlindung, berapa menit kemudian Syi’ah menembak lagi dengan dua mortir, Alhamdulillah para penjaga sudah berlindung jadi tidak terkena ledakan mortir Syi’ah, semua itu tidak lain melainkan karena pertolongan Alloh dan penjagaan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang membela agama-Nya. Syi’ah memang tidak pernah puas, sudah gunakan musaddas (pistol), bunduq (senjata AK), qonash (senapan) dan qonbulah (geranat) yang mereka hantamkan ke benteng muslimin di Wathon yang jarak benteng mereka dengan benteng muslimin hanya sekitar 5 (lima) meter, kini mereka hadirkan rosysyasy (senjata kaki tiga) dan basoka, mereka terus ramai di benteng mereka. Abul Yaman As-Sulawesiy Hafizhohullohu berkata: “Syi’ah yang di benteng itu, tidak pernah habis, mereka setiap hari banyak yang mati di benteng itu namun pengganti mereka dalam setiap hari bertambah, mungkin di benteng itu terdapat wanita pezina tercantik asal Iran sehingga mereka berebutan ke benteng itu”. Qootalahumulloh.
23 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Muhammad Anas Al-Limboriy Hafizhohulloh mengabarkan : “Tadi dars ashar, aku melihat Syaikhuna Yahya memberi nasehat seakan-akan beliau sebagai seorang bapak mengarahkan anak-anaknya, beliau menasehatkan kalau keluar dari masjid seorang seorang, karena Syi’ah sering menembakan mortir, beliau mengingatkan untuk memperbanyak doa, menjaga dzikir pagi dan petang, beliau meminta para penjaga perpustakaan untuk memindahkan semua kitab dari perpustakaan khowatir terbakar karena tembakan rudal dari Syi’ah”. Allohummahfazhnaa, Wahfazh Syaikhanaa Yahya, Wahfazh Almuslimiina fii Dammaj wafii kulli makaan. Alhamdulilloh mobil Syi’ah yang memuat roket yang mereka tembakan ke Barroqoh beberapa hari kemarin, kini telah hancur meledak, semoga Alloh hancurkan mereka dan hancurkan senjata-senjata mereka. Tadi waktu ashar Syi’ah menembak masjid As-Sunnah dan mengenai mushof-mushof Al-Qur’an, Alhamdulillah kaum muslimin sudah pindah sholat berjama’ah di sakan asfal jadi tidak seorangpun terkena tembakan mereka. Allohummahfazh almuslimiina fii Dammaj, Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah wal musyrikiin wal munafiqiin. Setelah zhuhur tadi ada teman datang ke kami, dia berkata: “Aku melihat di dalam mimpiku bahwa temanku Al-Mahweitiy, yang dia adalah salah seorang dari 3 temanku yang terbunuh di Barroqoh pada perang ini, beliau datang di tengah-tengah halaqoh kami dalam keadaan biasa, beliau menampakan diri seakan-akan belum mati, aku berkata kepadanya: “Bagaimana denganku?, apakah aku menyusulmu (ya’ni terbunuh sepertimu juga)?”, beliau melihat ke langit 2 kali lalu menjawab: “Iya kamu akan menyusulku”. Masya Alloh, demikianlah yang dilihat oleh saudara kita di dalam mimpinya, semoga apa yang dilihat itu benar adanya, sebagaimana yang Alloh Ta’ala janjikan di dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat (111)
22 Dzullhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Hari Ahad kemarin, menjelang zhuhur, datang lagi utusan Syi’ah, mereka meminta agar Syaikhuna Yahya dan tokoh-tokoh muslimin Dammaj menyerahkan gunung Barroqoh. Dari dulu mereka berupaya untuk menguasai gunung Barroqoh, karena kalau gunung itu dikuasai maka mereka dengan mudah menghujani kaum muslimin yang ada di Dammaj dengan senjata-senjata besar mereka. Allohumma ‘Alaika Bisysyii’ah wal musyrikiin, Allohummanshuril muslimiina ‘Alaihim.  Setelah zhuhur tadi ada teman datang ke kami, dia berkata: “Aku melihat di dalam mimpiku bahwa temanku Al-Mahweitiy, yang dia adalah salah seorang dari 3 temanku yang terbunuh di Barroqoh pada perang ini, beliau datang di tengah-tengah halaqoh kami dalam keadaan biasa, beliau menampakan diri seakan-akan belum mati, aku berkata kepadanya: “Bagaimana denganku?, apakah aku menyusulmu (ya’ni terbunuh sepertimu juga)?”, beliau melihat ke langit 2 kali lalu menjawab: “Iya kamu akan menyusulku”. Masya Alloh, demikianlah yang dilihat oleh saudara kita di dalam mimpinya, semoga apa yang dilihat itu benar adanya, sebagaimana yang Alloh Ta’ala janjikan di dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat (111). Setelah maghrib tadi, Syi’ah menghujani gunung Thullab dengan tembakan midfa’, hingga saat ini masih banyak bunyi tembakan-tembakan mereka. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah, Allohummaqtulhum, Allohummanshuril muslimiina ‘alaihim, Allohummahfazh ikhwaananaa fii Dammaaj, Allohummarham dhu’afaalmuslimiina fii Dammaaj wafii Limboro wafii kulli makaan. Sungguh kasihan bagi anak-anak muslimin Dammaj yang rumah mereka berjauhan dengan masjid As-Sunnah Dammaj, sebelumnya mereka rajin menghadiri sholat jama’ah, menghadiri ta’lim Syaikhina Yahya dan ta’lim bersama ustadz mereka, kini tidak bisa lagi hadir karena jalan-jalan menuju masjid selalu ditembaki oleh penyeneper Syi’ah.‎

