“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Liputan Jihad Dammaj via Google Earth REVISI

Liputan Khusus  JIHAD Dammaj Dzul Hijjah  Rabi’ul Awwal 1435 H

Di Liput Oleh Saudara-Saudara Kami Asal Indonesia (Para penuntutun Ilmu Syar’i) Hafidzahumullah

Diantaranya  Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory , Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy,  Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny, Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al Jabaly Al Jogjakarty,  Abul Fida’ Hanif bin Abdullah Al Riyawy,  Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johory Al Malizy,  Abu Iyyadh Sa’id bin Muhammad Al Limbory  dan saudara-saudara kami lainnya

Saat ini semua saudara-saudara kami disana tengah berjihad fiisabilillah  melawan Syi’ah Rafidhah (Qotalahumullah). Semoga Allah menolong kaum muslimin Ahlussunnah di Dammaj.

Baca Berita Jihad Dammaj :

Liputan Foto Kenangan Medan Jihad di Dammaj

>> Bulan Dzullhijah << >> Bulan Muharram << >> Bulan Shafar <<

بسم الله الرحمن الرحيم

Selasa, 13 Rabi’ul Awwal 1435 H

PENUTUP

Berbicara tentang sejarah perang Dammaj hingga jatuhnya bumi Dammaj adalah termasuk pembicaraan yang sangat panjang dan membutuhkan waktu yang luang, karena di dalamnya banyak keajaiban-keajaiban dan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga.
Demikianlah sejarah singkat perjalanan jihad kami di bumi Dammaj semoga Alloh menerima amal jihad kami dan mengokohkan kami serta siapa saja yang membela agama-Nya.

Ditulis oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy di Masjid As-Sunnah Saawan Shon’a pada malam Jum’at 16 Robiul Awwal 1435.

Tempat baru di Hudaidah 2

Abu Fairuz Abdurrahman al Qudsy al-Jawy mengabarkan : Ziyad Al Mulaiky menyebutkan bahwa empat Heli sebagai penjaga, dan satu Heli besar itulah yang mengangkut Syaikh Yahya. 22:55 wib

Tadi sore 4 helikopter pemerintah datang menjemput syaikh Yahya, mendarat di Barroqoh. Ada yang bilang sebagiannya mendarat di gunung Thullab. Setelah maghrib, Akh Abu Kholid Mahmud Al Jaizawiy menukilkan bahwa syaikh Yahya tiba dengan selamat di Shon’a. 22:34 wib

Abu Fairuz Abdurrahman al Qudsy al-Jawy mengabarkan : Bahwa kami bertanya kepadanya, ‘Hari ini apakah sudah selesai pengangkutan ikhwan dan barang barangnya ? Semoga semua sampai tujuan dengan selamat. 16:58 wib  Beliau menjawab bahwa sampai  sekarang belum berangkat karena belum selesai angkut barang-angkut. InsyaAlloh akan berangkat ke Wadi Mur Hajur, tanah kelahiran syaikh Yahya. Abah beliau, syaikh Ali yang usianya sudah lebih dari 90 tahun telah menyiapkan tanah lapang dan kemah-kemah untuk menjamu para muhajirin. Tiap hari beliau datang ke lapangan tadi untuk melihat persiapan. Ini kabar dari akh Hamud Al Ashbuhiy ke kami.
Insya Alloh kami akan di sana sambil menanti siapnya bumi Darul Hadits yang baru di Bajil Hudaidah. 17:06 wib

Juga mengabarkan bahwa masyarakat dari berbagai propinsi telah berdatangan ke Wadi Mur menanti kedatangan singa sunnah dan gunung megah: Yahya bin Ali Al Hajuriy. 17:34 wib 

Akh Hisyam Al Miswariy menukilkan surat syaikh Abu Hatim Abdulloh Al Asymuriy di Hasyid bahwa perang di Wadi Dannan masih berlangsung, dan beliau menyesalkan banyak ikhwah tak mau membantu dan cuma menonton berita tentang mereka. 17:39 wib

Akh Hisyam menukilkan kalam kufur dari jaringan TV “Al Masiroh” milik hutsiyyin: “Kami telah mencoba Qur’an dan Sunnah, ternyata keduanya tidak bermanfaat bersama kami.” 17:40 wib 

Akh Hamud Al Jizawiy mengabari kami bahwa masyarakat Hajur sudah menunggu kedatangan syaikh Al Allamah Yahya Al Hajuriy dan para pelajar dalam rombongan yang agung sebanyak sekitar 300 mobil. 18:21 wib

Kenangan markiz kitaf

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabadikan kenangan terakhirnya  (1) Diatas matras Indonesia dan matras Syi’ah terdapat TRIPLEKs sebagai pemisah antara keduanya, jaraknya hanya dua meter, matras Indonesiyyin itu ujung terakhir parit. (2) Pada hari Selasa 13 Rabiul awwal 1435 H kami dan kawan-kawan bersiap-siap meninggalkan matras Indonesiyyin dipertahanan Alu Manna’. Barang-barang sedang  terkumpul didepan matras. (3) Peluru yang rusak tidak bisa digunakan kembali dengan diberi tambahan supaya bisa meledak sebagai pengganti geranat. (4) ekor dari roket. 

Kenangan terakhir di Alu Manna' 2

Di wathon dan rumah rumah ikhwan hancur

Saat terakhir di darul hadits Dammaj: (1) dapur untuk memasak roti hancur yang dihantam roket Syiah (2,3,4) Bagian Maktabah Ammah yang terkena Hawen

kenangan terakhir di dammaj a

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Pulsa kemarin habis total, tak ada yang jualan pulsa disini. Alhamdulillah ada yang minjami. Sekarang sedang capek sekali mindahkan ribuan kitab Maktabah Ammah, ribuan kitab Maktabah Nisa, dan sekitar seribu Maktabah Masjid. belum selesai. Tadi malam cuma makan nasi, dan sebagian thullab tak kebagian. Pagi ini cuma ada pembagian sarapan kurma. Info insyaAllah sebisanya. Ana mau hemat pulsa. 11 : 37 wib

Abu Ahmad Muhammad dan Abu Iyyadh Sa’id bin Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabadikan kenangan terakhir di Alu Manna’ Dammaj : (1) itu adalah tempat pos jaganya Hutsiy Syi’ah yang di Alu Manna’ dan drom yang ada di depan itu adalah di bawahnya ada khondaq (parit) tempat jaganya ikhwan kita. (2) Matras Indonesiyyin tampak depan, tepatnya di atas parit Indonesiyyin di pertahanan terdepan di Alu Manna’, Matras ini awalnya adalah kandang sapi ketika sapinya tewas karena ledakan mortir Syi’ah, kemudian Thullab Indonesiyyin menjadikannya sebagai matras. (3) Senjata rakitan sejenis meriam kecil, yang dirakit untuk menyemprot ngintipan-ngintipan Syi’ah dibalik matras-matras mereka.

Kenangan terakhir di Alu Manna' 2

Abu Jundi Ahmad Al-Jawy di Medan  menyampaikan kepada kami  bahwa pada Ahad 10 Rabi’ul Awwal 1435 H dalam majelis ilmunya di Masjid Dakwah USU Medan, bahwa Akhuuna Abu Abdillah Fadhil Muhammad Hafidzahullah memberikan penjelasan tentang Hijrohnya Ahlussunnah Salafiyyun dari Dammaj (Sho’dah) ke Hudaidah . 20 : 48 wib ,  berikut yang beliau sampaikan :

ABSHIRU YAA AHLUSSUNNAH

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qusdy mengabarkan : Akh Abu Thohir Al Anisiy mengabari bahwa akh Abdul Alim Ash Shilwiy ditahan Hutsiyyun di daerah Sufyan. Mohon do’a. 01 : 14 wib

Sore ini turun hujan agak deras membasahi Dammaj. Apakah Presiden mengancam mendatangkan pesawat ataukah Amerika yang mau mendatangkan pesawat untuk mengebom Dammaj? Presiden menekan dan ngasih tau akan didatangkan pesawat. Bisa jadi dari Amerika atau yang lain karena sudah lama Yaman dan Amrika kerjasama memerangi Al-Qaedah dengan memakai pesawat Amerika. Inilah yag ana maksud dari berita kemarin.

Dammaj di malam Senin, 12 Robi’ul Awwal 1435H, Hutsiyyun merayakan kebid’ahan Maulid Nabi dalam keadaan mereka tidak sholat, biasa merusak masjid dan melumuri Mushhaf dengan kotoran manusia seperti yang terjadi di beberapa daerah. Sekarang mereka menyalakan obor-obor di beberapa gunung, sebagaimana kebiasaan moyang mereka Majusi yang mengagungkan api. Mereka juga mengadopsi bid’ah Kristen yang saat I’ed mereka membakar kembang api. Lalu mereka bertakbir dan teriak “Kematian untuk Amerika, laknat untuk Yahudi! Kemenangan untuk Islam!” padahal siapa yang mendukung mereka jika bukan amerika dan sejawat-sejawat mereka demi menghancurkan Islam? Petasan berdentuman keras sekali. 01 : 18 wib

Senin, 12 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabadikan kenangan terakhir di Alu Manna’ : (1)Ini adalah lantai dua dari salah satu rumah di perbatasan Alu Manna’, tampak pecahan-pecahan tembok karena terkena tembakan tank dari gunung Shoma’at yang tampak di depannya, dari tempat ini kami merajam para hidung belang Syi’ah, bila mereka bekerja menggali parit untuk menerobos ke parit kami maka kami naik ke tempat ini lalu kami hujani mereka dengan batu, Alhamdulillah mereka tercegah untuk masuk menerobos ke parit dan ke matras kami. (2) Khondaq (parit) Indonesiyyin di pertahanan Alu Manna’, ini pintu masuknya, masya Alloh panjangnya sekitar 17 meter.  Dijadikan beratap supaya mencegah geranat dan mortir tidak terjatuh ke dalamnya. (3) Antara matras Syi’ah dengan matras kawan-kawan Ashhabil Abyan hanya dihalangi pagar kebun, karung putih di depan sepenggal tembok milik kita, di balik tembok terdapat karung warna coklat adalah milik Syi’ah Qotalahumulloh. (4) Tempat mengintip dan menyineper laskar Syi’ah yang bersembunyi di balik tembok kebun anggur. 18 : 43 wib

Kenangan terakhir di ALU MANNA' Dammaj

Barang-barang yang siap deberangkatkan

Surat keputusan untuk meninggalkan Dammaj

Surat keputusan untuk meninggalkan Dammaj

Truk Pengangkut Barang siap Berangkat ke Hudaidah

Peta Perjalanan dari Dammaj Sha'dah ke Hudaidah

Peta Perjalanan dari Dammaj Sha’dah ke Hudaidah

Sholeh Muslih bin Syahid Al-Madiuny mengabarkan : InsyaAllah kita akan berangkat bersama-sama secara serentak, jadi mungkin perlu waktu lebih dalam (karena kita kirim informasi bahwasanya jarak antara Dammaj ke Hudaidah 428 kilometer ditempuh dengan kendaraan mobil : 5 jam 42 menit : ambil data dari Google Maps). Do’akan mudah-mudahan lancar dan selamat sampai tujuan. Jazakumullahu Khairan. Rencana berangkat besok, hari ini terakhir persiapan 14 : 19 wib

Akhuna Muadz Lombok di Dammaj mengabarkan : Masyaikh, thullab dan siapa saja yang ingin keluar (dari Dammaj) sedang mempersiapkan barang-barang. 11:13 wib

Abu Huda Tasnedi di Medan menyampaikan kepada kami bahwa Ahad 10 Rabi’ul Awwal 1435 H ba’da Ashar di kajian ilmu, Akhuuna Fadhil Muhammad Hafidzahullah memberikan do’a dan harapan beliau untuk ThullabulIlmmi di Dammaj. 20 : 48 wib

berikut yang beliau sampaikan :

Doa dan Harapan-

-Tempat mengintip dan menyineper laskar Syi'ah yang bersembunyi di balik tembok kebun anggur.- Senjata rakitan sejenis meriam kecil, yang dirakit untuk menyemprot ngintipan-ngintipan Syi'ah dibalik matras-matras mereka-

-Tempat mengintip dan menyineper laskar Syi’ah yang bersembunyi di balik tembok kebun anggur.-

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Malam ini kaum Syi’ah benar-benar mabuk, setelah ashar mereka makan-makan qot (sejenis ganja) setelah maghrib mereka lari-lari kecil mengelilingi matras yang di atasnya ada api menyala, mereka merayakan maulid Nabi persis orang Majusiy yang sedang menyembah api. Tampak mereka sedang mencari masalah, mereka tidak mau tinggalkan matras yang di depan matras kami, padahal dari kemarin hingga hari ini kami (kaum muslimin yang di Dammaj) sibuk kemas-kemas untuk persiapan keluar hijroh, malah mereka mempertegang keadaan, mulai dari bakar bunga api, memutar musik-musik dan teriak-teriak sambil menyanyi-nyanyi, Qotalahumulloh. 01 : 07 wib 

Pada malam ini mereka membakar api-api di atas gunung-gunung sekeliling Dammaj dan bahkan membakar di atas matras mereka yang sangat dekat dengan matras kami di pertahanan Alu Manna’, matras kami terlihat terang karena sinar api dari matras mereka, semoga Alloh membakar mereka dengan api-api dan senjata-senjata mereka sendiri.23 : 03 : wib

karung putih rerutuhan dammaj. jihad dammaj 2014

Karung putih dan reruntuhan pagar tanah liat adalah matras Indonesiyyin yang paling terdepan, adapun kebun anggur dan pagar tanah liat yang masih utuh yang di atasnya ada karung coklat dia adalah matras Syi’ah Qotalahumulloh, jarak antara keduanya hanya dua meter. Dari kebun anggur itu mereka menghujani matras Indonesiyyin dengan lemparan geranat-geranat, Mujahidin kita membalas dengan merajam (melemparkan) batu ke mereka yang dengan lemparan itu membuat mereka ketakutan: “وما رميت إذ رميت ولكن الله رمى”. “Dan tidaklah kamu melempar ketika kamu melempar akan tetapi Allah lah yang melempar”.

Ahad, 11 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan :  Tadi ana ketemu akh Shomali yang biasa kerja di Muqoddimah Wathon, beliau bilang bahwa ada Hutsiy mendekat betul ke matras ikhwah, lalu tiba-tiba ranjau yang sudah lama dipasang ikhwah meledak. Entah Rofidhiy tadi mati/cuma luka. Alhamdulillah. Akh Abu Hatim Abdullah At Tanzaniy menukil dari Sheikh Yahya Muqit bahwa hari ini seluruh anggota Hiwar Wathoniy menolak keputusan presiden tentang keluarnya Sheikh Yahya dan seluruh pelajar dari tanah Dammaj, dan mereka bertanya-tanya: “Di manakah hasil diskusi kita tentang Sho’dah selama 8 bulan ini?” Dan terjadi kegegeran pers di Yaman dengan berlangsungnya persiapan keluar Dammaj tadi. 18 : 32 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Hati bersedih bercampur rasa kasihan ketika mata menyaksikan sebagian kecil saudara-saudari kami penduduk asli Dammaj yang istiqomah di atas As-Sunnah mereka ingin pula Hijrah mengikuti Syaikhuna Yahya, mereka rela meninggalkan harta dan tanah kelahiran mereka karena menjaga agama mereka, semoga Alloh membalas mereka yang telah jujur keimanan mereka membela al-haq dan ahlinya, dan semoga Alloh menghancurkan para pengkhianat da’wah. 15 : 13 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Sokojo Al-Jawy mengabarkan : Alhamdulillah dalam pertempuran lawan Rafidhah yang banyak senjatanya, Ahlussunnah diberi kemenangan terus meski dengan senjata seadanya. Rafidhah unggul sementara dengan bantuan alat dan tekanan negara-negara kafir. 11 : 34 wib

Mendung kelabu merata menyelimuti langit Dammaj di pagi ini, menghalang-halangi cahaya mentari, udara dingin menemani Thullabil Ilmi yang sibuk berkemas. 11 : 17 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al-Madiuny mengabarkan : Hari ini lagi sibuk untuk berkemas-kemas untuk pindah. 11 : 05 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Walaupun kita diberi kelonggaran waktu hanya empat hari dan kini sudah tinggal tiga hari untuk kemas-kemas menyiapkan perlengkapan dan kebutuhan hijroh namun kita tetap siaga jaga, walaupun sudah begini keputusannya kaum Syi’ah masih tetap di perbatasan-perbatasan, mereka terus memantau, terkadang melempar batu untuk mengecek apakah para mujahidin Ahlissunnah masih di tempat-tempat jaga?, tak tahu lagi kalau thullab (para penuntut ilmu) sudah meninggalkan Dammaj entah perbuatan apa yang akan mereka lakukan?:”حسبنا الله ونعم الوكيل”. “Cukuplah Alloh bagi kami dan Dia adalah adalah sebaik-baik Al-Wakil (Yang Maha Mewakilkan)”. 09 : 12 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Kabar dari Akh Ishaq Al Ibby lewat telepon pagi ini : di Khaiwan kemarin baku tembak. Di wadi Dannan sekarang terus baku tembak. 11 : 06 wib

Hari Ahad, 12 Robi’ul Awwal 1435 H. Total yang meninggal 207 (dua ratus tujuh) orang, yang luka 732 (tujuh ratus tiga puluh dua) orang. pengepungan telah berlangsung lebih dari 100 hari.  10 : 30 wib

Itulah senjata Mujahidin AhlisSunnah milik Saudara-saudara kita asal Indonesia, Syi'ah menembak dengan mortir saudara-saudara kita asal indonesia membalas tembakan dengan ketapel

Itulah senjata Mujahidin Ahlis Sunnah milik Saudara-saudara kita asal Indonesia, Syi’ah menembak dengan mortir saudara-saudara kita asal indonesia membalas tembakan dengan ketapel

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan :  Hijrah dari Sha’dah ke Hudaidah >>Buka Disini<<

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Hisyam Al-Miswariy mengabari kami akan keluhan Sheikh Abu Hatim Al Asymuriy di Hasyid bahwasanya sebagian ikhwah Ahlussunnah tidak mau membantu mereka di Wadi Dannan padahal pertempuran masih terus berlangsung. 01 : 31 wib

Sabtu, 10 Rabi’ul Awwal 1435 H 

Akhuna Muadz Lombok di Dammaj mengabarkan : Alhamdulillah siang ini Sheikh masih ngisi dars , kemudian beliau menjelaskan bahwa kesepakatan terakhir dengan lajnah utusan daulah, agar pertama-tama masalah yang disesaikan adalah hendaknya keamanan kembali seperti semula, para tenta pemerintah segera menempati matras-matras kedua belah pihak, jalan dan hishor segera di buka. Dan setelah itu kalau presiden memang ingin Sheikh bertemu dengannya insyaAllah Sheikh penuhi , begitu juga perkara Markiz, dakwah, tullab, semua dibawah bimbingan presiden. Kalu Presiden suruh kita semua tinggalkan dammaj kita akan patuhi dia. bumi Allah itu luas. 19 : 11 wib

Akhuna Muadz Lombok di Dammaj mengabarkan : yang kami terjemahkan sebagai berikut : Segala puji milik Allah pada setiap keadaan, Presiden memerintahkan Sheikh Yahya (mudah mudahan Allah menjaganya dari seluruh kejelekan dan perkara yang di benci) untuk keluar dari dammaj dan akan sempurna pemindahan Sheikh Yahya dan keluarganya melalui pesawat kusus. Sheikh Yahya berbicara pada waktu dhuhur dan berkata kami memperhatikan pendapat para ikhwan kemudian aku memandang bahwasanya pendapat mereka benar maka kamipun akan tetap menetap (di Dammaj) sampai presiden memberikan keamanan dan menyebarnya tentara kemudian setelah itu ke Shan’a untuk jumpa Presiden Yaman. 18 : 05 wib

Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaly mengabarkan :  Hari sekitar jam tiga datang Palang Merah dan juga Lanjah sekitar 6 mobil. Kemudian ada Hutsiy mutar-mutar dari jauh kaya gaya ketakutan dengan membawa bendera warna hijau dalam rangka memperingati Maulid Nabi yang mereka sangka perbuatan itu adalah ibadah padahal itu adalah bid’ah. 19 : 24 wib

Abu Iyyadh Sa’id bin Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Jum’at kemarin tembakan masih tetap ada. seusai sholat asar kaum hutsi melepaskan tembakan meriam dan mortir ke arah mesjid dan rumah-rumah alhamdulillah tidak ada korban. Adapun hari ini sangatlah sepi tidak ada lagi tembakan, karena tadi malam jam sembilan para tentara dari pihak permerintah datang kedammaj untuk mendamaikan api peperangan antara sunni salafi dan syi’ah rofidhoh. alhamdulillah tadi malam para tentara dari pihak pemerintah naik ke gunung soma’ad dan memerintahkan kaum syi’ah agar turun dari gunung dan pemerintah sudah mengambil alih bahwa gunung itu sudah jadi miliknya negara dan yang menjaganya hanyalah para tentara. Semoga dengan ketegasan pemerintah yaman mudah-mudahan allah memudahkan urusan-urusan mereka di dunia dan di akhirat serta menjaga mereka dari kejelekan-kejelekan yang menyimpang dari agama yag haq . Ya Allah semoga dengan tercapainya perdamaian ini kami memohon kepadamu agar engkau menjadikan kami dan saudara-saudara kami di dammaj ini dengan menambah kesyukuran, ketaatan kepadamu, dan saling sayang menyayangi antara satu dengan yang lainya . Ya allah janganlah pisahkan kami dan ulama-ulam kami selama mereka berada di atas kitabmu dan sunnah nabimu sesungguhnya kami masih mengambil istifadah dan ilmu dari mereka karena sebab merekalah yang telah mengajari kami yang sebelumnya kami tidak tau menjadi tau. Alhamdulillah ya Allah ini semua karena berkat dan ilmumu serta bimbinganmu dan penjagaanmu kepada hamba-hambamu yang sholeh . Engkaulah yang haq tidak ada sekutu bagimu dan semua urusan akan kembali kepadamu. 12 : 15 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Belasan negara kafir menekan presiden Yaman untuk mengosongkan Dammaj dari salafiyyun. Presiden menekan syaikh Yahya utk menghentikan perang. Jika tdk maka dicap sebagai teroris dan akan didatangkan pesawat untuk ngebom Dammaj. Syaikh dan thullab sepakat untuk taat kepada pemerintah dan minta jaminan keamanan untuk hijrah ke Hudaidah.

Syaikh Yahya dipanggil presiden ke Shon’a. Tadi beliau sudah pamitan. Sungguh kita sedih dan khawatir dengan keberangkatan beliau sekalipun presiden menjamin keamanan beliau. Beliau sudah berupaya menjalankan kewajiban sekuat tenaga. Beliau berpesan untuk ikhwah tetap berjaga di matras masing-masing sampai tentara pemerintah datang. 

dari “Thaifah Al Manshurah” Sumber pemberitaan yang dipimpin Akh Hamud Al Ashbuhiy mengabarkan bahwa di hari itu juga Akh Rodhiy Al Hajjiy meninggal. Ternyata berita meninggalnya beliau mengejutkan sang istri : Ukht Khoulah binti Syauqi Al Hajjiyyah, ditambah lagi datang serangan rocket Katyusya ke samping rumah mereka hingga beliau mengalami keguguran. Lebih mengenaskan lagi obat-obatan di Dammaj sudah habis. Akhirnya saudari kita ini juga meninggal dunia, dan meninggalkan dua anak perempuan kecil-kecil, yatimah. Sungguh memilukan. 11 : 52 wib

Ali Al Baity mengabari ana bahwa beliau menelepon teman di ketentaraan Ma’rib, maka teman tersebut memberi kabar gembira bahwa komandan Hutsiy di Propinsi Ma’rib dan Propinsi Baidho mati dibunuh orang 08 : 38 wib

Tadi sore Wathon juga dihantami mortir. Alhamdulillah tiada yang luka 08 : 38 wib

Video dari “Basya’irun Nashr” :  

Video Kondisi Dammaj Pagi Ini 10 Rabi’ul Awwal 1435 H dari Basyairun Nashr

Video Hujum Qobilah Jauf Terhadap Hutsiy dari Basyairun Nashr 

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo mengabarkan : dari “Thaifah Al Mansurah” Jum’at sore Rafidhah berkali-kali menghantami masjid Dammaj dengan mortir-mortir.  Semoga Allah melaknat Rafidhah di dunia dan akherat. 03 : 11 wib

Jum’at, 9 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : dari “Thaifah Al Manshurah” Sore tadi Akh Muhammad Al Jazairiy meninggal ditembak Rafidhah di Muqaddimah Wathon. Rohimahulloh. Ana malam ini barusan pulang ke kamar Maktabah ‘Ammah, hati tambah luka melihat atap berlubang lagi dan ruangan tambah berantakan dihantam mortir besar. 14 : 30 wib

Kamis, 8 Rabi’ul Awwal 1435 H 

Abu Iyyadh Sa’id bin Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Hari ini pada pukul 09 : 40 am. terjadi peledakan besar kaum Hutsiy Syi’ah mereka mulai lagi mengarahkan senjata besarnya ke arah markiz Dammaj sehingga kamar thullab di sekitar Masjid pada hacur kena tembakan meriam milik kaum Hutsiy Syi’ah. beberapa hari yang lalu lajnah (tim penengah) sudah minta kesepakatan tanda tangan antara ke dua belak pihak yaitu kaum Sunni Salafiy dan Hutsiy Syi’ah agar damai dan tidak ada lagi peperangan, akan tetapi mereka Hutsi Syi’ah begitu selesai kesepakatan tersebut namun mereka tidak henti-hentinya melepaskan tembakannya dan mereka memang benar-benar penghianat amanah dan sejelek-jelek manusia di muka bumi ini, kedustaannya melebihi Yahudi dan Nashrani mereka melambangkan atas nama islam akan tetapai hakikatnya bukanlah islam, mereka sangat nampak pemberontakannya terhadap pemerintah, suka membulak balikan kenyataan, orang orang yang tidak bermanhaj bersama mereka di katakan kafir halal darahnya di tumpahkan dan boleh hartanya di amabil, orang orang yang lemah yang berada di kawasan kekuasaan mereka di mintai bayar pajak setiap tahunnya . Ajaran apakah mereka ini ? Tidak lain kecualian kesesatan yang nyata . Berkata Sheikhuna Yahya semoga allah menjaganya” beberapa minggu yang lalu belian menukilkan di dalam darasnya tentang perbedaan antara Khawarij dan Syi’ah  bahwa setiap syi’ah adalah Khawarij dan Khawarij bukanlah Syi’ah.Dengan terjadinya peledakan besar itu ikhwan kita satu yang meninggal, lima orang yang luka-luka di antaranya para akhwat dan anak-kecil. 18 : 16 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Beliau juga menukil dari Akh Shohri Hani Al Ghuroibiy bahwa di Shan’a Hutsiyyun berusaha menguasai kebun di dekat Masjid Al Mahthumiy. Tentara pemerintah mengambil posisi mengelilingi dan mempertahankan kebun itu. Terjadi baku tembak dengan Hutsiyyun. 18 : 32 wib

Akh Mahmud Al Jazawiy menukil dari Syaikh Abdul Hamid bahwa lima orang luka di  markiz, diantaranya anak-anak. 17:10 wib

Rofidhoh menghantam Wathon dengan meriam-meriam kali dan menembaki Wathon dengan peluru-peluru besar. Tentara pemerintah pulang lagi ke Sho’dah karena Hutsiyyun tidak mengidzinkan mereka masuk Dammaj.16 : 06 wib

Akh Abu Kholid Mahmud Al Jizawiy mengabarkan dari akh Abu Turob Ash Shon’aniy bahwa di Khoiwan pertempuran masih berlangsung seru, Alloh memuliakan tentara-Nya dengan ghonimah banyak dan terbunuhnya banyak Hutsiy. 16:11 wib

Akh Hamzah Al Hudaidiy dan Ali Al Hudaidiy mengabari ana bahwa Hutsiy menembak akh Abu Hazza Muhammad al Ibbiy hingga beliau meninggal. Moga Alloh telah mengistirahatkan beliau dari kepenatan dunia dan dinginnya ribath di antara debu dan pepohonan wathon. 16:26 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Beberapa hari yang lalu kaum Syi’ah menyebarkan berita bahwa bangkai-bangkai mereka harum wanginya, padahal tidak demikian, mungkin syaithon-syaithon dari kalangan mereka mengoleskan minyak wangi ke hidung-hidung mereka. Ketika palang merah datang mengambil kawan-kawan kami yang terluka, mereka juga sempat mengeluarkan bangkai-bangkai Syi’ah yang tertimbun, padahal tertimbunnya baru sehari semalam namun ketika dikeluarkan maka orang-orang palang merah mau muntah-muntah karena bau bangkai-bangkai itu sangat busuk, mereka tidak sanggup membiarkan hidung-hidung mereka terbuka mencium bau busuk Syi’ah semoga Alloh busukan dan azab kaum Syi’ah di dunia dan di akhirat. 13 : 40 wib

Pagi ini Kamis 8 Robiul Awwal 1435 pukul 9 pagi kaum Syi’ah mulai lagi menembakan mortir ke Dammaj dan kemudian mereka susul dengan tembakan tank, Qotalahumulloh. 13 : 29 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan :  Akh Ishaq Al Ibbiy mengabari ana lewat telepon bahwa dia di Wadi Dannan Hasyid, dan bahwasanya tadi malam Hutsiyyun menyerang mereka. Alhamdulillah berhasil dipukul mundur. 14 : 13 wib

Akh Ali Mahrus Al Ibbiy mengabari bahwa barusan ada satu pelajar tertembak. Kondisinya kritis. 13 : 53 wib

Terus-terusan mereka menghantam masjid, maktabah, rumah Sheikh Yahya, rumah-rumah Thullab (pelajar). Ya Allah kasihanilah para hamba-Mu, pelajar Salafiyyin dan masyarakat Muslimin. Ya Allah bunuhlah seluruh Rafidhah dan mata-mata mereka. 13 : 50 wib

Barusan Hutsiy nembaki sekitar markiz dengan mortir 2 kali. Sekarang dengan senjata-senjata berat. 13 : 29 wib

Penduduk Dammaj mengabari kami bahwa rombongan tentara yang mau masuk Dammaj ditahan pasukan Rafidhah di Khoniq. 13 : 08 wib

Akh Ali Al-Ahdal menuliskan kabar kepada kami bahwa rombongan tentara pemerintah dari batalyon 310 yang diutus Presiden Yaman ke Khoiwan ditahan dan kepung pasukan Rofidhoh diantara gunung ‘Iyalul Yazid dan desa Yusyi’. Mulai tembak-menembak. 12 : 39 wib

Iya. kita lihat perkembangan dan tawakkal. Sudah usaha mati-matian dan korban jiwa dan seterusnya. Kalau pemerintah mewajibkan pindah ya pindah dengan sabar. 12 : 39 wib

Kamis pagi suasana tenang. Katanya tentara dari lajnah akan segera masuk Dammaj. Masih ada satu dua tembakan dari Rafidhah. 12 : 09 wib

Sulh (perdamaian) sudah di dengungkan dan pemerintah yaman memaksa Sheikh Yahya untuk tanda tangan, padahal kita yang di Hishor (kepung), sepanjang hari Rabu Rafidhah masih menembaki Dammaj dan melemparkan Mortir. 12 : 10 wib

Akh Abu Mu’adz Hamud Al Ashbuhiy mengabari kami bahwa di Hasyid pasukan ikhwah berhasil merampas satu Tank dan BMB Hutsiyyun dan membunuh lebih dari 90 (sembilan puluh) Hutsiy dan mengambil balik beberapa bukit. Alhamdulillah. 11 : 40 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al-Madiuny mengabarkan : Shubuh ini keadaan di Waton lagi tenang. Semalam Hutsi y menembaki matras ikhwah dari jarak jauh saja. InsyaAllah perang akan segera berakhir. 10 : 14 wib

Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaly Al Jogjakarty mengabarkan : Kabar hari ini masih ada tembak tembakan walaupun dikit padahal sekarang masih dalam proses perdamaian mudah mudahan Allah membukakan dengan perdamaian ini barokah dan Rizqi yang luas. 10 : 12 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al-Madiuny mengabarkan : Dammaj hari ini lumayan tenang, tapi peluru sniper masih terus mencari mangsanya. Akh Mu’adz mengabarkan bahwa telah terkena serempetan peluru sniper sebelum dhuhur tadi di Matras Alu Manna’ akh Abdurrahman Hadid Indonesia di kepalanya. Darah yang keluar lumayan banyak. Sudah dibawa ke pusat kesehatan Markiz. Insyaalloh baik-baik saja. Syafaahulloh. 18 : 12 wib

Rabu, 7 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Pada hari ini Rabu 7 Robiul Awwal 1435, sejam sebelum azan zhuhur penyineper Syi’ah menembakan sniper dan mengenai kepala Akhuna Abdurrohman Hadid, beliaupun dibawa ke klinik di Alu Manna’, karena luka pada kepalanya parah maka beliau dipindahkan ke klinik di markiz Daril Hadits, semoga Alloh menyembuhkannya. 08 : 41 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Abu Kholid Mahmud Al Jizawiy menuliskan kabar kepada kami bahwa di Khoiwan kemarin terjadi perang sengit. Belasan Hutsiyyun mati dan luka. Alhamdulillah. Al Akh Ibrahim Al Hasyidiy mengabari kami bahwa di malam harinya tenang di Khoiwan. 11 : 37 wib

Akh Abu Mu’adz Hamud Al Ashbuhiy mengabari kami dari “Akhbarus Sa’ah” bahwa belasan Hutsiy mati, kemah-kemah dan pos-pos mereka terbakar. Qobilah (suku) Dahm mengusir mereka dari Jauf sampai ke perbatasan Wailah. Alhamdulillah. 02 : 43 wib

Akh Abu Kholid Mahmud Al Jizawiy menuliskan pada kami berita dari seorang ikhwah bahwa hari ini 9 (sembilan) Hutsiy mati di Jauf, 3 pos mereka berhasil dikuasai ikhwah. 2 ikhwah luka. 02 : 39 wib

Syaikh Adnan Mengabarkan pada kami bahwa teman beliau di Sho’dah menyurati beliau bahwa pada hari ini 8 Hutsiy terbunuh di Dammaj, sebagian yan lain luka-luka. Alhamdulillah. 01 : 36 wib

Pukul 21:07 wy datang lagi mortir menghantam bumi Dammaj dengan amat dahsyatnya disusul rentetan tembakan. Itu semua dengan latar belakang ceramah Rafidhah dan musik mereka pakai pengeras suara. 01 : 09 wib

Saat maghrib tembakan-tembakan besar Rafidhah makin deras. Saat pukul 19:55 wy datang serangan mortir besar menghantam masjid. 00 : 05 wib

Selasa, 6 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Ana telah tiba kembali di markiz. Kondisi bangunan tambah menyedihkan setelah hantaman-hantaman tank rofidhoh tadi malam. Masjid atas tambah berlubang-lubang besar, musholla Nisa juga tambah rusak, atap Maktabah ‘Ammah berlubang lagi, kaca-kaca pecah, dinding-dinding pecah dan seterusnya. Semoga Alloh melaknat Rafidhoh.17:23 wib
Akh Ibrohim Ar Roimiy bilang pada ana bahwa akh Abu Yusuf Al Jazairiy meninggal ditembak kepalanya di Alu Manna’. 17:31 wib
Akh Ammar Al Lahjiy mengabari ana bahwa Syaikh AbdulWahhab Asy Syamiriy dan anaknya luka ringan, sementara akh Hisyam Ash Shon’aniy luka serius akibat serangan tank rofidhoh tadi malam.17:32 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Pada hari ini (Selasa 6 Robiul Awwal 1435) menjelang zhuhur tadi Al-Akh Abdul Hakim Al-Jazairiy Rohimahulloh terbunuh, beliau terkena sniper pada kepalanya ketika beliau bekerja di matras Ashabil Hajj di Alu Manna’ semoga Alloh menjadikannya mati syahid.

Akhuna Abu Yusuf ‘Ammar Al-Afriqiy Hafizhohulloh mengabarkan kepadaku bahwa tadi malam Syaikhuna Abu Muhammad Abdul Wahhab Asyn-Syamiriy beserta keluarganya serumah luka-luka karena rumahnya terkena tembakan senjata besar Syi’ah semoga Alloh menyembuhkan mereka. 16 : 06 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Sekitar jam 2 dini hari sampai menjelang jam 4 pagi Rafidhah menembaki area Markiz dan Alu Manna’ dengan mortir dan sebagainya. 10 : 19 wib

Yang luka karena hantaman B10 di Wathon saat maghrib kemarin adalah akh Yusuf Al Jazairiy. Luka serius di punggungnya. Kabar dari akh Hamzah Al Hudaidiy dan lain-lainnya. 10 : 59 wib

Selasa pagi ini juru tembak Rafidhah yang di A’waj aktif sekali menembaki matras ikhwah. Moga Allah membunuhnya agar muslimin bisa istirahat dari kejahatannya. 12 : 34 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :

UCAPAN KOTOR DARI SYAIKH SYI’AH YANG PANDAI BERORATOR 

Pada malam ini (Selasa 6 Robiul Awwal 1435) kaum Syi’ah semakin menjadi-jadi melepaskan tembakan-tembakan ke matras kami, mereka melakukan itu setelah mendapatkan dorongan dari syaikh mereka.
Di dalam ceramah syaikh Syi’ah Qotalahulloh yang sesat itu nampak sekali kekufurannya, dia Qotalahulloh memberikan semangat untuk berperang karena semata-mata ghuluw kepada Ali bin Abi Tholib beserta anak keturunannya, dia Qotalahulloh dengan terang-terangan mengkafirkan Abu Bakr, Umar, Utsman dan Mu’awiyyah Rodhiyallohu ‘anhum, bahkan dia Qotalahulloh menyatakan bahwa Mu’awiyyah adalah peminum khomr (minuman keras) yang Nabi doakan supaya perutnya tidak pernah kenyang, dan bahwasanya para shohabat yang bersama Aisyah dan Mu’awiyyah adalah bendera-benderanya Wahhabiyyin, dan akhir ucapannya dia berkata: “Kalau bukan karena Abdul Malik (ya’ni Al-Hutsiy pimpinan mereka) maka….”.
Apa yang menyebabkan mereka tidak menerima Al-Qur’an sebagai pedoman hidup mereka?, karena mereka mengetahui bahwa orang yang pertama kali memerintahkan untuk dikumpulkan dan ditulisnya Al-Qur’an adalah Abu Bakr, kemudian Umar melanjutkan cita-cita mulia itu, dan di zaman Utsman tersusunlah menjadi mushhaf-mushhaf Al-Qur’an, mereka (kaum Syi’ah) tidak mau menerima Al-Qur’an tersebut, dengan alasan semua orang itu adalah musuh-musuh Ali, Al-Hasan dan Al-Husain, bila keberadaan mereka berperang karena ini ya’ni tidak menerima Al-Qur’an dan mereka mengkafirkan para penghafal Al-Qur’an semisal Abu Bakr, Umar dan Utsman maka sungguh mereka berperang di atas kekafiran, adapun kami yang memerangi mereka (kaum Syi’ah yang kafir itu) maka sungguh kami fii Sabilillah (di atas jalan Alloh):فئة تقاتل في سبيل الله وأخرى كافرة”.”Sekelompok berperang di jalan Alloh dan sekelompok yang lain adalah kafir”. 02:19wib

للهم انصرنا بالإسلام واجعلنا من أنصاره والدعاة إليه وثبتنا عليه إلى أن نلقاك، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين

Senin, 5 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim  mengabarkan : Sudah merupakan kebiasaan buruk kaum Syi’ah adalah menyetujui bahkan meminta damai namun kemudian mereka bermain kelicikan di balik itu, sejam menjelang azan maghrib mereka (kaum Syi’ah) mulai lagi melakukan penembakan ke matras kami di pertahanan Alu Manna’ semoga Alloh binasakan mereka.

Setelah sholat maghrib tadi Akhuna Saifuddin Al-Jawiy Hafizhohulloh terluka lagi, beliau terkena sniper pada kepalanya, beliau belum sembuh luka lamanya karena percikan mortir, kini terluka lagi, semoga Alloh menyembuhkannya.22:45 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : bahwa Akh Sa’id Az Zahroniy menuliskan kabar pada kami bahwa qobilah Arhab menghimpun lebih dari 2000 prajurit tempur untuk mendukung keluarga Suroih dan Hamdan yang tengah mengepung daerah yang ditempati oleh Faris Al Hubari dan Abu Nasytho yang didukung oleh Abdul Malik Al Hutsiy. 21:57 wib

Juga mengabarkan bahwa 176 dari Bani Shuroim datang ke Wadi Dannan untuk mendukung pasukan Hasyid. 22:22 wib

Juga mengabarkan bahwa Manshur Tsawabah, pimpinan barak militer di Qosylah (Jauf) dan kantor Himpunan Negeri mengirimkan surat permohonan bantuan pada presiden Yaman dan mentri Pertahanan, karena pasukan hutsiyyun mengepung ketat mereka agar menyerahkan area tersebut. 22:28 wib

Juga mengabarkan bahwa anak sulung si zindiq rofidhiy Abdulloh Ar Rozamiy mati terbunuh dalam perang di Hasyid.22 :31 wib

Juga mengabarkan bahwa terjadi perang sengit di desa Hawah, dekat Khoiwan antara para singa Alloh dan pasukan hutsiyyun. 22:35 wib

Juga mengabarkan bahwa 8 Hutsiy tertangkap di Dannan dan dipindahkan ke wilayah Al Khomriy yg berjarak 10 km dari daerah Huts. 22:39 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Ali Mahrus Al Ibbiy mengirimkan surat Kholid Al Ghirbaniy nama-nama ikhwah yang luka yang sedang sampai ke Shon’a lewat penerbangan. Jumlah semuanya ternyata 35 orang. Semoga Alloh menjaga dan menyembuhkan mereka. 23:22 wib

Saat maghrib dari salafiyyun sedang sholat maghrib, Hutsiyyun menembakkan B10 ke Wathon, tanah bergoncang keras. Lalu disusul dengan tembakan2. 23 :26 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim  mengabarkan :Hari ini (Senin 5 Robiul Awwal 1435) telah terbunuh Huzaifah Al-Yamaniy Rohimahulloh, beliau termasuk yang paling semangat jaga, dari awal perang beliau sudah jaga di Alu Manna’, beberapa hari yang lalu beliau dan bapaknya datang berkunjung ke matras kami, bapak beliau kemudian jadi jaga di Alu Manna’ sedangkan beliau pindah jaga ke Masyrohah, menjelang zhuhur tadi beliau terbunuh di Masyrohah, Subhanalloh beliau mencari syahadah di Alu Manna’ sudah hampir tiga bulan namun tak kunjung dapat, ketika naik ke bukit Masyrohoh untuk jaga dan sudah beberapa hari di sana, beliaupun terbunuh semoga Alloh menjadikannya mati syahid. 21:49 wib

Hari ini sudah ada kesepakan untuk damai, dan tidak ada lagi tembakan, setelah zhuhur tadi tembakan tidak terdengar lagi, hal ini ditandai dengan masuknya Lajnah dan Sholib Ahmar (Palang Merah) ke Dammaj, Alhamdulillah kawan-kawanku yang luka parah seperti Sholahuddin Al-Amboniy, Abbas Al-Malayziy dan Ismail Al-Afriqiy serta yang luka-luka parah lainnya telah dibawa oleh palang merah ke Shon’a semoga Alloh menyegerakan kesembuhan untuk mereka. 22:00 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan :Akh Isa Al Mishriy mengabari ana bahwa ikhwah yang luka yang dibawa ke Shon’a adalah 34 orang. Akh Ammar Al Lahjiy mengabari ana bahwa yang terisa di puskesmas markiz sekitar 11 orang. Ini sangat meringankan beban para petugas kesehatan yang sudah bekerja keras  sejak awal pengepungan. 21:37 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh AbdulFattah Al Hudaidiy mengabari ana bahwa si anak muda pemberani Hudzaifah bin Ali Al Hudzaifiy Al Ibbiy meninggal terkena tembakan Rafidhah hari ini.17 : 49 wib

Akh Abul Hasan Ali Al Yazidiy mengabari kami bahwa telah datang 6 (enam) mobil palang merah dan 2 (dua) mobil lajnah. 17 : 48 wib

Senin menjelang dzuhur, udara Dammaj ramai sekali dengan tembakan-tembakan peluru besar dari Rafidhah. 15 :51 wib

Akh Abu Hatim Abdullah At Tanzaniy mengabari kami dari Sheikh Abdul Hamid Al Hajury bahwa hari ini Akh Faiz Al Ibby meninggal dan Akh yang lain luka-luka di tengah derasnya tembakan Hutsy. 15 : 45 wib

Akh Abu Hafs Al Khoulany mengirimkan berita dari AluluumusSalafiyyah bahwa Ahad Maghrib kemarin Hutsy menembak anak kecil dammaj yang bernama Abdurrahman Ahmad Al Hajj Al Haimy Rahimahullah di kepalanya hingga tak sadarkan diri lalu meninggal pagi ini. 15 : 38 wib

Angin amat kencang terus menderu di Dammaj sampai adzan subuh berkumandang. Semoga menjadi tentara yang dikirim Allah untuk menghantam Musyrikin Rofidhiyyin.

يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ جاءتكم جنود فأرسلنا عليهم ريحا وجنودا لم تروها وكان الله بما تعملون بصيرا

“Wahai orang-orang yang beriman ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika datang pada kalian tentara-tentara, maka Kami kirimkan terhadap mereka angin dan tentara-tentara yang tidak kalian lihat. Dan Allah Maha Melihat terhadap apa yang kalian lakukan.” 10 : 44 wib

Akh Muhammad Hassan memberitakan padi kami dari sumber pemberitaan “Al Khobar” bahwa hari ini qobilah-qobilah (suku-suku) Jauf menghadang serangan pasukan Hutsiyyun. 8 (delapan) Hutsiy mati, dan 10 (sepuluh) tertawan. 3 (tiga) mobil perang Hutsiy terbakar, 1 (satu) berhasil dirampas. Itu tadi di desa Baroth. Adapun di desa Yatmah, 2  (dua) Hutsiy terbunuh, dan 4 (empat) anggota qobilah (suku) meninggal. Satu mobil perang qobilah (suku) dirampas oleh Hutsiy, tapi kemudian diserahkan lagi ke qobilah (suku) demi menebus mayat teman mereka yg ada di tangan qobilah . 10 : 59 wib 

Akh Abu Hatim Abdulloh At Tanzaniy mengirimkan kabar pada kami bahwa kemah Hutsiyyun di Buqo’ (Jauf) hancur, 12 (dua belas) dari mereka mati, dann 2 (dua) mobil tempur mereka berhasil dirampas. Alhamdulillah. 13 : 39 wib

Juga mengabarkan bahwa Hutsiyyun menyerang barak tentara Qosylah di daerah Barothul ‘Inan, karena tuntutan-tuntutan mereka ditolak oleh pihak tentara. 5 (lima) Hutsiy mati. Alhamdulillah. 13 : 39 wib

Juga mengabarkan bahwa : seorang komandan lapangan Hutsiy di Harodh yang bernama Ali Abdah Marzuqi terbunuh bersama dua pengiringnya dalam baku tembak dengan ikhwah kita. Alhamdulillah. 13 : 46 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoyo Al-Qudsy mengabarkan :Malam Senin ini Rafidhoh masih menembak ke Alu Manna’ dengan peluru-peluru besar disela-sela lagu mereka. 3:49 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Pada malam ini masih terus kaum Syi’ah melepaskan tembakan mulai dari senjata besar hingga senjata kecil, tadi malam mereka menembakan tank ke masjid As-Sunnah dan ke arah rumah Syaikhuna Yahya, dari tembakan itu mengenai ghurfah (kamar) Abu Tsabit Al-Jawiy) yang kamarnya bertetangga dengan rumah Syaikhuna Yahya.
Akhuna Abu Tsabit Al-Jawiy Hafizhohulloh termasuk dari kawan-kawanku yang jaga di pertahanan Alu Manna’ yang sangat jarang pulang ke kamarnya, ketika beliau mendengar bahwa kamar beliau telah roboh, beliau bergegas pulang, ternyata beliau dapati pakaian-pakaian, kitab-kitab dan barang-barang beliau telah rusak dan hancur semua, semoga Alloh menggantikannya dengan yang lebih baik. 00:11 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoyo Al-Qudsy mengabarkan :Masjid dan beberapa rumah sekitarnya bolong-bolong dihantam tank dan meriam rofidhoh kemarin. 00:09 wib

Akh  Abdul Karim bin Dahisy Al Wadi’iy masih tidak sadarkan diri. Amat kritis. Mobil-mobil palang merah sejak tadi pagi ada di Khoniq karena dilarang masuk ke Dammaj oleh rofidhoh. Saat zhuhur, rofidhoh menembak mati akh Umar al Hudaidiy yang sedang memperdalam parit.00:08 wib

Ahad,  4 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoyo Al-Qudsy mengabarkan : Hari Ahad 4 Rabi’ul Awwal 1435H, hari ke 89 (delapan puluh sembilah) pengepungan. Jumlah total yang meninggal 200 (dua ratus) Ahlussunnah, yang luka sekitar 600 (enam ratus) orang. 14 : 01 wib

Pagi ini Tank Hutsiy nembak dua kali, entah  kemana jatuhnya. 11 : 40 wib 

Abu Hatim Abdillah At Tanzaniy (Tanzania) mengirim berita di “Qol’atis Sunnah” bahwa tadi malam Hutsiyyun menyerang pasukan Hasyid, terjadi baku hantam sampai sekarang dengan korban banyak di pihak Hutsiy. Mohon doa. Setelah pagi datang serangan mortir Hutsiy ke pertahanan ikhwah tapi meleset. Hantaman balik pasukan Hasyid membakar mereka. Alhamdulillah. 10  : 34 wib

Juga memberitakan bahwa pasukan Arhab menyerang pos Hutsiy. 10 (sepuluh) orang Arhab meninggal, 20 (dua puluh) Hutsiy mati. 10 : 09 wib

Berita dari “Basyairun Nashr” menukil dari “Sho’dah Online”: bhw pasukan qobilah di Jauf mengirimkan mobil Fitara ke pos Hutsiy lalu mobil itu di pos trsebut meledak dengan dahsyat. Belum jelas jumlah korban. 10 : 08 wib

Disebutkan bahwa mobil itu berisi bahan peledak utk menghancurkan pos tadi. Tdk dijelaskan bagaimana sopirnya selamat. Qobilah Dahm terkenal ganas jika berperang. 10 : 08 wib

Julukan Qobilah (suku) Dahm yang kebanyakannya adalah badui “Dahm Al Hamro” (Dahm yg merah) dan “Dahm Syaribatud Dam” (Dahm si peminum darah). Semoga Allah memberi mereka taufiq, ampunan dan pahala. 10 : 14 wib

Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaly Al-Jogja mengabarkan :Dua hari yang lalu hutsi berani menancapkan bendera yang bertuliskan syi’ar syi’ar mereka dengan tiga warna di depan matras (tempat penjagaan)ikhwan kita yang terletak di perbatasan bagian tengah jarak antara hutsi dan ikhwan cuma kurang lebih 5 meter. Allohummaqtulhum badada wala tubqi minhum ahada.0:11 wib wib

Bismillah dengan berjalannya waktu hutsi terus menerus menghujani para pelajar dengan berbagai macam peluru dari yang kecil hingga yang besar tapi dengan pertolongan Alloh semua serbuan yang mereka kerahkan sejak awal perang  sampai sekarang tidak menghasilkan apapun melainkan bertambahnya mayat mayat mereka dan rasa penyesalan yang menyusul kemudian. Allohu dammir hutsiyyiin wa fassyil huthothohum. 24:00 wib

Sabtu, 3 Rabi’ul Awwal 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoyo Al-Qudsy mengabarkan : Jam 10 pagi di Muqoddimah (pembukaan) Wathon beberapa pelajar sibuk memperdalam parit, ternyata Hutsiy menembaki mereka. Alhamdulillah meleset semua. 18 : 20 wib

Di “Qol’atis Sunnah” ditampilkan kabar dari Akh Abu Turob Ash Shon’aniy bahwa Hutsiyyun menyerang Wadi Dannan dengan Tank dan lain-lain dari beberapa penjuru. Terjadi pertempuran besar, dan kemudian Hutsiyyun terpukul mundur dengan jumlah mayat mereka banyak sekali. Lalu Hutsiyyun sibuk mengangkuti mayat-mayat mereka untuk dibawa ke daerah pasar “Khamis”. Ternyata pasukan beberapa Qobilah (suku) telah mengepung pasar tadi dan menghantam Hutsiyyun yang sibuk mengurusi mayat-mayat teman mereka. Akhirnya pasukan Hutsiyyun di wilayah itu hancur dengan angka kematian besar sekali. Pasar di kuasai oleh pasukan muslimin, dan sisa-sisa Hutsiyyun sedang diburu. Alhamdulillah. 18 : 10 wib

Pagi harinya seorang Hutsiy yang luka-luka tadi malam akhirnya mati. Maka total yang Allah bunuh tadi malam dari gerombolan di A’waj adalah 5 (lima) sebagaimana kata saksi mata dari penduduk. Alhamdulillah Wahdah. 17 : 58 wib

Akh Hisyam Al Miswariy di “Akhbar Daril Hadits Bi Dammaj” menyebutkan bahwa kemarin malam sekelompok Hutsiyyun berkumpul di suatu rumah di Alu Manna’, lalu tiba-tiba rumah itu meledak dahsyat dalam keadaan Hutsiyyun dan komandan mereka masih di dalamnya. Alhamdulillah. 18 : 01 wib

Akh Usamah bin Abi Aiman Al Baitiy, dari Ahlul Bait (keluarga nabi) Nabi Shallallahu’ Alaihi Wasallam dari Ahlussunnah, keponakan Rais (Kepala) Maktabah ‘Ammah Ali Al Baitiy, meninggal ditembak Hutsiy di dekat hidungnya, saat jaga di Alu Manna’ ba’da (setelah) Shalat Fajar. Rohimahullah. Kakak dia, Aiman masih dirawat di Rumah Sakit Najron karena luka-luka saat perang di Kitaf demi membebaskan Dammaj. Hasbunallahu Wani’mal Wakiil. 17 : 46 wib

Akh Hamzah Al Hudaidiy dan Amin Al Jazairiy mengabari: Tadi malam Hutsiyyun berkumpul di A’waj dekat sekali dengan matras Muqaddimah Wathon, lalu jatuhlah menimpa mereka mortir. 4 (empat) Hutsiy mati dan 8 (delapan) luka-luka. Allah yang membunuh mereka, Alhamdulillah. 17 : 41 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Laskar Syi’ah kali ini semakin memperkuat matras-matras mereka yang dekat dengan Alu Manna’, mereka terus maju sambil membawa para pekerja mereka, mereka berlindung di balik tembok-tembok kebun anggur, dan mereka banyak membuat bolongan di dinding-dinding kebun untuk menyineper kawan-kawan kami, tadi pagi (Sabtu 3 Robiul Awwal 1435) Al-Akh Usamah Al-Lahjiy terkena sniper mereka dan beliau langsung terbunuh semoga Alloh merohmatinya, seorang lagi yang mau membawa jenazah beliau juga terkena sniper hingga terluka semoga Alloh menyembuhkannya.Walaupun seperti itu, namun Insya Alloh yang korban dari mereka (Syi’ah) lebih banyak. 16:21 wib

Pada pagi ini Sabtu 3 Rabi’ul Awwal 1435 terbunuh seorang penuntut ilmu semoga Allah merahmatinya dan salah seorang lagi terluka. Semoga Allah menyembuhkannya. 13 : 3o wib

KAUM SYI’AH MEMANG ANGKUH

بسم الله الرحمن الرحيم، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، وبعد:                                                                                     

Pada malam ini 3 Robiul Awwal 1435 laskar Syi’ah terus bekerja membuat matras dan parit untuk menerobos ke matras kami, para penjaga mereka terus siaga mengintip di sela-sela matras, tidak membiarkan gerakan atau bolongan tembok melainkan direnteti tembakan dan beberapa kali mereka menembakan mortir ke matras kami.

Orang-orang Syi’ah yang berada di Sho’dah dan beberapa kota di Yaman serta di Iran terus menginfaqkan harta-harta mereka:

إن الذين كفروا ينفقون أموالهم ليصدوا عن سبيل الله فسينفقونها ثم تكون عليهم حسرة ثم يغلبون والذين كفروا إلى جهنم يحشرون”.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Alloh. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”.

Walaupun mereka menginfaqkan seluruh apa yang mereka miliki seperti uang, tank, mortir, rudal, meriam dan yang lainnya maka semua itu tidak akan bermanfaat untuk mereka, bahkan semua itu akan membinasakan mereka, dan Insya Alloh mereka akan terkalahkan disebabkan kesombongan mereka dan pengikutan mereka kepada janji pentolan mereka:”لا غالب لكم اليوم من الناس”.”Tidak ada yang mengalahkan kalian dari manusia pada hari ini”.

Lebih-lebih ketika mereka telah menghancurkan Darul Hadits Kitaf dan menguasai Masadir, merekapun bertambah sombong dan angkuh:”خرجوا من ديارهم بطرا ورئاء الناس ويصدون عن سبيل الله والله بما يعملون محيط”.”Mereka keluar dari kampung mereka dengan rasa angkuh, dengan maksud riya’ kepada manusia dan menghalangi (orang) dari jalan Alloh. Dan (ilmu) Alloh meliputi apa yang mereka kerjakan”. 13 : 30 wib

Abu Sholeh Mushlih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Berita Waton-Dammaj: Semalam, sekitar pukul 22:30 waktu setempat, para hutsiyyin berkumpul di perbatasan depan Waton seakan-akan ingin melancarkan serangannya malam itu. Alhamdulillah, ikhwah berhasil menembak perkumpulan itu yg dgn taufiq Alloh ta’ala mengakibatkan 4 orang dari mereka terbunuh dan 7 orang lainnya menderita luka-luka. Semoga Alloh menambahkannya… ‎ومارميتإذرميت ولكن الله  رمى “Bukanlah engkau yg melempar (menembak) ketika engkau melempar. Akan tetapi Allohlah yg melempar…” 11 : 16 wib

Abu Zakariyya Harits bin Anwar Al-Jabaly Al-Jogja mengabarkan : Untuk pagi ini masih sepi ,seperti kebiasaam mereka pagi ini mereka memutar murottal untuk mentalbis orang-orang awam agar tertipu hingga menganggap bahwa mereka masih muslimun. 10 : 13 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekoyo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Ibrohim Al Hasyidiy di “Basyairun Nashr” mengabarkan bahwa sekarang (tadi malam Sabtu) ikhwah di Hasyid menyerbu Hutsiyyun, mohon doa para ikhwah. 12 : 09 wib

Akh Hisyam Al Miswariy di “Akhbar Dari Hadits Dammaj” dan Ali Jihaf di “Akhbar Dammaj Salafiyyah” mengirimkan kabar hampir senada dan menambahkan bahwa para anggota lajnah sempat turun ke parit untuk berlindung dari tembakan Hutsiyyun -la’anahumulloh-. 11 : 59 wib

Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy dan Ali Al Baitiy mengabariku bahwa kemarin saat ada penyambutan untuk Lajnatush Shulh di Dammaj, justru Hutsiy menembak dari jauh sang penyambut yaitu akh Abdul Karim bin Dahisy Al Wadi’iy, di dahinya. Sekarang kondisi beliau kritis. 11 : 58 wib

Datang lagi hantaman mortir dengan goncangan kuat sekali. InsyaAlloh di Hari Kiamat seluruh penduduk Dammaj dan banyak binatang yang terugikan akan menjadi penuntut terhadap Hutsiyyun. 01 : 10 wib

Kabar dari “Qol’atis Sunnah”: InsyaAlloh besok Sabtu para ikhwah dari masjid “Al Faruq” Propinsi Ibb akan bergerak ke Hasyid untuk memperkuat pasukan induk Hasyid. Semoga Alloh memberkahi mereka. 00 : 53 wib

Menit ini Hutsiyyun menghantamkan mortir sambil membunyikan ceramah-ceramah yang keras. 00 : 37 wib

Jum’at, 2 Rabi’ul Awwal 1435 H      

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Pada malam kamis kemarin 1 Robiul Awwal 1435 laskar Syi’ah menerobos masuk hingga menguasai rumah Ayyub dan sekitarnya, maka seorang Indonesia membawa bom api yang terbuat dari botol yang isinya bensin, lalu dilempar ke rumah yang diduduki laskar Syi’ah itu, ternyata mereka membawa loghom (ranjau), lemparan dari api itu mengenai logham Syi’ah hingga loghamnya meledak dengan sangat dahsyat meruntuhkan bangunan rumah dan Syi’ah tertimbun di dalam parit di dalam rumah, hingga hari ini bangkai mereka belum dikeluarkan. 18 : 34 wib

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه أستعين، وبعد:

Tadi malam (Jum’at 30 Shofar 1435) kawan-kawan yang telah menguasai kembali rumah Ayyub di pertahanan Alu Manna’, pada malam kemarin mereka melihat mayat seorang Syi’ah terbaring mampus, beberapa orang kawan menariknya keluar supaya manusia menyaksikannya, ternyata jenazahnya sangat jelek, badannya berbau sangat busuk, matanya seakan-akan mata babi yang sangat jelek, bau busuknya seperti bau busuk anjing yang mati sudah berpekan-pekan lamanya, padahal matinya seorang Syi’ah terla’nat itu baru sehari tapi keadaannya sudah sangat hina seperti itu, Subhanalloh sungguh benar perkataan Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam:

“هؤلاء كلاب النار”.

“Mereka itu adalah anjing-anjing neraka”.

Baru mati saja keadaannya sudah seperti itu, lalu bagaimana kalau sudah ditimbun dan diazab di akhirat tentu lebih hina lagi bagi mereka:

“هم شر البرية”.

“Mereka adalah paling jeleknya makhluk”.

Demikian keadaan mereka yang sudah mampus, namun yang masih hidup dari mereka tetap saja maju, hingga jarak matras Indonesiyyin dengan matras mereka hanya tiga meter. 10 : 55 wib

نسأل الله لنا السلامة والعافية، اللهم عليك بالشيعة، اللهم عليهم، اللهم اهلكهم، اللهم مزقهم كل ممزق.

Abu Fairuz Abdurrahm Al-Qudsy mengabarkan : Juga memberitakan bahwa setelah sholat Jum’at, datanglah satu truk berisi bahan makanan. Begitu diturunkan di markiz Dammaj dan truk itu pergi, langsung Hutsiyyun memberondong bahan makanan tadi dengan mortir dan sebagainya untuk merusaknya. Alhamdulillah bisa diselamatkan. 23 : 12 wib

Berita di “Qol’atis Sunnah” dari Syaikh Zakariya Al Yafi’iy: dalam baku tembak (sepertinya malam Kamis 1 Robi’ul Awwal) sekelompok Hutsiyyun dekat sekali dengan matras ikhwah di Alu Manna’, dan di tas mereka ada bom ranjau untuk dipasang, maka ada pelajar yang melemparkan bom molotov, begitu meledak, ternyata apinya menyambar bom ranjau tadi sehingga meledak dahsyat dan membunuh para hutsiyyun tadi dan terkuburlah mereka di bawah reruntuhan belum bisa diambil. Mayat Hutsiy yang bisa ditarik ikhwah justru yang jaraknya lebih dekat ke matras musuh. 14 : 33 wib

Di “Qol’atis Sunnah” kabar dari akh Abu Turob Ash Shon’aniy: Sebagian Hutsiyyun terkepung di Wadi Dannan dan terdengar mereka berteriak minta bala bantuan pakai HandPhone mereka. 12 : 10 wib

Akh Hamzah Al Hadhromiy di “Qol’atis Sunnah” menukilkan dari “Akhbarus Sa’ah” bahwa Hutsiyyun berdatangan ke daerah Salbah di Jauf, maka dihadang oleh pasukan Qobilah (suku) Dahm, maka terjadi pertempuran. Sekian banyak Hutsiy mati dan mobil-mobil tempur mereka yang di atasnya ada senjata besarnya berhasil dirampas. Alhamdulillah. 10 : 48 wib

Lewat tengah malam semakin banyak tembakan dengan senjata berat. Bahkan dari A’waj Hutsiyyun melempari matras ikhwah dengan granat-granat. “Basyairun Nashr” nukil dari akh Muhammad As Siwariy bahwa Hutsiyyun mati sebanyak 70 orang dalam perang di Hasyid hari tadi. 10 : 36 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Kemarin setelah Akhuna Al-Juma’iy Hafizahulloh mendengar bahwa Usamah Al-Libiy Rohimahullah yang beliau minta menggantikannya di Alu Manna’ telah meninggal maka Al-Juma’iy bergegas datang lagi ke Alu Manna’ dengan bersabar menahan rasa sakit karena luka di kepalanya, beliau langsung maju ke rumah Ayyub dan matras Hajuriyyin setelah kawan-kawan menembaki dan meruntuhkan kekuatan Syi’ah di matras tersebut, beliau maju dan laskar Syi’ah telah meninggalkan tempat itu, beliau masuk mendapati logham (ranjau) yang dipasang laskar Syi’ah, lalu beliau membawanya.

Telah bertekad kami (para penjaga) di seluruh pertahanan Alu Manna’ Insya Alloh tidak akan mundur dan terus mempertahankan matras di perbatasan semoga Alloh menolong dan menguatkan kami.

Pada pagi hari Kamis (29 Shofar 1435) Muhammad Ash-Shoumaliy Rohimahulloh terbunuh di Alu Manna’, beliau baru pertama kali ke Alu Manna’ untuk kerja menggali parit, di tengah-tengah bekerja datang tembakan meriam, percikannya menghantam beliau hingga terbunuh semoga Alloh menjadikannya mati syahid dan seorang lagi asal Hadromaut terluka semoga Alloh menyebuhkannya dan menyembuhkan yang luka-luka. 23:41 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan :Malam Jum’at ini terus-terusan Hutsiyyun menembaki Wathon, Madrosah dan Rumah Sakit pemerintah di Dammaj ini dengan senjata-senjata  berat. 00:54 wib

Kamis, 1 Rabi’ul Awwal 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Berita dari “Akhbar Daril Hadits Dammaj”: akh Abdulloh Murriy menuliskan bahwa empat ikhwah yang tengah dirawat intensif di RS Najron akhirnya meninggal hari ini. Semuanya memancarkan cahaya dan senyum cerah. 22:35 wib

Akh Mahriy termasuk yang meninggal karena tertembak saat mundur dari Kitaf. Kedua saudaranya datang dari Emirat dan melihat jenazahnya dan bergembira melihat cahaya dan senyumnya yg cerah.22:35 wib

Menjelang maghrib rofidhoh di A’waj menembaki matras-matras di muqoddimah Wathon, ssehingga terjadi baku tembak. 22:23 wib

Akh Harits Al Jabaliy mengabarkan bahwa tadi pagi saat jaga di muqoddimah Wathon kepala beliau kena lempar batu dari hutsiyyun. Akh Muhammad Al Hajjiy juga kena bahunya dengan batu agak besar. Menjelang siang seorang sniper rofidhoh menembak matras ikhwah dan membikin batu bata pecah dan mengenai kepala akh Harits. Akhirnya akh Amin Al Jazairiy menelpon akh Ahmad Al Jazairiy yang di ketinggian untuk membalas. Alloh memberikan taufiq pada akh Ahmad sehingga berhasil menembak mati sniper hutsiy tadi, dan tampak mayatnya diseret pergi oleh temannya. Alhamdulillah. 22:22 wib

Akh Walid Umar Ar Roidiy di “Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa di Hasyid para ikhwah sedang bertempur melawan hutsiyyun, mohon doa. Dan masing-masing membantu dengan kemampuan yang ada. 21:41 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: bahwa para pemuda qobilah di Jauf berhasil meledakkan kantor polisi “Az Zahir” yang dikuasai hutsiyyun dan dijadikan sebagai markas Hutsiyyun. 21:16 wib

Akh Muhammad Mukhtar Ash Shomaliy yang sudah kerja bakti di Alu Manna’ meninggal terkena pecahan B10 yang ditembakkan hutsiyyun. Semoga Alloh merohmatinya. 18:49 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: dari akh Fuad As Sinhaniy bahwa serangan Hutsiyyun terhadap pasukan Hasyid di Wadi Dannan digagalkan oleh Alloh dan mereka mati banyak. Sekarang mereka berusaha mengumpulkan pasukan untuk menyerang Wadi Dannan lagi. 18:50 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Menjelang Dzuhur jatuh satu mortir dengan suara menggelegar. Setelah adzan dzuhur jatuh satu lagi dengan suara. Sekarang tembakan-tembakan Hutsiyyun ramai. 16 : 35 wib

Di Dammaj sekitar pukul 10 s/d 11 sebelum tengah hari Hutsiyyun berkali-kali menembaki ikhwah Al Jazairiyyin yang kerja bakti di Alu Manna’ dengan peluru-peluru besar yang menggelegar. Bau mesiu tercium menyengat. 16 : 14 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Akh Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa pada malam Kamis 30 Shafar 1435 H jam 00:00 Hutsiyyun menyerang pasukan kabilah (suku) induk Hasyid, dan terjadi pertempuran sengit. Hutsiyyun terpukul mundur sambil mengangkuti mayat-mayat teman-teman mereka. 16 : 10 wib

Menukilkan dari “Ma’rib Press” bahwa kabilah-kabilah di propinsi Ma’rib, Syabwah dan Baidho juga mengumumkan bhw mereka telah bersiap dengan sempurna untuk memerangi Hutsiyyun, dan mereka siap untuk bergabung dengan kabilah-kabilah Dahm dalam pertempuran apapun terhadap Hutsiyyun. Alhamdulillah. 12 : 28 wib

Na’am, pembacaan yang benar adalah “Dahm” bukan “Duhm”. Ini adalah induk dari qobilah-qabilah terkenal di Yaman selatan, yang dalam sejarah mereka dikenal sebagai “Dahm Al Hamro” dan “Dahm Syaribatud Dam” karena kerasnya mereka dalam pertempuran. Semoga Alloh memberi mereka Taufiq. 12 : 24 wib

Juga menukilkan dari “Ma’rib Press” bahwa ribuan pemuda suku-suku Dahm membubuhkan tandatangan bai’at untuk mati mempertahankan wilayah mereka dari Hutsiyyun, dan memperingatkan Hutsiyyun bahwasanya jika mereka melewati tanah suku-suku Dahm (Jauf) berarti mereka melanggar janji, dan berarti darah mereka halal, dan akan diperangi di manapun mereka berada dengan peperangan yang tiada henti. 12 : 18 wib

Juga menukilkan dari “Sho’dah Online” bahwa ribuan pemuda berbagai suku datang bergelombang ke tapal batas antara propinsi Jauf dan propinsi Sho’dah, dan menjadikan pos Abtar sebagai pembatas dengan kebun As Sulami yang menjadi tempat pertemuan para Hutsiyyun. 12 : 18 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: menukil dari “Nasywan News”: Hutsiyyun setelah menghancurkan Masjid Darul Hadits di Kitaf, kemudian menghancurkan Masjid baru di Kabupaten Sihar. 12 : 03 wib

Kamis pagi jam 07:30 waktu Dammaj, baku hantam antara peluru-peluru sang agresor setan-setan Rafidhah melawan peluru-peluru tentara Allah ramai sekali terdengar. 11 : 54 wib

Kamis dini hari menjelang fajar di Dammaj : Rentetan tembakan Rafidhah beradu dengan peluru-peluru pembela Islam silih berganti. 11 : 48 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan : Asal Muasal Gelar “AL IMAM” >>Klik Disini<20 : 51 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Malam Kamis di Dammaj : Rofidhoh masih terus memuntahkan peluru-peluru besar dan panas, merobek malam yang dingin dan kelam, sambil membunyikan lagu-lagu setan mereka. 04 : 15 wib

Kepala Maktabah ‘Ammah Ali Al Baitiy bercerita bahwa kemarin di front Harodh, Hajur, ada orang berteriak: “Mundur! Mundur!” Langsung lima orang terpengaruh dan mundur. Langsung ikhwah lain menangkap orang itu dan memukulinya. Alhamdulillah. Pimpinan Front Harodh, Abu Muslim Al Hajuriy Jazahullohukhoiro berkata: “Kami insyaAlloh tak akan mundur walau burung-burung menyambar kepala kami.” 00 : 52 wib. Jika Front Harodh sampai ditinggalkan, di khawatirkan cita-cita Rafidhah selama ini utk menguasai Pelabuhan Midi tercapai dan dengan mudah mendatangkan bantuan lewat kapal-kapal Iran. 00 : 53 wib

Sebagian ikhwah juga bercerita bahwa saat terjadi pertempuran di Wathon, ada orang bilang: “Kami dari jajaran para Mas’ul menyuruh untuk mundur” Langsung Akh Fuad Al Maghribiy Jazahullohukhoiro bilang: “Yang menyuruh mundur akan aku tembak.” Langsung orang itu menundukkan kepala. 00 : 51 wib

Di Alu Manna’ juga di suatu pertempuran ada orang berteriak “Mundur!” Alhamdulillah ikhwah terus bertahan. Untuk apa mundur sementara Allah adalah Wali kami, dan malaikat telah dikirim untuk memperkuat? 00 : 51 wib

Termasuk senjata para pengkhianat untuk melemahkan pasukan tempur saat berhadapan dengan Rafidhah adalah teriakan: “Mundur! Mundur!” Dengan inilah Rafidhah dulu berhasil menguasai beberapa barak Militer pemerintah. Beberapa ikhwah cerita bahwa di Kitaf terikan tadi menyebabkan lemahnya pasukan Hilfun Nushroh dan banyak yg terpengaruh dan mundur. Si Pengkhianat ini berkata bahwa Sheikh Yahya setuju untuk mundur. Kemarin di dars (pelajaran) umum Sheikh Yahya bilang: “Yang bilang bahwa aku setuju untuk mundur berarti dia dusta.” 
Beliau juga bilang: “Bagaimana aku menyuruh mundur?! Memangnya aku perempuan dengan pakai kerudung?!” Beliau juga bilang: “Yang menyuruh pasukan ikhwah untuk mundur, tangkap dia.”00 : 50 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: beberapa hari yang lalu di Dammaj ada bayi meninggal karena ibunya kurang gizi tak bisa menghasilkan ASI (air susu ibu). Hari Rabu pagi tadi para pelajar menyolati bayi perempuan yang bernama Hindun bintu Amin Ar Rodfaniy (usia 1 bulan) karena sakit dan dokter sudah kehabisan stok obat. Rohimahumalloh. Wahai Ummat Muhammad, begitu dinginnyakah hati kalian? Cukup Allah sebagai wali kami. Selesai. 00 : 34 wib

Berita dari Abu Abdillah Al Wajih di “Basyairun Nashr”: Qobilah-qobilah (suku-suku) Duhm memperingatkan Hutsiyyun agar jangan melintasi tanah-tanah mereka, dan mengingatkan bahwa mereka siap berhadapan dengan serangan Hutsiyyun. 00 : 17 wib
Berita dari Abu Hisam di “Basyairun Nashr” : hari ini pasukan Qobilah-qobilah Duhm berhasil menghancurkan satu Tank Hutsiyyin. 00 : 18 wib

Abu Iyyadh Said bin Muhammad Al Limbory mengabarkan : Tadi pagi ada ikhwan kita memasang logom (ranjau) di alu manna’ di sekitar rumahnya Ayyub di mukoddimah, karena kemarin mereka Hutsiy Syi’ahnya masuk kerumah tersebut. ikhwan somali mengabariku bahwa ia melihat satu orang hutsi kerja di tempat rumahnya Ayyub untuk membuat matras(pos jaga), lalu orang somali itu melaporkan kepada ikhwan yang bernama juma’i masya allah beliau di kenal pemberani , tatkala setelah di beritau langsung beliau pergi dan memantauinya alhamdulillah tidak lama kemudian hutsi syi’ahnya keluar dan merasa tidak aman dari rumahnya ayyub. Benarlah Firman Allah Ta’ala :

 وقذف فى قلوبهم الرعب (الحشر ‏٢‏ )

Dan allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka. ( al hasyr 2 ). 22 : 52 wib

Rabu, 29 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Berpindah Untuk Meraih Syahadah >>Klik di Sini<< – Hanya Ada Dua Islam Atau Kafir >>Klik Disini<< 15 : 51 wib

Abu Zakariya Harits Al-Jabaly mengabarkan : Alhamdulillah pemantauan terus berjalan hari demi hari hingga detik ini, kemarin sore Hutsiyyun melancarkan kembali seranganya terhadap ahlusunnah yang di mulai kurang lebih ba’da ‘ashar sampai waktu maghrib mereka menyerang  ikhwan kita dengan berbagai macam jenis senjata tapi dengan pertolongan Allah Alhamdulillah mereka tidak berhasil memasuki Alu Manna’ (sebuah kampung kecil di kawasan dammaj) yang mana mereka sudah berkali kali menyerang kampung tersebut. 10 : 25 wib

Dan Alhamdulillah kemarin sore di sela sela peperangan yang sangat dahsyat tersebut aku dan sebagian ikhwah sempat melihat khumaidhoh (mobil anti peluru) yang di kenal di negara kita dengan sebutan”panser” berjalan mondar mandir dalam rangka untuk mengambil dan mengusung mayat mayat mereka sekaligus mengambil kawan kawan mereka yang luka.Allohumma Fasyil Huthothohum Wa Bawwir Makrohum. 10 : 03 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Menit-menit ini Rafidhah menembaki sebagian gedung Wathon. 15 : 09 wib

Akh Mahmud Ash Shomaliy (Somalia) mengabari bahwa tadi malam Hutsiyyun dari kampung A’waj menembaki pos ikhwah yang di Muqoddimah (pembukaan)Wathon. 10 : 43 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Akh Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa di malam Selasa Hutsiyyun menyerang Wadi Dannan dan Allah memukul mundur mereka. 14 (empa belas) Hutsiy mati, 22 (dua puluh dua) luka. Alhamdulillah10 : 40 wib

Akh Abdul Karim Al Hadhromiy di “Basyairun Nashr” menulis bahwa Hutsiyyun terpukul mundur, dan beberapa mobil-mobil keluar dengan mengangkut jenazah tema-teman mereka. 09 : 35 wib

Total yang meninggal untuk serangan tadi 2 (dua) orang, yang luka sekitar 13 (tiga belas) orang. Akh Harits Al Jabaliy mengabariku bahwa beliau melihat panser Hutsiyyun berjalan kesana kemari. Barangkali untuk mengambili mayat-mayat teman-teman mereka seperti biasa. 09 : 35 wib

Setelah Maghrib tembakan dari Gunung Ahrosy mereda. Lalu Hutsiyyun mulai menyalakan Qiroah Al Minshawi dengan suara keras seperti biasa, untuk menipu ummat. Ketika sampai di Firman Allah ta’ala:

محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم

“Muhammad adalah utusan Alloh Dan orang yang bersamanya (para Shahabat) keras terhadap orang-orang kafir dan penyayang di antara mereka.” 09 : 34 wib
Langsung Hutsiy memotong bacaan ayat tadi dan menggantinya dengan kaset ceramah yang dicampur lagu-lagu. 09 : 35 wib

Selasa, 28 Shafar 1435 H

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Akh Mu’adz Lombok mengabarkan bahwa akh Usamah Al Libiy (asal Libia) meninggal di Alu Manna’ dengan luka di kepalanya sekitar seperempat jam setelah serangan berlangsung. Allog yarhamuh wa yattakhidzahu syahiidan. 23 : 16 wib

Semoga Allah meneguhkan kaki-kaki ikhwah di matras-matras mereka. 22 : 50 wib

Sekitar pukul 5 sore waktu Dammaj, Hutsiyyun kembali melancarkan serangannya ke matras Alu Manna’ dengan senjata-senjata besar dan menengah seperti meriam, gogo, rosyasy dan sebagainya. Tampak dari kejauhan asap tebal mengepul di tengah-tengah matras mereka. Matras Waton sempat beberapa kali ditembak senjata besar seperti gogo dari gunung Ahrosy ketika ikut menembak guna membantu ikhwah Alu Manna’. Serangan baru mereda sekitar setengah jam selepas maghrib yang menyebabkan sebagian ikhwah agak terlambat dalam menunaikan Sholat Maghrib. Semoga Alloh memenuhi rumah-rumah dan kuburan-kuburan Hutsiyyin dengan api.. 22 : 49 wib

Nasehat Sheikh Muhammad Ba Jammal tentan Jabhah Kitaf di Masjid As-Sunnah Tahrim-Hadromaout >>Baca Disini<<

 Audio Tentang Jabhah Kitaf

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Hantaman mortir datang susul menyusul seiring dengan menyurutnya sinar mentari. Rentetan dahsyat menyengat pendengaran. Ya Allah tolonglah para wali-Mu, Ya Allah hancurkanlah anjing-anjing setan Rofidhah itu Selasa zhuhur di Dammaj: serangan ramai terhadap Alu Manna’. 3 pelajar luka. 21 : 09 wib

Sekarang hantaman besar menimpa sekitar dapur, disusul hujan peluru. 21 : 03 wib

Sekarang tembakan besar menghantam Maktabah ‘ammah.  21 : 04 wib

Sore hari serangan Rofidhoh terhadap Dammaj (Barroqoh dan Alu Manna’) makin ramai, hujan tembakan diselingi goncangan-goncangan mortir membahana. La ilaha illalloh. 21 : 03 wib

Menjelang tengah hari di Dammaj: baku tembak makin ramai di wilayah Alu Manna’. Suara Qiroah Syaikh Yahya dikumandangkan dengan keras lewat LoudSpeaker. 15 : 24 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Berita Selasa pagi ini dari Akh Muadz Lombok dari matras Alu Manna’ : Pagi ini saudara kita bernama Shaleh Al Abyany meninggal terkena peluru sneper di bagian mukanya, sebelumnya ia sempat tertembak di bagian kaki, walau belum terlalu pulih ia masih  tetap berjaga di matras mereka Ikhwah Abyany di Alu Manna’, Rahimahullah. 14 : 74 wib

Alhamdulillah, di Waton baik-baik saja. Semalam Hutsiy Hanjamah nembak basoka dan rosyasy dari rumah Rojih dekat A’waj dan depan Nuku’ ke Zawaid dan Madrosah sekitar jam 9 malam. Sepertinya mereka mau hujum malam itu. Ikhwah sudah siap-siap, tetapi ternyata tidak jadi. Tengah malam sekitar jam 1, begitu lagi hanya sebentar saja. Setelah itu tidak ada apa-apa sampai pagi. Yang banyak tembakan Hutsi adalah di Alu Manna’. Abu Yahya yang ada di sana bercerita bahwa semalam mereka melempar Ratusan granat ke matras ikhwah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ikhwah ada yg luka karena sniper saja. Hutsi di Alu Manna’ tidak lagi melempar mortir, karena jarak matras ikhwah dengan Hutsiy sudah terlalu dekat, kurang dari 10 meter. Yang banyak ditembakkan adalah basoka, gogo, rosyasy, sniper dan granat. Alhamdulillah, ikhwah tetap tsabat (kokoh) di matras-matras mereka. Doa para ikhwah sekalian senantiasa kami harapkan. 14 : 41 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : Pada hari ini Selasa 28 Shofar 1435 telah meninggal kawan kami Sholih Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih, beliau terkena sniper pada wajahnya ketika beliau sedang jaga di parit pertahanan Alu Manna’.Beliau Rohmatulloh ‘Alaih sebelumnya terluka pada kakinya hingga tidak bisa lari dan tidak bisa jalan cepat, namun Masya Alloh luka itu tidak membuat beliau untuk berdiam di sakan atau di masjid, beliau sejak terluka tidak pernah balik ke sakan atau ke masjid hingga beliau terbunuh pada hari ini dalam keadaan luka kalinya belum sembuh, semoga Alloh menjadikannya sebagai orang yang mati syahid, hati tersentuh dan air mata menetes ketika teringat dengan doa Qunut Nazilah beliau ketika sedang mengimami salah seorang kawannya, beliau duduk dalam sholat sangat sulit karena luka kakinya parah, Ya Alloh rohmatilah kami, beliau dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami. 12 : 49 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Nama pelajar yang meninggal tadi adalah Sholih Al Abyaniy, pemberani dan kokoh. Rohimahulloh. 13 : 48 wib

Ada yang bertanya tentang jarak Kitaf ke Dammaj dan kenapa tidak bisa segera masuk Dammaj? Jarak antar Darul Hadits Kitaf ke Darul Hadits Dammaj sekitar 50 km, dan harus menembus wilayah-wilayah Rafidhoh yang tebal. 13 : 35 wib

Dammaj Selasa pagi ini masih terus baku tembak. 1 pelajar dari Abyan tertembak wajahnya di Alu Manna’, meninggal dengan wajah memutih. 1(satu) pelajar luka tembak di kedua pahanya dekat rumah Syaikh Ahmad. Hasbunallohuwani’mal wakil. Nama pelajar yang meninggal tadi adalah Sholih Al Abyaniy, pemberani dan kokoh. Rohimahulloh. 13 : 48 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: pasukan qobilah-qobilah Jauf menghantam secara mendadak pasukan hutsiy yang ada di Yatmah (daerah Jauf) hingga akhirnya seluruh Hutsiyyun terusir sampai mengungsi ke daerah Buqo’ (masuk wilayah Sho’dah). Sampai sekarang para pemuda qobilah-qobilah Jauf masih terus berdatangan ke Yatmah dan saling berbai’at untuk mati dalam rangka memerangi Hutsiyyun. 10 : 42 wib

Qobilah-qobilah  yang mengusir Hutsiyyun dari wilayah Yatmah tadi adalah qobilah: “Dzu Husain”, “Muhasyimah” dan “Dahm”. Kabar dari akh Husain Al Bushoiriy yang menukil dari akh langsung terjun di kancah pertempuran itu. 10:42 wib

Di Dammaj sepanjang hari Senin hutsiyyun dari gunung Ahrosy menembaki Dammaj dengan senjata-senjata besar, dan dibalas oleh pelajar Dammaj. Sepanjang malam Selasa baku tembak terus berlangsung. Dua mortir jatuh di Hadeb dekat kamar-kamar pelajar. Sampai jam 02:30 dini hari masih baku tembak. 10 : 42 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan: Berita tentang masih berlangsungnya pertempuran seru secara terus-menerus terhadap sarang-sarang Hutsi di wadi Dannan Senin kemarin dengan mortir-mortir dan sebagainya. Alloh ta’ala telah memberikan taufiq kepada ikhwah kita dengan tembakan-tembakan yang mengenai sasaran. Salah satu mortir tersebut mengenai sebuah mobil angkutan hutsi yang penuh dengan muatan dan berjatuhanlah korban-korban jiwa serta luka-luka. Hasil sementara 7 mati dan 11 luka-luka. 12 : 07 wib

Sedangkan di daerah Khoiwan telah terjadi kembali pertempuran-pertempuran dahsyat dengan menggunakan berbagai persenjataan sejak Senin pagi kemarin hingga maghrib hari itu. Hutsi pun berjatuhan, baik yang mati maupun luka-luka. Sementara ini ada 5 mayat hutsi tergeletak di depan pasukan kabilah-kabilah sunnah. Semoga Alloh menolong kaum mukminin untuk mengalahkan para Hutsiy dan pengikut serta penolong-penolong mereka.12 : 07 wib

Inti nasehat Syaikh Yahya hafidhohulloh Sabtu siang yang lain : Syaikh Yahya hafidhohulloh telah memberikan nasehat Sabtu siang kemarin bagi para mujahidin di Kitaf untuk tetap tsabat dan kembali mengatur siasat perang dan tidak meninggalkan medan jihad. Beliau menyerukan bagi yg telah meninggalkan medan untuk bertaubat dari zallahnya (kesalahannya) dan kembali lagi bergabung bersama saudara-saudaranya. Waffaqohumulloh. 12 : 25 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:

Pada malam Selasa ini (28 Shofar 1435) salah seorang syaikh Syi’ah berorator lagi dengan memberikan dorongan, motivasi dan memberi semangat kepada laskar-laskar mereka (yang mereka namai dengan Anshorulloh) supaya memerangi kaum muslimin di Dammaj.