  ‏‎ ‎اللهم ارزقنا علما نافعا وارزق أبناء المسلمين في دماج وفي لمبورو وفي كل مكان بالعلم النافع، اللهم اشرح صدورهم.‏

Rasa kasihan semakin bertambah, ketika mata menyaksikan anak-anak kecilnya Asy-Syaikh Adnan mencari kayu bakar di samping pemakaman Syuhada’, lalu kayu yang mereka dapat dibelah di depan rumah mereka, yang nantinya ibu mereka gunakan untuk masak. Kasihan mereka, bapak mereka masih di Tanzania keluar da’wah di jalan Alloh, sekarangpun tidak bisa bergegas kembali ke Dammaj, karena Dammaj masih dikepung oleh Syi’ah yang tidak berperikemanusian.

 ‎اللهم ارحمنا وارحم ضعفاء المسلمين في دماج.‏

Dua orang Syi’ah asal Iran datang ke Yaman, lalu keduanya berangkat menuju Sho’dah dengan memakai pakaian wanita, sampai di Hasyid keduanya ditangkap dan ditawan. Keduanya ingin ke Sho’dah dengan tujuan untuk membantu teman-teman mereka (seagama Syi’ah) dalam memerangi kaum muslimin di Dammaj

‎‏ اللهم عليك بالرافضة والمشركين اللهم انصرنا، اللهم احفظنا واحفظ إخواننا في دماج وفي لمبورو وفي كل مكان.  ‏

Semoga Alloh Ta’ala selalu menolong muslimin Dammaj dalam melawan Syi’ah. Tembakan mereka kemarin dengan menggunakan roket yang ukuran panjang pelurunya 2 meter, Alhamdulillah tidak mengenai seorangpun.

21 Dzullhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pagi tadi Syi’ah hanya mengganggu dengan menggunakan nasyid dan musik-musikan, yang suaranya mereka keraskan terdengar di seluruh Dammaj, menjelang zhuhur, Syi’ah menembakan roket dari jarak jauh yang menghantam  Barroqah, dengan kekuatan yang luar biasa, getarannya terasa ke seluruh Dammaj, sudah dua kali mereka tembakan. Oleh karena itu, muslimin Dammaj pindah sholat berjama’ah dari masjid ke sakan asfal. Semoga Alloh menjaga muslimin Dammaj dan menghancur Syi’ah. Menjelang zhuhur tadi, Syi’ah menembakan roket dari jarak jauh yang menghantam  Barrogah, dengan kekuatan yang luar biasa, getarannya terasa diseluruh Dammaj, sudah dua kali mereka tembakan. Oleh karena itu, muslimin Dammaj pindah sholat berjama’ah ke sakan asfal. Semoga Alloh menjaga muslimin Dammaj. Alhamdulillah kali ini tembakan mereka(Syiah Rofidhoh di Dammaj) tidak sedasyat dari yang sebalumnya,karna mereka iri peluru dan kekurangan juga,dan senjata berat mereka hanya menembak sekali-sekala. Telah khabar kepada kami bahwa Hutsi Rofidhoh semakin takut,ketika mereka yang berada di So`dah di ajak oleh kawan-kawan mereka untuk berperang di Dammaj,mereka membuat alasan supaya mereka tidak ikut berperang karna mereka sudah tau kekuatan Ahlissunnah dan berperang bersama kawan-kawan mereka di Dammaj adalah sia-sia sahaja. di antara alasan mereka yang berada di luar: Kami menginginkan pendamaian,ketenangan dan keamanan di negara kita ini,bukan lah saling berperang,berpecah belah,saling merosakkan keamanan dan selainnya. Dan ada juga yang tembak daging kakinya sebagai alasan mereka,karna takut berperang di Dammaj atau selain di Dammaj. Hari ini(Jumaat)satu mortir jatuh di samping masjid ketika kaum muslimin di Dammaj sedang mendirikan sholat Jumaat. Semoga Allah menampakkan lagi keajaiban-keajaiban keatas kaum Rofidhoh kepada kami dan mengutuskan bala tentara Allah untuk mengalahkan Rofidhoh dan menolong kami..Amin insyaAllah.