Mereka menamai kaum muslimin Dammaj dengan nama Wahhabiyyun Takfiriyyun, mereka tidak mau dikafirkan walaupun mereka menghina dan membakar ratusan mushhaf Al-Qur’an, walaupun mereka menolak Al-Hadits shohih tetap tidak boleh untuk diingkari, bahkan dengan terang-terangan mereka menolak hadits-hadits Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam.

Setelah ashar tadi salah seorang syaikh mereka dengan terang-terangan mengatakan: “Wahhabiyyun yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang sekarang dipimpin oleh Yahya Al-Hajuriy, mereka tidak beriman kepada para nabi, tidak beriman kepada nabi Muhammad akan tetapi beriman kepada Al-Bukhoriy dan Muslim, Al-Bukhoriy dari negri orang kafir non Arob….”.

Maka tidak heran ketika kitab-kitab hadits seperti Ash-Shohihain (Al-Bukhoriy dan Muslim) dibawa masuk ke Dammaj atau dibawa keluar maka kaum Syi’ah menahan kitab-kitab itu, lalu mereka buang atau mereka bakar atau mereka hinakan, sambil mereka berkata: “Ini kitab-kitab Wahhabiy”.

Dengan keberadaan mereka seperti itu ya’ni menolak Al-Hadits maka tidak heran kalau kita dapati amalan mereka dalam beragama sangat salah dan sangat jauh dari bimbingan Islam, mereka sholat sesuai ajaran dan aturan syaikh-syaikh mereka, serta mereka menghalalkan dan mengharamkan sesuatu berdalil dengan fatwa syaikh mereka, mereka menyadari atau tidak menyadarinya telah menjadikan syaikh-syaikh mereka sebagai tandingan-tandingan selain Alloh:

“اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون الله”.

“Mereka menjadikan pendeta-pendeta dan rohib-rohib mereka sebagai tandingan-tandingan selain Alloh”.

Orang-orang kafir di zaman Rosululloh tidak menganggap perbuatan seperti itu sebagai kesesatan, oleh karena itu Adi bin Hatim Rodhiyallohu ‘Anhu berkata:

“والله يا رسول الله ما اتخذناهم أربابا من دون الله”.

“Demi Alloh wahai Rosululloh, tidaklah kami menjadikan mereka sebagai sesembahan selain Alloh”.

Ketika Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mendengar tanggapan shohabatnya seperti itu maka beliau membantah dengan berkata:

“ألستم كنتم إذا حرموا لكم حلالا حرمتموه، وإذا حللوا لكم حراما حللتموه”.

“Bukankah kalian dahulu, jika mereka mengharomkan untuk kalian yang halal maka kalian mengharomkannya, dan jika mereka menghalalkan yang harom maka kalian menghalalkannya”.

Ketika mendengar penjelasan ini maka Adi bin Hatim berkata:

“أما هذا فقد كان”.

“Adapun yang ini maka sungguh telah terjadi”. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

“فذاك اتخذاكم إياهم أربابا من دون الله”.

“Demikian itulah kalian menjadikan mereka sebagai sesembahan selain Alloh”.

Apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir terdahulu kita telah dapati di zaman ini pada kaum kafir Syi’ah, mereka menghalalkan (membolehkan) menghina Al-Qur’an, mereka menambah-nambah dan mengurang-ngurangi Al-Qur’an sesuai yang ditetapkan oleh syaikh-syaikh mereka, mereka menghalalkan nikah kontrak dengan tanpa wali, tanpa mahar dan tanpa saksi, dan masih sangat banyak kekafiran mereka semoga Alloh azab mereka seperti mengazab kaum Luth. 02 : 48 wib

Senin, 27 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Tadi malam (Senin 27 Shofar 1435) Abbas Al-Malayziy  (Malaysia) terkena tembakan sniper Syi’ah di Alu Ro’dan, peluruh masuk ke lengannya, dua malam yang lalu Syi’ah menembakan midfa’ hingga percikan dari tanah mengenai mata Mu’adz Al-Lombokiy (lombok) yang sedang menggali parit di Alu Manna’ semoga Alloh menyembuhkan keduanya dan menyembuhkan semua yang luka. 17 : 39 wib

Tadi malam (Senin 27 Shofar 1435) Abbas Al-Malayziy terkena tembakan sniper Syi’ah di Alu Ro’dan, peluruh masuk ke lengannya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka. 17 : 19 wib

Pada perang tadi malam (Senin 27 Shofar 1435) Syi’ah banyak menghujani pertahanan Alu Manna’ dengan tembakan-tembakan, dengan tembakan-tembakan itu Mukhtar Al-‘Afariy terluka pada paha dan tangannya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka. 14 : 01 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Ana di kirimi Video peledakan Masjid Markiz Kitaf dan sudah ana lihat. Semoga Allah melaknat Rafidhah dan menghinakan tokoh-tokoh yang menghalangi muslimin untuk mengkafirkan Rafidhah. 16 : 14 wib

Alangkah buruknya Muhammad Al Imam mendakwahkan ke ummat agar tidak mengkafirkan Rafidhah, padahal mereka sudah se murtad itu. 15 : 26 wib

Syaikh Adnan Adz Dzammariy kirim berita lewat “Qol’atis Sunnah”: hutsiyyun membakar  2000 (dua ribu) mushhaf di markiz Ali Abi Jubaroh sblm meledakkan masjid. 15 : 11 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:

Pada malam Senin 27 Shofar 1425 ketika masuk waktu maghrib laskar-laskar Syi’ah melepaskan tembakan mortir besar hingga menghantam matras kami, Alhamdulillah tidak ada korban, setelah Sholat isya’ mereka banyak menghujani tembakan dan melemparkan geranat ke parit kami, ketika aku masuk ke dalam parit mengecek yang di dalam parit, maka Abu Salman Al-Malaysiy dan Abu Tsabit Afif Al-Jawiy yang keduanya sedang jaga mengatakan kepadaku untuk tiarap, Alhamdulillah dari lemparan-lemparan geranat itu banyak yang tidak meledak. Pada perang tadi malam hanya seorang kawan kami yang luka ringan: 11 : 52 wib

الحمد لله على كل حال.نسأل الله لنا العافية.

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Rafidhah itu kafir walaupun di bela oleh si Mumayyi’ Murji’ Muhammad Al Imam. 11 : 37 wib

Inilah potret – potret kebanggaan Rafidhah di mana mereka menghancurkan Markiz Dakwah Ahlussunnah di Kitaf dann membuldoser rumah – rumah pelajar. Bangunan bisa didirikan lagi, barang – barang bisa dibeli lagi. Tapi kekejaman hati anjing-anjing Rafidhah dalam menghancurkan Rumah Ibadah dan tempat mempelajari Qur’an dan Sunnah benar – benar membikin umat Islam menangis.! 11 : 10 wib

Hancurnya markiz dakwah Ahlussunnah di kitaf 1Yamanhancurnya markiz dakwah Ahlussunnah di kitaf Yaman

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: juru bicara resmi Dammaj, Surur Al Wadi’iy menjelaskan pada situs “Akhbarus Sa’ah” bahwa terjadi persekongkolan sebagian pejabat dengan beberapa tokoh partai untuk menyerang Ahlussunnah di Kitaf, di mana mereka mengerahkan lebih dari Delapan Tank dan kucuran bantuan ke Hutsiyyun.10 : 39 wib

Setelah Isya’ di Dammaj lapangan tempat makan yang di luar masjid di hantam mortir. Barroqoh juga di hantami mortir. 01 : 31 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Setelah Isya’ di Dammaj lapangan tempat makan yang di luar masjid di hantam mortir. Barroqoh juga di hantami mortir. 01 : 31 wib

Ahad, 26 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله, وبعد

Pada hari ini Ahad 26 Shofar 1435, selepas subuh salah seorang syaikh Syiah Qotalahulloh berkata: “Ketika Darul Hadits di Kitaf telah jatuh di tangan Anshorulloh (ya’ni mereka Syiah) dan mereka telah menguasainya secara sempurna maka Yahya Al-Hajuriy ketakutan, langsung cepat-cepat meminta lajnah (para penengah) untuk damai dengan syarat-syarat darinya, iaitu:

1. Menyerahkan Barroqoh.

2. Menyerahkan Qosabah.

3. Menyerahkan madrosah.

4. Menyerahkan Wathon.

5. Mengeluarkan orang-orang asing dari Dammaj dan orang-orang yang bukan asli Dammaj kembali ke tempat asal mereka, yang asal Shon’a kembali ke Shon’a.

7. Menyerahkan persenjataan.

8. Tidak mengkafirkan.

9. Tidak boleh memegang senjata. Subhanalloh Yahya Al-Hajuriy mau menyerahkan ke Anshorulloh (ya’ni Syiah-Hutsiyyin), Subhanallahu dulu dia tidak mau serahkan kepada Daulah (kerajaan Yaman), sekarang dia serahkan ke Anshorulloh “.

Demikianlah kedustaan yang dibuat-buat oleh Sheikh Syiah yang sesat itu Qotalahulloh, sungguh benar perkataan para salaf tentang Syiah:

“أكذب الطوائف”.

“Paling pendustanya golongan-golongan”:

“كبرت كلمة تخرج من أفوههم, إن يقولون إلا كذبا”.

“Paling besar ucapan yang keluar dari mulut-mulut mereka, tidaklah mereka berkata melainkan dusta”.

Syarat-syarat yang mereka sebutkan itu hanyalah angan-angan dari otak-otak gila mereka, yang lebih aneh lagi adalah tidak boleh mengkafirkan, jadi walaupun mereka menambah dan mengurangkan Al-Qur’an, menginjak-injak mushhaf Al-Qur’an atau membuangnya di tempat pembuangan najis manusia, melaknat pembesar-pembesar shohabat, menuduh zina Aisyah atau meyakini bahawa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menikahi wanita yang berzina, walaupun berbuat kekafiran nyata seperti itu tetap tidak boleh dikafirkan, aneh tapi nyata.

Sekali lagi kami katakan:

“الروافض كفار”.

“Rofidhoh-rofidhoh adalah orang-orang kafir”.

Syaikh Syi’ah Qotalahulloh bercakap melalui pembesar suara, para prajuritnya terus menembak ke matras kami, begitu pula para pekerjanya mereka terus menggali parit dan membuat tikar Dammarohumulloh.

Mereka terus menembak walaupun sekali-sekali dan menjelang zuhur Hasan As-Shoumaliy terluka pada kepalanya kerana terkena tembakan mereka, beliau jaga di dekat tikar kami di pertahanan Alu Manna ‘. 22 : 57 wib

نسال الله لنا وله العافية.

Abu Abdirrahman Shiddiq Al-Bugisy mengabarkan : 

AUDIO Nasehat Sheikhuna Yahya Al Hajury untuk Ikhwah Mujahidin di Kitaf

– Pada Hari Sabtu 25 Shafar 1435 H –

>>كلمه شيخنا العلامة المجاهد ابو عبدالرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله لإخواننا ألمجاهدين في جبهه كتاف<<

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Ahad pagi pukul 07 : 54 WY di Dammaj Hutsiyyun menembakkan semacam mortir besar atau yang lainnya, menggelegar dengan dahsyat. Anjing-anjing melolong panjang. Semoga tiada ikhwah yang jadi korban. Semoga Allah mencambuk Hutsiyyun dengan cemeti Adzab. 11 : 55 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:

Setelah Sholat Ashar kemarin hari Sabtu 25 Shofar 1435 Akhuna Abul Yaman Al-Makassariy Hafizhohulloh mengabariku bahwa nanti malam yakni malam Ahad ini Syi’ah akan menyerang Dammaj, dan Panser mereka bolak balik dari Masadir ke Nuqu, pada  waktu maghrib Syi’ah sudah mulai menembak ke matras kami di pertahanan Alu Manna’, bersamaan dengan itu sebagian mereka terus menggali parit untuk bisa menembus masuk ke parit kami, yang bekerja dari mereka benar-benar dikawal dan diperkuat penjagaan, sehingga kami dan kawan-kawan tidak bisa memantau, tembakan dari pihak mereka sangat deras hingga saat ini. 08 : 58 wib

نسال الله لنا العافية.

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Sabtu menjelang zhuhur di Dammaj: hutsiyyun menembak matras penduduk Dammaj yang di dekat Nuqu’ dengan peluru-peluru besar. Sore harinya datang rombongan lajnah qobaliyyah dg banyak bantuan pangan utk Dammaj tapi ditahan dn dihalangi oleh Hutsiyyun di Khoniq. 09 : 18 wib

Sepanjang malam di Dammaj hingga subuh diwarnai banyak baku tembak dan bom. 09 : 24 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” : Akh Abu Turob Ash Shan’aniy mengabarkan bahwa Front Hasyid meluas mencapai 30 kilo meter dari Khaiwan sampai Haiwah. Dan Pasukan Qobilah (suku) berdatangan untuk menggempur Hutsiyyun. 08 : 38 wib

Sheikh Yahya bin Ali Al Hajury
Pelajaran ke 17

شرح مقدمة الامام في صحيحه

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan: Akh Abu Dujanah Abdurroqib Hajjaj di Kitaf mengumumkan: “Para ikhwah berpindah ke gunung Ummu Riyah, dan telah selesai pembentukan formasi yang bentuknya bagus. Kami berperang untuk membela aqidah, bukan membela markiz Ali Abi Jubaroh. Maka kami mengharapkan agar para ikhwah terus menyemangati muslimin untuk berjuang, karena kita itu menang. Telah terbunuh dari rofidhoh malam tadi sebanyak 300 (tigaratus) orang.” 00:02 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Akh Abu Thohir menyebutkan bahwa siang tadi Al Imam Al Mujahid Al ‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy berceramah dengan kuat di Dammaj dan disiarkan di Kitaf, di gunung Ummi Riyah dengan pengeras suara ke berbagai penjuru, didengar oleh para masyayikh, pelajar, dan seluruh pasukan tempur Hilfun Nushroh. Mereka semua kokoh dalam jihad ini dan telah saling berbai’at untuk mati dalam bertahan sampai datangnya bala bantuan. 00:02 wib

Ratusan orang dari pasukan qobilah Arhab telah tiba dan mengumumkan perang terhadap Hutsiyyun. 00:13 wib

Sabtu, 25 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan: Akh Hamzah Al Hudaidiy dan lain-lain mengabarkan bahwa di Malam Sabtu: Hutsiyyun menyerang markiz Wailah dengan  amat dahsyat, gabungan dari pasukan mereka dan pasukan Abdulloh Ar Rozamiy ar rofidhiy, didukung dengan sekitar 7 tank para pengkhianat. Para ikhwah melihat bahwa posisi markiz yang di tengah lembah tidak memungkinkan untuk dipertahankan sshingga harus mundur untuk menyusun strategi baru. 23:39 wib

Syaikh Jamil Ash Shilwiy bersikeras untuk mempertahankan markiz sampai mati, tapi terus dibujuk ikhwah untuk mundur dan mengatur siasat yang lebih kuat. Akhirnya beliau beserta syaikh Muhammad Ba Jammal mundur ke gunungUmmi Riyah. Yang meninggal dari ikhwah sebanyak 4(empat), yang dari rofidhoh amat banyak (sebagaimana akan dijelaskan). 23 : 39 wib

Akhirnya dalam pertempuran yang tidak imbang itu Hutsiyyun menguasai markiz dan mereka dengan bangga dan pongah menyalakan kembang api. Di Dammaj dengan pengeras suara Hutsiy mengumumkan kemenangan mereka terhadap markiz Wailah. Mereka lupa bahwa jatuhnya 1 (satu) rumah atau 1(satu) masjid tidak menunjukkan jatuhnya front Kitaf. 23 : 47 wib
Mereka lupa bahwa ikhwah mundur dengan formasi teratur dan rapi dan hanya kehilangan 4(empat) anggota, sementara dari rofidhoh mati 300 orang dalam pertempuran tadi. 23 : 49 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Setelah sholat ashar Syi’ah terus menembaki matras kami, sebagian mereka kerja menggali khondaq untuk tembus ke pertahanan Alu Manna’, hingga terjadi baku tembak, salah seorang kawan kami Tsabit Al-Khazistaniy terkena tembak pada lengannya hingga tembus, tiga malam yang lalu beliau terkena bom api hingga terbakar pakaian luar di punggungnya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan seluruh yang terluka. 21: 40 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : 

بسم الله الرحمن الرحيم، أحمده، وأستعينه، وأستغفره، وبعد:

Tadi malam (Sabtu 25 Shofar 1435) setelah isya’ syaikh Syi’ah berceramah lagi, dia berkata bahwa markaz Darul Hadits di Kitaf telah mereka (kaum Syi’ah) kuasai, dan beberapa gunung telah mereka kuasai pula, mereka mendapatkan rampasan yang banyak dan yang paling besarnya adalah roket, banyak dari Wahhabiyyin Takfiriyyin terbunuh dan banyak pula yang tertawan dan yang menyerahkan diri”.

Dengan kabar itu membuat kaum Syi’ah semakin bersemangat untuk masuk ke pertahanan Alu Manna’, matras dan parit kami terus mereka hujani dengan tembakan, hari demi hari bertambah yang terluka.

Kita katakan: Beginilah perang, sungguh benar apa yang dikatakan oleh Hiroql pembesar Rum kepada Abu Sufyan bahwa begitulah perang, terkadang kaum muslimin kalah dan terkadang kaum musyrikin kalah, begitu pula perang di zaman ini, kaum Syi’ah berhasil menguasai Masadir Dammaj, dan kawan-kawanku yang terbunuh di sana sekitar 30 orang lebih hingga saat ini jenazah mereka belum diambil, walaupun demikian, namun harapan kami hanya “ihdal husnayain” (ada dua pilihan ; meraih kemenangan atau mati syahid).

Jika kami mati Insya Alloh syahid:

“من قتل دون دينه فهو شهيد، من قتل دون ماله فهو شهيد”.

“Barang siapa yang terbunuh karena (membela) agamanya maka dia adalah syahid, barang siapa terbunuh karena (mempertahankan) hartanya maka dia adalah syahid”.

Keberadaan kami di Dammaj adalah untuk menuntut ilmu, siapa yang memerangi kami maka kami berkewajiban untuk membela diri, sebagaimana para shohabat dahulu, mereka datang menuntut ilmu di sisi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam kemudian mereka disakiti, dizholimi dan diperangi, yang pada akhirnya merekapun membela diri, tidaklah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya hidup setelah hijroh ke Madinah melainkan kehidupan mereka diisi dengan ilmu dan jihad di jalan Alloh:

“طلب العلم بلا جهاد كالقوم بلا سيد”.

“Menuntut ilmu dengan tanpa jihad bagaikan suatu kaum tanpa sayyid”.

Tidak kita dapati orang kafir yang lebih zholim dari pada Syi’ah, bagaimanapun dahsyatnya pertempuran namun Palang Merah bebas keluar masuk mengantar dan membawa para korban, adapun Syi’ah maka sungguh mereka telah melarang dan mencegah palang merah untuk masuk ke Dammaj, hingga para korban luka-luka ada yang mati karena kekurangan alat medis dan obat-obatan, Ya Alloh ampunilah kami, tolonglah kami dan saudara-sauara kami yang berjihad di jalan-Mu, ya Alloh sembuhkanlah kami dan saudara-saudara kami yang luka, ya Alloh rohmatilah kami. 13 : 29 wib

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه أستعين، وبعد:

Syi’ah memang berpenyakit anjing gila, ketika sudah terdengar azan shubuh pada hari ini Sabtu 25 Shofar 1435 saya melihat dua kawanku cepat-cepat keluar dari parit, sayapun bergegas masuk ke dalam parit, teryata Syi’ah mau maju ke parit kami, mungkin ketika mereka mendengar gerakan kaki dua kawanku ketika keluar meninggalkn parit, ketika mereka mendengar langkah kakiku masuk ke dalam parit, langsung seorang dari mereka melemparkan geranat ke arahku sambil berteriak:

“يا تكفيري الملعون”.

“Wahai takfiriy yang terla’nat”.

Setelah itu mereka terus melempar geranat hingga enam kali lemparan, Alhamdulillah tidak memudhorotkanku melainkan hanya gangguan saja. 10 : 54 wib

اللهم اغفرلي وارحمني، وانصرني على القوم الظالمين.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Akh Abu Mu’adz Hamud Al Ashbuhiy, musyrif “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwa saat pertempuran paling sengit di Kitaf, dan paling dahsyat dibandingkan dengan sejak awal perang sampai sekarang. Hutsiyyun mengerahkan seluruh kemampuannya dan didukung oleh prajurit-prajurit Iran. Mohon doa kaum Muslimin untuk mengalahkan anjing-anjing setan tersebut. 10 : 44 wib

Akh Salim Malayziy menelpon ana  dari Kitaf dan bercerita bahwa beliau ada di dekat Darul Hadits Wailah. Dua hari beliau kesulitan makan karena markiz dan dapur ditembaki terus sehingga ikhwah tak bisa masak. Bahkan saat pergi ke tempat yang jauh untuk buang air kecil, beliau di kejar-kejar oleh tembakan-tembakan Hutsiy sehingga terpaksa berlindung di bebatuan besar selama sekitar 2 jam. Jihad memang ujian yang keras, dan Allah menjaga para wali-Nya dan menyediakan untuk mereka pahala yang besar. 10 : 36 wib

Oh iya sebelum Maghrib kemarin Akh Muhammad bin Sa’id Al Lahjiy mengabari ana  bahwa pada malam Jum’at Hutsiy menyusup mendekati suatu dinding di jalur pertahanan Lahj, lalu memasang ranjau lalu meledakkannya. Alhamdulillah tiada korban, ikhwah sedang makan malam. Beliau cerita bahwa ikhwah kecapekan jaga dan sebagiannya sedang mengobati luka-luka. Hasbunallohuwani’malwakil. InsyaAlloh benteng Islam dan Sunnah Dammaj akan dipertahankan sampai Akhir Nafas. 10 : 30 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pada malam ini Syi’ah banyak menembak dan melemparkan geranat ke pertahanan Alu Manna’ hingga terluka Abu Shobri Al-Baidhoniy semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua ikhwah yang luka. 00 : 24 wib

Jum’at, 24 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Juga mengabarkan bahwa di perbatasan Sufyan-Khoiwan sebanyak 70 (tujuh puluh) Hutsiyyun mati. Dan Qobilah-Qobilah (suku-suku) Ahlussunnah maju ke wilayah “Dzu Syaikh As Sufyaniyyah.”. Dan mengabarkan bahwa dalam perang malam kemarin di Hasyid : 70 (tujuh puluh) Hutsiy mati, 30 (tiga puluh) mayat di antaranya sudah ada di Rumah Sakit Huts. 28 (dua puluh delapan) dari Hutsiy tertawan. 5 dari Qobilah (suku) Hasyid meninggal, 7 (tujuh) luka-luka. 23 : 28 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Tekanan dahsyat dari Hutsiyyun terhadap Markiz Wailah dan bagian tengah, beberapa ikhwah jadi korban, tapi berhasil memberikan perlawanan dahsyat dan ratusan Hutsiyyun mati. Seluruh posisi selamat. 22 : 56 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: dari Abu Zakariya Yahya bin Qo’id di Kitaf bercerita: Telah terjadi pengkhianatan besar di front Kitaf, tapi Allah menyayangi kita dan membongkar sejumlah besar mata-mata. Lalu sebagian lari, dan sebagian ditangkap ikhwah. Lalu datang bantuan dukungan untuk sayap kanan dan memperkuat gempuran terhadap Hutsiyun setelah shalat Jum’at. 22 : 47 wib

Menit ini tadi Akh Abdul Kholiq At Ta’ziy dari Kitaf menelpon ana tanya kabar Dammaj, dan minta agar kita banyak-banyak berdo’a untuk ikhwah di Kitaf. Ya Allah tolonglah kami dan para ikhwah yang mengorbankan jiwa, raga dan harta mereka untuk menolong agama-Mu dan para hamba-Mu. 18 : 50 wib

Jum’at ini, hari ke 80 (delapan puluh) pengepungan. Total yang meninggal adalah 192 (seratus sembilan puluh dua) orang, yang luka 565 (lima ratus enam puluh lima) orang. Tadi malam seorang Akh Shomaliy meninggal karena luka-luka nya yang lalu, dan Akh Abu Bilal Al ‘Utmiy luka parah karena mortir. Siang tadi setelah Shalat Jum’at, ada mortir jatuh di dekat rumah Syaikh Ahmad Al Wushobiy, 2 orang luka. 18 : 47 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, أما وبعد:

Dari Pagi hingga masuk waktu Jum’at hari ini 24 Shofar 1435 kaum Syi’ah terus melepaskan tembakan, mulai dari sniper, tembakan dengan AK, lemparan geranat hingga meriam dan mortir, sebagaimana biasanya setiap hari jum’at mereka menargetkan untuk meruntuhkan masjid As-Sunnah Dammaj, dari sebelumnya sudah berkali-kali tank mereka menembak ke masjid, begitu pula tembakan mortir.

Mereka sama sekali tidak ada pengagungan terhadap masjid Alloh dan Syi’ar-Ayi’ar Allah, itu menunjukan kalau mereka memang tidak memiliki ketaqwaan sedikitpun:

“ومن يعظم شعائر الله فإنها من تقوى القلوب”.

“Barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Alloh maka sesungguhnya dia termasuk ketaqwaannya hati”. 16 : 22 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Juga mengabarkan dari Akh Iyyadh Al Hasyidiy (Hasyid) bahwa Akh Mahmud Al Barbahiy At Ta’ziy bahwa beliau dalam suatu pertempuran di Kitaf kehabisan amunisi. Ternyata Hutsiy melambung ke belakang mereka. Tiba-tiba saja ada Hutsiy sudah di belakang Mahmud dan menodongkan senjatanya dan menuntutnya untuk menyerah. Ternyata Akh Syauqiy Al Hadhromiy datang dari berseru: “Ya Mahmud!” Dan Syauqiy tidak tahu adanya Hutsiy. Maka si Hutsiy menoleh ke arah Syauqiy. Maka dengan cepat Mahmud mencabut belatinya dan menusuk dada si Hutsiy hingga jatuh, lalu Syauqiy menyempurnakan dengan satu tembakan ke Hutsiy itu. 18 : 19 wib lalu datang lagi Hutsiy yang lain dan berusaha menangkap Akh Mahmud, maka Akh Mahmud balik memegangnya, lalu keduanya jatuh dari tempat agak tinggi dalam keadaan keduanya masih berpegangan. Lalu kepala si Hutsiy terantuk batu dan mati, alhamdulillah. 18 : 35 wib

Juga mengabarkan dari Akh ‘Athir Al ‘Absiy di Kitaf bahwa Hutsiyyun menyerang pasukan sayap kiri Ikhwah (saudara-saudara) di hari Jum’at tadi, lalu hutsiyyun terpukul mundur dengan angka kematian yang besar dari mereka. 17 : 53 wib

“Qol’atis Sunnah” menyebutkan dari Akh Salim Mas’ud bahwa Hutsiy di Kitaf terus mundur dan mulai lari. Alhamdulillah 17 : 50 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” dan “Basyairun Nashr”: beberapa hari yang lalu seorang Amir (pemimpin) Jihad (perang0 Salafiyyin yang pintar di Kitaf meninggal. Beliau adalah Abu Faruq Arif Al Mazid Al Baidhoniy Rahimahullah, Ahli baca Al-Qur’an, Imam dan Khathib di Masjid Wailah. Semoga Alloh menjadikannya syahid. 14 : 04 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah” bahwa akh Hisyam Al Miswariy mengabarkan bahwa seorang salafiy yang bekerja di barak militer “Al ‘Inaban” di Kitaf bersumpah dengan nama Alloh bahwa dia menghitung sendiri ada sebanyak 20 mobil hutsiy lewat dengan penuh mayat dalam 2 hari terakhir. 3:09 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد:

Pada malam ini Syaikh Syi’ah berpidato lagi dengan menggunakan pengeras suara, 30 menit sebelum dia berpidato, para laskar Syi’ah menembakan meriam ke matras kami hingga debu berterbangan di dalam ruang peristrahatan kami.

Syaikh sesat itu berkata: “Bahwasanya mereka (kaum Syi’ah yang menamakan diri dengan Ansorulloh) telah berhasil menawan takfiriyyin (ya’ni mujahidin Ahlissunnah di Kitaf) dan memperoleh rampasan perang mereka”.

Adapun penamaan kepada kami sebagai takfiriyyun (orang-orang yang mengkafirkan) maka benar kita katakan dengan terang-terangan bahwa mereka adalah kafir, dan Alhamdulillah telah kami jelaskan kekafiran nyata mereka di dalam tulisan kami yang berjudul:

الئك هم الكفرة الفجرة“.

“Mereka itu adalah orang-orang kafir yang jahat”.

Dengan tipuan dan pemutar balikan fakta dari syaikh yang sesat itu maka laskar mereka yang menamakan diri dengan Ansorulloh terus bersemangat maju, hingga jarak antara matras mereka dengan matras kawan kami asal Abyan hanya dua meter, dan mereka juga terus mendekat ke matras kami, dari matras itulah mereka terus melemparkan geranat dan bom-bom rakitan ke kami, pada malam kamis tadi malam mereka melemparkan geranat ke salah seorang kawan asal Khazistan, geranatnya mengenai kepala beliau, Alhamdulillah tidak meledak. 01:22 wib

    الله المستعان  .

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan :Kabar dari “Qol’atis Sunnah”: hutsiyyun mengepung dan menembaki ikhwah di beberapa rumah di Kitaf. Syaikh Ali Al Bannai’iy terluka. Lalu datang bala bantuan dan mereka semua Alloh selamatkan, dan syaikh Ali sudah  ditangani dokter. Alhamdulillah.1:17 wib

Malam Jum’at ba’dal isya’ rofidhoh menembakkan mortir ke sekitar markiz Dammaj, tiada korban, alhamdulillah. Malam ini mereka membunyikan musik keras sekali sambil menembak-nembak.  01:06 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Sekarang adalah malam Jum’at yang merupakan malam yang telah diyakini oleh kaum Syi’ah sebagai malam istimewa untuk melakukan penyerangan, setelah maghrib hingga saat ini sudah banyak mereka melemparkan geranat dan juga sudah berkali-kali menembakan mortir ke pertahanan Alu Manna’, semoga malam ini adalah malam kebinasaan dan kehancuran mereka:  اللهم انصرنا على الشيعة، اللهم انصرنا عليهم، اللهم مزقهم كل ممزق، الله اقتلهم
23:42 wib

Kamis, 23 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pada hari ini 23 Shofar 1435 telah terluka Uwais Al-Maidaniy di Alu Manna’ disebabkan ledakan bom, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka. 17 : 30 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan : Dari “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah”: di Kitaf hutsiy terbunuh banyak sekali dan terpukul mundur. Tidak benar bahwa markiz Darul Hadits Syaikh Jamil terkepung. Kondisi bagus sekali. 19 : 22 wib

Kabar dari akh Ammar Al Lahjiy: Baru saja Akh Abu Bilal Al Abyaniy meninggal setelah sekitar 10 hari terbaring dengan usus rusak kena mortir Hutsiyyun. Alat-alat perawatan sungguh tidak memadai. Akh Abu Ya’qub, Abdul Fattah Al Hudaidiy (ipar syaikh Kamal Al ‘Adaniy) mengabari bahwa setiap kali palang merah mau masuk ke Dammaj di halang-halangi oleh Faris Manna.’ 18 : 23 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: di ‘Ushoimat Hasyid pertempuran masih terus berlangsung. Di Wadi Dannan sekelompok Hutsiyyun bersiap-siap menyerang posisi pasukan Hilfun Nushroh. Datanglah mortir menghantam tepat di tengah-tengah kumpulan Hutsiyyin tadi sehingga mereka gagal menyerang, dan pulang membawa korban mati dan luka sebanyak 2 mobil. Alhamdulillah. 18 : 08 wib

Akh Uwais Al Indonesiy juga terluka kena ledakan granat di Alu Manna’. Syafahulloh. 18 : 04 wib

Akh Abu Ya’qub Abdul Fattah Al Hudaidiy mengabari bahwaAakh Muhammad ‘Aun Adh Dholi’iy tertembak kepalanya di Alu Manna’ sekitar setengah jam yang lalu. Semoga Alloh menyembuhkannya. 17 : 46 wib

Diberitakan bahwa tadi malam Hutsiy tertembak mati 10 (sepuluh) orang dan 2 orang luka, dan matras mereka terhantam granat di Muqoddimah Wathon. Ini berita di “Basyairun Nashr”. 17 : 41 wib

Malam Kamis di Dammaj: Hutsiyyun berulang kali melempari matras pelajar Lahj dengan granat-granat, dan berkali-kali menembaki dengan senjata-senjata sniper. Terkadang panser mereka menembaki dengan suara menggelegar menjadikan dinding-dinding terkupas dan tanah liatnya berhamburan menghantam kepala. Alhamdulillah tiada yang cedera. 08 : 31 wib

Abu Zayd Syua’eb bin Ishaq Al Malaisy mengabarkan : Hari ini terbunuh 10 (sepuluh) dan ditawan 12 (dua belas) orang Hutsy di Khaiwan Hasyid di A’mran. Dari Anak Qabilah (suku) di bawah pimpinan Husseinn Ahmar 5 orang terbunuh dalam pertempuran sengit di sana.Nasalullah ayyanshur ikhwanana fi kulli jabahaat. 03 : 36 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله رب العالمين، أما بعد:

Para penuntut ilmu adalah orang-orang yang paling bersemangat dalam berjihad di jalan Alloh, para shohabat giat menuntut ilmu di sisi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersamaan dengan itu mereka menerapkan langsung ilmu mereka dengan berjihad di jalan Alloh, mereka dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka telah menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat:

“فليقاتل في سبيل الله الذين يشرون الحياة الدنيا بالآخرة ومن يقاتل في سبيل الله فيقتل أو يغلب فسوف نؤتيه أجرا عظيما”.

“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Alloh. Barangsiapa yang berperang di jalan Alloh, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”.

Maka tidak heran kalau ulama dan thullab (para penuntut ilmu) di Yaman bersemangat berjihad.

Waktu zhuhur tadi Al-Akh Juma’iy Hafizhohulloh menembaki laskar Syi’ah, lalu beliau terkena percikan sniper pada kepalanya yang ditembakan oleh laskar Syi’ah, dan luka itu tidak membuat beliau melemah, masya Alloh beliau termasuk orang yang dituakan, yang beliau adalah salah seorang komandan di matras Syuhuda’ bukit Barroqoh, ketika pertahanan Alu Manna’ menjadi target serangan maka beberapa pekan yang lalu beliau pindah jaga ke tempat kami di Alu Manna’, beliau sudah banyak terluka baik luka besar ataupun luka kecil, namun masya Alloh beliau terus bersemangat mencari syahadah.

Begitu pula kawan-kawan yang luka belum sembuh luka mereka langsung mereka kembali ke Alu Manna’ untuk jaga.

Dan tadi Abu Aisyah asal Rusia sudah sepakat dengan kami untuk terus memperbaiki matras pada hari ini, namun ketika beliau ke matras kawan-kawan asal Soumalia untuk membantu mereka, tiba-tiba beliau terkena percikan mortir dan beliau terluka pada kepalanya, tiga hari yang lalu beliau terkena percikan geranat pada pipinya, namun seakan-akan beliau tidak terluka karena dianggap ringan, tapi pada hari ini beliau terpaksa dibawa ke klinik, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan seluruh yang terluka, dan  semoga Alloh menguatkan, mengokohkan serta menolong kami semua. 00 : 45 wib

Rabu, 22 Shafar 1435 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

الحمد لله رب العالمين، أما بعد بسم الله الرحمن الرحيم. 

Pada hari Rabu 22 Shofar 1435 ini salah seorang syaikh Syi’ah mulai lagi berorator, dia meminta kaum muslimin Dammaj untuk menyerahkan diri sebagaimana beberapa orang mujahidin di Kitaf telah menyerahkan diri setelah mereka kepung di suatu gunung.
Setelah itu dia berkata: “Siapa yang akan menolong kalian?, di Kitaf mereka kalah, dari mana kalian akan mendapatkan pertolongan?”.
Perkataan ini menunjukan kalau orang yang mengatakan itu adalah orang kafir yang tidak memiliki agama yang benar, kalaulah dia orang muslim yang rajin sholat tentu akan mengetahui kandungan perkataan Alloh:

“إياك نعبد وإياك نستعين”.

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan”.
Jika seseorang mengucapkan ini dan memahami kandungan ma’nanya maka dia akan bertambah yaqin bahwasanya Alloh yang akan menolongnya.
Ikrar dan doa kami kepada Alloh sebagaimana pada akhir surat Al-Baqoroh:

“أنت مولنا فانصرنا على القوم الكفرين”.

“Engkau adalah wali Kami maka tolonglah kami atas kaum yang kafir”.
Kita katakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan Abu Bakr Ash-Shiddiq dalam kepungan di dalam gua masih Alloh selamatkan dan Alloh tolong, padahal secara akal tidak mungkin selamat dan ketika itu Ash-Shiddiq sudah bersedih, namun Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menguatkannya dengan perkataan:

“لا تحزن إن الله معنا”.

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Alloh bersama kita”.
Keadaan kami sekarang sedang di kepung, dan kami yaqin dengan keyaqinan yang sepenuhnya bahwa Alloh bersama kami, ilmu dan kemampuan-Nya menyertai kami, sangat mudah bagi Alloh untuk menolong kami dengan cara yang Dia kehendaki, dan kami yaqini bahwa pengakhiran datangnya pertolongan itu memiliki hikmah yang indah, dan kalaupun pertolongan itu datang secara tiba-tiba maka semua itu adalah kebaikan bagi kami, apapun yang kami dan saudara-saudari kami rasakan selama perang ini baik berupa kematian, luka-luka hingga ada yang terpotong kedua tangannya, terpotong kakinya, terputus tangan dan jari-jarinya atau mendapatkan luka yang lebih dari itu maka semua itu adalah kebaikan bagi siapa yang bersabar:

“عجبا لأمر المؤمن، إن أمره كله خير….”.