Abu Zayd Syuaib bin Al Malaisy Al Johory mengabarkan : Dari Jum’at pagi tadi,penyeneper Syi’ah terus menembaki muslimin,setelah ashar saudara penulis kitab Al-Mumti’ Syarh Al-Ajrumiyyah terluka karena terkena tembakan snepernya Syi’ah. Kaum muslimin ditengah-tengah sholat Jum’at,tiba-tiba Syi’ah menembakan mortir ke masjid Assunnah Dammaj,sampai ada seorang ruku’ terjatuh karena kaget, Alhamdulillah mortirnya jatuh disamping masjid.

20 Dzullhijjah 1434 H   

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Itulah syaithon yang membantu Syi’ah sebagai bala tentaranya. Menyamar jadi manusia supaya mencelakakan muslimin, bila muslimin mengikuti ajakannya maka akan hancur binasa. Tragedi Muharrom dulu,ketika kami naik Barroqoh,ada juga orang tak dikenal berkata:”Jangan kalian naik sudah banyak orang di Barroqoh”, ketika kami naik ternyata amat membutuhkan orang. Ada seorang tak dikenal berkata ke teman kami:Kalian bawa mobil ke Barroqoh,ambil yang luka dipinggir jalan,setelah itu ia menghilang,teman pergi lihat tidak ada yang luka. Jarak antara benteng Syi’ah dengan benteng kita di Wathon hanya sekitar 5 meter, hanya dibatasi Wadi. Mereka sering melemparkan geranat ke teman-teman. Syi’ah teriak:”Almaut lil Amrika”,seorang teman kita asal Khazistan menjawab:Aku bukan Amerika tapi Khazistan,iapun maju hanya memegang pisau,ketika masuk kebun Anggur,Syi’ah lari tinggalkan matras. Tiga teman bekerja dibawa pohon bidara,Syi’ah menembaki mereka dengan mortir,mortir mengenai pohonnya,tidak satupun percikan mortir mengenai mereka,Syi’ah menembaki 3 kali,Subhanalloh mereka tetap bekerja. Karomah: Seorang Soumalia menjerit kesakitan,bajunya sudah sobek-sobek karena mortir mengenainya,ia amat trauma,ketika teman-teman mau mengangkatnya teryata tidak berdarah,dibuka bajunya tidak ada luka. Subhanalloh. Lajnah dan Tim medis kemarin mengambil 3 mayat Syi’ah yang sudah membusuk di dalam kebun Anggur, karena setiap Syi’ah mendekatinya untuk membawanya, nyawa mereka sebagai taruhannya. Dengan kedatangan utusan pemerintah kemarin,para dhu’afa’ sudah berharap adanya perdamaian sehingga kebutuhan terpenuhi kembali,namun sekembalinya utusan itu,Syi’ah menembaki kami lagi hingga saat ini.

19 Dzullhijjah 1434 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Banyak yang mimpi bahwa di Dammaj banjir besar, banyak yang hanyut dibawa banjir, oleh karena itu Syaikhuna nasehatkan untuk tingkatkan kesabaran, karena hari demi hari keadaan bertambah berat. Ketika pergantian jaga, kami balik ke markiz untuk istrahat, disampaikan ke kami bahwa Syekhuna pesan kesemua untuk bersabar, karena Syi’ah ingin perang habis-habisan. Para lajnah, tentara dan tim medis tadi datang ingin perdamaian, tapi Syi’ah terus menembaki kami, sekarang serangan mortir dan sneper terus mereka lakukan, keadaan bertambah berat.

18 Dzullhijjah 1434 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :Ikhwan diDammaj A’la mengabarkan bahwa kemarin mereka melihat seorang Syi’ah mati tersembelih,lehernya hampir putus,mukanya hitam,tak tau siapa yang sembelih, kali ini Syi’ah banyak mati. Kemarin Syi’ah menembakan mortir ketempat jaga diWathon Alhamdulillah tidak meledak,pagi ini juga mereka tembakan mortir sampai seorang Indonesia khowatir meledak Alhamdulillah tidak meledak. Kemarin ta’lim ba’da zhuhur Syaikhuna Yahya menghimbau untuk lebih menghemat terhadap apa yang dimiliki, sekarang tidak lagi kita melihat potongan/sisa roti jatuh melainkan dipungut. Para fuqoro’ dan masakin sudah mulai mencari dan mengumpulkan kayu bakar dan bahan-bahan lainnya sebagai pengganti gas dan minyak tanah, karena gas dan bahan bakar sudah tidak bisa lagi masuk Dammaj. Sampai detik ini Syi’ah terus menembaki muslimin Dammaj, tidaklah seorangpun ke masjid melainkan harus berlari-lari dari gang rumah ke gang rumah lainnya hingga sampai ke masjid.

17 Dzullhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Semangat jihad semakin berkobar,lebih-lebih kajian Shohihul Bukhoriy bertepatan dengan Kitabul Jihad,juga Asy-Syaikh Ahmad bila mengimami sholat selalu membaca ayat-ayat tentang jihad. Malam ini Syi’ah ‘Ied besar-besaran, langit Sho’dah mereka warnai dengan bunga-bunga api dan bunyi-bunyian, ‘Ied mereka lebih dahsyat daripada hari raya Kristen. Syi’ah berkumpul di Sho’dah malam ini hingga besok, mereka mengadakan hari raya keagamaan mereka;mulai dari pesta perzinaan,nikah kontrak dan acara penghinaan para shohabat Nabi. Sudah 3 hari Lajnahnya Syi’ah datang meminta damai karena mereka malam ini hingga besok mau hari raya keagamaan mereka. Kaum muslimin berhariraya Qurban di Dammaj mereka hishor dan perangi Ami Sholeh orang tua asli Dammaj(dulu dia pengawal Syaikh Muqbil),ketika dia melihat Thullab di pemakaman syuhada lama,diapun berdoa: “Qottalallohul Hutsiyyin”(ya’ni Syi’ah-Rofidhoh). Tidak seorangpun dari muslimin asli Dammaj melewati pemakaman syuhada lama yang kini sudah 19 kuburan melainkan mereka mendoakan rohmah kepada penghuni kubur sambil berdoa: Qotalallohu ar-rofidhoh. Setelah Fadhilatu Syaikhina Kamal bin Tsabit dan Ahmad An-Najjar dikubur dalam sekubur, seseorang yang bercita-cita mati syahid berdoa: “Semoga setelah keduanya aku yang menyusul”. Syi’ah-Rofidhoh tidak puas setelah mereka membunuh Syaikhana Kamal bin Tsabit Al-Adniy dan Akhana Ahmad An-Najjar, kini mereka masih terus menembak. Nas Alullaha Ayyaqtulahum.

16 Dzulhijjah 1434 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Bismillah, gugur lagi dua dari Ahlissunnah habis ashar, disebabkan serpihan peluru meryam B-10 di Masaadir, Salah satunya Fadhilat Syaikh Jaleel Kamal bin Stabit Al Adany dan Aman An Najjar, Semoga Allah tempatkan mereka di Surga Firdaus yang tinggi Ketika Syaikhuna Abdulloh Lamh mendengar bahwa Syaikhuna Kamal dan seorang temannya telah meninggal, beliaupun datang ingin melihat keduanya, beliau sambil berdoa dan terlihat rasa sedih. Syi’ah semakin menjadi-jadi menembak dengan senjata besar, setelah ashar tadi tembakan mereka mengenai Syaikhuna Kamal Al-Adniy ditempat jaganya, beliaupun meninggal dunia Rohimahulloh.  

15 Dzulhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan:Baru saja Syi’ah melepaskan tembakan dengan midfa’, diarahkan ke masjid dan musholla nisa’ namun hanya mengenai rumah warga disamping masjid -semoga Alloh hancurkan Syi’ah-.