“Menakjubkan terhadap perkara seorang mu’min, sesungguhnya perkaranya itu semuanya adalah baik…”. 23 : 15 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan :“Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwa hutsiyyun berusaha membuka lubang dari belakang qobilah-qobilah di Khoiwan, lalu terjadi perang, 66 hutsiy mati, 4 dari qobilah meninggal. 22:35 wib
Juga memberitakan bahwa pasukan Alu Hursyan dari qobilah-qobilah  Sufyan menyerang hutsiyyun di wilayah mereka : Huts. Tujuh dari hutsiy mati, satu dari Alu Hursyan meninggal.22: 26 wib

IMG-20131225-WA0003

“Basyairun Nashr” mengirimkan garis besar peta gerak maju pasukan Hilfun Nushroh yang membebaskan Dammaj dari agresi hutsiyyiin. Pasukan Hasyid dari selatan, pasukan Harodh dari barat, dan pasukan Kitaf dari timur. “Qol’atis Sunnah” memberitakan bahwa syiar pasukan Kitaf: “Ihdal Husnayain, An Nashr Awisy Syahadah” (salah satu dari dua yang terbaik: kemenangan atau mati syahid).20:49 wib

Di Dammaj: beberapa pengawas  melihat moncong meriam hutsiy di atas gunung Ahrosy mengarah ke masjid markiz. Karung- karung pasir semakin bertumpuk di berbagai tempat, juga di pipa-pipa fasilitas air.
Drum-drum tandom air yang bocor-bocor kena tembak dikumpulkan dan diisi pasir untuk memperkokoh pertahanan masjid karena karung-karung telah habis.
Karena rofidhoh sering menembakkan mortir, penggalian pasir di luar dihentikan, dan terpaksa pelajar membongkar tegel dan menggali sebagian lantai masjid atas dan mengeruk pasir yang ada di bawahnya. 21:06  wib

Abu Iyyadh Sa’id Al Limbory mengabarkan : Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada seorang Hutsiy Syi’ah bertaubat dan pergi menuju kekitaf kemudian menceritakan kedaaan-keadaan mereka Hutsiy syi’ah yang ada di dammaj bahwa jumlah mereka kaum syi’ah yang terbunuh disana ( di dammaj ) 1300 (seribu tiga ratus) orang dan kami melihat bangkai-bangkai mereka sudah tidak berkepala, dan ada sebagian mereka menghilang tidak tau kemana. 

Kami Bertanya : Yang memotong kepala-kepalanya Syiah siapa Akhy?

Alhamdulillah, ini semua karena berkah pertolongan allah ta’ala kepada kita ahlussunnah dan do’anya orang-orang shaleh . Dan adapun ikhwan kita sekarang yang terbunuh di jalan allah 180 (seratus delapan puluh) orang atau lebih dan yang luka-luka 500 (lima ratus) orang atau lebih. Semoga Allah mengangkat mereka orang-oran yang syahid kepada derajat yang tinggi bersama para nabi, orang-orang jujur, syuhada’ (mati Syahid) dan Shalihin.  dan Semoga allah mempercepat kesembuhan orang-orang yang luka, memberikan kembali kekuatan mereka serta kesehatan yang sebagaimana biasanya .

Wallahu a’lam tidak di ketahui siapa yang memotongnya. Memang sangat banyakan keajaiban-keajaiban dan tidak di ketahui siapa pelaku yang melakukan hal tersebut. karena beberapa minggu yang lalu ketika para Hutsiy Syi’ah menyerang Alu Manna’ matras (pos) mereka hancur dan rubuh tertimbun dengan tanah kemudia waktu itu ada ikhwan indonesia mengatakan kepada kami bahwa matras (posnya) mereka hutsi telah hancur di tembakin dengan senjata basoka sama ikhwan-ikhwan kita, setelah ana mendengar ucapan itu ana langsung pergi dan melihatnya bersama temanya ana yaitu Abu Tsabit Muhammad ‘Afif ternyata benar matrasnya mereka hancur dan tertimbun tanah. setelah itu para ikhwan menanyakan siapa gerangan yang menembakin matrasnya hutsi itu , sementara yang memegang senjata basoka adalah orang-orang somaliyyun (Somalia), setelah di tanyai kejadian itu bahwa mereka tidak menembakin matrasnya Hutsiyyun. Dan kami waktu itu mengatakan bahwan ini adalah keajaiban dari allah ta’ala dan pertolonganya bersama kita . 

Dan pernah juga terjadi ke ajaiban di Gunung Baroqoh” ikhwan kita ketika meluncurkan hawon (mortir) ke tempatnya Hutsiy Syi’ah dan waktu itu hawon nya tinggal sedikit dan menyuru ikhwan agar turun kemarkiz untuk mengambil hawon” ternyata tidak lama kemudian ikhwan itu datang tidak di ketahui dari arah mana ia datangnya dan memberikan hawon kepada ikhwan tadi, lalu ikhwan itu mengatakan cepat sekali datangnya” setelah beberapa waktu kemudian ikhwan-ikhwan yang ia suruh pada berdatangan dan membawa hawon, ia mengatakan bukankah kalian tadi sudah datang dan memberikan aku hawon. ikhwan-ikhwan itu menjawab” tidak”, kami ini barusan datang. dan terheran-heran bahwa yang membawa bantuan itu adalah malaikat yang menjelma sebagai manusia. Subhanallah. 19 : 23 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Siang ini laskar Syi’ah melepaskan tembakan mortir ke matras kawan-kawan asal Soumalia di pertahanan Alu Manna’, dengan tembakan itu terbunuh salah seorang kawan asal Soumalia dan dua kawan luka asal Rusia dan Soumalia. Semoga Allah merohmatinya dan menyembuhkan yang luka-luka, semoga Alloh menolong kami dan menyelamatkan kami dari kejahatan para penjahat. 17 : 40 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan :  Kabar dari “Basyairun Nashr”: Hutsiyyun membunuh sebagian Wisathoh (Penengah/Pendamai) yang menyepakati agar mereka keluar dari Khaiwan. 18 : 36 wib

Di “Qol’atis Sunnah” dikabarkan bahwa hari Ini Akh Ali Ash Shomaliy (Somalia) Al Brithoniy (United Kingdom) terbunuh di Dammaj (di Alu Manna’  karena Mortir) dalam usia 15 tahun. Rohimahulloh. Kasihan dia, sudah tujuh tahun di Dammaj bersama keluarganya. Sudah hapal Qur’an dan sebagian sunnah. Dua pelajar yang lain luka-luka. Semoga Allah menyembuhkan keduanya. 18 : 19 wib

Di Dammaj: Akh Ammar Al Lahjiy mengabari bahwa seorang pelajar Shomaliy (Somalia) di Alu Manna’ meninggal karena terkena mortir. 18 : 15 wib

Barusan di dars (pelajaran) zhuhur Sheikh Yahya mengumumkan bahwa Hutsiyyun di Khaiwan menggugurkan perjanjian dan menyerang ikhwah. 5 (lima) ikhwah meninggal. Maka pasukan Qobilah (suku) induk Hasyid dan Ahlussunnah menggempur Hutsiyyun hingga sekitar 50  (lima puluh) Hutsiy mampus. 18 : 12 wib

Di “Basyairun Nashr” kabar dari akh Abu Zakariya Yahya Al Anisiy bahwa Hutsiyyun di Khaiwan melanggar perjanjian. 18 : 09 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Laskar Syi’ah terus berupaya untuk masuk ke pertahanan Alu Manna’, tadi malam mereka terus maju hingga jarak matras mereka dengan matras kawan-kawan asal Abyan hanya dua meter, pagi tadi semakin nampak matras mereka yang tersusun dari karung-karung berwarna coklat, semoga Alloh menjaga kami dan semoga Alloh hancurkan mereka dengan sebab tangan-tangan kami. 15 : 33 wib

اللهم عليك بالشيعة، اللهم انصرنا عليهم، اللهم اقتلهم، اللهم مزقهم كل ممزق.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan : Tadi di tengah perjalanan ketemu banyak pelajar yg tengah mencari kayu bakar untuk keluarganya. Sungguh memelas melihat susah payah mereka. Ya Allah, Ringankanlah beban para hamba-Mu itu. Mereka datang jauh-jauh meninggalkan hiruk pikuk dunia dann bersabar untuk hidup sederhana. Ternyata masih di kejar-kejar dan di blokir hingga kehabisan bahan bakar minyak dan gas, sehingga terpaksa mengais-ngais kayu bakar untuk bertahan hidup sambil menundukkan badan agar tidak tersambar peluru-peluru Syi’ah Rafidhah. Hari ini tembakan-tembakan sniper mereka cukup ramai. 16 : 06 wib

Hari Rabu sebelum zhuhur, Aku ketemu teman dari Yaman, pelajar baru yang tak punya banyak harta untuk beli kitab-kitab, dia sedang berjemur di atas kursi rodanya, di tempat yang diharapkan agak aman dari tembakan dan sebagainya. Telapak kaki kanannya putus dalam upaya menahan serangan durjana Rafidhah. Masih diperban. Sungguh mengharukan. Ya Allah Sayangilah dia. 16 : 00 wib

Rabu, 22 Shofar 1435 H, hari ke-78 pengepungan. Tadi malam di Dammaj Rafidhah menembaki markiz dan sekitarnya. Satu pelajar luka. Pagi ini masih seperti biasa: tembakan-tembakan dari Rofidhoh menghiasi udara Dammaj.13 : 25 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Perang masih berlangsung sengit dengan senjata-senjata berat di ‘Ushoimat, Hasyid. 12 : 56 wib

Berita dari “Basyairun Nashr” dari Sheikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf bahwa Rafidhah menghujani “Darul Hadits Wailah” dengan berbagai bom tapi Allah bikin meleset. 12 : 47 wib

Juga mengabarkan bahwa di sebuah pos pertahanan, ikhwah melihat 3 orang Hutsiy tergeletak jadi mayat padahal tiada seorangpun dari ikhwah yang menembak mereka. Alhamdulillah. 12 : 19 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Sekumpulan ikhwah (saudara-saudara) di Harodh lebih dari 20 (dua puluh) orang, dihantam mortir dekat sekali dengan mereka, ternyata tidak meledak, cuma pasir yang berhamburan. Alhamdulillah, Juga mengabarkan bahwa saat maghrib kemarin seluruh Hutsiyyun terusir keluar dari Khoiwan secara total, dan para mujahidun memasang kemah pengawasan di seluruh kawasan Khoiwan. Alhamdulillah. 12 : 18 wib

Di Dammaj: Rafidhah di Nuqu’ main kembang api ribut sekali untuk menyamarkan suara mesin keruk yang sedang kerja meratakan jalan tank di Gunung Ahrosy. Para mujahidun tidak tertipu dann langsung menghantamkan mortir ke mobil keruk tadi. 11 : 40 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

Malam Selasa 21 Shofar 1435 hujan tembakan mulai deras, banyaknya tembakan Syi’ah membuat udara dingin, seakan-akan di musim panas, kaum muslimin Dammaj tidak bisa keluar bebas, yang luka dalam bertambah sesak ketika bernapas, yang luka luar kulitnya terkelupas, adapun yang sudah mati ingin kembali hidup karena belum merasa puas, yang masih hidup akan bahagia atau mendapat ujian yang lebih keras, Kaum muslimin Dammaj banyak yang sudah kehabisan tepung dan beras, keadaan di Alu Manna’ bertambah tegang karena tembakan bertambah ganas, sejak kaum Syi’ah mampu melukai kawan-kawan dan melukai anas, kini mereka terus berusaha untuk masuk ke Alu Manna’ supaya menguasai matras-matras,mempertahankan Alu Manna’ memang membutuhkan perjuangan dan usaha keras.

 Pengeras suara syaikh Syi’ah mulai terdengar, kaum Syi’ah memang kafir dan suka berbuat mungkar, mereka memiliki persenjataan lengkap dan memiliki banyak laskar, laskar mereka tiarap sambil maju seakan-akan ular, pada malam hari mereka bergerak seakan-akan kelelawar, teruslah maju biar dicakar.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Dari “Qol’atis Sunnah” lagi: medan laga Kitaf bergemuruh dengan takbir begitu Tank Hutsiy meledak. Ikhwah maju sejauh satu kilometer dan menguasai Gunung Ba’ir Barik, Qohrol ‘Alam, dan Qohrol Hamro, dan membunuh sekian Hutsiyyin dan menawan 5 lagi dari mereka. Alhamdulillah. 00 : 30 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: Sekelompok Hutsiyyun sedang menikmati ganja di belakang Qoflah ‘Udzar, lalu jatuhlah bom menimpa mereka, 2 Sayyid (Tuan/Tokoh) da n beberapa anak buahnya mati, beberapa luka.Malam ini di Kitaf ikhwah menembak Tank Hutsiyyun dengan meriam hingga terbakar menyala-nyala. Berita dari “Qol’atis Sunnah.” 00 : 17 wib

Selasa, 21 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Mengabarkan : Tank Syi’ah pada hari ini telah menaiki gunung Ahros, gunung tersebut berhadapan langsung dengan depan masjid As-Sunnah Dammaj, semoga Alloh menjaga masjid As-Sunnah dan menjaga seluruh muslimin di Dammaj.
Pagi tadi seorang anak ikut membantu bekerja di pertahanan Alu Manna’ dan beliau  terkena tembak pada tangannya hingga tulang terlihat dan daging tangannya pecah, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang luka. 21 : 20

Abu Iyyadh Said Al Limbory mengabarkan : Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada seorang hutsi syi’ah bertobat dan pergi menuju kekitaf kemudian menceritakan kedaan2 merek hutsi syi’ah yang ada di dammaj bahwa jumlah mereka kaum syi’ah yang terbunuh disan ( di dammaj ) 1300 orang dan kami melihat bangkai2 mereka sudah tidak berkepala, dan ada sebagian mereka menghilang tidak tau kemana. 21 : 51

Akh Mahir juga mengabarkan dari Muhammad As Siwariy bahwa teriakan Takbir dan Tahmid bergemuruh di seluruh Gunung-Gunung Kitaf mengagungkan nama Allah atas kemenangan besar hari ini.Rombongan pasukan hasyid

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Untuk di Dammaj : Sheikh Zakariya Al Yafi’iy menyebutkan ada 1 akh dari Mahwit tertembak di tangannya. Luka Ringan, Syafahulloh. 16 : 11 wib

Akh Halim At Ta’ziy barusan menelpon ke akh di Kitaf dan ana di sampingnya. Mengabarkan bahwa Sheikh Abdul Ghoniy Al ‘Umariy dengan 300 (tiga ratus) prajurit Ahlussunnah tiba di Wadi Abu Jubaroh dan langsung menggempur rofidhoh tanpa menoleh ke belakang. Wadi penuh dengan mayat Rafidhah. Tawanan yang dihasilkan ada 75 (tujuh puluh lima) orang. 16 : 00 wib

Penduduk dammaj melanjutkan lagi penggalian parit, dan melempari pasir tinggi-tinggi. Keberanian yang diberkahi InsyaAllah. 15 : 19 wib

Rafidhah menembakkan basoka terhadap penduduk dammaja yang masih gali-gali parit. Sallamahumullah 15 : 13 wib

Penduduk Dammaj dengan gagah berani terus menggali parit sedalam tubuh manusia, maju sesenti demi sesenti ke depan, mendekati jalan raya yang berseberangan dengan Nuqu’. Berkali-kali Rafidhah dari A’waj menembaki mereka tapi mereka terus bekerja sambil menghamburkan pasir tinggi sekali mengisyaratkan tantangan. 14 : 23 wib

Pelajar yang di perbatasan Wathon juga terus bekerja memperbaiki dinding pertahanan. tembakan-tembakan Rafidhah menghujam ke sekeliling mereka tapi mereka terus bekerja. 14 : 25 wib\

Oh iya di Dammaj beberapa hari yang lalu aku jalan ke ‘Uzzab. Di tengah jalan ada anak lari dengan ceria dan di tangannya ada se plastik nasi. Langsung aku teringat seorang ikhwah saat masak di dapur markiz, anak-anak berdatangan dan berkerumun minta nasi. Langsung akh ini menangis melihat kondisi mereka. Hari-hari ini untuk makan pagi di markiz hanya berupa se Plastik kurma untuk sepuluh orang. Alhamdulillah kondisi kita jauh lebih baik daripada zaman (masa) Nabi dan Shahabat. 12:42 wib. Ujian kita amat ringan dibandingkan dengan ujian Salaf, tapi kita lemah iman dan cepat mengeluh.12:44 wib.

Syaikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf mengabarkan bahwa sebelum Maghrib ikhwah di Kitaf menghancurkan Mobil Hutsiy yang di atasnya ada senjata kaliber 14,7. Alhamdulillah. 12:19 wib

Di Hajur : Keponakan Sheikh Abdul Hamid Al Hajuriy yang bernama: ‘Ishom Muhammad Ali Yahya meninggal terbunuh. Rahimahullah. 11 : 11 wib

Di Dammaj: Akh Najib Ash Shobriy At Ta’ziy meninggal karena luka-lukanya. Rahimahullah. 11 : 06 wib

Juga mengabarkan bahwa ikhwah menguasai Gunung Rodif dan markas Hutsiy di Jarbah. 11 : 03 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: kabar gembira dari bumi Karamah Kitaf bahwa 105 (seratus lima) hutsiy mati. Ini kabar dari Akh Sa’id, Yasir Shiddiq Al Yamaniyyin dan lain-lain di sana. 10 : 17 wib

Akh Abdul Qodir Asy Syir’abiy bilang bahwa seorang Hutsiy di atas Gunung Jamimah berseru:”Kalian telah terkepung, menyerahlah! Kalian tak punya harapan! Kalian tak punya penolong! Kalian tak punya pembantu!” Itu didengar banyak Thullab (pelajar). Allah adalah Wali bagi Mukminin. 10 : 10 wib

Dammaj di malam Selasa: Rafidhah berkali-kali menembaki Alu Manna’. 09 : 31 wib

Akh Muhammad Manshur di “Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa ada empat puluh Hutsiyyun menyerbu masuk ke rumah-rumah di Kitaf yang sudah disiapkan ikhwah sebagai jebakan. Begitu mereka sudah masuk langsung dihantam habis oleh para ikhwah. Pasukan Hutsiyyun yang lain menyerang untuk mengambil mayat-mayat mereka tadi. Sampai kini perang masih panas, mayat-mayat Hutsiyyun bergelimpangan di lembah. Alhamdulillah Wahdah. 08 : 43 wib

Akh Mahir juga mengabarkan dari Muhammad As Siwariy bahwa teriakan Takbir dan Tahmid bergemuruh di seluruh Gunung-Gunung Kitaf mengagungkan nama Allah atas kemenangan besar hari ini. 05 : 19 wib

Senin, 20 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :Pagi ini seorang kawan asal Abyan bekerja memperbaiki tempat jaga kami, tiba-tiba Syi’ah melemparkan geranat hingga beliau terluka dan ibu jari (jempol)nya putus, di sebelah barat tempat jaga kami, kawan-kawan asal Soumalia juga bekerja memperbaiki tempat jaga mereka, tiba-tiba Syi’ah melemparkan geranat pula hingga terbunuh salah seorang kawan dan tiga orang luka-luka, semoga Alloh menyembuhkan yang luka-luka dan menjadikan yang terbunuh sebagai para syuhada’. 16:06 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Setelah berkali-kali mengalami kekalahan telak di medan laga melawan Ahlul Haq, hutsiyyun pada hari Ahad mengadakan pertemuan dan penyatuan kata dengan Abdulloh Ar Rozamiy Ar Rofidhiy. Si Abdulloh ini adalah tokoh besar rofidhoh yang busuk, dulu sebagai wakil dari Badruddin Al Hutsiy yang telah  mati. Dia ingin jadi pengganti posisi Badruddin, tapi karena dia dari kalangan qobilah, bukan sadah (ahli bait) maka mereka menyisihkannya dan mengangkat Abdul Malik Al Hutsiy sebagai pemimpin mereka, dan terjadilah perang dingin di antara kedua tokoh sesat tadi. Sekarang kedua kelompok menyatukan kesepakatan untuk memerangi Ahlussunnah, sebagaimana disiarkan oleh jaringan TV mereka: “Al Masiroh” dan beberapa situs mereka .19:48 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: setelah kesulitan besar dan  perang panjang, ikhwah di Kitaf merebut kembali dua bukit yang sempat direbut hutsiyyun. Alhamdulillah. 18:52 wib

Dari “Qol’atis Sunnah”: sejak tadi malam sampai sekarang medan laga Kitaf masih membara. 12 mobil hutsiy pulang penuh dengan mayat-mayat teman mereka. 17:24 wib

Al Akh Hamzah Ash Shomaliy Al Brithoniy meninggal kena mortir di Alu Manna’. Hasbunallohuwani’malwakil. 15:57 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : 

“Oh Ya seorang wartawan di “Sho’dah Online” menuliskan Rahasia tindakan keji Hutsiyyin terhadap Dammaj. Beliau bercerita bahwa para pemerintah Negara Amerika (US) dann Eropa pernah menawarkan dana besar ke Sheikh Yahya dengan imbalan-imbalan tertentu, tapi Sheikh Yahya menolak dann berkata: “Aku tak akan mengorbankan dakwah demi mendapatkan dunia.” Lalu beberapa pemerintah  Negara Teluk juga menawarkan dana pada beliau asalkan beliau mau membentuk tim informan untuk intelijen negara-negara tadi, tapi beliau menolak dengan tegas. Akhirnya mereka menggerakkan Hutsiyyun untuk menghukum Dammaj dengan pemusnahan lewat hantaman senjata api atau kelaparan, dan pemerintah Yaman ditekan untuk mendukung Hutsiy dengan peralatan dan tidak menolong Dammaj. Jangan Khawatir wahai Yahya, Alloh adalah Penolong kalian! Selesai tulisan wartawan tadi”.

Iya benar, Allah sajalah penolong kaum mukminin, dan Dia tahu rencana busuk setan dan bala tentaranya. Alloh berfirman:

أم أبرموا أمرا فإنا مبرمون أم يحسبون أنا لا نسمع سرهم ونجواهم بلى ورسلنا لديهم يكتبون.

“Apakah mereka menetapkan suatu perkara? Maka sungguh Kami juga menetapkan suatu perkara. Apakah mereka mengira bahwasanya Kami tidak mendengar Rahasia mereka dan bisik-bisik mereka? Bahkan Kami mendengar. Dan para utusan Kami mencatat di sisi mereka.” (QS. Az Zukhruf: 79-80).

Dan Alloh telah memperingatkan hal itu kepada Sheikh Yahya dan menghibur beliau dengan isyarat-isyarat lewat mimpi beliau, beberapa bulan sebelum pengepungan ini.
Beliau pernah bermimpi beberap macam, di antaranya adalah: ada seekor jamal (onta jantan) dan naqoh (onta betina) datang ke Dammaj, dan berhenti di lapangan Hadeb. Lalu jamal tadi naik ke atas punggung naqoh beberapa saat, lalu turun lagi dan duduk di tanah.
Lalu beliau menanyakannya kepada ahli ta’wil mimpi (Ahli Menafsirkan Mimpi), maka dijawab: “Nanti ada utusan Ummah Muttahidah (PBB) yg bernama Jamal bin Umar. Dia akan membiayai hutsiyyun utk menyerang Dammaj bbrp waktu, tapi Alloh akan gagalkan mrk dan Jamal akan berhenti mengucurkan dana ke hutsiy dan usahanya gagal.”
Jamal bin Umar ini dulu diutus utk meninjau lokasi Dammaj kepada pengepungan pertama. Ternyata dia cuma berhenti di Sho’dah disambut Faris Manna’ dann para Hutsiyyun. Sampai pengepungan yang ini dia tak pernah datang ke Dammaj. Sampai hari ke-76 ini, yang terbunuh dari  kami sekitar 189 (seratus delapan puluh sembilan) orang. Belum lagi yg meninggal karena sakit dan tidak punya obat, atau bayi yang mati kekeringan dan kurang gizi. Yang luka sekitar 564  (lima ratus enam puluh empat) orang. Hutsiy yg mati di Dammaj lebih dari 1300 org. Ya benar, wahai Wartawan yang budiman dan pemberani. Ini sungguh makar terkutuk, dan Allah sebagai pembela kami. Memang melaknat orang tertentu yang masih hidup itu tidak boleh. Tapi melaknat perbuatannya atau sifat umumnya adalah boleh. Doa jelek (tidak sampai laknat) terhadap orang tertentu juga boleh dilakukan oleh orang yang terzholimi, sebagaimana Nabi Shallallahu’alaihi wasallam berdoa: “Allohumma ‘alaika bi Abi Jahl, wa Shofwan bin Abi Ummayah, …” dan seterusnya. Dan Rosululloh telah memperingatkan agar kita menghindar dari doa orang yang terzholimi. Sepanjang pagi di Dammaj Rafidhah masih terus menembakkan peluru-peluru besar. Sekarang, jatuh tak jauh dari kami mortir besar mengguncang tanah dan bangunan. Ya Alloh Ridhailah pertemuan kami dengan-Mu. 14 : 06 wib

Hari Senin 20 Shofar 1435 H, hari ke-76 pengepungan Rofidhoh terhadap Dammaj. Tadi malam sampai sekarang 4 pelajar terluka karena mortir-mortir Rofidhoh. 12 : 32 wib

Abu Ahmad Muhammad Mengabarkan : Dari tiga hari yang lalu hingga hari Ahad 19 Shofar 1435 seseorang orator Syi’ah berbicara lewat pengeras suara dari sebuah rumah di dekat matras kami di pertahanan Alu Manna’, dia berkata bahwa seluruh gunung di selain Dammaj telah mereka kuasai, bukit-bukit di Kitaf, di Hasyid dan di Hajur telah mereka kuasai, kemudian orator dajjal itu berkata kepada siapa yang ingin selamat maka segera daftarkan nama lewat nomornya dan akan dijemput di perbatasan Dammaj, keamanaan dan keselamatannya akan dijamin. Baca lengkap keajaiban-keajaiban yang Allah Munculkan >> Di Atas Rahmah dan Karamah << 11 : 36 wib

“Qol’atis Sunnah” menukilkan dari “Sho’dah Online” bahwa ikhwah (saudara-saudara) di Kitaf berhasil mengusir Hutsiyyun dan menguasai jajaran gunung-gunung Hadhab dan juga Gunung Midh’an. Alhamdulillahi Wahdah. 11 : 46 wib

Kabar dari “Basyairun Nashr”: Mu’adz bin Abdirrahman An Nakho’iy Rohimahulloh yang meninggal kemarin di Dammaj, saudaranya yang bernama Abdullah masih terbaring karena luka-luka dalam hishor (pengepungan) ini. Ayah mereka yang bernama Abdurrahman tangannya putus akibat tembakan Rafidhoh dalam hishor (pengepungan) yang dulu. Allohummarham ‘ibadaka wa taqobbal minhum. 11 : 09 wib

Kabar dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: ada Akh (saudara) namanya Abdurrahman dari Adn / Aden terluka di Kitaf, lalu dibawa dengan mobil untuk dirawat. Di tengah jalan dia ditanya: “Antum sudah menikah?” Dia menjawab: “Belum. Aku akan menikah dengan Hurun ‘Iin (para bidadari).” tiba-tiba setelah itu sang pengiring mencium bau harum. Maka dia bertanya pada sopir: “Antum mencium bau harum?” Sopir menjawab: “Iya.” lalu mereka menoleh ke Abdurrahman yang terbaring itu. Ternyata dia sudah meninggal. Rahimahulloh. Beliau wafat dengan meninggalkan alamat berupa aroma harum. Majmu’ah juga mengabarkan bahwa yang meninggal kemarin di Kitaf bagian tengah adalah 5 ikhwah dari Aden, dan yang lain luka-luka. 09 : 22 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Syaikh Adnan Adz Dzammariy menukilkan surat Dokter Ammar Ar Rohamiy bahwasanya Badruddin Al Hazmiy dulu suka menulis dengan syiar Hutsiyyin, tapi sekarang dia meninggalkan syiar itu dengan menceritakan belang Abdul Malik Al Hutsiy. Dia cerita bahwa para prajurit Hutsiyyun berjuang keras dan berkorban, sementara Abdul Malik Al Hutsiy hidup enak-enakan. Mereka resah karena seratus mayat teman-teman mereka hilang di Kitaf dan Khoiwan. Hari ini di Sho’dah mereka sholat terhadap 20 mayat teman mereka.02:17 wib

Dia juga cerita bahwa prajurit Hutsiy yang luka tidak dipedulikan. Abdul Malik mengkorupsi dana jaminan fakir miskin. Abu Ali Al Hakim mencuri dana delapan juta reyal Yamaniy padahal itu dana untuk memperbaiki lantai gedung tarbiyyah. Abu Ali bilang ke Faris Manna’: “Kamu tidak berhak ikut campur urusan propinsi Sho’dah selama aku ada di sini.” para prajurit Hutsiyyun sudah benci dan jengkel pada para pimpinan mereka. 02:17 wib

Di Dammaj: rofidhoh terus-terus menembaki para ikhwah. Akh Mu’adz An Nakho’iy Al Abyaniy meninggal tertembak di kepalanya. Rohimahulloh. 01:34 wib

Abu Malik Walid Al Qosimiy di “Basyairun Nashr” menukilkan bahwa di Kitaf Hutsiyyun berusaha melambung dari kaki gunung Naar untuk menyerang ikhwah yang ada di atas, maka dihantam balik oleh ikhwah hingga mereka lari sambil membawa mayat-mayat dan teman-teman mereka  yang luka. Alhamdulillah. 01:03 wib

Tadi Wadhdhoh Ar Rodfaniy di Kitaf menelpon ana dan mengabarkan bahwa sedang terjadi perang dahsyat di sayap kanan. Beliau juga titip salam untuk  ikhwah. 01:08 wib

Tadi tersiar kabar bahwa beberapa ikhwah di tengah Kitaf terkepung. Maka syaikh Ali Al Baitiy menelpon beberapa kerabat lalu mereka mengabarkan bahwa Hafizh Al Baitiy termasuk dalam kelompok yang terkepung, lalu mereka bisa meloloskan diri di tengah-tengah hujan tembakan. Alhamdulillah.01:10 wib

Ahad, 19 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : “Qol’atis Sunnah” menukilkan dari akh Salim Al Baidhoniy bhw ikhwah di Kitaf menyerbu pos-pos pertahanan Hutsiyyun, 15 hutsiy tertangkap beserta komandannya, sebagiannya luka. Pos-pos tadi berhasil dikuasai ikhwah dengan sempurna. Alhamdulillah. 17:40 wib

Juga menukilkan dari “Akhbarus Sa’ah” bahwa enam pertempuran di Khoiwan hutsiyyun terpukul mundur dan 90 dari hutsiy mati. Lalu sekelompok hutsiy menyusup ke menara kebun keluarga Ahmar yang ada di pinggir desa ‘Aqowid, lalu mereka memasang bom disitu, lalu meledakkannya. 18:09 wib

Lalu hutsiyyun mengumumkan bahwa mereka berhasil membunuh syaikh Husain Ahmar. Maka kantor Syaikh Husain Ahmar membantahnya dan mangumumkan berdatangannya pasukan-pasukan berbagai qobilah ke Ijtima’ qobilah induk Hasyid dan menyimak pengarahan syaikh Husain Ahmar. 18:10 wib

Memang sehari sebelumnya kita dapat laporan adanya kesibukan mesin-mesin pengeruk di atas Ahrosy, maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi. Cukup Alloh sebagai pelindung kami.
Semoga Alloh menolong kita semua. Syaikh Abdul Hamid menyebarkan surat memperingatkan bahwa Hutsiyyun membikin manuver yang berbahaya yaitu membikin jalan baru untuk tank mereka di atas gunung Ahrosy. Sepertinya mereka akan melancarkan gempuran dahsyat dengan tank-tank dari ketinggian yang dianggap lebih sempurna. 8:26 wib

Sabtu, 18 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : Tadi malam setelah sholat Isya Syi’ah menembakan ghougho dan percikannya mengenai Al-Akh Sholihuddin bin Nurdin Al-Amboniy, beliau terluka pada tangan dan kakinya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka.14 : 49 wib Baca >> Mengenang Tragedi Ahad 12 Shafar 1435 H  <<

penghinaan syiah terhadap Ayat Suci Al Qur'an di Sha'da

“Itu adalah gambar Mushaf Al-Qur’an yang dihinakan oleh kaum Syi’ah, mereka membuangnya di selokan yang tercampur dengan kotoran-kotoran manusia. Kejadian itu terjadi di kota  Sho’dah Yaman.14 : 56

Abu Zayd Syua’eb bin Ishaq Al Malaisy mengabarkan : Pagi ini terluka Seorang Anak Indonesia bernama Sholahuddin Ambon, lukanya agak parah tapi tidak kena di tulangnya. Al Hamdulillah Nashalullah Ayyashfii Jarhanaa 18 : 22 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Juga mengabarkan dari Akh Abul Qo’qo’ bahwa pasukan besar milik keluarga Sheikh Hussein Ahmar telah tiba di medan laga Hasyid, lengkap dengan tank-tank, meriam-meriam besar dan alat-alat berat lainnya untuk menyapu Hutsiyyun dari Khoiwan, lalu gunung Aswad, lalu ke Sufyan lalu ke Sho’dah untuk menolong masyarakat yang terzholimi. Semoga Alloh menolong dann memberi mereka taufiq. 18 : 21 wib

Di Dammaj juga: ada seorang pelajar tertembak kakinya dann banyak darah yang keluar. Semoga Allah memenuhi kebutuhannya akan darah segar dan segera menyembuhkannya. 15 : 07 wib

Sheikh Ali Al Baitiy menunjukkan pada ana ada berita dari “Ma’rib Pers”: terjadi pertempuran antara Hutsiyyin dan para pemuda Qobilah (suku) di wilayah Qithof di Sho’dah. Tujuh Hutsiy mati, dan dua pemuda Qobilah (suku) meninggal. 15 : 33 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: pasukan Hasyid di Khoiwan masih terus bergerak maju dg kuat ke gunung Aswad utk membersihkan wilayah itu dari hutsiyyin. 13 : 36 wib

Di “Basyairun Nashr” Akh Ibrohim Al Kabsiy bercerita bahwa dia dan sejumlah ikhwah mendapati aroma harum sekali dari Jenazah Akh Yasir ‘Uthoifah yang meninggal tadi malam, lalu mereka semua menangis. 11 : 14 wib

“Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwsanya baru saja satu mobil bersenjata milik Hutsiy hancur terbakar dihantam ikhwah di Kitaf. 11 : 11 wib

Juga mengabarkan bahwa Hutsiyyun di wilayah Hasyid membentuk “Katibatul Maut” (pasukan berani mati) utk menghadang gerak maju pasukan Hasyid yang bertekad membebaskan propinsi Sho’dah dari cengkeraman Rofidhoh. Pasukan berani mati tadi memakai sabuk peledak yang rencananya mereka akan bunuh diri di tengah-tengah pasukan Hasyid. 11 : 12 wib

Tersiar kabar santer bahwa Hutsiyyun di Sho’dah sibuk memasang karung-karung pasir untuk bersiap-siap  menghadapi serbuan pasukan Hilfun Nushroh (dari arah Hasyid, Harodh, Jauf dan Kitaf). 11 : 15 wib

Saat pasukan Hasyid di Khoiwan merangsek maju dengan slogan “Jum’at Qodisiyyah”, mereka dihadang Katibatul Maut Hutsiyyun sehingga terjadi perang dahsyat sekali. 30 (tiga puluh) sampai 40 (empat puluh) Hutsiy mati, 7 (tujuh) di antaranya setiap kali mendekati pasukan Hasyid untuk meledakkan diri di tengah-tengah mereka, selalu ditembak mati oleh anggota Hasyid sehingga badan Hutsiy tadi meledak dahsyat sebelum mencapai pasukan Hasyid. 11  : 13 wib

Akhirnya hutsiyyun dengan Katibatul Maut mereka terpukul mundur sampai ke Gunung Aswad, batas antara Khoiwan dengan Harf Sufyan. Ini semua membuktikan dustanya Hutsiyyun yang mengumumkan bahwa mereka telah menguasai Khoiwan. Ini juga membuktikan bahwa Hutsiyyun itu sepaham dengan Khowarij Al Qo’idah yang suka bunuh diri untuk membunuh sejumlah muslimin. 11 : 08 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Syaikh Yahya Muqit di Khoiwan mengabarkan bahwa terjadi perang sengit dan belasan pengikut hutsiy terbunuh dan sisanya di kepung ikhwah dari segala arah di dua lembah. Alhamdulillah 9:03 wib

Syaikh Abdul Hamid mengabarkan bahwa akh Yasir Athifah Al Hasyidiy meninggal karena luka-lukanya 3 hari yang lalu karena alat-alat kesehatan tidak mendukung di Dammaj yang pada malam ke 74 ini masih terkepung. 09:03 wib

Syaikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf di malam Sabtu mengabarkan bahwa hutsiyyun terus-terusan menyerang dan selalu Allah mengalahkan mereka, menjadikan mayat-mayat mereka terus bertambah dan bergelimpangan, menjadikan ledakan-ledakan mortir mereka meleset tanpa mengenai para mujahidin, dan menjadikan Hutsiyyun yang lain lari ketakutan. Lalu komandan mereka mencaci makai anak buah yang lari dan berkata : “Maju kamu wahai anjing,” dan menghukum mereka dengan hukuman keras. Adapun dakwaan Hutsiyyun bahwa mereka telah menguasai Wadi (lembah) Jabaroh adalah dakwaan dusta belaka. 09:22 wib

Di Khaoiwan, pasukan Hutsiyyun mengadakan perjumpaan dengan para Syayyid (Tuan) mereka. Lalu pertempuran dengan pasukan Qobilah (suku) bergeser dilembah diwilayah ‘Aqqod. Begitu kabar dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah.” 09:26 wib

Berita dari “Basyirun Nashr”: terjadi baku tembak sengit di Khoiwan, didekat barak militer “Al ‘Amaliqoh.” 09:57 wib Di Dammaj setelah maghrib Rofidhoh melemparkan granat kepos depan Wathon. Dan sepanjang malam mereka menembaki Alu Manna’. 10:01 wib

Jum’at, 17 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Di Dammaj Jum’at pagi Rafidhan menembaki berbagai tempat di Dammaj dengan gencar dan sembarangan. Tersiar kabar bahwa mereka marah karena salah satu komandan besar mereka dari Alu Ammar mati terbunuh di Nuqu’. Akh Ahmad Al Jazairy mengabari bahwa dia hari ini alhamdulillah menembaki tepat 3 Rafidhah, satu dari mereka tepat kena di kepalanya : 19 : 50 wib

Abdul Khaliq At Ta’ziy di Kitaf mengabari Aku bahwa hari ini mereka menawan 16 (enam belas) orang Hutsiy dan mengepung sejumlah di bagian tengah Kitaf. : 18 : 56 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” dari Front Hasyid: Syaikh Abu Hatim Abdulloh Al Asymuriy mengabarkan bahwa Jum’at pagi ini Allah memberikan karunia kepada kami dengan terbunuhnya sejumlah Hutsiyyun di berbagai tempat. 18 : 21 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: di Sho’dah Rafidhoh masih memberlakukan keadaan darurat, barangsiapa keluar rumah akan mereka bunuh. Kepala keamanan umum dari partai Ishlah (musuh Hutsiyyun) hilang diculik orang. 18 : 26 wib

Itu kabar dari Muhammad Al Ibbiy dan Bilal Al Indonesiy hafizhohumalloh. Siang ini alhamdulillah jatah makan siang nasi dan beberapa potong daging. Lalu habis ini Muhammad mengambili buah pohon sidr dan diberikan sebagiannya pd ana. Buahnya sebesar kelereng, kuning, bijinya besar dn keras. Jika kulitnya dimakan ada rasa seperti rasa pisang. Alhamdulillah. 18 : 11 wib

Untuk malam Jum’at di Dammaj bagian Wathon: Hutsiyyun menyusup mendekati pos para pelajar, lalu memasang ranjau, lalu meledakkannya dari jauh. Terjadi ledakan besar, tapi tiada korban. Lalu mereka melempari pos pelajar dengan granat-granat. Beberapa granat meledak tanpa hasil, yang tiga tidak meledak dan diambil oleh pelajar dari Shomalia. Alhamdulillah. 18 : 07 wib

Syaikh Abdul Karim mengabarkan bahwa sebagian Hutsiyyun telah terbunuh dan sebagiannya terkepung rapat di bukit bagian tengah. 17 : 12 wib

Abu Zayd Syu’aeb bin Ishaq Al Malaysy mengabarkan : pagi ini tembakan Rasyasyah(Mansingan) mereka agak seru,akan tetapi kami tidak hiraukan karena itu memang permainan mereka ketika bosan. Malam tadi di Waton suasana dingin dan sunyi dikejutkan dengan ledakan ranjau dan tembakan bazoka sampai terjadi baku tembak antara kami dan si Anjing Neraka (Hutsiyyun).Nasalullah Ayyaqtul Qatlan Zarii’an. 14 : 26 wib

Abu Zakariyya Harits Al Jabaly Al Jawy mengabarkan : Alhamdulillah baru saja 5 (lima) menit yang lalu ana berhasil mengamati mobil panser milik Rafidhah Hutsiy berjalan laju dari arah masaadir menuju lereng Jabal (gunung) Aqor yang mana kedua tempat tersebut termasuk matras persembunyian mereka Allahum Bawwir Maqrohum. 12 :04 wib 

Nash’alullaha A Yudammir Al Hutsiyyin pagi ini Hutsiy yang di Jabal (gunung) Ahrosy melancarkan serangannya dan menembakkan peluru-pelurunya untuk menghantam matras ikhwan kita dari jarak jauh. Allahumma Adzilhum wa a’wanahum. 11 : 51 wib

Bismillah, Alhamdulillah pagi ini kita masih diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pemantauan masih tetap berlangsung. 11 : 41 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawy mengabarkan : Juga mengabarkan dari Sheikh Mohammed Ba Jammal bahwa sejumlah besar Hutsiyyun terbunuh di malam Jum’at ini (17 Shafar) 2 mobil mereka terbakar, beberapa Sniper mereka terbunuh dan Senapan mereka rusak. Alhamdulillah. 12 : 17 wib

Juga mengabarkan bahwa di Khaiwan sedang perang sengit sejak Jam Sebilan malam sampai saat ditulisnya kabar ini di “Basya’irun Nasr” 10 : 08 wib

Berita dari “Basya’irun Nashr” Hutsiyyun di Sa’dah membikin sejumlah pos pemeriksaan baru memberlakukan Jam malam, dan mengancam para pemuda yang tidak seAqidah dengan mereka dengan pembunuhan dan perusakan. Juga mengabarkan dari wilayah Hasyid bahwa ada seorang Wanita membunuh tiga orang Hutsiy. Alhamdulillah 10 :01 wib

Abu Muhammad Anas bin Salim Al-Limboriy mengabarkan : Syi’ah menyerang pada malam senin itu dengan teratur, pasukan depan merentet dan yang belakang bawa basoka, kami menembak yang depan, yang belakang menghantam kami dengan basoka. 09 : 05 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : Sebelum Syi’ah menyerang Alu Manna’ pada malam senin lalu mereka adakan latihan militer di balik Mudawwar, Alhamdulillah serangan mereka gagal total. 08 : 59 wib 

Pada malam ini laskar Syi’ah menembakan mortir pas mengenai depan matras kami di Alu Manna’, Saifuddin Al-Jawiy (Indonesia) dan Lutfiy Al-Malayziy (Malaysia) terluka. 08 : 55 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Juga mengabarkan bahwa Jama’ah Hutsiyyun di Sha’dah mengumumkan bahwa di ibukota Sha’dah ada kondisi darurat, dan berlaku Jam Malam. Barangsiapa melanggar peraturan mereka maka mereka akan dibasmi. Akh Sholeh Al Libiy mengabarkan bahwa mobil Hutsiyyun yang berisi senjata anti pesawat terbang di Shomaat hancur dihantam mortir. Alhmadulillah. Akhirnya mereka jengkel (marah) dan memnembak sembarang ke kebun-kebun dan Maktabah (perpustakaan). 01 : 19 wib

Kamis, 16 Shafar 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Juga menukilkan dari Sa’d Al Mahriy dari Kitaf bahwa Empat mobil Hutsiy penuh mayat keluar dari sisi kanan Kitaf. 23 : 14 wib

Juga menukilkan dari Sheikh Abu Zayd bahwa di Kitaf Hutsiyyun menyerang terus dan kalah teru. lalu datanglah serombongan pasukan Hutsiyyun dalam keadaan Mabuk, lalu terkepung di suatu lembah. 22 : 46 wib

Di “Qol’atis Sunnah’ diberitakan bahwa Rafidhah berkali-kali menyerang sayap kanan di Kitaf, tapi berkali-kali gagal dan mayat mereka mali bertumpuk-tumpuk. 22 : 14 wib

Di Dammaj pukul : 16 : 49 wy Rafidhah berkali-kali menembaki lapangan depan Maktabah (perpustakaan) Ammah. Satu pelajar luka ringan terkena pecahan-pecahan peluru. 20 : 48 wib

Hari Kamis 16 Shafar 1435 H, hari ke 72 (tujuh puluh dua) pengepungan. Sepanjang hari penuh dengan tembakan Rafidhoh dan lemparan granat mereka Ada 2 (dua) pelajar luka karena hal itu. Ini berita dari Sheikh Abdul Hamid Hafidhahullah. Dan ana dapati sebagian pelajar sengaja tidak melaporkan luka-luka dirinya karena cukup ringan dan sebagainya. 17 : 45 wib

Barusan Hutsiy menembak dengan peluru yang bisa meledak. Dua pelajar luka ringan. Setelah bernafas dan sebagainya, pekerjaan lanjut lagi. Hutsiy menembaki lagi dengan peluru-peluru besar dan membikin tanah berhamburan memenuhi baju, wajah dan kepala pelajar yang memang sudah lama tidak bershampo ataupun cuci baju itu. Penggalian parit terus dilanjutkan 14 : 58 wib

Orang-orang Qaedah megejek pelajar Dammaj : “Bangkitlah kalian ! sampai kapan kalian belajar terus ? ” Memang tugas kami belajar dan beribadah serta memperbaiki agama masyarakat, bukan cari kursi dan berontak. 14 : 58 wib

Abu Zakariyya Harits Al Jabaly mengabarkan : Alhamdulillah sekarang ana berada di tempat pemantauan sebelah kanan dan berhasil melihat perbatasan antrara matras Hutsiy dengan ikhwan kita yang jaraknya kurang lebih 30 meter disitulah mereka gali parit setiap hari untuk berusaha mendekat ke matras kita Allohumma Fasyil Khuthothohum. 14 : 45 wib

Bismillah sampai saat ini belum ada pergerakan melainkan suara tembakan laras panjang mereka yang di hantamkan kematras-matras kita sekaligus diiringi dengan tiupan dan hembusan angin yang sepoi-sepoi di atas rumah tingkat yang ke 5 (lima) Alhamdulillah. dengan pandangan ana yang agak jauh lagi dengan pertolongan Allah bisa melihat gunung yang disitu ada tentara milik pemerintah, sejak awal samapi saat ini tidak ada pergerakan untuk membantu kita, tapi cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong dan penjaga. 14 : 32 wib

Mengenai hasil pemantauan yang berlangsung saat ini Alhamdulillah ana berhasil melihat matras (tempat penjagaan) baru di samping kanan Shoma’at yang dibikin  oleh Hutsiy pekan-pekan ini untuk menembakkan sejata berat mereka ke Tholabul Ilmi, Qootalahumullah. 13 : 58 wib Alhmdulillah dalam keadaan dikepung dari segala penjuru tapi mereka tidak akan bisa dan mengepung rezeki kita dari atas langit yang ke tujuh biizinllah Azza Wajalla. 14 : 06 wib  

Alhamdulillah ana pagi ini kurang lebih jam 09 : 30 (di yaman) ana sudah mulai naik lagi ke rumah tinggi bangunan tua yang kurang lebig tingginya sekitar 5 meter untuk memantau pergerakan musuh musuh Allah (Hutsiyyun) di perbatasan, untuk sementara ana berhasil melihat sekitar 15 tempat penjagaan Hutsiy di hadapan ana baik yang di gunungnya ataupun dibawah 13 : 49 wib

Bismillah kurang lebih setengah bulan yang lalu Khumaidhoh (PANSER) lewat dengan gayanya yang sombong Ma’lumlah namanya juga anti peluru tapi ketika satu ikhwah tembak panser tersebut dengan basoka langsung jalan cepat kebingungan Walhamdulillah. Nasalullaha An Yudammiroha. 12 : 44 wib

Alhamdulillah sekarang ana berada di Mauqi’ (tempat penjagaan), seperti biasanya Rofidhoh dari kalangan Hutsiyyin masih saja menembakkan senjatanya kepada ikhwan kita Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Nas’alullaha Azza wajalla bi Mannihi wa Karomih an Yushiibahum bil Balaa’, Alhamdulillah sejak tadi pagi hingga sekarang belum ada korban yang ana tau insyaAllah kabar selanjutnya akan menyususul . 12 : 15 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan Kami datang ke Dammaj untuk belajar agama dengan tenang, berlatih Akhlaq dan Adab dengan damai, bukan untuk perang. Tapi sekarang dipaksa bertahan hidup di parit-parit, dan InsyaAllah muslim tak akan lari depan musuh Allah yang menyerang. 14 : 50 wib

Berita dari Kitaf : satu mobil Rofidhoh hancur dihantam para ikhwah. Syaikh Muhammad Ba Jammal mengabarkan bahwa ada dua belas mobil Hutsiyyun masuk ke arena medan laga Kitaf. 13 : 03 wib

Akh Muhammad Al Lahjiy mengabari bahwa tadi malam ada 4 (empat) Hutsiy menyusup ke Alu Manna’ lalu ditembak hingga keempatnya mati bergelimpangan. Alhamdulillah. 12 : 52 wib

Afwan barusan akh Muhammad bin Sa’id Al Lahjiy bilang bahwa yang anti pesawat terbang itu lebih besar sedikit, dan sudah ditembakkan juga ke pelajar hari-hari kemarin. Barusan diperlihatkan ke ana bekas kepala peluru tersebut yang hampir mengenai mrk. 12 : 39 wib

Oh iya tadi pagi akh Ahmad Rifa’i mengabari bahwa tadi malam saat mereka kerja bakti , Rofidhoh melemparkan granat sehingga Akh Habsiy luka. 12 : 30 wib

Barusan kepala peluru macam itu menghantam dinding tanah di samping saudara antum ini. Panas sekali. Alhamdulillah ‘ala kulli hal Allah masih menghendaki saudara antum masih hidup, kesempatan beribadah dan memperbaiki diri masih tersisa. Sekarang pelurunya sudah dingin. Rofidhoh benci pelajar Ahlussunnah. Padahal kita cuma ingin belajar dan beribadah dengan tenang, bukan mau menyaingi orang kaya dengan kekayaannya. Atau penguasa dengan kursinya. 12 : 19 wib

Senjata anti pesawat terbang itu yang di Dammaj dipakai Hutsiyyun untuk menembak kepala anak tiri Sheikh Abdul Hakim Ar Roimiy. 11 : 06 wib

Hari Kamis di Kitaf: Abu Bilal Mushthofa An Nu’miy mengabarkan terjadinya pertempuran dahsyat sekali melawan Hutsiyyun. Sudah banyak Hutsiyyun yang bergelimpangan, dan dua mobil yang bersenjata anti pesawat terbang milik mereka terbakar. Alhamdulillah. 11 : 05 wib

Anak Sheikh Qobilah (suku) khoulan; Adil As Sakhobiy meninggal di medan laga Kitaf. lalu terjadi pertemuan bagus di Khoulan antara beberapa masyayikh Sunnah tsabitun dengan para ketua qobilah dengan saling menyemangati untuk melanjutkan jihad fiiisabilillah melawan rofidhoh. Itu tadi berita dari ” Qol’atis Sunnah” tentang Kitaf.  Adapun dari”Akhbar Dammaj Salafiyyah” tentang Hasyid ; terjadi perang sengit sejak jam dua dini hari kemarin sampai subuh. Saksi mata penduduk bilang bahwa ada empat mobil hutsi lewat penuh dengan mayat teman-teman mereka. Adapun di Khoiwan: hutsiyyun maju dan menyerang tapi Allah menggagalkan serangan mereka. 08 : 26 wib

Sheikh Yahya bercerita bahwa beliau dilapori bahwa Abdul Malik Al Hutsiy setelah melihat kegagalan pasukannya berulang-ulang dalam menyerang Dammaj dan mental mereka melemah, dia berkata kepada para komandannya: “Berangkatlah kalian. Jika tidak, maka biarlah aku saja yang berangkat memimpin langsung penyerangan.” Maka para komandannya tadi berkata: “Kami akan berangkat wahai Tuanku.” Lalu ada anak buah yang takut dipaksa berangkat ke Dammaj, maka dia menembak badannya sendiri hingga luka agar di idzinkan tidak berangkat. Ternyata seluruh komandan yang berangkat tadi mati terbunuh di Dammaj. Alhamdulillah.  Sheikh Yahya juga berkata: “Jika hutsiy mengejar kami dengan senjata-sejatanya, maka kami mengejarnya dengan doa, doa orang terzholimi.” 02 : 42 wib

“Qol’atis Sunnah” menukil dari “Ma’rib Pers” bahwa di Wadi (Lembah) Dannan terjadi pertempuran baru. 10  (sepuluh) Hutsiyyun mati, 2 dari pihak Suku meninggal dan 2 luka-luka. 00 : 01 wib

Abu Zakariyya Harits Jabaly mengabarkan : Bismillah, malam ini walaupun musim dingin masih berlanjut tapi dengan iringan peluru-peluru yang ditembakkan oleh Hutsiy kepada kita maka keadaan dan suasana menjadi panas. Allohumma Laa Tusaddid Ram’iyyahum Fiinaa Wa Saddid Ramyanaa Fiihim 01 : 53 wib

Rabu, 15 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :Di “Basyairun Nashr” diberitakan dengan sumber-sumbernya bahwa duta besar persatuan Eropa berkata kepada beberapa Politikus Yaman: “Hutsiyyun itu sudah menjanjikan pada kami bahwa mereka akan mengosongkan Dammaj dari Salafiyyun secara sempurna dalam tiga hari.23 : 54 wib

Malam ini Hutsiyyun masih saja menembaki ahli Dammaj. 23 : 54 wib

Berhubung hari Jum’at makin dekat, beberapa kelompok Hutsiyyun yang biasanya sombong-sombong terhada orang-orang Suku, mereka meminta kemanan kepada suku-suku Sho’dah. Dan justru beberapa suku-suku Sho’dah mohon jaminan keamanan kepada Sheikh Husain Ahmar. 23 : 48 wib

Di “Qol’atis Sunnah” diberitakan bahwa pertemuan besar seluruh maSyayikh dan du’at Sunnah Tsabitun se-Yaman (Sheikh Iryani, Umari dan lain-lain) yang bertempat di propinsi Dholi’ menghasilkan kesepakatan tekad untuk mendobrak seluruh barisan Hutsiyyun sampai seluruh pasukan tiba di Sho’dah. 23 : 47 wib 

Sehubungan dengan ultimatum Sheikh Hussein bin Abdillah Al Ahmar (Kepala Suku induk Hasyid) bahwasanya batas akhir Rofidhoh untuk keluar dari Dammaj adalah hari Jum’at, Rofidhoh makin kalang kabut mencari tokoh-tokoh yang bisa menjadi lajnah penengah untuk membentuk perdamaian, tanpa mau menghentikan pengepungan terhadap Dammaj, dan tanpa mau membuang pos-pos pemeriksaan di jalan-jalan. 23 : 47 wib

Tadi Sheikh Yahya menyebut Khalid As Sinafy Rahimahullah secara khusus, dan bercerita tentang kegagahan dalam setiap pertempuran, dan betapa cepatnya dia bangkit menghadang serangan terhadap Dammaj, hingga dulu beberapa kali terluka dan sampai berobat keluar negeri. 21 : 09 wib

Beliau juga bercerita bahwa kemarin Khalid diundang temannya makan di rumahnya, maka beliau menjawab : “jika engkau memang punya makan malam, maka sekarang saja, karena besok aku akan pergi jauh.” Ternyata hari ini memang ditembak Hutsiyyun. 21 : 11 wib

Tadi di majelis Sheikh Yahya ada akh berkata: “Ya Sheikh, tadi pagi kami ketemu Kholid dan kami bilang: “Wajahmu kok tampak bercahaya?” Dia menjawab: ” Cahaya Jannah insyaAllah.” 23 : 31 wib

Rabu sekitar saat Dzuhur, Akh Khalid As Sinafy Ash Shon’any yang dulu berperang disamping Abdurrahman bin Sheikh Yahya hingga terbunuhnya Abdurrahman, sekarang Akh Khalid juga meninggal ditembak Rafidhah. Beliau adalah orang yang amat baik dan sopan, sering berkorban untuk membela Sunnah sebelum perang ini. Inna Lillahi Waninna Ilaihi Rooji’un. Tadi malam Akh Muhammad Sa’id Al Lahjiy, Mas’ul Hirosah Lahj di Alu Manna’ yang terkadang memberikan kabar-kabar kepada kita terluka ringan di wajah dan tangannya terkena pecahan peluru besar Rofidhoh. 18 : 31 wib

Di Dammaj malam Rabu : Akh Umar Al Jazairy meninggal di Barroqoh ditembak Rofidhoh. Akh Yasir Al ‘Amroniy luka parah. Hasbunallahu Wani’malwakiil. 17 : 39 wib

Abu Zakariyya Harits Al Jabaly Jogja mengabarkan : Bismillahirrahmaanirrahiim telah terbunuh saudara kita Abu Hani Khalid As-Sinafy Ash Shon’any di kawasan Mazro’ah (Pemukiman Thullab) pagi ini kurang lebih setengah jam yang lalu. Semua itu terjadi dengan takdir Allah Ta’ala kemudian kejahatan Hutsy yang sejak tadi pagi sampai sekarang masih nembak-nembak pakai Sneper, Allohu Yaqtuluhum wa Yarham Akhoonaa Kholidan. 16 : 07 wib

Pagi ini masih sepi dengan hembusan angin yang dingin di iringi tembakan Sneper. Allohumma Dammirhum. pengintaian dan pemantaun akan terus berlangsung sampai titik penghabisan Hutsiy Biidznillah ‘Azza Wa Jalla. dan di sela-sela pemantauan ana hampir setiap hari melihat Khumaidhoh (mobil anti peluru) punya Hutsiy yang dikenal di negara kita Panser. Qootalahumulloh. Adapun masalah senjata, mereka jauh lebih kuat dan dahsyat. 10 : 31 wib 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Sepanjang malam sampai pagi ini beberapa tempat di Dammaj tembak sedikit-sedikit 10 : 03 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: dari pihak petugas medis Puskesmas Dammaj, bahwa saudari kita: Badriyyah binti Mursyid An Najjar (36 tahun) yang telah lama sakit paru-perut dan direkomendasikan untuk dirawat di rumah sakit khusus itu meninggal karena tak bisa dibawa keluar Dammaj. Sebagian ikhwah yang luka-luka juga pingsan total karena persediaan oksigen di puskesmas Dammaj habis. 03 : 56 wib

Datang berita dari luar bahwa Hutsiyyun sibuk mengirim utusan untuk membeli Amunisi ke wilayah Propinsi Ma’rib dengan harga tinggi. 03 : 28 wib

Seperti biasa, manakala debu mulai mengepul, Hutsiyyun dari Shoma’at menembaki kedua pelajar tadi untuk menakut-menakuti keduanya, dengan peluru-peluru amat besar. Keduanya jongkok sambil membersihkan muka dann baju yang tertutup debu. Lalu keduanya bertekad mempermainkan hutsiyyun dan membikin jengkel (kesal) mereka. Mulailah salah satunya melemparkan tanah ke kanan dan ke kiri seperti biasa dengan cepat hingga debu mengepul, lalu dia jongkok menunggu reaksi Hutsiy. Begitu hutsiy selesai menembak ke arahnya, langsung dia melemparkan tanah lagi, lalu jongkok menunggu tembakan. Dan Hutsiy pun menembak lagi dan tidak kena. Lalu pelajar tadi melemparkan tanah lagi dengan sekopnya. Hutsiy makin jengkel dan menembak lagi. Begitulah terjadi silih berganti. 03 : 20 wib. 

Kedua pelajar itu tertawa karena bisa mempermainkan musuh karena tahu bahwa musuh tak bisa menembak mereka di dalam parit yang dalam itu insyaAllah. Dan Hutsiy jengkel karena peluru-peluru besar yamg harganya amat mahal tadi terbuang percuma. 03 : 22 wib. 

Akhirnya Hutsiy menghentikan tembakan ke arah kedua pelajar tadi. Entah karena peluru dia malam itu habis, ataukah karena bosan dipermainkan para pelajar yang sudah ingin bertemu Allah tersebut. Lalu keduanya terus menggali sampai lelah dan insyaAllah dilanjutkan besok pagi. 03 : 25 wib

Malam ini seperti biasa di wilayah Alu Manna’ Dammaj Hutsiy dengan alat beratnya menembaki sebagian thullab yang sedang bekerja menggali parit-parit perlindungan yang panjang. Setelah makan malam, dua pelajar melanjutkan penggalian parit yang sudah lebih tinggi dari ukuran badan mereka itu, dan tanahnya dibuang ke samping kanan dan kiri. 03 : 13 wib

Selasa, 14 Shafar 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita “Akhbar Dammaj Salafiyyah” dari Akh Abu Turob Ash Shon’aniy di Hasyid bhwsanya di Front Khoiwan Hutsiyyun menyerang sayap kanan ikhwah demi mengambili mayat-mayat teman mereka yang masih bergelimpangan kemarin. Terjadi perang dahsyat dan Hutsiyyun gagal dan terpukul mundur. Beliau juga mengabarkan bahwa Hutsiyyun sengaja mengincar seorang gadis kecil usia tujuh tahun yang sedang menggembala kambing, menghantamnya dengan mortir sampai tewas. Innalillahi wa innailaihi roji’un. 23 : 30 wib

Kabar dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Hari Senin kemarin beberapa pelajar terluka terkena hantaman-hantaman Rofidhoh yang tidak tentu arah di Dammaj. Juga mengabarkan bahwa tadi malam Akh Abdullah bin Husain Al Mahdzariy meninggal setelah sekian hari menderita dengan luka-luka beliau dan tiada perawatan yang memadai akibat pengepungan ini. Juga mengabarkan bahwa hari Selasa ini, tanggal 14 Shafar 1435 H adalah hari ke 70 (Tujuh Puluh) pengepungan. Juga mengabarkan dari Sheikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf bahwa tadi malam Hutsiyyun menyusup ke wilayah sayap kanan pertahanan ikhwah, tapi ketahuan, dan terjadi baku tembak seru, lalu Hutsiyyun terpukul mundur. Di sayap kiri terjadi baku tembak jarak jauh dengan sengit. 19 : 10 wib

Abu Zakariya Harits Jabaliy Jogja mengabarkan : Sekarang ana masih mantau diperbatasan, tidak ada gerakan kecuali tembak tembakan pakai sniper. Allohumma saddid romwatana fiihim 13 :50 wib

Abu Sholeh Muslih Al Madiuny mengabarkan :  Alhamdulillah, kami baik-baik saja. Ana hari-hari ini ada di matras, tidak di markiz. Kabar dari ikhwah yang sudah menjenguk (Akh  Abu Zakariya Harits Jabaliy Al Jogja), alhamdulillah mereka berdua baik-baik saja, hanya luka-luka ringan. Hasan terluka di atas dan bawah mata kiri, terkena percikan bazzoka (basoka). Sedangkan Anas (Abu Muhammad Anas Al Limbory)juga terkena percikan bazzoka (basoka) di antara kedua matanya. Semuanya sudah dirawat dengan baik. Semoga Allah ta’ala segera menyembuhkan mereka berdua dan seluruh ikhwah yang terluka. . 11 : 55 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :  Hancurnya satu tank Rofidhoh tadi sungguh pertolongan besar dari Alloh untuk orang-orang terzholimi, karena sudah banyak rumah roboh dan rusak, pelajar tertimpa bangunan dan meninggal dan sebagainya gara-gara tank-tank Rofidhoh. 08 : 58 wib Tank tadi banyak berisi Amunisi. Saat dihantam timbullah ledakan besar dan banyak . 09 : 11 wib

Di Dammaj: ikhwah berhasil menembak Tank Houthi/Hutsiy yang di Thulu hingga hancur bersama Sopir yang teman-temannya. Saat satu mobil bersenjata milik hutsi mendekat untuk menolong, dihantam juga hingga terbakar bersama seluruh isinya. Ini semua berita dari Majmu’ah “Qol’atis Sunnah.” alhamdulillah. 08: 23 wib

Di pos Hutsiy, pasukan ikhwah berhasil menangkap mobil besar Hutsiyyun penuh dengan senjata dan menawan sopirnya. Alhamdulillah. 08 : 21 wib

Senin, 13 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Sheikh Abu Amr sibuk jaga di Dammaj bersama anaknya: Abdurrohman. Syaikh Al Iryani keliling dakwah menyemangati suku-suku untuk jihad. Makin banyak pasukan Hada dan Dzammar berangkat ke Kitaf memerangi Hutsiyyun. Berita dari “Qol’atis Sunnah”: kantor Hutsiyyun di pasar “Itsnain” wilayah Jauf meledak hingga rata dengan tanah. Alhamdulillah. 20 : 14

Berita dari “Basyairun Nashr”: suku-suku wilayah Arhab (wilayah yang ikut kawasan Shon’a) menghalangi lewatnya 60 mobil pasukan bersenjata Hutsiyyun yang hendak menuju front-front pertempuran. Akibatnya Hutsiyyun marah dan membikin pos pemeriksaan terhadap masyarakat Arhab. Akibatnya suku-suku Arhab memberikan tempo sampai besok pagi terhadap Hutsiyyun untuk membuang pos tadi, jika tidak maka Api Peperangan benar-benar berkobar. 16 : 37 wib 

Berita dari “Qol’atis Sunnah” tentang bahaya laten Rofidhoh: situs “Al Wathon” menyebutkan bahwa di negara Erithriya (Eritria) tersingkap adanya tiga barak latihan Hutsiyyun. Barak tersebut ada di daerah “Mersi Brithiy” mersi tertua di Erithriya (Eritria), di wilayah “Ro’su Qishor” dan di wilayah “Mater”. Para Hutsiyyun yang berjumlah sekitar 120 orang itu dilatih berperang dan persenjataan oleh para instruktur dari Iran, lalu menyelundupkan senjata dengan kapal-kapal cepat ke pesisir Yaman yang lemah Kualitas radarnya. Kita berlindung kepada Allah dari bahaya para pemberontak. 15 : 32 wib

Ada ledakan besar menggoncang kota Sho’dah di dekat Rumah Sakit As-Salam. Belum diketahui siapa pelakunya dan beberapa korban dan kerugian yang timbul. Adapun kami, kami Salafiyyun tidak rela kedzoliman apapun terhadap orang-orang yang tidak bersalah.  15 : 29 wib

Berita dari “Sho’dah Online”: Hutsiyyun di Sho’dah memaksa para kepala kantor urusan umum untuk mengarahkan bantuan dan subsidi kepada Hutsiyyun dengan alasan untuk mendukung kerja keras pasukan Hutsiyyun di Dammaj.Mereka juga memaksa menaikkan tarif Listrik dan Air terhadap Masyarakat demi menggalang dana masyarakat untuk Hutsiyyun. 12 : 44 wib

Di Dammaj: Akh Taufiq Al Yafi’iy hafizhohulloh mengabarkan bahwa kemarin saat mendengar bocoran berita bahwa Hutsiyyun akan menyerang, hatinya mengalami ketegangan. Saat perang berlangsung, tiba-tiba dia mencium bau harum dan suci, lalu hilanglah ketegangannya. Juga mengabarkan bahwa ikhwah berhasil kuasai satu bukit kecil.11 : 32  wib

Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf mengabarkan terjadinya perang sengit di sana. Sejumlah Houthis/Hutsiyyun mati. Alhamdulillah. 11 : 12 wib

Syaikh Zakariya Al Yafi’iy cerita bahwa di kebun-kebun di depan beliau penuh dengan mayat Houthis/Hutsiyyun. Dan beliau dikabari akh (saudara) yang melihat dengan teropong bahwa sekelompok Hutsiyyun lari ke belakang. 11 : 11 wib

Al Akh Ali Al Yafi’iy mengabarkan bahwa sejumlah Houthis/Hutsiyyin yang menyerang Alu Manna’ saling bunuh sendiri. Sejumlah yang lain lari ke belakang. Beliau dikabari seorang ikhwah yang bertugas menembak dengan mu’addal ada kejadian aneh: bahwa dia dalam sekali menembak keluar 5 atau 6 peluru tanpa dia menyentuh pemicunya. Dan itu terjadi beberapa kali. 11 : 04 wib

Syaikh Abdul Hamid meralat: yang kedua yang meninggal adalah Al Akh Sulaiman Al Akuriy Al Hadhromiy yang kerja di Maktabah Daril Atsar. Rohimahulloh. 10 : 53 wib

Kata Akh Muhammad As Siwariy, Hutsiyyun menyerang Alu Manna’ dari empat arah, dan mendekat, lalu tersamarkan di antara mereka sehingga saling mendekat dan saling menembak teman sendiri. Alhamdulillah. 10 : 42 wib

Kata Syaikh Abdul Hamid, yang meninggal tadi malam Asy Syaikh Al Waqur Abu Bilal Al Baidhoniy dan Al Akh Fadhil Ahmad Al Akbariy Al Hadhromiy Rohimahumalloh. Yang luka sekitarr 30 (tiga puluh) orang. 10 : 41 wib

Jazakallohukhoiro. Mendekati tengah malam turunlah hujan gerimis Dammaj di sela-sela baku tembak yang mulai mereda. Alhamdulillah. 09 : 18 wib

Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa perang masih terus berlangsung di Wadi Dinan, 2 mobil Rofidhoh pergi dengan penuh mayat. Di Khoiwan Rofidhoh juga mati banyak. 09 : 13 wib

Baku tembak sengit masih terus berlangsung di Dammaj. Di Khoiwan Hasyid para ikhwah juga tengah diserang. Di Wadi Dinan Hasyid juga tengah membara. 00 : 19 wib

Asap membubung dari markiz. Aku tak tahu pasti. InsyaAlloh kabar markiz menyusul. Ana sedang jauh di tempat lain. 00 : 03 wib Subhanalloh, jika Aku tidak salah lihat, ada peluru api ke arah Mashrohah, di tengah udara seperti tertampar dan belok ke atas. 00 : 00 wib Peluru-peluru api terus berdesingan dengan derasnya. Subhanalloh, hantaman ke Barroqoh dan Mashrohah seringnya meleset, jauh ke atas, atau ke tengah padas. 00 : 00 wib

Ahad, 12 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Perang makin sengit. Markiz dihantam mortir. Ya Allah selamatkanlah para hamba-Mu penghapal Qur’an dan Sunnah, para penjaga Benteng Islam yang tengah kelaparan dan kedinginan itu. 23 : 51 wib

Rofidhoh di Gunung Shoma’at dan gunung Aqor berkali-kali juga menembaki Alu Manna.’  23 : 47 wib

Ikhwah di gunung Barroqoh menghantam Shoma’at dan Aqor. 23 : 47 wib 

Rofidhoh makin keras menyerang. Perang sengit jarak pendek terjadi di Alu Manna’. 23 : 45 wib

Sampai maghrib mereka menghantam Wathon juga dengan mortir-mortir. Sepertinya mereka jengkel karena teman-teman mereka sore tadi terhantam mortir. 21 : 52 wib 

Sekarang pukul . 16:53 WY, Hari Ahad, Rofidhoh menghantami markiz dengan peluru-peluru besar. 20 : 54 wib

Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf mengabarkan bahwa di malam Sabtu Houthis/Hutsiyyun menyerang dengan dahsyat, dan ikhwah selamat, sementara Houthis/Hutsiyyun pulang dengan mobil-mobil penuh mayat. Alhamdulillah. 17 : 29 wib

Tadi malam saat Aku mengunjungi ikhwah Ahli Lahj, terasa benar persaudaraan dan persahabatan mereka. Mengajak ana makan dan minum dengan hangat meski amat sederhana sekali karena situasi yang telah kita ketahui bersama. Tapi tampak skali penghormatan dan kegembiraan mereka dengan kehadiran saudara mereka ini. Jazakumullohukhoiro. Ahad pagi ini Rofidhoh masih menebarkan peluru-peluru besar di Dammaj. 14 : 16 wib

Tiap malam sebagian pelajar kerja keras bikin parit-parit untuk lewat agar tidak ditembaki. Ternyata Rofidhoh tau itu dan berusaha menembaki para pelajar yang sedang kerja. 14 : 06 wib

Maka juru bicara Hilfun Nushroh Front Harodh memperingatkan masyarakat Desa Bani Hidad dan Bani Marwan dan yang lainnya untuk tidak memberi izin untuk Hutsiyyun berdiam di desa mereka karena pasti desa itu akan jadi dirusak oleh Houthis/Hutsiyyun. 08 : 19 wib

Hari Sabtu 11 Shofar, juru bicara front Harodh, Akh Yasir Syarif menyebutkan bahwa setelah Hutsiyyun mati banyak, mereka emosi dan menembak tak tentu arah. Tiada yang jatuh korban kecuali seorang nenek yang sedang tenang di rumahnya, tertembak dan luka parah. Ada seorang Kepala Suku yang menjual kemanusiaannya dan mengkhianati Pasukan Hilfun Nushroh demi membela Hutsiyyun dan mempermudah Hutsiyyun memakai desanya itu. 08 : 19 wib

Peluru Api. Ahlu Lahj butuh kerja keras untuk menyambung parit. Ternyata Rofidhoh dengki dengan semangat kerja para pelajar sehingga berkali-kali nembakkan peluru api kaliber besar dan memenuhi parit dengan debu dan mesiu. Terpaksa kerja malam ditunda sementara. 01 : 37 wib

Di sela-sela berjatuhannya mortir dan desingan peluru serta minimnya makanan, Alloh menaungi Ahlussunnah dengan ketentraman dan ketenangan menjalani ujian-Nya. Hari ini Akh Fayiz As Saqqof Ash Shumaliy menjalankan pernikahannya. Semoga Alloh memberkahi sang mempelai baru. Alhamdulillah. 00 : 57 wib

Menjelang maghrib akh Walid Al Ansiy Adz Dzmmariy meninggal ditembak rofidhoh di Alu Manna’. Rohimahulloh. Tadi Sheikh Yahya mengabarkan bhw di Kitaf ikhwah menembak tank rofidhoh hingga tank tadi rusak. Alhamdulillah. 00 : 47  wib

Sabtu, 11 Shofar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Abu Hamzah Muhammad As Suwariy mengabarkan -dan memang itulah kenyataannya bahwasanya tiap malam para pejuang Dammaj dan thullab membuat ceramah dengan pengeras suara sebagai nasihat dan ruqyah buat para prajurit hutsiyyun yang memang banyak pakai sihir dan jimat, juga menyadarkan mereka bahwa mereka cuma bahan permainan para pimpinan hutsiyyun untuk jadi tumbal di Dammaj, dan bahwasanya Dammaj akan terus menjadi kuburan para prajurit tempur. Hari ini terjadi perdebatan sengit antara 20 prajurit hutsiyyun dan komandan mereka yang dikenal dengan julukan “Sarothon” (kanker). Lalu 20 prajurit tadi meletakkan senjata dan pergi meninggalkan Dammaj. 23:17 wib

Berita tambahan dari Hasyid: malam Jum’at ikhwah menembakkan mortir ke sekumpulan hutsiyyun sehingga 12 dari mereka mati, 22 luka-luka. Berita dari Abu Turob Ash Shon’aniy hafizhohulloh. Dan beliau juga mengabarkan bahwa pada Sabtu pagi ikhwah juga menghantam sekumpulan hutsiyyun dengan mortir, tepat mengenai mereka. Belum diketahui jumlah korbannya. 23:07wib

Berita dari Kitaf, dari syaikh Abdul Karim Al Hasaniy: bahwasanya malam Sabtu pertempuran sengit karena hutsiyyun menyerang, ada dua ikhwah yang adu kuat dengan para hutsiyyun untuk mempertahankan suatu pos, terjadi baku hantam selama 2،5 jam. Kedua ikhwah ini dikeroyok hutsiyyun dari seluruh penjuru, tapi terus gigih bertahan hingga salah satunya luka-luka. Akhirnya datanglah bantuan dari pasukan ikhwah yang lain hingga hancurlah pasukan hutsiyyun di wilayah tadi. 21:16 wib Beliau juga bercerita bhw saking sengitnya pertempuran sampai sebagian hutsiyyun saat melemparkan garanat2 mrk, lupa mencabut pemicunya. Dan ini trjadi berkali2 shg menjadi ghonimah bagi ikhwah. Alhamdulillah. 21:18 wib

Berita dari Akh Muhammad As Siwariy: tadi malam perang besar di Kitaf sampai menjelang Subuh. 15 Houthi/Hutsiy mati, di antaranya bernama Abdurrahman Al Hakim, orang dekatnya Abu Ali Al Hakim (komandan besar Houthis/Hutsiyyun dalam pengepungan Dammaj). Alhamdulillah.18  : 49 wib

Beliau (Syaikh Yahya) juga cerita bahwa ada ikhwah cerita tentang keanehan yang dilihatnya bahwasanya dia sedang mengintai seorang hutsiy, lalu dia menembaknya tepat di kepalanya. Ternyata hutsiy itu bangkit lagi dan memberikan isyarat agar akh penembak tadi juga menembak hutsiy kedua yang sembunyi di sampingnya. Maka diapun menembak hutsiy kedua hingga kedua hutsiy tadi mati. Syaikh bilang bahwa ini menunjukkan bahwa Alloh menelantarkan hutsiyyun dan tidak menolong mereka. 00:01 wib

Jum’at, 10 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :Di dars maghrib syaikh Yahya bercerita bahwa sebagian ikhwah yang mengawasi hutsiyyun di Nuqu’ dangan memakai teropong melihat bahwa sebagian dari prajurit hutsiyyun menari-menari  telanjang, sepertinya mereka  mabuk berat. Menjelang  maghrb makin banyak hantaman ke sekitar masjid dari arah utara.23:25 wib

Kemudian Sheikh Yahya juga mengabari bahwasanya beliau dikabari bahwasanya sebelum penyerangan besar di Alu Manna’ tempo hari, hutsiyyun membentuk Katibatul Maut (Pasukan Berani Mati) dengan anggota sekitar tiga ratus hutsiyyun dan bersumpah tak akan mundur sampai mati. Ternyata benar-benar membunuh mayoritas dari mereka, dan sisanya lari ke belakang. 23:41 wib

Syaikh Yahya cerita bahwa ‘amm Sholih Manna’ rohimahulloh sebelum wafatnya beliau bercerita melihat dalam mimpinya ada banjir keruh datang dari arah Abdin dan bertemu dengan banjir jernih dari arah timur, lalu kedua banjir tadi saling hantam dan akhirnya banjir bening mengalahkan lawannya. Syaikh bilang bahwa beberapa ikhwah juga mimpi semacam itu.23:54 wib

Di Dammaj : Sore ini berkali-kali mereka menghantam Ghufah (kamar) Dhiyafah kita dengan mortir besar dan sebagainya. 21 : 06 wib

Kabar dari “Qol’atis Sunnah”: komandan Houthi/Hutsiy di pos Shafra : Ibnu Hamthon dan para pengiringnya mati dalam serangan Ahlus Sunnah Jauf terhadap mereka. 20 : 38 wib

Dari “Qol’atis Sunnah”: sebagian penduduk Tihamah melaporkan bahwa Houthis/Hutsiyyun bergerak ke pesisir Hudaidah untuk menguasai benteng kuno yang ada di situ yang dulu dipakai kelompok yang memberontak Raja Yahya Hamiduddin. Jika benteng tadi bisa dikuasai Houthis/Hutsiyyun maka dikhawatirkan merek makin mudah memasukkan persenjataan Iran lewat laut. Hasbunallohuwani’malwakil. 20 : 19 wib

Di Kitaf datang juru damai dari Houthis/Hutsiyyun dan berbicara buruk. Maka Sheikh Muhammad bin Muhsin Ubadah mengusir mereka, menaburkan tanah ke wajah mereka dan mengancam mereka bahwa jika mereka datang lagi maka mereka tidak akan kembali dengan selamat. 20 : 13 wib Berita dari Akh Fuad bin Humaid Al ‘Ubaidiy Hafizhohulloh: ikhwah di Front Harodh menyerang gunung-gunung yang bertetangga dengan Desa Fadihah yang Houthis/Hutsiyun bermarkas di situ, dan juga berhasil merebut gunung Hamro barat dan Gunung Hashir serta gunung lain yang di situ ada tandon air. Lebih dari 30 Houthi/Hutsiy mati, 2 ikhwah dari Hajur dan 7 pelajar Dammaj meninggal, 9 luka. Sebagian ikhwah terkepung di sebagian bukit, dan InsyaAlloh malam ini akan ditolong. Ratusan penduduk desa tadi mengungsi. 20 : 09 wib

Akh Abu Zakariya Isma’il bin Suhail Al Hajuriy malam Jum’at tadi meninggal kerena luka-lukanya tempo hari. Beliau adalah menantu Sheikh Abdul Hamid Al Hajuriy. Karena rajin belajar dan berakhlak baik, dia ditawari menikahi anak gadis beliau dengan mahar (mas kawin) murah menurut adat Yaman: 60 ribu real. Ternyta dia malah membayar mahar dengan 150 ribu real. Saat perang di Alu Manna’ tempo hari, dengan gagah berani beliau bertempur sampai luka-luka di kepalanya. Rohimahulloh. 19 : 21 wib

Akh al Fadhil Badr Adh Dholi’iy hari Jum’at ini akhirnya meninggal akibat dari luka-lukanya yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Rohimahulloh. Beliau adalah pemilik toko yang di situ Ali Al Baitiy bekerja sampingan. 18 : 31 wib

Berita dari Jauf: Ahlussunnah di wilayah Jauf menyerang pos Hutsiyyun Shofro’ dan membunuh pasukan mereka, membakar 3 mobil rosyasy mereka, dan mengambili senjata mereka, jam tiga sebelum fajar. Ini berita dari “Basyairun Nashr“. 18 : 31 wib

Dan mengabarkan juga dari Akh Abu Hamzah Muhammad As Siwariy bahwa Kamis kemarin di Kitaf datang Rombongan Belalang amat banyak sekali. 15 : 35 wib

Dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: pada malam Jum’at ba’dal (setelah) maghrib datang rombongan Masyayikh (Para Sheikh) suku-suku dan pemuda Hajur bergabung dengan Hilfun Nushroh di Hasyid, dan disambut gembira oleh pasukan Hasyid. 15 : 29 wib

Akh Abu Ammar Yasir Syarif Hafizhohulloh di front Harodh mengabarkan bahwa tanggal 9 Shofar 1435 H ba’da (setelah)  shubuh pasukan Hilfun Nushroh di Harodh menyerang Houthis/Hutsiyyun dalam pertempuran sengit sampai maghrib. Beberapa ikhwah meninggal, beberapa luka-luka ringan. Dan sekitar 30 (tiga puluh) Houthis/ Hutsiyyun mati. Alhamdulillah. 15 : 21 wib

Hari Kamis kemarin di Wadi Dinan sekitar 20 (dua puluh) Rafidhah mati diserang para ikhwah. Dan di Kabupaten Khoiwan situasi masih amat tegang. Ini berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”. 15 : 13 wib

Dari Hasyid juga: dari Syaikh Abu Hatim Al Asymuriy bahw aada seorang ikhwah meninggal ditembak Rofidhoh sebelum subuh. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. 14 : 50 wib

Di Dammaj: Al Akh Thoriq Ad Damtiy dan akh Ali Adh Dholi’iy akhirnya meninggal karena luka-luka mereka akibat dari runtuhnya bangunan yang ditembak oleh tank Rofidhoh hari Rabu yang lalu. Rohimahumalloh. 13 : 27 wib

Akh Dawud At Ta’ziy Hafizhohulloh juga telah dibebaskan karena memang tiada bukti. 13 : 24 wib

Berita Ajaib dari Hasyid: di “Qol’atis Sunnah” dikabarkan bahwa seekor binatang semacam harimau menyerang jama’ah Houthis/Hutsiyyun di Qoflah ‘Udzar, menyebabkan sekitar sebelas laki-laki dan empat perempuan luka-luka. Alhamdulillah. Houtis/Hutsiyyun menuduh Al Qaeda dan Sheikh Hussein Al Ahmar melepaskan binatang tadi untuk menyerang mereka. 13 : 25 wib

Dari Front Hasyid: Akh Nashr Al ‘Amiriy di “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwa kemarin sepanjang siang sampai malam terjadi pertempuran, sekitar 30 (tiga puluh) Hutsiy mati dan luka. Lalu jatuh mortir Ahlussunnah menimpa Houthis/Hutsiyyun sehingga yang mati bertambah, dan sibuk mengangkut mayat-mayat mereka. Alhamdulillah. 12 : 43 wib

Dari Shon’a: setelah sekitar sepekan Akh yang mulia Abdul Alim Ash Shilwiy Hafizhohulloh ditahan aparat karena hendak diperiksa sehubungan dengan kasus teror Rofidhoh terhadap Rumah Sakit “Ardhiy” tempo hari, akhirnya Kamis kemarin beliau dibebaskan. Alhamdulillah. Berita dari “Qol’atus Sunnah.” sementera Houthis/Hutsiyyun yang nyata-nyata melakukan terorisme tadi tidak ditindak tegas oleh pemerintah. 12 : 58 wib

Dari front Kitaf lagi: Rofidhoh berusaha menyerang pertahanan ikhwah di wilayah “Ummi Riyah” lalu berhasil dipatahkan ikhwah. Alhamdulillah. Berita dari Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh. 12 : 54 wib

Malam Kamis di Dammaj: Mortir besar jatuh di depan Maktabah ‘Ammah, merusak barang-barang di sekitarnya dan memecah kaca-kaca jendela Maktabah. Kabar wafatnya pemilik “Maktabah Al Falah” Al Akh Al fadhil As Salafiy Ats Tsabit Al Mujahid Abul Falah Al Ibbiy Rohimahulloh di Kitaf. Al Akh Al Fadhil As Salafiy Salim Al Maliziy Hafizhohulloh menulis surat ke ana: Innalillahiwainna ilaihi rajiun.Abu Falah meninggal di hawn ba’da (setelah) ashar. saat ini saya di ghurfah (kamar) jinazah (jenazah).WALLAHI ! bau misik yang kuat yang belum pernah aku hirup selama hidup aku menyelimuti jenazahnya..Insya Allah ba’da (setelah) Isya’  di Kubur. 12 : 13 wib

Tambahan berita untuk hari Rabu: Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf mengabarkan bahwa ashar kemarin beberapa ikhwah menyusup ke sebagian bukit yang Houthis/Hutsiyyun berupaya untuk menguasainya. Para ikhwah mengira bahwa Houthis/Hutsiyyun telah berhasil menguasainya. Begitu sampai di atas puncak bukit-bukit tadi ternyata merek dapati bukit-bukit tadi kosong tiada satu Houti/Hutsiy pun. Juga pada malam kemarin terjadi baku tembak antara ikhwah dan Hutsiyyun. Tiada yang luka atau meninggal dari ikhwah. Sejumlah Hutsiy mati dan luka. Dan sampai saat berita ini ditulis, perang masih berlangsung. Pada hari-hari ini Hutsiyyun berupaya mengumpulkan pasukan dari anak-anak sekolah yang mereka tipu atau mereka culik. 12 : 06 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan : >>Sabar Menghadapi Musibah Dalam Rangka Mencari Syahadah<< 02 : 35 wib

Kamis, 9 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :“Hilfun Nushroh” adalah persekutuan suku-suku Yaman yang bersumpah setia untuk menolong Dammaj dan orang-orang yang terdzolimi. Tadi malam anak dari Akh Ahmad bin Sa’d Al ‘Udainiy ditembak mati Houthi/Hutsiy. Rohimahulloh. 10 : 37 wib

Surat persaksian Akh Abu Ya’qub Abdul Fattah Al ‘Adaniy Hafizhohulloh tentang keajaiban pertempuran Ahad sore yang telah lalu, Yang di terjemahkan Oleh Saudara Kami Yang Mulia Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy dengan Judul  :“Keajaiban Allah Yang Besar, Dalam Perang Dammaj lima Shofar  

Sho’dah Online” juga menyebutkan bahwa rombongan prajurit Houthis/Hutsiyyun ramai-ramai lari dari Kitaf dan menolak melanjutkan perang melawan “Hilfun Nushroh” Akhirnya untuk menutup-nutupi hilangnya sejumlah pasukan, para team Houthis/Hutsiyyun mengumumkan ke para pelajar sekolah-sekolah untuk wisata lapangan. Ternyata di tengah perjalanan mereka dibelokkan ke front Kitaf dan dipaksa jadi prajurit Tempur Hutsiyyun. 00 : 30 wib Rombongan beberapa tokoh-tokoh suku Kitaf dan Wadi Abu Jubaroh yang loyal kepada Houthis/Hutsiyyun telah bergerak berupaya menemui para pimpinan “Hilfun Nushroh” front Kitaf untuk menghentikan perang, akan tetapi ditolak. para pimpinan “Hilfun Nushroh” front Kitaf juga membantah isu yang disebarkan oleh situs Houthi/Hutsiyyun bahwa team penengah dari Saudi telah datang dan bertemu para pimpinan tadi untuk menghentikan perang di Kitaf. 00 : 32 wib

Rabu, 8 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan Akh Muhammad bin Manshur Al Qodhi hafizhohulloh di “Akhbar Dammaj As Salafiyyah” menukilkan dari “Sho’dah Online” bahwa Houthis/Hutsiyyun berupaya sekuat tenaga mencari pihak-pihak yang bisa menjadi penengah untuk menghentikan perang di Kitaf, karena tekanan pasukan “Hilfun Nushroh” amat merepotkan mereka dan diakui sebagai front terkuat. 23 : 32 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah” bahwa Akh Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa Houthis/Hutsiyyun menyusup maju ke posisi ikhwah, tapi ikhwah siaga dan menghantam mereka sehingga terpukul mundur. Beliau juga mengabarkan bahwa ikhwah di Wadi Dinan menghantam satu rumah Houhi/Hutsiyyun dan berhasil membunuh sejumlah komandan Hutsiyyun yang sedang berkumpul di situ. 22 : 13 wib

Syaikh Zakariya Al Yafi’iy Hafizhohulloh bilang bahwa ada 3 mobil Houthis/Hutsiyyun lewat di Abdin, penuh dengan mayat, Akh Abdul Karim Ash Shumaliy(Somalia) meninggal, Rohimahulloh. 4 pelajar luka2, syafahumulloh 20 : 17 wib

 Jam 14 : 20 siang: Serangan masih saja dahsyat terhadap Alu Manna’ dan Barroqoh dan lain-lain. 18 : 15 wib

Tadi pagi Rofidhoh beberapa kali menembaki Alu Manna’ dengan peledak-peledak besar. Akh Salman At Ta’ziy (Taiz) luka tangannya. Siang ini serangan makin dahsyat.17 : 34 wib

Afwan yang meninggal di Dammaj tadi malam adalah Muhammad Muhsin Ziyad Al Uwairiy Rohimahulloh. Adapun Shaleh Al Maghribiy meninggal tadi malam di Kitaf. 17 : 29 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Saat saya tugas di tempat lain, ternyata Sheikh Yahya di dars (pelajaran) umum bercerita. Beliau bilang bahwa komandan Houthis/Hutsiyyun yang mati terpenggal kemarin, sebelumnya berkata pada Abdul Malik Al Hutsiy: “Kasih saya waktu dua jam, saya akan masuk ke Dammaj dan membawa ke hadapan paduka kepala si Hajuriy.” ternyata Alloh menjadikan kepala dia yang terpenggal dan dibawa ke hadapanku, dan aku tidak Ridho.” memang Sheikh Yahya tidak suka pemenggalan kepala. Cukup dibunuh saja. 00:16 wib

Beliau juga cerita bahwa ada Houthi/Hutsiy yang menelpon beliau dan menawarkan perdamaian, tapi dia pasang syarat bahwa syaikh Yahya tak boleh memasukkan apapun kecuali dengan seidzin Sayyid (Abdul Malik). Maka Sheikh Yahya menjawab: “Sayyid, kamu dan kalian semua ada di bawah kaki Ahlussunnah.” ini berita dari Ali Baitiy dan ada di beberapa Majmu’ah. 00:18 wib

Berita dari “Dammaj As Salafiyyah” dari “Al Ulum“: malam Selasa Houthis/Hutsiyyun menyerang sayap kanan ikhwah lalu gagal, paginya menyerang lagi, dan perang terus berlangsung. Mayat-mayat Houthis/Hutsiyyun bergelimpangan banyak sekali. Iya, mereka nyerang sayap kanan pasukan ikhwah di Kitaf. Itulah kabar Muhammad As Siwariy. 1 : 16 wib

Malam makin dingin. Rofidhoh di Dammaj makin ngganggu-nganggu lagi dengan peluru-peluru pembunuh. InsyaAlloh merekalah yang akan terbunuh. 1 : 23 wib

Ada soal menghentak tentang Akh Abdurrahman Al Amrikiy (US) yang meninggal dan tercium dari hidung dan mulutnya bau harum. Kenapa beliau dikhususkan dengan itu, sementara yang meninggal bersamanya tidak demikian. Akh Muhammad Al Mishriy menjawab: “Beliau saat itu puasa hari Senin. Barangkali itulah sebabnya.” (sesuai dalil keutamaan puasa). 1 : 30 wib

Malam makin mendekati titik tengah. Udara dingin makin menggigit. Rofidhoh membunyikan lagu-lagu setan dengan suara keras, diselingi deru peluru-peluru yang merobek udara. Tiba-tiba kami dikejutkan berita meninggalnya Akh Sholih Al Maghribiy. Inna Lillahiwa Inna Ilaihi Roji’un. Selamat jalan saudaraku. Semoga sekarang engkau mendapatkan selimut yang hangat di dalam Jannah yang penuh kebahagiaan di sisi Robb Yang Maha Penyayang. Tiada lagi gigitan dingin, usailah cekaman rasa takut, sirnalah penatnya berjaga di antara semak belukar, tiada lagi deraan rasa lapar. 2 :17 wib

Dari Majmu’ah “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah“: 13 (tiga belas) Houthi/Hutsiy dari Khoulan, Sihar dan Wuhaidan menyerah diri dan senjata mereka ke pasukan muslimin Hasyid setelah dikepung beberapa hari. Alhamdulillah. 2 : 35 wib

Juga menukilkan dari ‘Akhbarus Sa’ah” bahwa dalam perang 3 (tiga) hari di Kitaf, sebanyak 147 hutsi mati di Kitaf. 34 (tiga puluh empat) dari mereka dikuburkan di Dhohyan, sisanya masih bergelimpangan di lembah Abu Jubaroh dan Kitaf. Juga menyebutkan bahwa sejumlah pasukan Hilfun Nushroh pergi meninggalkan pos mereka di gunung “Nar”, lalu direbut oleh pasukan hutsiy. Ternyata mendadak pasukan Hilfun Nushroh balik mengepung dan menyergap hutsiyyun tadi dan menyerang mereka sampai hutsiyyun tadi habis terbunuh. Alhamdulillah. 2 : 46 wib

Selasa, 7 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Sebelum maghrib rofidhoh masih terus-terusan menembak dengan  senjata-senjata berat mereka . 21 : 31 wib

Tadi syaikh Yahya mengumumkan bahwa akh Abdurrohman Al Amrikiy rohimahulloh sebelum wafatnya, mendatangi syaikh Yahya dan minta doa agar mati syahid, dan menjadi orang pertama yang mati syahid di pertempuran yg akan terjadi. Ternyata Alloh mengabulkannya. Lalu beliau cerita bahwa para ikhwah yang mencium Abdurrohman mendapati bau harum dari hidung dan mulutnya. Subhanalloh. 23:55 wib

 Malam ini rofidhoh menembaki para ikhwah yang tengah kerja perbaiki matras-matras di Alu Manna’. Satu luka berat.00:00 wib

Akh Muhsin Al Mahriy menelpon bahwa dia kemarin ada di atas Gunung Qoshobah (Dammaj) sambil mengawasi tembakan-tembakan Houthis/Hutsiyyun. Ternyata dia mendapati bahwa hampir tiap jengkal tanah di Dammaj dihantam oleh peluru Rofidhoh : Mortir, Tank dan Sebagainya. Dia berdoa pada Allah agar menjaga Sheikh dan seluruh pelajar. Ternyata di sore hari Sheikh mengumumkan bahwa Rofidhoh yang mati di Dammaj dalam penyerangan tadi mencapai 70 (tujuh puluh)orang, dan rumah-rumah di Sho’dah penuh dengan tangisan. Dan bahwasanya di Kitaf ada sekitar 60 bangkai Houthis/Hutsiyyun. 20 : 07 wib

Surat Kecil dari Gadis Mungil

Berikut ini adalah Surat Pendek dari Gadis Kecil Dammaj: Asma’ Ad Dammajiyyah (usia tidak lebih dari 6 tahun), kepada pemimpin Agresi dan Kekufuran: Abdul Malik Al Hutsiy:

)رسالة أسماء الدماجيه التي لا يتجاوز عمرها ٦ سنوات تبكي الصخور الصماء )هذه رسالتي أوجهها أنا أسماء الدماجيه إلى عدو الإسلام والمسلمين ..الزنديق الفاسق عبدالمجوس الحوثي ..أقول لك أيها الباغي الغشيم ..مهما حاصرت ، مهما قتلت ، مهما دمرت لن نذل ~لن نستسلم ~لن نترك مركزنا دار الحديث ~سنفديه بأرواحنا ~سنقاتل حتى آخر قطرةً من دمائنا دباباتك لن ترهبنا ،صواريخك لن تهزمنا ،دماج عصيه `دماج مقبرة الغزاه `لن نخضع `لن نستسلم `لن نركع إلا لرب العالمين ..وهنا تلت الطفلة أسماء قوله سبحانه وتعالى ( وسيعلم الذين ظلموا أي منقلب ينقلبون(

“Ini adalah Suratku – Asma Ad Dammajiyyah – kepada Musuh Islam dan Muslimin Az Zindiq Al Fasiq Abdul Majus Al Hutsiy.

Aku katakan kepadamu wahai orang yang Amat Dzolim : Sekalipun engkau mengepung, Sekalipun engkau membunuh, Sekalipun engkau menghancurkan, Kami tidak akan terhina, Kami tidak akan menyerah, Kami tidak akan meninggalkan Markiz kami Darul Hadits. Kami akan menebusnya dengan nyawa-nyawa kami. Kami akan berperang sampai tetesan terakhir dari darah kami.

Tank-tank kamu tidak akan membikin kami takut. Rudal-rudal kamu tak akan mengalahkan kami. Dammaj itu tak akan tunduk pada penjahat. Dammaj adalah kuburan bagi prajurit tempur. Kami tak akan tunduk, Kami tak akan menyerah, Kami tak akan ruku’ kecuali kepada Robbul alamin.”Dan orang-orang yang zholim akan mengetahui di manakah orang-orang yang kembali itu akan kembali.”

Selesai Penerjemahan Surat. Walhamdu Lillahi Robbil’alamin. Di Terjemahkan Oleh Saudara Kami Yang Mulia Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy Al Jawy

Dari Majmu’ah “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah“: Hari ini Rofidhoh terkena ranjau di Khoniq, 4 (empat) mati, 8 (delapan) luka. Penduduk Dammaj menembak mortir ke Gunung Shoma’at Rofidhoh yang sering nembaki masyarakat dengan peluru-peluru besar. 1 juru tembak Rofidhoh Mati, para pengiringnya luka. 16 : 10 wib

Berita dari Sheikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf: Senin Sore kemarin Houthi/Hutsiyyun menembaki masjid-masjid dengan peluru besar, dan berusaha memotong jalur “Hilfun Nushroh” dengan tembakan-tembakan kaliber besar. Alhamdulillah berhasil digagalkan oleh pasukan suku-suku. Lalu mereka mendatangkan pasukan sekitar delapan mobil ada yang berkata melihat lima belas mobil, lalu pada malam harinya mereka menyerang beberapa posisi ikhwah. Tiba-tiba saja mereka lari ke belakang membawa belasan teman-teman mereka yang Terbunuh. Alhamdulillah. 14:19 wib

Selasa Pagi, 7 Shafar 1435 H, Hari ke Enam Puluh Tiga dari pengepungan dan penyerangan Rofidhoh terhadap Dammaj. Rofidhoh membunyikan lagu-lagu kesombongan merela keras-keras sambil memuntahkan peluru-peluru besar. Yang Meninggal Kemarin adalah sahabat-sahabat kami yang mulia: Ibrohim anak Abdul Wasi’ Al Hijamiy Al Ibbiy (wakil  kepala Maktabah (Perpustakaan)’Ammah), Abdurrohman Al Amrikiy (United States) yang polos dan jenaka, rajin membaca hadits keras-keras di depan Sheikh Yahya. Saat Sheikh Muhammad Ash-Shon’aniy melihat jenazahnya, langsung beliau berlutut dan mencium kepalanya beberapa kali sambil berkata: “Sahabatku Abdurrohman, sedemikian lama  persahabatan kita. Berapa kali sudah kita saling berjanji untuk nant berjumpa dihadapan Rasulullah ?” sungguh pemandangan yang mengharukan. Syaikh Muhammad Ash Shon’aniy sendiri kehilangan anaknya, Abdurrahman, saat Tank Rofidhoh menghantam Masjid Mazro’ah ba’da (setelah) shubuh. Yang keTiga adalah Amin Al Hudaidiy yang jika dinasehati dengan Sunnah langsung  menerima.Yang keEmpat adalah Abu Bakr Al Faronsiy (Prancis). Semoga Alloh Merahmati mereka dengan Rahmat yang Amat luas. 13 : 56 wib

Sekarang di hadapan saya ada bangkai ekor mortir besar yang menghantap atap Maktabah Ammah, meledak dan menembus atap hingga jatuh ke dalam kamar kerja  Darul Atsar di dalam Maktabah (Perpustakan ) Ammah. Hasbunallohu wani’malwakil. 13 : 03 wib

Untuk Dammaj, Sheikh Abdul Hamid Al Hajury menyebutkan bahwa yang luka-luka kemarin sekitar 17 (tujuh belas)orang. 13 : 01 wib

Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa dalam perang di Hasyid Senin kemarim: yang meninggal 1 orang, 4 (empat) luka-luka. Yang mati dari Houtis/Hutsiyyun sekitar 15 (lima belas) orang. 12 : 52 wib

Sampai Selasa pagi ini mereka masih menembak-nembak dengan skala agak jarang, terkadang sering-sering juga. 12 : 47 wib

Beberapa hantaman mortir mengenai Masjid dan Maktabah (Perpustakaan) Ammah.  Sekitar Empat mobil Rofidhoh pulang penuh dengan bangkai-bangkai teman mereka. 12 : 46 wib

Ahad ba’da (setelah) Ashar:  Rofidhoh menyerang Alu Manna’ Dammaj dengan amat deras. Serangan juga diarahkan ke masjid Markis dan Wathon. Empat Pelajar yang mulia  meninggal, dan sekitar lima terluka. 12 : 44 wib

Ada Lima orang  anak remaja Yaman melaporkan bahwa mereka berhasil melarikan diri dari barak  Militer “Abu Diwar” di Baqim Hajjah Yaman. Ternyta di barak tersebut ada  lebih dari seribu remaja yang diambil dari para wali mereka dengan alasan akan  diajari ilmu Al Qur’an. Ternyata begitu sampai di barak tersebut mereka diajari berbagai  persenjataan tempur dari yang sederhana sampai amat canggih, juga cara  menggali parit-parit, menembak, memasang ranjau, menculik, membunuh, berperang  secara beregu dan sebagainya. Sang pengajar berasal dari Iran, Libanon dan lain-lain. Para murid  berasal dari Yaman, Afrika dan lain-lain. Yang mau pergi dari barak tadi diancam akan  dibunuh. Kelima anak remaja tadi telah berbula-bulan berusaha melarikan diri  dari barak tadi tapi berkali-kali gagal. Para Remaja tadi bercerita bahwa mereka tidak diajarkan Al Qur’an, tapi aqidah-aqidah Rofidhoh, dan bahwasanya bapak spiritual mereka adalah Abdul Malik Al  Hutsiy/Houthi. Nama-nama anak ini dirahasiakan demi keselamatan mereka. Hasbunallohuwani’malwakil 12: 36 wib

Majmu’ah “Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa Presiden Abdu Robbih Manshur  menuduh Iran ikut campur dalam konflik di Yaman. 12 : 21wib Majmu’ah yang mulia ini juga menyebutkan bahwa beberapa pekan yan lalu Kedubes Iran  mengadakan jumpa pers di Sho’na dan membantah tuduhan Presiden Yaman akan  keterkaitan Iran dengan konflik di Yaman.  Kemudian Majmu’ah yang mulia ini menyebutkan bukti amat penting dan berbahaya  akan keterkaitan Iran dengan pemberontakan Rofidhoh di Yaman. 12 : 28 wib

Senin, 6 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan : Internet sedang susah. Jum’at setelah dzuhur 2 (dua) kali Rofidhoh tembakkan mortir ke markiz. 3 (tiga) orang luka Ba’dal(setelah) ashar datang Lajnah Sya’biyyah. Setelah maghrib Rofidhoh nembak-nembak lagi. 22 : 16 wib

Semoga Allah melaknat Rofidhoh. Tawarkan damai dan sepakati point-point, kita yakin mereka pendusta dan kami waspada. Ternyata tetap saja mereka berhasil membunuh 1 (satu) orang saat Maghrib.

Senin Sore : Rofidhoh menyerang dahsyat dengan alat-alat berat ke dammaj. Batrei ana sedang habis, InsyaAllah dilanjutkan di waktu lain. 23 : 43 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan: Ternyata tadi malam di Dammaj Al Akh Al Fadhil ‘Athif Al Abyani meninggal dihantam meriam Rofidhoh. Rohimahullohi Rohmatan Wasi’ah. 14 : 35 wib

Sepeninggal Sheikh Hussein Aulaqiy Rohimahulloh, Puluhan anggota suku-suku beliau di Hadhramaut terpacu dengan berdatangan berjihad ke Kitaf. 14 : 02 Tadi kabar dari Ali Al Baitiy Hafizhohulloh. Dari Majmu’ah Syaikh Adnan Adz Dzammariy dikabarkan bahwa ratusan orang bersenjata dari Suku Hada berangkat ke Hasyid dipimpin oleh Sheikh Al Hudaijiy dan disertai Sheikh Hussein Adz Dzammariy Hafizhohumalloh. 14 : 03 wib 

Malam Senin: Rofidhoh menyerang perbatasan Wathon dan meruntuhkan sdikit dinding pembatas kebun dengan basoka untuk membuka peluang para sniper mereka. Terjadi baku tembak. 6 (enam) Rofidhoh mati, 1(satu) Pelajar Rusia meninggal lagi, 3 (tiga) pelajar lain luka. 13 : 24 wib

Akh Abu ‘Ashim di Kitaf menelpon Akh Anggota “Akhbar Dammaj Qol’atus Sunnah” bahwa di atas bukit yang dikuasai ikhwah Ta’iz sekarang ada 30 (tiga puluh) mayat Houtis/Hutsiyyun bergelimpangan. Alhamdulillah. 09 : 16 wib

Akh Kholid bin Ghozi mengabari bahwa Akh Ahmad bin Sa’id Ba Ghouts -Imam Masjid Tarim- menelponnya dan mengabari bahwa Rofidhoh menyerang ikhwah di Kitaf dalam kondisi seperti mabuk. Lalu dihantam balik oleh Ikhwah sehingga Rofidhoh mati banyak sekali, lalu mayat-mayat mereka dibawa lari oleh teman-teman mereka. Alhamdulillah. Dari ikhwah yang meninggal 1(satu) orang dari Ta’iz. Rohimahulloh. 00:58 wib

Ahad, 5 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Seokojo Al Jawy mengabarkan : Akh Abdul Hakim Ar Rusiy (Rusia) yang tertembak kepala di Wathon jam 11 siang hari ini akhirnya meninggal. Rohimahulloh Rohmatan Wasi’ah. 17 : 44 wib

Di Dammaj, Rofidhoh gagal membalas kekalahan mereka kemarin, bahkan mayat-mayat baru mereka menumpuki bangkai-bangkai mereka yang lama. Alhamdulillah. Dari ikhwah hanya ada sekitar 4 orang luka ringan. 14 : 58 wib

Sumber pemberitaan tadi juga menyebutkan bahwa Rofidhoh setelah kegagalan tadi beralih dengan membombardir dua masjid di Wadi Abu Jubaroh, hanya 2 lemparan yang berhasil mengenai masjid. 14 : 54 wib

Hari Ahad sekitar jam 11 siang di Wathon Dammaj: Houthis/Hutsiyyun menembak Akh Abdul Hakim Ar Rusiy(Rusia) di kepalanya, amat kritis, dan Akh Hasan Hudaidiy di tangannya. Hasbunallohuwani’malwakil 15 : 17 wib

Ahad pagi: berita dari “Basyairun Nashr”: Houthis/Hutsiyyun menyerang gencar ikhwah Hilfun Nushroh di 5 tempat di Kitaf, lalu mundur dengan kegagalan besar. 70 mayat mereka bergelimpangan. 4 ikhwah meninggal. 14 : 10 wib

Lepas tengah malam baku Tembak gencar dan Bom. Seperti yang diperkirakan, Rofidhoh berusaha mengambil mayat-mayat teman mereka yang masih berserakan di Wilayah Masadir dan Alu Manna’. Sebelum itu media massa mereka ” Al-Mashirot ” memberitakan bahwa pihak mereka yang mati serangan ke Dammaj kemarin adalah 150 orang 08 : 43 wib

Akh Ahmad As Samidiy dan Ali Al Baitiy mengatakan bahwa komandan Houthis/Hutsiyyin yang mati dalam penyerbuan ke Dammaj kemarin ada 3 : Abu Nuh, Al Ghoisiy dan satu lagi belum dikenal. 02 : 32 wib

Saudara kita Yang mulia, Ma’mar Dahhan Hafizhohulloh mengabari kami bahwa jenazah Akhuna Ismail bin Abi Ismail Al Hajuriy Rohimahulloh telah dibawa ke Ghurfah Dhiyafah, beliau lihat dia meninggal dalam kondisi bertasbih dengan jari-jari kanannya, Alloh mengabadikan kondisinya itu. Allohu akbar. 01 : 36 wib

Beliau juga mengabarkan bahwa sebagian penduduk Sho’dah mengabarkan bahwa mayat-mayat Houthis/Hutsiyyin yang sampai ke Sho’dah dari hasil penyerangan mereka terhadap Dammaj kemarin adalah 24 orang. 00 : 28 wib

Akh Ahmad As Samidiy Hafizhohulloh mengabari bahwa terjdi front baru antara Suku-Suku Sunnah dengan milisi Houthis/Hutsiyyin di desa Khoiwan, Hasyid. Belum diketahui jumlah korban. 00 : 22 wib

Sabtu, 4 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawy mengabarkan : Malam Ahad di Dammaj : Saat Muslimin sholat Isya’, datang hantam mortir ke masjid atas 2 kali hingga menggetarkan masjid bawah. Lalu datang hantaman-hantaman berikutnya ke sasaran yang sama dan sekitarnya sekitar 4 atau 5 kali. Sampai sekarang masih terjadi baku tembak/hantaman basoka ke sebagian matras ikhwah 23 : 39 wib

Sampai sekarang yang jelas meninggal dari ikhwah 5 orang, di antaranya adalah al Akh Isma’il (Anak Abu Isma’il Al Hajuriy Pengawal Sheikh Yahya). Rofidhoh Sholat Jenazah di masjid Hadi di Sho’dah, menyolati komandan mereka yang mati di Dammaj tadi malam. 20 : 12 wib

Tadi sore Sheikh Yahya cerita kepada kami di dars umum bahwa Rofidhoh memakai Panser untuk mengambili mayat-mayat teman mereka yang terbunuh tadi malam. Beliau juga mengulang dilarangnya memotret (memfoto) jenazah-jenazah. Beliau juga tidak setuju Kepala Houthi/Hutsi dipotong dan dibawa berkeliling. Cukup dibunuh saja. Memang di Yaman kasus penyembelihan manusia itu dianggap menjijikkan sehingga Sheikh Yahya berusaha tetap menjaga kebersihan Citra Dakwah. 20 : 21 wib

Seorang ikhwah yang mulia menunjukkan berita di Al Ulum bahwa di Hasyid Rofidhoh berusaha menyerang ikhwah di sayap kiri melalui Kebun Ganja. Alhamdulillah serangan mereka patah dan bangkai-bangkai mereka berserakan sebanyak 24 orang, di antaranya adalah seorang komandan lapangan mereka. 20 : 24 wib

Surat Kabar, “Al-Yamaniyyah” menyebutkan terbunuhnya 100 orang Houthis (Hutsiyyun) di Wadhi Bu Jabiroh 17 : 21 wib

Akh Ammar Al Haubaniy mengabarkan bahwa Akh yang menyembelih Houthi tadi menemukan di kantongnya ada alat Wireless, nomor-nomor Midfa’, nomor-nomor Tank dan Panser. Dikabarkan bahwa dia adalah komandan besar hutsiyyin dan telah menjanjikan pada anak buahnya bahwa dia akan masuk ke Dammaj dalam tempo 2 jam. Alhamdulillah janjinya terkabul, dia tersembelih dan kepalanya dibawa ikhwah keliling matras-matras di Dammaj 13 : 17 wib

Ana telah lihat langsung kepala Houthi yang dipenggal seorang ikhwah tersebut dan dibawa keliling ke matras-matras sebagai hiburan. Wajahnya Hitam. Moga langsung disiksa di alam kuburnya. Dari kita yang meninggal 4 orang. Kata Akh Tsabit Al Hadhromiy wajah-wajah mereka putih bercahaya. Moga langsung bahagia di Jannatul Ma’wa. 12 : 17 wib

Memang ada perselisihan tentang siapa yang menyembelih si kafir jahat tadi. Ada yang bilang yang menyembelih adalah Akh Hamzah Al Jazairiy, ada yang bilang: seorang Dammajiy juga. InsyaAlloh tidak masalah. Barusaja datang lagi hantaman mortir lalu disusul rentetan tembakan. 12 : 21 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : 10 : 25 WIB Kemarin malam dan malam ini laskar Syi’ah terus melepaskan tembakan ke Masyrohah, beberapa malam yang lalu juga begitu sampai Abu Muhammad Anas Al-Limboriy berkata: “Kami di Masyrohah dihantam terus dengan tembakan-tembakan hingga matras kami roboh, kemudian kami bangun lagi disela-sela waktu jaga”. Di Alu Manna’ pada tengah malam ini juga ramai tembakan dari laskar Syi’ah Qotalahumulloh. Pukul 02: 40 tadi malam laskar Syi’ah melepaskan tembakan ghoughou (37) ke benteng Indofi’i, kemudian disusul serangan besar-besaran hingga pukul 06: 00, Alhamdulillah hanya 3 kawan kami yang luka ringan dan seorang di matras Hajuriyyin  Insya Alloh telah mati syahid, matras Indofi’i jadi berantakan sampingnya terbakar, jendela ruang peristrahatan jebol. Setelah perang kawan-kawan menyatakan kepada kami benar mimpimu, tiga hari yang lalu kulihat dalam mimpiku sosok berkata: “Tunggu tiga hari lagi”, setelah bangun kukabarkan ke kawan-kawan, setelah kejadian tadi langsung kawan-kawan mengabarkanku “hari ini sudah tiga hari, benar mimpimu”, Allohu Akbar Walillahil Hamd.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : 12:49 WIB  Jumlah sementara yang meninggal akibat serangan tadi malam 4 orang, Rohimahumulloh. Baku tembak sampai detik ini masih berlangsung. Akh Abdul Karim Al Hadhromiy hafizhohulloh bercerita dan bersumpah bahwa barusan seorang Akh pulang dari matras Alu Manna’ dan bercerita ada tembakan B10 menghantam bawah kaki seorang ikhwah lalu Akh tadi terangkat ke atas, lalu turun lagi dg selamat. Alhamdulillah. 

11 : 05 WIB Tadi malam Rofidhoh menyerang markiz dengan dahsyat sampai menjelang adzan kedua. Lalu setelah sholat shubuh ada beberapa hantaman mortir ke masjid dan sekitarnya. 

Yang telah jelas meninggal Akh Nayif Al ‘Audiy Al Ibbiy dan Akh Yunus bin Hadi Ad Dammajiy rohimahumalloh. Rofidhoh mati bergelimpangan. Salah satu yan luka dari mereka didekati oleh seorg ikhwah dari Adn lalu disembelih dan diambil senjatanya. 11 48 WIB

Kabar dari Hasyid: kemarin baku hantam dahsyat, sekitar 25 Rofidhoh mati bergelimpangan. Hari ini ikhwah menghantam mereka dan perang masih berkecamuk. Maktabah Nisa berlubang besar, Maktabah ‘Ammah juga terhantam peluru besar. 11 : 50 WIB Memang kemarin ada seorang perwira dari Sho’dah menelpon bahwa hutsiyyun naik sekitar 40 mobil dari wilayah Kitaf bergerak ke Dammaj untuk bisa segera menguasai dengan paksa sebelum datangnya rombongan besar Lajnah. 11 : 51 WIB

22:13 WIB  Malam ini Syaikh Yahya berkata di dars umum: (‎ألا لعنة الله على الرافضة‎)

Malam ini di Dammaj masih terus baku tembak. Dari Kholid bin Muhammad Al Ghirbaniy Al Hasyimiy hafizhohulloh: bahwasannya korban dari penyerangan terhadap RS “Al ‘Ardhiy” kemarin adalah: yang meninggal 52 orang dari kalangan dokter dan perawat. Di antaranya adalah 2 dokter dari Jerman, 2 dokter dari Vietnam, 2 perawat Filipina, 1 perawat India. Yang luka-lukaada 167 orang. Semua sepakat untuk mengutuk aksi jahat tersebut. Yang tertuduh adalah rofidhoh dan qo’idah, dan mereka adalah hakikatnya berasal dari sumber yang sama dan mata uang yang sama sebagamana dikatakan secara terang-terangan oleh mentri luar negri Yaman. Siaran Petinggi Militer juga mengarahkan tuduhan kepada komandan tentara yang memuluskan terlaksananya aksi serangan terhadap kompleks “Arodhiy” tersebut. Dan sudah menjadi aqidah hutsiyyun yang dipopulerkan sejak pemberontakan mereka keenam bahwasannya membunuh tentara apalagi komandan, adalah bayaran untuk masuk Jannah.  01:02 wib

Kabar dari Abu Turob Ash Shon’aniy di Hasyid bahwa Kamis kemarin ikhwah menghantam rofidhoh. 10 rofidhoh mati. 7 dari mereka dikuburkan di desa Masyhad belakang Qoflah ‘Udzar. Lalu ada rofidhoh di sana menembak salah seorang ikhwah. Kena kepalanya, masuk dan tembus. Setelah dioperasi alhamdulillah mulai sehat lagi. 01:39 wib

Berita dari Syaikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf: seorang kepala matras ikhwah cerita bahwa beberapa malam yang lalu ada 3 mayat hutsiyyun tergeletak di dekat matras mereka padahal tak ada yg nembak. Dan tadi malam hutsiyyun menyerang dengan amat dahsyat ke sekeliling Darul Hadits Wailah sampai pagi lalu terpukul mundur dengan membawa 2 mobil penuh mayat teman-teman mereka. Satu akh meninggal dan 5 luka2. 01:41 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :  Laskar Syi’ah terus berupaya untuk menerobos masuk ke pemukiman Alu Manna’, mereka merasa tidak puas maju hingga jarak antara mereka dengan matras Alhajuriyyin di Alu Manna’ hanya lima meter, dengan itu mereka berusaha maju dengan terus menggali parit supaya bisa menerobos parit di matras Alhajuriyyin.  Dengan melihat hal itu maka Alhajuriyyin memasang ranjau, pada malam ini laskar Syi’ah mulai maju hanya beberapa langkah memasuki parit Alhajuriyyin, Alhamdulillah mereka terkena ranjau,  maka laskar Syi’ah yang lainnya marah dengan membabi buta menembak, hingga matras kami yang bertetangga dengan matras Alhajuriyyin ikut ditembaki oleh mereka Qotalahumulloh. 00:46 wib

Jum’at, 3 Shofar 1435 

Selingan Ada Seorang Ikhwah bertanya : “Bolehkah mendoakan laknat bagi syiah yang masih hidup (yang mereka  memerangi Salafi saat ini di Dammaj)” Ada seorang ikhwah membantah bahwa itu tidak boleh ?

Abu Fairuz Abdurrahman menjawab : Mendoakan kejelekan terhadap jenis orang-orang yang zholim dan kafir adalah disyariatkan. Adapun mendoakan kejelekan terhadap orang-orang tertentu itu tidak boleh, sudah dihapus,  karena orang-orang tertentu itu kita tidak tau apakah Alloh Ridho dengan kebinasaannya  ataukah bisa jadi Allah memberinya taufiq untuk tobat. Lihat Majmu’ul Fatawa  Ibnu Taimiyyah (8/hal. 335). Makanya banyak dalil di mana Nabi Shollallohu’alaihiwasallam melaknat  pencuri, penyambung rambut, penyuap dan sebagainya, tapi melarang melaknat si fulan  (menyebut nama dia). Berarti: melaknat Rofidhoh (jenis mereka) itu boleh sebagaimana melaknat jenis  kafirin, musyrikin dan sebagainya, bukan mentanshish orang perorangnya. Makanya Ali  Rodhiyallohu’anh melaknat para pembunuh Utsman di daratan, lautan, lembah  dan gunung. (Minhajus Sunnah/Ibnu Taimiyyah/4/hal. 150).

Abu Fairuz Aburrahman mengabarkan : 10 : 31 wib Berbagai situs ikhwah dan media masa di Yaman mengabarkan bahwa Kamis pagi kemarin sebuah mobil penuh dengan bahan peledak meledak dahsyat di depan pintu gerbang Rumah Sakit “Al ‘Arodhi” di pusat kota Shon’a, komplek Kementrian Pertahanan, lalu sekelompok orang berpakaian militer masuk ke Rumah Sakit tersebut dan menembakkan semacam 2 mortir ke dalam Rumah Sakit tsb dan melempari para petugas kesehatan dengan granat. Akibat gerakan jahat itu adalah mayoritas dokter dan perawat meninggal, 96 luka-luka. Bahkan ada seorang dokter wanita sedang mengoperasi pasiennya di ruang bedah, dibunuh oleh pasukan tak dikenal tersebuta. Sebagian dari petugas kesehatan yang tewas tadi adalah teman-teman sejawat seorang ikhwah kita.

10 : 59 wib Langsung pemerintah mengirimkan pasukan ke Rumah Sakit tersebut dan terjdilah perang sengit antara pasukan yg setia pemerintah melawan teroris yang berbaju tentara tersebut. Ternyata di sela-sela baku tembak tadi ada tembakan-tembakan sniper dari gedung-gedung tinggi di kompleks Shon’a Kuno yang menyebabkan tewasnya sebagian tentara pemerintah. Tentara pemerintah berhasil membunuhi pasukan teroris dan mengendalikan keadaan. Lalu beberapa anggota masyarakat lapor ke departemen pertahanan bahwa mereka melihat banyak pengikut Abdul Malik Al Hutsiy memasok bahan-bahan makanan dan sebagainya ke dalam gedung-gedung yang mengitari kompleks tadi, yang kemudian diketahui sebagai tempat bersarangnya sniper-sniper gelap tadi. Departemen Pertahanan mengumumkan agar para sniper teroris hutsiyyin tadi turun meninggalkan gedung-gedung tadi, jika tadi maka pemerintah akan membombardir komplek gedung-gedung Shon’a Kuno tersebut.

Kisah Ajaib dari “Situs Basyairun Nashr”

11 : 38 wib Ada seorg saksi mata yang turut membongkar keterkaitan hutsiyyun dengan teror berdarah di Rumah Sakit “Al ‘Ardhi” tersebut. Saksi ini melaporkan: saya waktu itu sedang keluar rumah untuk pergi ke Rumah Sakit “Ats Tsauroh”, maka saya pesan taksi. Setelah saling sepakat harga sayapun naik. Di tengah perjalanan, saya menoleh ke sopir itu, ternyata dia pakai celana militer. Saya tadi tak tau itu karena dia pakai jaket gelap. Lalu dia menelpon temannya. Di sela-sela dialog itu tahulah saya bahwa sopir ini adalah seorang komandan/perwira yang bekerja di Kementrian Pertahanan. Di sela-sela dialog telepon tadi dia berkata pada temannya: “Aku tadinya mau ke Kementrian, lalu aku ingat, maka aku tak jadi ke sana.” lalu sopir tadi melanjutkan dialog dengan ceria dan tertawa-tawa seraya berkata:“Hantam saja mereka!” lalu denga riang dia menoleh ke arahku seraya berkata: “Korbannya ratusan!” terus menerus dia tertawa. Lalu dia menelpon temannya yg lain dan berkata: “Halooo” sepertinya temannya bertanya: “Siapa ini?” dia menjawab:“Aku Ahmad Al Kabsiy.” Lalu berlangsunglah dialog tadi dengan riang dan tawa kemenangan. Lalu dia seperti berdendang senang: “Bersamamu wahai Ibnu Badruddin,” Akhirnya aku merasa bahwa si komandan ini ikut terlibat dalam perencanaan teror jahat tersebut, atau paling tidak dia ikut memberi info pada pihak pelaku teror jahat tadi. Sebelum mencapai terminal akhir, aku mencatat nomor taksi tadi untuk kulaporkan kepada petugas khusus, karena aku yakin atau punya dugaan besar bahwa komandan tadi ikut andil dalam perencanaan teror sadis tersebut atau sukses memberi info ke pelaksana lapangan, lalu dia menghindar menyelamatkan diri sebelum terjadinya teror tadi. Atau minimal dia ridho dengan aksi tadi. Yang pasti nama komandan tadi adalah Ahmad Al Kabsiy. Nomor mobilnya 1/37627. Taksinya nampaknya jenis IKO.” selesai berita dari “Basyairun Nashr” Hasbunallohuwani’mal wakil. Kita Ahlussunnah benci terhadap terorisme yang diarahkan terhadap muslimin. 11 : 41 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan  08:57 wib : Malam Jum’at ini mulai pukul 01: 00 waktu Yaman para laskar Syi’ah ramai melepaskan tembakan ke matras perbatasan Alu Manna’. Matras Alhajuriyyin sebelah barat kami yang jaraknya antara mereka dengan laskar Syi’ah hanya lima meter, terjadi baku tembak yang seru.

Sudah menjadi kebiasaan laskar Syi’ah adalah suka melakukan penyerangan pada malam Jum’at, karena mereka meyakini adanya keutamaan mati di malam Jum’at, ya semoga malam Jum’at adalah kehancuran buat mereka.

   اللهم عليك بالحوثيين، اللهم عليهم، اللهم اهلكهم، اللهم اجعل بيوتهم وقبورهم نارا

Kamis, 2 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Hari Kamis pagi Al Akh Al fadhil Ma’in Al Abyaniy -dulu pengawal syaikh Abdulloh Muzakhim rohimahulloh- meninggal ditembak rofidhoh. Semoga Alloh merohmati beliau dengan rohmat yang luas. Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh menulis untuk beliau ta’ziyah yang bagus. Sayangnya ana capek sehingga belum giat menerjemahkan. 20:18 wib

Hari ini ada al akh al fadhil memberitahu adanya berita menarik dari “Sho’dah Online” maka ana buka ternyata ada berita: “Setelah habisnya amunisi mereka, hutsiyyun menyerahkan dana yang jumlahnya bagaikan hayalan untuk membeli amunisi dari barak-barak  militer di Sho”dah.” 20:51 wib

إن الذين كفروا ينفقون أموالهم ليصدوا عن سبيل الله فسينفقونها ثم تكون عليهم حسرة ثم يغلبون. والذين كفروا إلى جهنم يحشرون.

“Sesungguhnya orang-orang kafir menginfaqkan harta-harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Alloh. Maka mereka akan menginfaqkannya kemudian hal itu akan menjadi penyesalan atas mereka, kemudian mereka terkalahkan. Dan orang-orang kafir akan digiring ke Jahannam.” (QS. Al Anfal: 36). 20:59 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengkabarkan : 13 : 40 wib Pada pagi ini, kawan kami Ma’in Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih Insya Alloh telah syahid, beliau terkena tembakan dari laskar Syi’ah mengenai kepalanya hingga berlubang lebar pada samping hidungnya dan darahnya mengalir membasahi lantai matras Indofi’i.Beliau rutin jaga siang di matras Indofi’i. Sungguh menakjubkan ketika terkena tembakan pada wajahnya di tengah sakaratul maut beliau masih bisa geser ke tempat sandaran di dalam matras dengan tanpa terdengar sedikitpun suaranya, lalu beliau berbaring di atas lambung kanannya seakan-akan sedang tidur, Allohu yarhamuh. Empat hari yang lalu beliau juga ditembak hingga mengenai imamahnya dan tidak mengenai kepalanya sedikitpun, kami yang melihatnya merasa heran karena imamahnya copot dan debu-debu berterbangan di atas rambut kepalanya.

UNTAIAN KATA DARI SANG MUJAHID MA’IN ROHMATULLOH ‘ALAIH 

بسم الله الرحمن الرحيم.

الحمد لله رب العالمين، أما بعد:

Ma’in Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih telah membawa kain sitr untuk dipasang  di matras Indofi’i, sebelumnya beliau menulis di dinding tembok matras  Indofi’i, berikut ini tulisannya:

“يا الله تقبل من ترك دار الأحباب

وهاجر يبا العزة ويبغى الشهادة“.

“Ya Alloh terimalah orang yang meninggalkan negri orang-orang yang dicintai  dan berhijroh menginginkan kemuliaan dan mencari syahadah (mati syahid)”.

Dan tulisan yang keduanya pada tempat yang sama:

“با ننصره حتى لو الكل يقتل

با يبعث من ينصرونه

وأزكى الصلاة مني على خير المرسل

ما شي تحرك أو سكن في سكون“.

“Kami akan menolong-Nya sampai walaupun semua terbunuh. Dan Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa) akan membangkitkan orang-orang yang menolong-Nya. Dan paling sucinya sholawat dariku kusampaikan kepada sebaik-baik Rosul yang diutus.Tidak ingin bergerak atau berdiam di tempat tinggal”.

Pada hari ini Kamis tanggal 2 Shofar 1435, kawan kami Ma’in Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih -Insya Alloh- telah mendapatkan syahadah (mati syahid), beliau terkena tembakan dari laskar Syi’ah mengenai kepalanya hingga berlubang lebar pada samping hidungnya dan darahnya mengalir membasahi  lantai matras Indofi’i. Sungguh menakjubkan ketika terkena tembakan pada wajahnya di tengah sakaratul maut beliau masih bisa membaringkan diri ke tempat sandaran di dalam matras, Subhanalloh dengan tanpa terdengar sedikitpun suaranya, lalu beliau berbaring di atas lambung kanannya seakan-akan sedang tidur, Allohu yarhamuh.Mendengar bunyi tembakan di matras Indofi’i adalah perkara biasa, setelah selesai sholat shubuh beliau Rohmatulloh ‘Alaih datang ke matras Indofi’i  bersama kawannya Salim Al-Abyaniy, hari-hari sebelum itu kawannya yang datang berpagi-pagi, namun pada pagi ini beliau meminta kawannya untuk  beristrahat sampai jam sembilan dan beliau yang akan jaga. Ketika kawan-kawanku Al-Indonesiyyun sedang beristrahat karena tadi malam jaga, dan aku tidak bisa beristrahat, aku duduk di ruang peristrahatan di bawa matras, tiba-tiba aku mendengar tembakan, aku tetap duduk santai, karena aku tidak mendengar ada suara darinya, sekitar lima menit aku naik  melihatnya ternyata aku dapati darah telah mengalir dan beliau berbaring  dalam keadaan tenang seakan-akan sedang tidur. Empat hari yang lalu beliau juga ditembak hingga mengenai imamahnya dan  peluru tidak mengenai kepalanya sedikitpun, kami yang melihatnya merasa  heran karena imamahnya copot dan debu-debu berterbangan di atas rambut  kepalanya.

Telah mengabarkan kepadaku Abu Yusuf Al-Afriqiy Hafizhohulloh, beliau

berkata:

“قبل أربع أيام جلست أنا وسليم الابياني، ومعين كان يتذكر عن أصحابه الذين

قتلوا فدعى لنفسه بالشهادة، فرزقه الله الشهادة -إن شاء الله- في المقام الذي

دعى لنفسه  بالشهادة فيه“.

“Sebelum empat hari yang lalu aku duduk dengan Salim Al-Abyaniy, dan Ma’in  menyebutkan tentang kawan-kawannya yang telah terbunuh, lalu beliau berdoa  untuk dirinya dengan syahadah (mati syahid), maka Alloh merezqikannya  syahadah -Insya Alloh- ditempat yang beliau berdoa meminta syahadah Padanya

“.وجهاد الروافض من أعظم القربات إلى الله تعالى، لا شك أنهم كفار، وجهادهم فيهذا الزمن واجب على كل مسلم في اليمن، قال الله تعالى:  “وأعدوا لهم ما

استطعتم من قوة“.

“Memerangi kaum Rofidhoh adalah termasuk paling agungnya pendekatan diri  kepada Alloh Ta’ala, tidak ragu lagi bahwasanya mereka adalah orang-orang  kafir, dan memerangi mereka pada zaman ini adalah wajib atas setiap muslim  di Yaman, Alloh Ta’ala berkata: “Dan persiapkanlah oleh kalian dari  kekuatan untuk (memerangi) mereka semampu kalian”.

Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johory mengkabarkan : 11 : 26 wib Bismillah…Alhamdulillah keadaan di Dammaj hari ini(hari kamis 2 Shafar 1435H) agak tenang dan masih ada baku tembak dari kelompok yang zholim dan perosak Syi’ah Rofidhoh tapi jarang mereka menggunakan senjata berat. Dan biasanya para durjana itu serunya tembakan mereka di malam hari karena mereka ingin mengganggu keamanan dan ketenangan penduduk Dammaj. Tapi Syu’aib rasakan sendiri peperangan lagi dasyat dan lagi zholim ke atas penduduk Dammaj dari hisor yang kemarin,karna hisor kemarin walaupun kita kekurangan makanan tapi terjadi penyerangan banyak di bukit Borakoh.Kali ini mereka menyerang di setiap sisi,misalnya mereka menyerang 4 kali ke waton tapi alhamdulillah gagal,di masyrohah,bukit Barokoh,hadab,bukit mazru’ah dan Aly mazru’u berkali-kali tapi gagal juga,tapi mereka dapat rampas Masaadir.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengkabarkan10 : 40 wib Berita dari Syaikh Muhammad Ba Jammal hafizhohulloh di Kitaf : malam Kamis Rofidhoh menyerang dengan dahsyat ke beberapa matras ikhwah, dan ditahan dengan tenang oleh singa-singa Alloh. Beberapa ikhwah meninggal. Sekitar 30 rofidhoh yang dekat dengan matras-matras ikhwah mampus. Satu komandan hutsi mampus, yang lain-lain bergelimpangan dan belum diketahui jumlahnya. Alhamdulillah. 

10 : 28 wib Ternyata kemarin sahabat kami yang rajin membantu mujahidin dalam perkara berat dan ringan, Al Akh Adil Ar Roimiy Hafizhohulloh juga terluka di kepalanya dan telinganya kena peluru-peluru Rofidhoh. Syafahullohu Wa Taqobbala Minh.

Rabu, 1 Shafar 1435

Abul Fida’ Hanif bin Abdullah Al Riyawy mengabarkan: Berita dari Jabhah Hasyid: Para pejuang tauhid dan sunnah serta para kabilah ahlussunnah melakukan aksi penyerangan dahsyat terhadap para hutsiyyin dengan roket-roket, mortir-mortir meriam dan lain sebagainya pada Rabu hari ini. Sampai sekarang aksi tersebut masih terus berlangsung dan belum diketahui hasilnya secara pasti. Kami menghimbau para ikhwah untuk senantiasa mendoakan kemenangan untuk ikhwah kita di sana dan kehancuran bagi para penjahat hutsiyyin. Allohumma nashrok… Allohumma Nashrok 18 : 16 wib

Hari ini meninggal seorang santri dari Hajur kena seneper, Allohu Yarhamuh 17 : 04 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan : Rabu 1 Shafar 1435, hari ke 58, Akh Taufiq Al Hajury di tembak Rofidhoh di matras Alu Manna’ Rohimahullah. Beliau adalah orang ke- 156 yang terbunuh dalam penyerangan Rofidhoh di Dammaj Ini. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Adapun untuk pihak Rofidhoh sebulan yang lalu ada yang umumkan telah 1200 orang yang mati di pihak mereka di Dammaj. Sekarang entah berapa. 17 : 23 wib

Selasa di Dammaj, Lajnah telah sepakat di Sho’dah dengan rofidhoh untuk memasok bahan makanan dan obat-obatan untuk Dammaj. Ternyata begitu sampai Khoniq bantuan tadi dihalangi dan diusir oleh rofidhoh Sepanjang malam Rabu sampai pagi ini baku tembak terajadi, dan sesekali rofidhoh tembakkan senjata berat mereka. 11 : 22 wib

Di Selasa pagi di Saqiyah Mu’niqoh, di depan gunung Suwaida sebelah timur, 23 org rofidhoh mati terkapar terkena ranjau. Lalu seorang nenek mengambil 3 senjata mereka. Sampai sekarang rofidhoh belum bisa ambil sebagian mayat-mayat tadi. Ini dua pukulan berat terhadap mereka dalam 24 jam dari wilayah Wadi Dinan. Alhamdulillah. 11 : 20 wib

Berita dari Akh Adil Hasyidiy Hafizhohulloh: di Wadi Dinan, pasukan kabilah Hasyid menemukan suatu tempat pertemuan rofidhoh dan skaligus gudang senjata dan amunisi mereka, yang dijuluki sebagai “Baitul Mu’arrosy“. Saat rofidhoh kumpul di situ langsung dihantam oleh pasukan Hasyid dengan 10 midfa’, langsung terbakar dengan menyemburkan api, lalu diikuti dengan ledakan susul menyusul. Itu bisa dilihat dari jauh saking dahsyatnya api. 11:19 wib

Berita dari Syaikh Abdul Karim Al Hasani hafizhohulloh: Selasa sebelum maghrib di Kitaf: Rofidhoh menyusup ke sayap kanan pasukan Ahlussunnah, ketahuan dan mundur lagi, dan terjadi baku tembak dari jauh. 11:17 wib

Syaikh Adnan juga mengabarkan terjdinya perselisihan dan baku tembak antar Rofidhoh dan penduduk desa ‘Akwan karena rofidhoh memaksa mereka ikut memerangi Dammaj. Mereka menolak karena sudah banyak orang mati dari pihak mereka. 11 : 15 wib

Asy Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh mengabari bahwa dalam pertempuran di Kitaf, puluhan Rofidhoh mati. Penduduk desa Nusyur bersaksi bahwa sepuluh mobil rofidhoh penuh dengan mayat mereka lewat di jalan desa itu. 00 : 59 wib

Kabar dari Abu Turob Ash Shon’aniy hafizhohulloh: malam Selasa kemarin hutsiyyun mengumpulkan pasukan dari Wilayah Sufyan dan Baroth, lalu menyerang pertahanan ikhwah di ‘Udzar Hasyid, Alhamdulillah pulang dengan kegagalan. 20 : 08 wib

Abu Hafsh Al Kindiy hafizhohulloh menukil dari situs “Ukadz” yang menampilkan pengakuan Abu Ashba’ -kepala Lajnah Riasiyyah- bahwa hutsiyyunlah yang melanggar dan meruntuhkan gencatan senjata dengan peluru dan mortir mereka, dan maju menembus garis demarkasi yang dibikin oleh para pengawas di tiga tempat. 20 : 04 wib

Selasa, 30 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan : 14 : 06 wib Pagi ini dua kawan kami terluka terkena tembakan laskar Syi’ah dari bukit Shoma’at ketika keduanya sedang bekerja menggali Khondaq (parit) dan keduanya sedang proses perawatan di klinik Alu Manna’

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Selasa pagi di Dammaj : Rofidhoh melontarkan hantaman senjata berat ke wilayah Alu Manna’, 3 orang pelajar luka karena pecahan-pecahannya 16 : 10 wib.

yaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh mengabari dari Kitaf bahwa hari Ahad sampai Senin pagi rofidhoh menyerang posisi-posisi para ikhwah, lalu terpukul mundur dengan membawa mayat-mayat teman mereka dan yang luka-luka banyak sekali. Alhamdulillah. 00.23 wib

Senin 29 Muharrom 1435 H jalur rofidhoh di Qoflah ‘Udzar sudah benar-benar terputus. Alhamdulillah. Kabar dari mujahid pemberani al akh Abu Turob Ash Shon’aniy hafizhohulloh. 00:26 wib

Berita duka: Ali Al Baitiy hafizhohulloh mengabari ana akan meninggalnya Asy Syaikh Husain Al ‘Aulaqiy rohimahulloh hari Senin pagi di medan jihad Kitaf‏,‏‎ menyusul adik beliau -Hamzah- yg gugur di medan laga Kitaf juga 2 th yang lalu. Al Ulum menukilkan perjuangan heroik yang belum pernah ada sebelumnya selama di Kitaf, yang mana Asy Syaikh Husain menyerbu masuk ke matras-matras rofidhoh lalu membunuh sekian banyak dari mereka, sebelum beliau sendiri terbunuh. Ali Al Baitiy menjelaskan bahwa syaikh Husain ini telah menginfaqkan uang jutaan real yamaniy untuk mendukung jihad di Kitaf. (1 real yamani = rp 50). 00:56

Semoga Syaikh Husain termasuk pewaris kisah para penjaga perbatasan masa-masa Salafush Sholih, seperti yang  diceritakan Syaikhul Islam rohimahulloh: وما وال المرابطون بالثغور مع قلتهم واشتغال ملوك الإسلام عنهم يدخلون بلاد النصارى. فنيف وقد من الله تعالى على المسلمين باجتماع كلمتهم وكثرة جيوشهم وبأس مقدميهم وعلو هممهم ورغبتهم فيما يقرب إلى الله تعالى واعتقادهم أن الجهاد أفضل الأعمال المطوعة وتصديقهم بما وعدهم نبيهم حيث قال: يعطى الشهيد ست خصال: يغفر له بأول قطرة من دمه, ويرى مقعده في الجنة, ويكسى حلة الإيمان, ويزوج باثنتين وسبعين من الحور العين, ويوقى فتنة القبر, ويؤمن من الفزع الأكبر يوم القيامة. “Senantiasa para penjaga perbatasan bersamaan dengan sedikitnya jumlah mereka, dan sibuknya para raja dari mengurusi mereka (tidak begitu peduli pada mereka), mereka bisa masuk (menguasai) negri-negeri Nashoro. Maka bagaimana jika dalam kondisi Alloh ta’ala telah menganugrahkan pada Muslimin persatuan kalimat mereka, banyaknya tentara mereka, kuatnya pasukan garis depan mereka, tingginya cita-cita mereka, besarnya minat mereka pada perkara yang  bisa mendekatkan mereka pada Alloh ta’ala, dan keyakinan mereka bahwasannya jihad adalah amalan ketaatan yang paling utama, dan mereka membenarkan apa yang dijanjikan oleh Nabi mereka yang bersabda: “Orang mati mati syahid diberi enam karakter: diampuni sejak awal tetesan darahnya, melihat tempat duduknya di Jannah, diberi pakaian dengan hullah (sejenis sarung dan selendang) keimanan, dinikahkan dengan 72 bidadari, dilindungi dari fitnah kubur, dan diamankan dari keterkejutan besar di Hari Kiamat.” (selesai dari “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 627) 01:10 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan : Pada hari ini, dari pagi hingga sore laskar Syi’ah banyak menyineper pemukiman Alu Manna’, sebelum maghrib hingga tengah malam ini mereka masih ramai menembak dan sudah beberapa kali mereka menembak dengan senjata besar. 3:05 wib

Senin, 29 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan :16 : 28 wib  Pada pagi ini Syaikhuna Abdul Hamid Al-Hajuriy mengunjungi benteng-benteng Alu Manna’ dan memberikan nasehat yang sangat bagus, beliau berkata: “Syaikhuna Yahya sangat berkeinginan untuk datang ke setiap tempat jaga namun kami dan para hurrosnya tidak menginginkannya untuk keluar”. Beliau (Syaikhuna Yahya) berkeinginan untuk mati syahid, bahkan ketika putranya (Abdurrohman) terbunuh maka beliau mengharap balasan kebaikan dari sebabnya. 

Syaikhuna Abdul Hamid Al-Hajuriy  ketika sampai di Alu Manna’ beliau berkata: “Di tempat ini paling diupayakan oleh Hutsiyyun untuk menguasainya, apalagi ada orang awam yang bersama mereka mengetahui tempat-tempat ini”. Dan beliau memberikan faedah yang sangat banyak, diantaranya beliau berkata:

من عاش عاش سعيدا 

ومن قتل قتل شهيدا

“Barang siapa yang hidup maka dia hidup dalam keadaan bahagia, dan barang siapa yang terbunuh maka dia terbunuh dalam keadaan syahid”.

Ini semisal dengan perkataan Syaikhuna Yahya:

من قتل قتل شهيدا 

ومن بقي بقي عزيزا.

“Barang siapa terbunuh maka dia terbunuh dalam keadaan syahid, dan barang siapa tersisa (masih hidup) maka dia hidup dalam keadaan mulia”. 16 : 47 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita gembira dari Al Ulumus Salafiyyah: Ahad sore qobilah-qobilah dari bani Arhab Sho’dah menampilkan penggabungan diri kepada Hilfun Nushroh untuk memerangi rofidhoh. Mereka memotong jalur bantuan rofidhoh di wilayah tersebut dan belasan mobil besar rofidhoh terpaksa balik lagi karena jalan dihadang. 11:56 Wib Hal ini makin mencekik leher para durjan tersebut karena jalur-jalur bantuan yang lain juga telah tertutup di Hasyid, Harodh dan Jauf. 11:58 wib

Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johori mengabarkan : Telah dikhabarkan kepada kami bahwa di So’dah telah disebarkan lembaran-lembaran yang mengumumkan seluruh Ahlis sunnah di So’dah harus ikut perang atau keluar dari kota So’dah 11:14 wib

“Mengabarkan kepada kami di majlis “Thaifah Al Manshurah”  Abu Fairuz Abdurrahman  : 00: 44 wib bahwa : Malam tadi Syaikh Yahya hafizhohulloh membacakan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh yang berkata tentang para penjaga tapal batas:

وما وال المرابطون بالثغور مع قلتهم واشتغال ملوك الإسلام عنهم يدخلون بلاد النصارى. فنيف وقد من الله تعالى على المسلمين باجتماع كلمتهم وكثرة جيوشهم وبأس مقدميهم وعلو هممهم ورغبتهم فيما يقرب إلى الله تعالى واعتقادهم أن الجهاد أفضل الأعمال المطوعة وتصديقهم بما وعدهم نبيهم حيث قال: يعطى الشهيد ست خصال: يغفر له بأول قطرة من دمه, ويرى مقعده في الجنة, ويكسى حلة الإيمان, ويزوج باثنتين وسبعين من الحور العين, ويوقى فتنة القبر, ويؤمن من الفزع الأكبر يوم القيامة

“Senantiasa para penjaga perbatasan bersamaan dengan sedikitnya jumlah mereka, dan sibuknya para raja dari mengurusi mereka (tidak begitu peduli pada mereka), mereka bisa masuk (menguasai) negri-negeri Nashoro. Maka bagaimana jika dalam kondisi Alloh ta’ala telah menganugrahkan pada Muslimin persatuan kalimat mereka, banyaknya tentara mereka, kuatnya pasukan garis depan mereka, tingginya cita-cita mereka, besarnya minat mereka pada perkara yang bisa mendekatkan mereka pada Alloh ta’ala, dan keyakinan mereka bahwasannya jihad adalah amalan ketaatan yang paling utama, dan mereka membenarkan apa yang dijanjikan oleh Nabi mereka yang bersabda: “Orang yang mati syahid diberi enam karakter: diampuni sejak awal tetesan darahnya, melihat tempat duduknya di Jannah, diberi pakaian dengan hullah (sejenis sarung dan selendang) keimanan, dinikahkan dengan 72 bidadari, dilindungi dari fitnah kubur, dan diamankan dari keterkejutan besar di Hari Kiamat.” (selesai dari “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 627). Semoga Alloh membalas Syaikh kita Yahya dengan kebaikan atas tarbiyah beliau. Amiin”

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan kepada kami : Al Akh Mahir Al Fadhli mengabarkan dari Asy Syaikh Abu Hatim Al Asymuriy hafizhohumalloh bahwasanya front desa Ahnum di Wilayah Amron telah berkobar, tujuh sampai sepuluh rofidhoh mampus. Alhamdulillah.02 : 21 wib

Sayyid Ali Al Baitiy menunjukkan kabar dr “Ma’rib Pers” bahwa di desa ‘Ahim Kusyar ada ledakan ranjau yg ditanam rofidhoh, melukai seorang wanita sehingga telapak kakinya harus dipotong. Innalillahi wainna ilaihi roji’un.02 : 03 wib Di Dammaj sampai jam 10 malam ini masih baku tembak deng skala jarang-jarang. Rofidhoh sering membunyikan lagu-lagu kesombongan mereka: “Anshorulloh” bagaimana dikatakan sebagai Anshorulloh (para penolong Alloh) sementara mereka rajin berzina dengan Zainabiyyat dan meninggalkan sholat fardhu ?02 : 11 wib

Berita dari Hasyid: muslimin terus maju dan membombardir desa-desa rofidhoh yang mereka lalui. Komandan besar rofidhoh, Abu Sayyaf dan empat anak buahnya mati. 00 : 22 wib Di Kitaf tadi malam rofidhoh mengirimkan pasukan khusus mereka yang terkenal: “Katibah Zainal Abidin” menyerang mendadak sayap kanan Muslimin dan berhasil menguasai 5 bukit. Pagi harinya Muslimin dengan jumlah besar menyerang balik rofidhoh dan berhasil merebut lagi 4 bukit tadi. Sampai sekarang 1 bukit akhir masih diperebutkan dengan sengit.00 : 05 wib Berita dari Harodh Hajur: Muslimin terus bergerak maju dan menggempur pos-pos rofidhoh. 00 : 06 wib Berita dari Shon’a : Abdurrohman, keponakan Syaikh Yahya yang masih dirawat di RST Shon’a karena luka tembak di dadanya, paru-parunya sekarang justru bernanah. Entah apa yang terjadi. Semoga Alloh menyembuhkannya dan melindunginya dari makar durjana. 00 : 08 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan kepada kami : Telah terbunuh pada hari ini seorang komandan Syi’ah yang bertugas di Shoma’at, dengan sebab terbunuhnya dia maka para laskar Syi’ah marah-marah hingga menembaki pemukiman Alu Manna’, tidaklah dibiarkan satu matras atau satu rumah melainkan ditembak, hingga malam ini masih ramai tembakan-tembakan. 00 : 22 wib

Ahad, 28 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahaman mengabarkan kepada kami : Alhamdulillah, kabar dari akh Isa Al Mishriy dari “Ma’rib Pers” bahwa Ahad kemarin terjadi pertempuran sengit di desa ‘Asysyah -termasuk wilayah ‘Amron- antara salafiyyin dan rofidhoh. Lebih dari 20 rofidhoh mati. 5 ikhwah luka-luka.‎ 10:15 wib

Kabar dr Syaikh Abdul Hamid: Ahad, hari ke-54 dari blokade rofidhoh terhadap Ahlussunnah Dammaj, baku tembak sepanjang hari. Dua ikhwah luka. Di pos Khoniq, rofidhoh menghalangi sebagian pengikut Lajnah yg hendak memasukkan susu bayi.17:25 wib

Abu Fairuz Abdurrahaman mengabarkan 10 : 11 wib Akh Hamzah Al Hudaidiy dan akh Ammar Al Lahjiy Hafizhohumalloh mengabari  ana bahwa gabungan Kabilah-kabilah Hasyid dan Ahlussunnah telah berhasil menghabisi  desa Rofidhoh Mayamin dan sudah masuk menghantam desa Suwaid, setelah itu  insyaAlloh ke desa Bani Uwair lalu ke Sho’dah. Yang meninggal dari Qobilah Hasyid dalam perang kemarin 3 orang Rohimahumulloh. Yang di Harodh juga terus maju menghantam. Yang di Kitaf hari kemarin masih terus menggempur sisa-sisa desa Rofidhoh dan  minta doa seluruh muslimin. Tempat pertemuan seluruh pasukan insyaAlloh di  Sho’dah di istana Faris Manna’ si pengkhianat, sebagaimana arahan Syaikh Yahya  Hafizhohulloh.

إن ينصركم الله فلا غالب لكم وإن يخذلكم فمن ذا الذي ينصركم من بعده ة وعلى الله فليتوكل المؤمنون

“Jika Alloh menolong kalian maka tiada yang bisa mengalahkan kalian. Dan  jika Alloh menelantarkan kalian maka siapakah yang bisa menolong kalian  setelah-Nya? Dan hanya kepada Alloh sajalah hendaknya Mukmin bertawakkal.” (QS. Ali Imron: 160).

Sabtu, 27 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo mengabarkan : 16 : 23 wib Dammaj sepanjang Sabtu pagi hingga siang baku tukar tembakan satu-satu. Akh Abdul Kholiq At Ta’zi Hafizhohulloh mengabari bahwa ikhwah di Kitaf terus menggempur rofidhoh. Bangkai-bangkai mereka terus bertambah.

12 : 04 wib Dammaj di awal-awal malam Sabtu, seorang ikhwah dari Ibb meninggal ditembak rofidhoh di Alu Mazru’. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Beliau rajin sholat di shof pertama dekat Syaikh Ahmad Al Wushobi. Rohimahullohu Rohmatan Wasi’ah. Sebelum tengah malam, terlihat api berkobar dari arah Nuqu’ di sela-sela baku tembak. Alloh a’lam.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim mengabarkan: 09 : 00 wib Pada tengah malam yang gelap gulita tadi, laskar Syi’ah menembakan senjata besar ke benteng Indofi’i sebanyak tiga kali, yang bunyi tembakannya seakan-akan membikin tuli, yang jaga memang harus lebih berhati-hati, dan kalau menembak juga harus teliti.

01;41 wib Dari waktu sholat jum’at tadi hingga malam ini,  laskar Syi’ah masih menembaki pemukiman Alu Manna’ dan beberapa tempat lainnya, termasuk di bukit Masyrohah. Tempat yang paling berat dan berbahaya adalah di bukit Masyrohah, yang jaga di bukit itu selalu dihujani oleh laskar Syi’ah dengan tembakan besar dan kecil dari atas bukit Shoma’at dan dari bukit-bukit lainnya, dan di bukit Masyrohah itu hanyalah matras, pada siang hari para penjaga berada di terik matahari yang sangat panas, di malam hari para penjaga terselimuti dingin yang sangat, bila ada serangan mortir maka tidak ada tempat berlindung, matras tersusun dari batu, bila tembakan besar datang maka pukulan bertambah besar, dari percikan tembakan dan dari pecahan batu, bila ada yang terluka maka harus menunggu waktu malam yang sudah gelap baru bisa dibawa turun, yang berjalan harus jongkok dan siapa yang mengangkat kepala maka tembakan sniper akan menghantamnya, yang naik untuk jaga ke puncak bukit harus membawa air.  Dan sungguh yang jaga di sana sangat berat dan…. Ya Alloh tolonglah kami dan saudara-saudara kami yang jaga di Masyrohah dan di tempat-tempat lainnya. 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan: Tentang perang tadi malam perlu ana rinci. Akh Fuad At Tunisiy rohimahulloh kemungkinan kena tembak rofidhoh dari arah Nuqu’. Adapun Akh Muhammad Mahdi Ad Dammajiy rohimahulloh kemungkinan kena tembak rofidhoh dari arah A’waj. 22:37

Kabar dari Hasyid: Ahlussunnah terus menggempur tempat-tempat perkumpulan Hutsiyyun. Bahkan sebagian hantaman tepat menimpa tempat kumpul sejumlah besar mereka. Hasil korban belum diketahui. Qoflah ‘Udzar sudah kosong dari penduduk. 23:45

Jum’at, 26 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Waiyyakum. Al akh Mahir Fadhli mengabari ana bahwa Asy Syaikh Muhammad Al Hakamiy hafizhohulloh bilang bahwa ada ikhwah di front Harodh menelpon bahwa tadi ikhwah menembaki hutsiyyun, mati sekitar 12 orang. Alhamdulillah. 22:20 wib

Asy Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh mengabari bahwa hutsiyyun tadi malam di Kitaf melancarkan serangan yang lemah, lalu pagi harinya mengulang lagi serangan dengan lebih lemah lagi, dan saat dihadapi oleh para salafiyyun justru mereka melarikan diri seperti biasa. 18 : 17 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Rofidhoh dari arah Nuqu’ mendekat ke jalan raya. Sepanjang malam Jum’at di Dammaj berkali-kali terjadi baku tembak antara tentara Ar Rohman dan tentara setan, di musim dingin yg makin menggigit itu. Di tengah-tengah perlagaan tersebut gugurlah saudara kita yang mulia, mujahid yang setia Muhammad bin Mahdi Harban Al Wadi’iy rohimahulloh. Semoga Alloh menganugerahkan untuknya jenis pahala yang paling utama. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata: جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: دلني على عمل يعدل الجهاد. قال: لا أجده. قال: هل تستطيع إذا خرج المجاهد أن تدخل مسجدك فتقوم ولا تفتر, وتصوم ولا تفطر؟ قال: ومن يستطيع ذلك؟! Seseorang datang pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam seraya berkata: “Tunjukkanlah pada saya suatu amalan yang menyamai jihad.” Beliau menjawab: “Aku tidak mendapatinya.” “Apakah engkau sanggup jika sang mujahid keluar, untuk engkau masuk ke masjidmu, lalu engkau sholat tanpa berhenti, dan puasa tanpa berbuka?” Dia berkata: “Siapakah yang bisa berbuat itu?” (HR. Al Bukhori (2785)). 10 : 21 wib 

Berikut ini Surat Ta’ziyyah Asy Syaikh Abdul Hamid Hafizhohulloh atas meninggalnya akh Muhammad Mahdi Rohimallohulloh, dan berita terlukanya beberapa ikhwah: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه أما بعد: فقد قتل الليلة أخونا المجاهد الشجاع محمد بن مهدي حربان الوادعي اسأل الله أن يقبله شهيدا وأصيب الأخ السقاف الصومالي وثالث ريمي ورابع صومالي نسال الله أن يشفي الجرحى ويرحم القتلى ومازال الضرب والحصار نسال الله الفرج. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه أما بعد: “Telah terbunuh pada malam ini saudara kita mujahid yg pemberani Muhammad bin Mahdi Harban Al Wadi’iy. Saya mohon pada Alloh agar menerima beliau sebagai syahid. Dan sudara kita As Saqqof Ash Shumaliy terluka, yang ketiga adalah seorang dari Roimah, dan yang keempat adalah seorang dari Shumal (juga). Semoga Alloh menyembuhkan yang luka dan merohmati yang terbunuh. Tembakan dan pengepungan masih berlangsung. Kami mohon pada Alloh penghilangan kesulitan ini.” 10 : 23 wib

Ternyata berita duka itu disusul oleh luka yang lain: gugurnya Al Akh Al Fadhil Muhibbul khoir Khoduman lil ikhwah: Abu Harun Fuad At Tunisiy rohimahulloh. Demikianlah satu persatu para mujahidin memenuhi panggilan Alloh untuk menyambut kemuliaan mereka. Alloh ta’ala berfirman: من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدلوا تبديلا. “Di antara kaum Mukminin ada para lelaki yang jujur terhadap apa yang mereka janjikan pada Alloh. Maka di antara mereka ada yg telah menunaikan ajalnya, dan di antara mereka ada yang masih menunggu-nunggu, dan mereka sama sekali tidak mengganti janji tersebut.” (QS. Al Ahzab: 23). 11 : 03 wib

Berikut ini adalah Surat Bela Sungkawa dari Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy Hafizhohulloh atas meninggalnya Al Akh Al Fadhil Abu Harun Fuad At Tunisiy rohimahulloh: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد ففي هذه الليلة الجمعة السادس والعشرين من محرم الحرام لعام ١٤٣٥ قتل أخونا أبو هارون فؤاد التونسي وكان أخا محبا للخير باذلا في خدمة الدين ومما قام به لي وحدي من جهود تفريغ شرحي على الواسطية وعلى الحموية والتدمرية وكان عازما على غيرها فرحمه الله وتقبله شهيدا وأخلف أهله وذريته الخير ولا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم الحي الذي لا يموت والجن والإنس يموتون. الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد: “Maka pada malam ini Jum’at 26 Muharrom yg suci tahun 1435 telah terbunuh saudara kita Abu Harun Fuad At Tunisiy. Beliau adalah seorang saudara yg suka berbuat kebaikan, senang mencurahkan pelayanan untuk agama ini. Dan termasuk dari yang beliau lakukan untukku sendiri adalah kerja keras beliau untuk menyalin rekaman penjelasanku terhadap “Al Wasithiyyah”, terhadap “Al Hamawiyyah”, dan “At Tadmuriyyah”. Dan beliau dulu bertekad untuk menyalin dars-dars yang lain. Maka semoga Alloh merohmatinya dan menerimanya sebagai syahid, dan mengganti untuk istri dan keturunannya dengan yg lebih baik. Tiada upaya dan tiada daya kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, Yang Hidup, Yang tidak mati. Jin dan manusia mati.” 11 : 16 wib

Dan seperti biasa, Rofidhoh terpukul mundur dengan kerugian besar jika berhadapan dengan Ahlussunnah Was Shidq. Alhamdulillah. Roisul Maktabatil ‘Ammah Ali Al Baitiy mengabari kami bhw di situs “Akhbarul Yaum” disebutkan rofidhoh memanggil prajurit2 mereka yang di Suriyah untuk pulang ke Yaman memperkuat teman-teman mereka. Ini cukup menjadi bantahan bagi sebagian Ahlul Hawa yg menyatakan: “Dammaj sebentar lagi akan habis. Aku akan berjihad di Syam (Suriyah).” 11 : 24 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan,Malam ini (25 Muharram 1435 H ;ed) barusan akh Mahir Al Fadhli (kerabat asy Syaikh Muhammad bin Hizam Al Fadhli Al Ba’daniy) mengabari ana bahwasanya temannya di Kitaf cerita bhw barusan ada tembakan bertubi-tubi dr sebuah rumah dan di samping rumah ada mobil. Maka para ikhwah balik menyerang mereka hingga rumah tadi terbakar, dan mobil tadi meledak dengan suara dahsyat. Ternyata mobil tadi penuh dg senjata dan bahan peledak. Alhamdulillah. 00: 03 wib

Syaikh Yahya hafizhohulloh beberapa kali di dars umum menyatakan pentingnya catatan tarikh harian, kejadian hari demi hari dibukukan agar menjadi pelajaran bagi orang2 yg membacanya dan menjadi faidah sejarah dari generasi ke generasi, agar mereka mengetahui orang-orang yang baik lalu mendoakannya, dan mengetahui orang2 yg jahat dn pembikin makar lalu mengutuknya. 00:16 wib

Tadi syaikh Yahya mengabari bahwa para ikhwah yg di RST (Rumah Sakit Tentara) Shon’a telah pindah utk dirawat di masjid Asy Syaikh Muhammad Mani’ di Madinah Sukaniyyah Shon’a.00:41 wib

Malam ini banyak baku tembak di Dammaj. Rofidhoh dari arah Nuqu’ berusaha mendekat ke jalan besar di antara Nuqu’ dn area Markiz Dammaj. 01:40 wib

Datang berita duka dari Kitaf. Al Akh Al Fadhil Muhammad Azh Zhirofiy dari Shon’a, pentahqiq dan pengarang beberapa kitab, meninggal di pertempuran di Kitaf. Rohimahulloh. Beliau gigih berjuang demi menolong agama Alloh dan membebaskan salafiyyin di Dammaj. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. 02:02 wib 

Bagi orang yang berpandangan tajam, insyaAlloh dia tahu bahwa Al Akh Muhammad Azh Zhirofiy ini termasuk sahabat sejati. Al Imam Ibnu Hibban rohimahulloh berkata: والإخوان يعرفون عند الحوائج, كما أن الأهل تختبر عند الفقر؛ لأن كل الناس في الرخاء أصدقاء. وشر الإخوان الخاذل لإخوانه عند الشدة والحاجة. “Saudara itu dikenal ketika dalam situasi membutuhkan, sebagaimana istri itu diuji ketika dalam kondisi miskin, karena setiap orang dalam suasana senang adalah sahabat. Saudara yang paling buruk adalah orang yang tak mau menolong saudaranya ketika situasi susah dan membutuhkan.” (“Roudhotul ‘Uqola”/hal. 299). 02:04 wib

Berikut ini surat ta’ziyah dari Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh atas meninggalnya al akh al fadhil Muhammad Azh Zhirofiy rohimahulloh: الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد فأحسن الله عزاء أهل السنة في الداعي إلى الله المحقق محمد الظرافي رحمه الله فقد قتل في جبهة الشرف والعز جبهة أهل السنة في كتاف فرحمه الله واسأله أن يتخذه شهيدا ولا حول ولا قوة إلا بالله الحمد الله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد: “Maka semoga Alloh memperbagus hiburan untuk Ahlussunnah atas meninggalnya saudara kita sang pentahqiq Muhammad Azh Zhirofiy di bumi kemuliaan dan keperkasaan front Ahlussunnah di Kitaf. Maka semoga Alloh merohmatinya. Dan saya minta pada Alloh agar menjadikannya sebagai syahid. Dan tiada upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh.”‎ Selesai surat ta’ziyah dari Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh. 2 :12 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan bahwa Kemarin malam (Rabu 24 Muharram 1435 H, ed), sejumlah rofidhoh dengan baju tentara keamanan masuk ke RST (Rumah Sakit Tentara) di Shon’a dan menculik 7 orang ikhwah yang tengah dirawat karena luka-luka, lalu mereka melakukan teror mental terhadap para ikhwah tadi dengan penyidikan sekitar satu jam. Syaikh Kholid Al Ghirbaniy Al Hasyimiy selaku mas’ul jarha (kepala pengurus mujahidin Dammaj yg luka2) begitu dikabari jam satu malam, langsung bertindak menyebarkan info ke para wartawan. Lalu ketujuh ikhwah tadi kembali dengan selamat setelah tentara gadungan tadi gagal menyematkan tuduhan-tuduhan palsu terhadap mereka .Pagi harinya Yaman dibikin gempar oleh kritikan bertubi-tubi dari para wartawan dan pemuka masyarakat yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat keamanan atas terjadinya kasus penculikan yang melanggar norma agama dan norma masyarakat Yaman tersebut.23:47 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan 23 : 50 wib Syaikh Yahya hafizhohulloh bercerita pada kami bhw presiden Aljazair menelpon presiden Yaman seraya berkata: “Izinkan aku yang menangani para hutsiyyin itu, biarkan aku yang menghabisi mereka.” Syaikh Yahya hafizhohulloh di dars umum menyatakan ungkapan syukur pada presiden Aljazair atas kemarahannya terhadap hutsiyyun yang melampaui batas thd Ahlussunnah. 

Kamis, 25 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Mengabarkan : 18 : 18 wib : Tadi malam di Hasyid para salafiyyun dan pemuda kabilah2 menghantam markiz rofidhoh di Qoflah ‘Udzar (tempat mereka dulu membunuh syaikh Sa’id Da’as rohimahulloh), rofidhoh mati 50 orang. Alhamdulillah

17 : 35 wib Jazakallohukhoiro. Semoga laptop ana segera dapat listrik lagi. Berita hari ini: 2 pelajar terluka ditembak rofidhoh, 1 di Alu Manna’, 1 di dekat rumah Syaikh Yahya. 

Abu Zaid Syuaib Al Johory Mengabarkan 12 : 26 wib  : Tentang Gilanya Fatwa Pendeta Syi’ah Naudzubillah, Bismillah. Wahai para suami jika isteri kalian selingkuh dan ditunggangi lelaki lain selain dirimu apakah kalian tidak cemburu??!! Fatwa gila pendeta Syi’ah Muhsin Alu ‘Usfur masja’ Syi’ah dari Bahrain,berkicau dalam akun twitternya(di bawah ini terjemahnya):”Diperbolehkan bagi seorang wani ta yg sudah menikah untuk bertamattu'(bersenang-senang dalam hubungan sex) dengan lelaki lain tanpa seizin suaminya.Dan dalam perkara ini andai ada izin suaminya sungguh pahala yg didapatkan lebih sedikit,adapun syarat wajib niat itu sesungguhnya cukup ikhlas karena wajah Allah”.(fatwa 12/432). Lalu akun wanita Syi’ah bernama Yaa Husain bertanya: Wahai sayyid kami al-faadhil apakah bertamattu'(bersenang-senang dalam hubungan sex) dengan kemaluanku dengan niat Shadaqah jariyah akan dihitung bagiku sebagai Shadaqah jariyah?.Walakum jazilus syukri. Lalu Muhsin Alu ‘Usfur Qaatalahullah menjawab: Bahkan akan memasukkan kamu ke surga,dan jihadmu dengan kemaluanmu sama saja dengan jihadnya para tentara kita(Syi’ah) di Syam(Suriah).Wafaqakillahu wa taqabbalallahu minki shalihul a’mal(Semoga Allah menyetujuimu dan semoga Allah menerima sebaik-baik amalan dirimu).

Abu Fairuz Abdurrahman Mengabarkan 00 : 05 wib: Kemarin malam Al Akh Al Fadhil Ahmad As Samidi mengabari bahwa ikhwah di Hasyid akan menggempur rofidhoh malam itu. Tadi siang Roisul Maktabatil ‘Ammah Ali Al Baiti mengabari bahwa ikhwah di Hasyid berhasil merebut beberapa pos rofidhoh. 

00 : 07 wib : Sayyid Ali Al Baiti juga mengabari bahwa ikhwah di Kitaf berhasil merebut 4 bukit rofidhoh. 

00 : 15 wib : Hari ini rofidhoh menembak anak usia 6 tahun di Nuqu’ dan membalik fakta agar dikira bahwa ahlu Dammaj lah yg menembaknya. Tapi sang ibu tau bahwa itu adalah perbuatan rofidhoh.  maka sang ibu lari menggendong anaknya itu ke puskesmas markiz di Dammaj tapi sang anak keburu meninggal.

00 : 24 wib : Di dars maghrib tadisyaikh Yahya mengumumkan bahwa seluruh lajanah wisathoh dilarang masuk ke Dammaj karena terbukti selalu membela rofidhoh dan menutupi hakikat kasus Dammaj. 

00 : 26 wib : Malam ini barusan ada anak dari Habasyah luka terkena pecahan mortir. Baku tembak masih berlangsung dg skala jarang-jarang. 

00 : 50 wib : Juru bicara resmi Dammaj, Al Akh Surur Al Wadi’iy hafizhohulloh menyatakan bahwa sejak awal pengepungan ini sampai sekarang, korban yg meninggal dari Ahlussunnah 143 orang. Yang luka-luka lebih dari 400 orang.

01 : 52 wib : Malam kamis 21:45 WY, rofidhoh masih terus menyerang dr jarak jauh. 

08 : 40 wib :Sepanjang malam sampai jam ini, pukul. 04:38 WY masih baku tembak dengan skala agak rajin. 

Abu Ahmad Muhammad Mengabarkan 04 : 41 wib : Sudah beberapa hari ini laskar Syi’ah menembak ke Alu Manna’ hanya menggunakan ‘ali (AK), mu’addal (senjata peluru berantai), rosyasysy (senjata berkaki tiga) dan paling besarnya mereka menggunakan geranat dan basoka, tidak dikira-kira ternyata pada malam ini mereka memunculkan kembali tembakan dengan menggunakan salah satu senjata besar mereka yaitu midfa’.  Musik-musik dan nasyid-nasyid penyemangat mereka terus pula dikeraskan suaranya, yang mereka pancarkan dari arah Masadir.  Kemarin dan tadi ditemukan geranat dan bom rakitan mereka yang tidak meledak, yang mereka lemparkan ke perbatasan Alu Manna’

. اللهم عليك  بالشيعة الحوثيين، اللهم عليهم، الله اقتلهم.  

20 : 40 wib : Merupakan kebiasaan kita di sini, bila kita sudah tidak melihat kawan dari sejak awal perang maka kita menyangka dia sudah mati, aku berkata kepada Abu Tsabit Al-Jawiy: “Anis mas’ul thobbakh sudah tidak kelihatan”, Abu Tsabit berkata: “Beliau sudah meninggal”. Pada malam harinya, aku tertidur, di dalam mimpiku aku melihat Anis di depanku, akupun berkata: Abu Tsabit dusta, tadi dia menyatakan Anis sudah mati padahal Anis masih hidup”. Setelah aku bangun tidur aku tersenyum, teringat kepadaku dengan perkataan Alloh Ta’ala: ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله أموات، بل أحياء ولكن لا تشعرون. “Dan janganlah kalian berkata terhadap orang yang terbunuh di jalan Alloh adalah mati, bahkan dia adalah hidup akan tetapi kalian tidak menyadari”.

Rabu, 24 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Mengabarkan pada 10 : 47wb  : Pada malam ini, setelah sholat Isya laskar Syi’ah melemparkan geranat dan  menembakan basoka ke khondak depan benteng Indofi’i .اللهم انصر المسلمين على الشيعة الرافضة الحوثيين، اللهم عليهم

Abu Fairuz Abdurrahman Mengabarkan :Malam Rabu pukul. 22:05 s/d 22:19 WY, rofidhoh menembaki dengan gencar wilayah Alu Manna’ dan Alu Ro’dan.2 : 22 wib. Barusan Akh Ahmad As Samidi hafizhohulloh diberitahu temannya lewat telepon dari Kitaf bahwa kemarin rofidhoh menyerang bagaikan orang mabuk, terhadap ikhwah di sayap kanan demi merebut sebuah gunung. Alloh menggagalkan serangan rofidhoh dan membunuh sekitar 200 orang-orang kafir tadi. 1 : 30 wib. Alhamdulillah.Sampai malam ini rofidhoh masih nembak-nembak, terutama yang dari Jamimah. 1 : 20 wib.

Selasa, 23 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan : Di tengah-tengah baku tembak itu anak kandung Asy Syaikh Yahya Al Hajury, Abdurrohman bin Yahya, tertembak mati, rohimahulloh. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un. Dia saat itu di samping akh Kholid As Sinafi Ash Shon’ani hafizhohulloh.Alhamdulillah 3 dr rofidhoh yg mendekat terbunuh. Kabar dr akh al Fadhil Ahmad As Samidi hafizhohulloh 15 : 45 wib

Diriwayatkan al Imam Muslim no. (4879) dan hampir senada dangan hadits dari Abu Huroiroh‏ ‏‎ rodhiyallohu ‘anhu diriwayatkan al Imam Al Bukhori no. (2790):

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من بالله ,برسوله, وأقام الصلاة وصام رمضان, كان حقا على الله أن يدخله الجنة, جاهد في سبيل الله أو جلس في أرضه التي ولد فيها. فقالوا: يا رسول الله, أفلا أبشر الناس؟ قال: إن في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين كل درجة كما بين السماء والأرض. فإذ سألتم الله فاسألوه الفردوس, فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة. وفوقه عرش الرحمن, ومنه تفجر أنهار الجنة.

Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda: Barangsiapa beriman pada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat, berpuasa Romadhon, wajib bagi Alloh untuk memasukkannya ke dalam Jannah, dia berjihad di jalan Alloh ataukah duduk di buminya tempat dia dilahirkan.” Orang-orang berkata: “Wahai Rosululloh, apakah tidak sebaiknya kami mengabarkan pada orang-orang tentang berita gembira ini?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya di Jannah ada seratus derajat yang Alloh siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan Alloh. Jarak antara setiap derajat adalah bagaikan antara langit dan bumi. Maka apabila kalian minta pada Alloh, maka mintalah pada-Nya Firdaus, karena dia itu adalah Jannah yang terbagus dan tertinggi. Atapnya adalah Arsy Ar Rohman, dan darinyalah memancar sungai-sungai Jannah.”

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : 0 : 50 wib Sambil menunggu makan malam kawan-kawan membuat khondak di depan benteng Indofi’i, tiba-tiba laskar Syi’ah melemparkan geranat dan tembakan api, mereka melempar geranat dari tempat yang agak tinggi, lemparan geranat mereka lakukan sebanyak empat kali, tembakan mereka dengan menggunakan ‘aliy (senjata AK) dan mu’addal (senjata pelurunya berantai) mereka lakukan berpuluh-puluhan kali, yang bekerjapun berlindung di khondak yang sudah tergali, ada kawan menembak mereka namun sayang tembakannya tidak keluar bunyi, hal demikian itu karena senjatanya terkena percikan tanah sehingga terkotori, diapun macet dan tidak berbunyi, Alhamdulillah ada beberapa kawan yang senjatanya masih bersih dan terjaga rapi, merekapun menembak laskar Syi’ah dengan teratur dan teliti. 1 : 36 wib Laskar Syi’ah pada malam ini mulai lagi berorasi, pengeras suara dari arah Masadir mulai terdengar lagi,  Laskar Syi’ah mulai lagi mencaci maki, tidak seorangpun dari kaum muslimin di Dammaj melainkan laskar Syi’ah sakiti, orang-orang Barat yang masuk Islam kemudian hijroh ke Dammaj merekapun dizholimi, orang-orang asli Dammaj dihancurkan rumah-rumah mereka dan anggota keluarga mereka ditembaki, tidak ada yang lolos dari kezholiman laskar Syi’ah kecuali hanya orang yang bisa makan api. Beberapa hari yang lalu mujahidin di Kitaf berhasil menguasai gunung yang agak tinggi, didapati di gunung itu ada seorang penyiniper dari laskar Syi’ah dan di sampingnya ada dua wanita pelacur yang sudah dia gauli, ketiganyapun dibunuh dengan ditembaki. 2 : 14 wib  Abu Tsabit Al-Jawiy berkata: “Di samping pohon antara khondak kita di depan benteng Indofi’i dengan benteng laskar Syi’ah terdapat dinding temboknya kebun anggur, disitu ada seorang jenazah kawan kita, masya Alloh tidak tercium bau darinya padahal sudah tiga pekan lebih terbunuh di situ”. Dan perlu diketahui bahwa jarak antara benteng kami dengan laskar Syi’ah kurang dari sepuluh meter, jenazah kawan kami berada di tengah-tengah bila laskar Syi’ah mendekatinya untuk merusak jasad dari jenazah tersebut maka taruhannya adalah nyawa mereka, jika kami mencoba mendekati jenazah tersebut untuk kami bawa ke pemakaman Syuhada’ maka taruhannya juga adalah nyawa, maka dibiarkan sampai keadaan benar-benar tentu lebih baik, apalagi tampak ada karomahnya yaituvsudah berpekan-pekan tidak tercium bau, anjing yang lewatpun tidak berkeinginan untuk memakannya.

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan : Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh cerita bahwa malam tadi rofidhoh menembak seorang nenek usia 85 tahun, namanya Hasimah binti Nasyir Al Wadi’iyyah Rohimahalloh. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. 8 : 25 wib

Malam Selasa, pkl. 19.30 WY: rofidhoh menembakkan mortir atau peluru besar yang lain, disusul dengan tembakan-tembakan. 0 : 47 wib

Sudah dua hari ini dipersiapkan dua puluh lubang kuburan karena rofidhoh menjanjikan akan menyerahkan 35 jenazah thullab yang selama ini masih tertahan di Masadir di awal2 serangan besar rofidhoh. Sampai sekarang belum ada realisasi penyerahan jenazah-jenazah tadi. 0 : 47 wib

Senin, 22 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan  14:30 wib Setelah pemerintah Yaman menurunkan para tentara untuk menempati perbatasan antara  benteng kaum muslimin dengan benteng laskar syi’ah tembakan sudah jarang terdengar, adapun dibenteng Indofi’i yang tempat kami sekarang jaga masih terjadi baku tembak, karena diperbatasan antara kami dengan laskar Syi’ah tidak bisa masuk tentara utusan pemerintah Yaman, karena laskar syi’ah memasang logam (ranjau) dipebatasan tersebut, jadi setiap orang mencoba masuk keperbatasan itu maka mesti meledak.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan 18 : 21 wib Asy Syaikh Abdul Karim Al Hasani yang di Kitaf mengabarkan bahwa tadi malam rofidhoh menyerang sayap kanan di Kitaf, terjadi pertempuran 4 jam, rofidhoh mati tak terhitung, mayat-mayat merek bergelimpangan di bukit-bukit dan lembah-lembah dan seterusnya. Dari ikhwah cuma luka 3 orang. Alhamdulillah 20:08 wib Syaikh Yahya hafizhohulloh barusan mengabarkan pada kami bahwa seorang sniper rofidhoh sering menyibukkan para ikhwah di Kitaf, maka sebagian ikhwah merayap mendekati tempat persembunyiannya lalu menembaknya. Ternyata sniper tadi disertai 2 perempuan zainabiyyat. 20:10 wib Zainabiyyat adalah perempuan2 yang mewaqofkan dirinya untuk dizinai para prajurit rofidhoh. Istilah “perempuan waqof” ini sudah biasa dan terkenal di kalangan rofidhoh Yaman. 20:36 wib Syaikh Yahya cerita bahwa ikhwah berhasil membunuh sniper tadi, lalu membiarkan 2 perempuan tadi pergi. Beliau bilang pada mereka lewat telpon:”Kenapa kalian tidak bunuh mereka?” ikhwah jawab:”Mereka perempuan.” Syaikh bilang:”Zainabiyyat itu perusak. Dan perempuan kafir yang ikut memerangi itu boleh dibunuh.” Syaikh Yahya cerita bahwa ikhwah di Kitaf berhasil membersihkan tiga bukit dari rofidhoh. Alhamdulillah wahdah. 20: 48 wib Ada soal:”Ana lihat photo2 “ngeri” di aloloom..gak tega nyebarin.. Anak2 keluar ususnya dan lain-lain.” Ana jawab -billahittaufiq-: Kita berusaha ikut syariat dalam situasi susah dan senang. Syaikh sudah bilang bahwa kita tak ikut gaya hizbiyyin memotret orang luka dan terbunuh untuk menarik perasaan orang sedunia karena photo makhluk yg asalnya bernyawa adalah harom. Kata beliau:”Cukuplah Alloh sebagai penolong kami, dan kami berharap bahwa kesetiaan kami pada syariat Alloh sebagai sebab besar datangnya pertolongan.” Itu sudah terbukti. Alloh menolong syaikh Yahya dan orang-orang yang setia dengan syariat dengan pertolongan yang jauh lebih besar daripada pertolongan yang pernah didapatkan oleh para hizbiyyun harokiyyun. 20:50 wib Ada soal:”Oya, kabar si dokter jasus apa sudah dikasih “jatah” ?” Ana jawab -billahittaufiq-: Si dokter gadungan sebelum dihukum sudah dihukum Alloh dengan penyakit jantung. Mati sebelum divonis mati. 23:17 wib Barusan ada pertanyaan: Apakah kalian disana sudah bisa sholat jum’at sebagaimana kondisi-kondisi sebelumnya (aman) !? Ana jawab -billahittaufiq-: Belum aman. Sampai kini rofidhoh masih di tempat-tempat mereka mengepung Dammaj. Hari ini sahabat ana Thohir Al Hudaidi ditembak di kedua lengan atasnya. Barusan Maktabah Ammah ditembak lagi. Sampai ba’dal ‘isya ini masih banyak rentetan tembakan. 00:39 wib Syaikh Muhib Adh Dholi’i hafizhohulloh tulis cerita bahwa rofidhoh menyerang ikhwah di pos Rushoifah di Kitaf dalam rangka upaya merebut kembali pos yg amat strategis itu. Sampai sekarang perang masih berkecamuk. Barusan rofidhoh menyerang Dammaj dengan mortir, disusul dengan rentetan tembakan. 00:42 wib Seorang anak remaja barusan dibawa turun dari Masyrohah. Matanya bersimbah darah kena peluru rofidhoh. 00:44 wib Ini semua dalam kondisi lajnah sudah menempatkan para pengawas di berbagai titik dan bilang pada Ahlussunnah bahwasanya: “Jika kalian mulai menembak maka kami akan mencatat bahwa kalian membikin pelanggaran.” 01:57 wib Barusan akh Muhammad bin Sa’id Al Lahji hafizhohulloh, kepala penjagaan thullab Lahj di Alu Manna’ menelpon bahwa rofidhoh menyerang mereka dengan pelontar granat empat kali dan senjata kaliber besar, taip bukan mortir. Dengan ini berita sebelumnya ana ralat. Beliau senang sekali kita menyebarkan berita-berita ini ke saudara-saudara beliau kaum muslimin di Indonesia agar semua turut merasakan dan memahami dahsyatnya konspirasi terhadap Islam. 02.00 wib Jam sepuluh malam, terdengar lagi rentetan senjata.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim  mengkabarkan , Ahad 19 : 29

TAKKAN MENANG SI PENDUSTA DAN PENIPU

Laskar Syi’ah mengulangi lagi perbuatan jahat mereka seperti dahulu

Jenazah kawan-kawanku dirusak dengan pisau

Kepala-kepalanya dipecahkan dengan batu

Badan-badannya diinjak-injak dengan sepatu

Anggota-anggota tubuhnya dipisahkan dengan lengan juga dengan bahu

Lalu mereka sebarkan bahwa jenazah-jenazah murid Al-Hajury bukan mati syahid, karena anggota-anggota badannya hancur terpisah-pisah dan tidak menjadi satu

Memang laskar Syi’ah paling pendusta dan penipu

Perlakuan mereka terhadap jenazah-jenazah seperti perbuatan hantu

Mereka juga memerangi Dammaj dari seluruh penjuru

Mereka menghancurkan rumah dan menghanguskan makanan dan tepung terigu

Mereka membunuh  para murid dan para guru

Mereka memang tolol dan dungu

Kaum muslimin membunuh seorang dari mereka hanya dengan satu peluru

Setiap kaum menembak mereka maka banyak yang terkena dan sangat jarang keliru

Itulah kemenangan untuk kaum muslimin yang sudah dinanti-nanti sejak dahulu

Ahad, 21 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim  mengkabarkan :

DI KITAF TERJADI PERTEMPURAN

Dammaj dan Kitaf adalah satu kesatuan,

 lajnah meminta Dammaj untuk diadakan perdamaian,

Dammaj takkan damai bila di Kitaf masih dalam pertempuran,

di Kitaf aman maka di Dammaj juga aman,

Kitaf dan Dammaj bagaikan satu tubuh yang tak terpisahkan.

Sepekan yang lalu di Kitaf terjadi pertempuran,

seorang mujahid berasal dari Ta’iz terbunuh di dalam peperangan,

orang tuanya meminta jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman,

sampai di kampungnya masyarakat mencium wangi harum yang sangat menyenangkan,

dengan sebab itu para pemuda berlomba-lomba menuju ke medan pertempuran.

Demikianlah karomah yang Alloh munculkan,

muslim yang ingin karomah langsung memenuhi panggilan,

hidup di dunia penuh dengan tipuan,

maju ke medan jihad adalah sebab bagi Alloh untuk memberi ampunan,

Alloh Ta’ala berkata: “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb kalian.”

Dammaj dan Kitaf adalah satu kesatuan, lajnah meminta Dammaj untuk diadakan perdamaian, Dammaj takkan damai bila di Kitaf masih dalam pertempuran, di Kitaf aman maka di Dammaj juga aman, Kitaf dan Dammaj bagaikan satu tubuh yang tak terpisahkan. Sepekan yang lalu di Kitaf terjadi pertempuran, seorang mujahid berasal dari Ta’iz terbunuh di dalam peperangan, orang tuanya meminta jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman, sampai di kampungnya masyarakat mencium wangi harum yang sangat menyenangkan, dengan sebab itu para pemuda berlomba-lomba menuju ke medan pertempuran. Demikianlah karomah yang Alloh munculkan, muslim yang ingin karomah langsung memenuhi panggilan, hidup di dunia penuh dengan tipuan, maju ke medan jihad adalah sebab bagi Alloh untuk memberi ampunan, Alloh Ta’ala berkata: “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Robb kalian.” 15 : 23 wib

DI ALU MANNA’

Sekarang bunyi tembakan sudah tidak terdengar kecuali di pemukiman Alu MannA‘,

dari tadi malam hingga pagi ini bunyi tembakan masih terus adA,

di perbatasan antara kaum muslimin dengan laskar Syi’ah sudah di duduki oleh para tentarA,

yang belum ada tentaranya hanya di perbatasan Alu MannA‘,

para tentara tidak ke perbatasan Alu Manna’ karena takut logam (ranjau) yang membuat mereka mati dan terlukA

akhirnya sampai saat ini laskar Syi’ah terus melepaskan tembakan ke Alu MannA‘,

bunyi tembakan mereka menyobek-nyobek angkasA,

dan mengagetkan apa yang ada di dalam dadA,

duhai kiranya perang ini sudah tidak adA,

maka diri ini tentu semakin berusaha untuk mempelajari ilmu agamA,

semoga ujian yang kami hadapi ini sebagai penghapus dosA,

dan mempermudah untuk masuk surgA.

Sekarang bunyi tembakan sudah tidak terdengar kecuali di pemukiman Alu Manna’, dari tadi malam hingga pagi ini bunyi tembakan masih terus ada, di perbatasan antara kaum muslimin dengan laskar Syi’ah sudah di duduki oleh para tentarA, yang belum ada tentaranya hanya di perbatasan Alu Manna’, para tentara tidak ke perbatasan Alu Manna’ karena takut logam (ranjau) yang membuat mereka mati dan terluka, akhirnya sampai saat ini laskar Syi’ah terus melepaskan tembakan ke Alu Manna’, bunyi tembakan mereka menyobek-nyobek angkasa, dan mengagetkan apa yang ada di dalam dada, duhai kiranya perang ini sudah tidak ada, maka diri ini tentu semakin berusaha untuk mempelajari ilmu agama, semoga ujian yang kami hadapi ini sebagai penghapus dosa, dan mempermudah untuk masuk surga. 09 : 55 wib

JIHAD MENGHARAP SURGA

Perang ini memang beda dengan perang dunia ke duA,

sudah banyak yang mati dan terlukA,

tertiadakan hak asasi manusiA, banyak melayang nyawA,

dan banyak hilang jiwa dan hartA,

kaum muslimin Dammaj disakiti dan dianiayA,

tidak ada pembelaan dari penguasA,

presiden Yaman diam dan tak berkatA,

dia beralasan takut AmerikA,

para mujahidin yang membela Dammaj tidak takut AmerikA,

mereka takut kepada Alloh yang menciptakan nerakA,

mereka berjihad karena mengharapkan surgA.

Laskar Syi’ah tadi malam hingga hari ini tidak tembak dengan senjata besar dan tidak pula dengan basokA,

baku tembak tadi malam membuat mereka banyak mati dan lukA,

 lajnah yang membuat khimah (tenda) dekat matras Syuhada’ berkata kepada para penjaga di matras Syuhada’:

“Tembak saja kalau melihat Hutsiy bekerjA“,  

Hutsiy ya’ni laskar Syi’ah memang selalu bekerja membuat tempat jagA,

dengan sebab itu para mujahidin selalu siagA,

para thullab yang jaga sambil mengokohkan tempat jagA

thullab yang membuat khondak terus bekerjA,  

mereka dan para penjaga tak mengenal gelap gulitA,

mereka siap menahan deritA,

keringat bercucuran karena terkurasnya tenagA,

mereka berkata sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Alloh Robb alam semestA“.

Perang ini memang beda dengan perang dunia ke duA, sudah banyak yang mati dan terlukA, tertiadakan hak asasi manusiA, banyak melayang nyawA, dan banyak hilang jiwa dan hartA, kaum muslimin Dammaj disakiti dan dianiayA, tidak ada pembelaan dari penguasA, presiden Yaman diam dan tak berkatA, dia beralasan takut AmerikA, para mujahidin yang membela Dammaj tidak takut AmerikA, mereka takut kepada Alloh yang menciptakan nerakA, mereka berjihad karena mengharapkan surgA. Laskar Syi’ah tadi malam hingga hari ini tidak tembak dengan senjata besar dan tidak pula dengan basokA, baku tembak tadi malam membuat mereka banyak mati dan lukA, lajnah yang membuat khimah (tenda) dekat matras Syuhada’ berkata kepada para penjaga di matras Syuhada’: “Tembak saja kalau melihat Hutsiy bekerjA”,  Hutsiy ya’ni laskar Syi’ah memang selalu bekerja membuat tempat jagA, dengan sebab itu para mujahidin selalu siagA, para thullab yang jaga sambil mengokohkan tempat jagA, thullab yang membuat khondak terus bekerjA,  mereka dan para penjaga tak mengenal gelap gulitA, mereka siap menahan deritA, keringat bercucuran karena terkurasnya tenagA, mereka berkata sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Alloh Robb alam semestA”. 22 : 29 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Akh Saif Syabwi di Kitaf cerita pada akh Ahmad Samidi bahwa di sayap kiri mereka menangkap traktor dan mobil rofidhoh yang berisi mortir-mortir besar. Syaikh Yahya cerita bhw rofidhoh mengangkuti mayat2 teman mareka di Kitaf dengan mobil-mobil besar Dyna karena terlalu banyak. Sayyid Ali Al Baiti cerita bahwa kemarin ikhwah di Harodh membunuh 6 rofidhoh. Abul Qo’qo’ yg di Kitaf mengabari bahwa ikhwah berhasil meledakkan mobil Dyna rofidhoh. Ledakannya kuat sekali. Juga membakar mobil pick up rofidhoh. Alhamdulillah. 01 : 33 wib

Sabtu, 20 Muharram 1435 H

Abus Ahmad Muhammad mengkabarkan : siang ini sangat terang, sinar mentari mengungguli bintang-bintang, bunyi tembakan senjata besar mulai berkurang, kami duduk meni’kmati makan siang, seorang kawan asal Yaman menceritakan mimpinya yang menjadikan hati tenang, beliau mimpi melihat hujan turun lalu banjir dari arah Wathon memasuki kebun-kebun dan rumah-rumah hingga melewati Wadi’. Kami berkata kepadanya: Masya Alloh mimpi yang bagus ini adalah kebalikan dari mimpi yang pernah dilihat oleh banyak ikhwah, mimpi sebelumnya banjir besar datang dari arah Masadir menuju ke arah Wathon, dan ini ditandai awal perang besar-besaran muncul dari Masadir hingga tersebar ke seluruh Dammaj. Adapun mimpi yang ini ada tambahan hujan lalu banjir dari arah Wathon, ini menunjukan bahwa Alloh memberi pertolongan yang Insya Alloh datangnya dari arah timur, bisa jadi dari Kitaf atau dari Hasyid, baik pertolongan itu berbentuk perdamaian atau pertempuran.

Waktu cepat berlalu bagaikan lepasan peluru, Abu Muhammad Al-Limboriy berkata: “Kami di bukit Masyarohah sering bertanya-tanya di antara kami: Hari apa ini?, tidak seorangpun dari kami mengetahui hari apa sekarang ini?, kami tahu hari bila mendengar azan di waktu zhuhur, setelah azan langsung khutbah itu menunjukan hari Jum’at”. 22 : 50

Banyak para wanita muslimah menginginkan untuk syahidah sebagaimana para pria muslim banyak yang mati syahid, diantara para wanita itu adalah seorang shohabiyyah meminta kepada Nabi untuk didoakan supaya menjadi sebagai seorang syahidah, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya: “Kamu termasuk dari orang-orang pertama-tama”, tidak lama kemudian wanita mulia itu mengikuti suaminya dalam suatu safar di jalan Alloh dengan mengendarai perahu, tiba-tiba kapalnya tenggelam, iapun meraih cita-citanya sebagai syahidah. Demikian keadaanya, maka tidak ada keraguan lagi bahwa para wanita yang terbunuh di bumi Dammaj Insya Alloh mereka tercatat sebagai orang-orang yang mati syahidah. Kemarin seorang muslimah Shoumaliyyah (asal Soumalia) meninggal dunia di Dammaj karena terkena tembakan senjata besar dari laskar Syi’ah Qootalahumulloh. 20 : 23 wib

Jum’at, 19 Muharram 1435 H

Juma’at 20 : 22 wib, Abu Ahmad Muhammad  mengabarkan : Banyak para wanita muslimah menginginkan untuk syahidah sebagaimana para pria muslim banyak yang mati syahid, diantara para wanita itu adalah seorang shohabiyyah meminta kepada Nabi untuk didoakan supaya menjadi sebagai seorang syahidah, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya: “Kamu termasuk dari orang-orang pertama-tama”, tidak lama kemudian wanita mulia itu mengikuti suaminya dalam suatu safar di jalan Alloh dengan mengendarai perahu, tiba-tiba kapalnya tenggelam, iapun meraih cita-citanya sebagai syahidah. Demikian keadaanya, maka tidak ada keraguan lagi bahwa para wanita yang terbunuh di bumi Dammaj Insya Alloh mereka tercatat sebagai orang-orang yang mati syahidah. Kemarin seorang muslimah Shoumaliyyah (asal Soumalia) meninggal dunia di Dammaj karena terkena tembakan senjata besar dari laskar Syi’ah Qootalahumulloh.

17 : 31 wib: Mulai hari ini lajnah dan tentara Yaman melakukan pemantauan ulang dan menghitung siapa yang melepaskan tembakan duluan apakah kaum muslimin ataukah laskar Syi’ah, menjelang  jum’at laskar Syi’ah melepaskan tembakan sniper ke benteng Indofi’i, setiap tembakan mengenai benteng maka Abu Yahya Al-Makassariy berteriak “aah’, mendengar suara menjerit kesakitan seperti itu, laskar Syi’ah menambah tembakannya, Abu Yahya teriak lagi “aah”, semakin ditembak, semakin tambah teriakan “aaah, aaaah…”, kawan-kawan kami orang Yaman langsung mendatangiku dan berkata: “Hutsiy (ya’ni laskar Syi’ah) menembak matras Indonesia, terdengar suara “ah, aah, aaah…” sepertinya ada korban, aku bergegas kembali ke matras Indofi’i ternyata semua kawan-kawanku tersenyum dan Abu Yahya berkata: “Biar lajnah tahu kalau Hutsiy yang memulai menembak dan biar mereka tinggal menghitung berapa kali Hutsiy menembak kita?”. Allohu Akbar.

14 :23 wib Pada Jam Setelah ashar lajnah dan tentara Yaman ingin berada di antara benteng kaum muslimin Dammaj dan benteng laskar Syi’ah, sebagian kaum muslimin yang jaga di benteng Abdul Wasi’ menasehati Lajnah dan tentara Yaman agar jangan ke pertengahan antara dua benteng, khowatir terkena logam (ranjau) yang dipasang oleh laskar Syi’ah, mereka dengan tujuan sebagai penengah tetap mau ke tengah-tengah, sesampainya di tempat tersebut mereka menginjak logam hingga meledak dengan menewaskan seorang dan memutuskan kaki seorang dari mereka. Tadi malam laskar Syi’ah juga menembak lajnah dan tentara dengan basoka hingga lajnah dan tentara meninggalkan tempat membangun khemah (tenda). Dan tadi malam  laskar Syi’ah ramai menghujani benteng Indofi’i, salah seorang kawan kami asal Yaman yang jaga di matras yang bertetangga dengan kami dihujani dengan senjata-senjata besar, Alhamdulillah beliau selamat dan senjata AK  yang beliau bawa hancur berkeping-keping.

11 : 56 wib,  Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Jum’at kemarin muslimin di sayap kanan dan kiri di Kitaf berhasil membunuh beberapa rofidhoh dan mengambil senjata mereka, lalu pulang dengan selamat. Alhamdulillah. Di sore hari di Shon’a, Abdul Karim Hadban, Wakil Hutsiy yang jahat di Dialog Nasional mati ditembak orang. Alhamdulillah. Ini kiriman berita dari Mahir Al Fadhli Al Ibbi, kerabat Asy Syaikh Muhammad bin Hizam Al Fadhli Al Ba’dani, nukil dari surat kabar. Hari ini pak tua Abu Ahmad Al Ansi penjual karpet tertembak pinggang dan kakinya. Sedag dirawat. Di awal-awal hishor ini beliau juga tertembak kakinya saat naik gunung.Malam Ahad habis isya rofidhoh menembaki dinding Maktabah ‘ammah.

Siasat rofidhoh sebagaimana kata syaikh Yahya hafizhohulloh: “Menembak dan membunuh, lalu mengirimkan Lajnah untuk nawarkan damai agar kita menyerah pada maunya mereka dan tidak menembak. Lalu mereka nembak-nembak lagi dan seterusnya.”

Siang kemarin setelah membombardir markiz dengan dahsyat dan menyebabkan kematian dan luka, sorenya mereka datangkan Lajnah nawarkan damai sambil mendatangkan tentara-tentara yang tunduk pada mereka. Saat tentara-tentara tadi lewat pos rofidhoh di rumah Husain Dawajin, tentara-tentara tadi terkena ranjau rofidhoh. Kabarnya 2 mati dan 3 luka-luka. Mereka tak berani balas ke rofidhoh. Lalu diumumkan gencatan senjata. Ternyata sepanjang malam sampai pagi rofidhoh nembak dikit-dikit ke rumah-rumah penduduk dan lemparkan mortir ke madrosah. Itulah lumayannya ketenangan situasi.

Jum’at, 4 : 14 wib Sungguh tega para durjana itu. Para pelajar yang mayoritasnya miskin, tinggal terpencil dari keramaian kota, menjauhi perseteruan politik, dikejar-kejar dan dibunuh.

Kamis, 22 : 55 wib 1 anak Haimiy meninggal, 1 wanita Shomaliyyah meninggal, keduanya dengan kondiri sangat mengenaskan. 1 Shomaliyyhah luka. Dinding masjid atas bagian qiblat berlubang besar lagi. Beberapa rumah rusak.

Jum’at  00:19 wib Abu Ahmad Muhammad bin Salim mengabarkan : Pada malam ini ketika aku dan Abu Tsabit makan malam di ruang peristrahatan di bawah benteng Indofi’i, tiba-tiba seorang kawan asal Yaman mengetuk pintu sambil berkata kepadaku dan Abu Tsabit: “Bersiap-siap, Lajnah sudah pergi, dan Khutsiy (ya’ni para laskar Syi’ah) mulai lagi bergerak”, hidangan malam berupa roti dan basoliapun tak ternikmati dengan baik, bergegas Abu Tsabit naik di benteng dan masing-masing mulai siaga, tembakan para laskar Syi’ah mulai lagi menerangi kegelapan di malam hari dan mulai lagi menghangatkan udara dingin di tengah malam. Alloohumma ‘Alaika Bisysyii’ah, Alloohumma kholif bainahum, waquluubahum wa aarooahum, Alloohumma farriq jama’ahum.

Kamis, 22:44 wib Setelah zhuhur tadi Lajnah datang lagi ke Dammaj, mereka menginginkan adanya perdamaian. Setelah ashar hingga maghrib ini tidak terdengar bunyi tembakan, inilah yang diinginkan oleh Syi’ah, mereka membuat kekacauan dan kejahatan setelah mereka lemah dan kalah, mereka minta damai, dua hari yang lalu ketika mereka memungut para bangkai-bangkai laskar mereka, mereka menelpon salah seorang  penduduk di Dammaj dengan berkata: “Dua hari lagi akan damai, kami sudah kewalahan dan banyak yang mati”. Demikianlah mereka, memulai perang ketika sudah diporak porandakan cepat-cepat mereka minta damai. Dan kebiasaan mereka dalam waktu damai adalah menyusun kekuatan untuk persiapan perang: “Mereka membuat makar (tipu daya) dan Alloh (membuat balasan terhadap) makar mereka, dan Alloh adalah sebaik-baik pembuat makar”. Sungguh teringat dengan perkataan Muhammad Rofi’i Rohimahulloh kepada kami: “Mana yang enak perang atau damai?”, kami mengatakan kepadanya: “Keduanya adalah kebaikan untuk kita”. Dengan perang kita bisa meraih kemulian jihad fii Sabiilillah yaitu ihdal husnayain (salah satu dari dua kebaikan) yaitu mati syahid atau memperoleh rampasan perang. Dengan damai kita bisa meraih kemulian hidup di atas tauhid, hanya dua ini pilihan untuk kita: “MATI SYAHID ATAU HIDUP MULIA DI ATAS TAUHID”.

Kamis, 18 Muharram 1435 H

15 : 58 wib Abu Fairuz Abdurrahman bin Sukaya Al Qudsy Mengabarkan : Akh Muhammad bin Sa’id Al Lahji, mas’ul hirosah thullab Lahj di Alu Manna’ barusan mengabari bahwa hutsi melemparkan granat ke salah satu matras. Penyair kita Akh Abdulloh Zailan dn 2 tholib luka. Barusan saat sholat zhuhur, rofidhoh beberapa kali menghantam masjid dan sekitarnya dengan senjata besar. Masjid bawah sampai bergetar. Sekarang untuk sementara dilarang keluar ruangan. 17 : 13 wib Akh Ammar Al Lahji, salah seorang yang melayani ikhwah yang luka dan sebagainya di puskesmas markiz bilang bahwa di dalam puskesmas ada 2 gadis kecil terbaring ditemani ayah-ayah mereka. Yang 1 ditembak rofidhoh dipahanya, yg 1 lagi kena pecahan mortir. Sudah sekitar 3 hari yanglalu. Allohummarham ibadakal mu’minin. 17 : 35 wib Barusan hantaman amat keras menghantam markiz. Asap mengepul di sekitar maktabah dalam kondisi sebagian thullab mengusung nampan-nampan makan siang.  17 : 36

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan pada Jam : 16 : 04 (wib)Saat ini yang terbunuh di bumi jihad Dammaj Insya Alloh sebagai para Syuhada’ sudah sekitar seratus orang lebih, untuk para wanita  belum ada, inilah ta’wil mimpi Ali At-Tanzaniy yang dulu kami jelaskan kepadanya, beliau Rohimahulloh berkata: “Aku melihat dimimpiku para ummahat (ibu-ibu) banyak sekali di sekitar masjid, dan di dalam masjid dibuat khondak”. Ta’wilnya telah terjadi yaitu para wanita mengungsi di makhzan asfal (gudang bawah) samping masjid Assunnah dan banyak yang sudah jadi janda. Sholat jama’ah pindah dari masjid ke sakan asfal (asrama bawah) masjid  Assunnah.

Kaum Syi’ah memang biadab, jahat dan kejam, mereka membunuh kaum muslimin Dammaj dan menghishor hingga banyak ummahat (ibu-ibu) yang tidak bisa menyusui bayi-bayi mereka, sungguh kasihan Ummu Sufyan Al-Makassariyyah Hafizhohalloh baru melahirkan dan anaknyapun tidak mendapatkan ASI. Alloohummarhamnaa Warhamnisa’anaa Waathfaalanaa Ya Arhamarroohimiin.

Rabu, 17 Muharram 1435 H

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan pada Jam 00 . 39 wib : Masyaalloh hati senang dan berbahagia ketika melihat kaum muslimin memiliki semangat dalam jihad; masing-masing berjuang sesuai kesanggupanya, pasukan penggali khondak dan pembangun matras masya Alloh bergerak cepat setiap malam tanpa peduli tembakan-tembakan dari para laskar Syi’ah di malam gelap gulita.Yang di Tanah Air tidak mau ketinggalan pahala jihad, mereka berjihad dengan harta dan adapula berjihad lewat media internet ya’ni mereka menyebarkan tulisan dalam mendukung jihad, semua itu adalah termasuk dari amalan yang tidak akan disia-siakan, Alloh Ta’ala berkata: “Sungguh Alloh akan membalas setiap jiwa terhadap apa yang diperbuat”, Dia berkata: “Barang siapa melakukan amalan kebaikan sebesar atom maka dia akan melihat balasan(nya)”. 

Selasa, 16 Muharram 1435 H 

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Di Kitaf kemarin komandan Hutsiyyin Manshur Jarman dan 8 pengikutnya mati dalam peperangan, disayap kanan, banyak Hutsiyyun mati tak terhitung, sebagiannya badannya terpotong-potong. Beberapa peralatan berat mereka hancur, beberapa bukit mereka direbut Ahlussunnah dan kabilah-kabilah. 23:49 wib

Syaikh Yahya disamping mendoakan kebinasaan terhadap Faris Manna’ didars-dars umum, beliau subuh  