Mereka orang-orang mabuk dan tidak sholat (ya’ni Syi’ah) itu melakukan serangan fajar ke muslimin Dammaj pada fajar ini, mereka menembak Wathon, Masyrohah dan Hadb dan tempat-tempat lainnya. Orang-orang Indonesia berkata:Tadi pagi kami tidak menembak.Orang Habasyah berkata:Terus siapa yang tembak Syi’ah?.Orang-orang Indonesia berkata:Siapa ya?sungguh ajaib,Allohlah yang menembak Syi’ah. Seorang Habasyah berkata kepada orang-orang Indonesia yang jaga di Wathon: Tadi pagi kami ditembaki terus oleh Syi’ah, ketika kalian tembak mereka, merekapun berhenti menembak kami.
14 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Syi’ah menembakan basoka ketempat orang-orang Indonesia di Wathon, peluru basoka mereka hanya nempel ditembok (tidak tembus), mereka kebingungan -semoga Alloh binasakan mereka. Syi’ah lempar geranat kepenjaga di Wathon, Alhamdulillah geranatnya tidak meledak dan dilempar balas ke mereka dengan geranat pula,Alhamdulillah tidak berkotek lagi mereka Qotalahumulloh. Kalaulah boleh menembaki wanita-wanita dan anak-anak maka tentu sudah banyak wanita dan anak-anak Syi’ah yang mati,Alhamdulillah muslimun masih punya belas kasihan,tidak seperti Syi’ah yang biadab. Senang ketika muncul seorang sosok Syi’ah didepan mata,mau ditembak begini ternyata wanita Syi’ah, kecewa tidak jadi tembak. Wanita muslimah mereka tembak,wanita mereka dikasihani.
13 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Tadi orang-orang Indonesia lagi sholat maghrib di Wathon tiba-tiba Syi’ah menembak mereka dengan midfa’ (meriam), Alhamdulillah tidak ada korban. Nazhif berkata:Syi’ah gunakan sihir,kami jaga diWathon,anjing hitam lewat,temanku Yusuf Khagistan melihatnya berbentuk orang(bukan anjing),iapun menembaknya,ia berkata: Wallohi aku melihatnya seorang. Said Limboro berkata: Pada malam hari aku dengan Khidhir melihat Rofidhoh di Shoma’at menembak Barroqoh,Alhamdulillah tembakannya melewati hingga mengenai tempat jaga teman mereka.
12 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Rumah ibu-ibu muslimah ditembak oleh Syi’ah, merekapun bersama anak-anak mereka keluar dari rumah, diluar rumah mereka juga ditembak, Alhamdulillah percikan mortir tidak mengenai mereka. Yaqinlah bahwa pertolongan Alloh semakin dekat, Dia akan menghancurkan Syi’ah-Rofidhoh dan mujrimin lainnya dengan sehancur-hancurnya, sebagaimana janji-Nya di dalam surat Ar-Rum ayat 47 Hati tersentuh dan air mata menetes ketika para muslimah membawa lari bayi dan anak-anak mereka menuju musholla Nisa’ karena Syi’ah terus menembaki rumah mereka dengan mortir-mortir. Setelah Ashar, Syi’ah menembakan mortir-mortir mereka, dengan tembakan-tembakan itu menyebabkan seorang muslim warga asli Dammaj meninggal dunia Rohimahulloh. Menjelang Ashar, Syi’ah-Rofidhoh terus melepaskan mortir-mortir ke rumah muslimin, diantaranya rumah Asy-Syaikh Abdulloh Lamh, terpaksa beliau membawa istrinya mengungsi di musholla Nisa’ Dammaj. Info terkini! Hutsi pada lancarkan hawen mereka ke atas penduduk yang berdekatan dengan hadab, dan kebanyakan penduduk di sini pada keluar lari ke masjid dan mendirikan sholat Asar..
Abu Zayd Syuaib bin Ishak Al-Johory Al Malizy mengkhabarkan : Berjihad/mendukung jihad baik dengan jiwa raga,harta dan doa adalah termasuk penyebab bagi pelakunya mendapatkan petunjuk dari Alloh sebagaimana perkataan-Nya di akhir surat Al-‘Ankabut. Syi’ah-Rofidhoh merasa bangga karena Dammaj telah mereka kepung, mereka terus memperkokoh benteng mereka sambil menembaki muslimin Dammaj, mereka memutar nasyid dan musik dengan suara paling keras untuk mengejek muslimin.
Alhamdulillah kami telah merampas (rampasan perang) yaitu satu senjata,enam Qaran(tempat letak peluru yang di senjata),dua bom,dua tempat letaknya Qaran dan empat dari mereka mati pada malam I`id dalam serangan ke atas Rofidhoh..Alhamdulillah ( Abu Zayd Syuaib Al Maliziy)

Syi’ah-Rofidhoh tidak hanya memainkan tembakan mortir dan yang lainnya kepada muslimin Dammaj namun mereka juga menyerang dengan sihir yang membuat seorang anak ingin membunuh bapaknya.

Hendaknya kaum muslimin memperbanyak Doa kepada Alloh untuk  Saudara-saudari mereka Yang di Dammaj sehingga Dia mengokohkan mereka  Dan memberikan Kemenangan untuk mereka.

Tadi malam jam 12, Rofidhoh menembakan mortir ke pemukiman ‘Uzzab. Hingga pagi ini para penyeneper mereka terus menembaki jalan-jalan menuju masjid.

Sebagaimana biasanya,bahwa setiap I’ed ada pertunjukan gulat atau ilmu bela diri maka setelah kajian Ashar diadakanlah di dalam masjid Assunnah Dammaj sebagai penghibur ditengah ujian.

11 Dzulhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Walaupun Syi’ah-Rofidhoh memiliki makar seperti itu, namun muslimun Dammaj tetap dan selalu yaqin bahwa Alloh akan menolong mereka sebagaimana janji-Nya di dalam surat Ghofir ayat (51).

Syi’ah-Rofidhoh terus melepaskan tembakan pancingan, karena rencana mereka kalau amunisi muslimin Dammaj habis maka Syi’ah Sho’dah akan menggempur Dammaj habis-habisan.

Syi’ah-Rofidhoh terus melepaskan tembakan pancingan, karena rencana mereka kalau amunisi muslimin Dammaj habis maka Syi’ah sepropinsi

Menjelang zhuhur hingga saat ini Rofidhoh terus menembaki muslimin Dammaj, pemakaman syuhada lama digunakan lagi, sekarang sudah 16 kuburan.

10 Dzulhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Mulai hari kemarin (9 Dzulhijjah 1434) kaum muslimin Dammaj keluar masuk toko untuk belanja namun sudah banyak kebutuhan pokok tidak didapati padanya, lebih-lebih produk Tanah Air semisal indomie habis bersih. Pada hari ini yang berqurbanpun sangat sedikit.

Rofidhoh memang kaum kafir yang paling perusak. Mereka lebih jahat,bejat dan sesat dari pada Yahudi dan Tartar, tidak hanya kaum muslimin yang mereka ingin tembak namun penampung-penampung air yang di atas-atas rumah kaum muslimin Dammaj mereka tembaki semuanya

Pada malam ini (11 Dzulhijjah 1434) kaum kafir Rofidhoh masih terus menembaki jalan-jalan di Dammaj, sampai kaum muslimin yang melewati jalan-jalan itu harus berlari-lari. Walaupun seperti itu keadaannya namun Alhamdulillah kaum muslimin Dammaj masih bisa menjalankan aktivitas kesehariannya.

Biasanya pelaksanaan sholat ‘Ied di musholla (lapangan) namun sejak 4 tahun ini kaum muslimin Dammaj tidak bisa melaksanakannya di musholla karena Rofidhoh selalu siaga di bukit-bukit mereka

Kaum muslimin Dammaj yang tinggal di Mazro’ah mereka sholat ‘Ied di masjidnya, karena jalan-jalan ke masjid Assunnah Dammaj terus ditembaki Rofidhoh.

Pagi hari (10 Dzulhijjah 1434) seorang muslimah lari menuju rumah saudaranya sambil menggendong bayinya karena rumahnya ditembaki oleh Rofidhoh.

Rofidhoh dari bukit Shoma’at menembaki jalan-jalan ke masjid Assunnah Dammaj hingga para wanita tidak bisa hadiri sholat ‘Ied. Masjid Dammaj ditembak.

Bismillahirrohmanirrohim.

Pada hari ini(Selasa/10 Dzulhijjah 1434)kaum muslimin di Dammaj sedang sholat ‘Ied namun kaum kafir Rofidhoh menembaki mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: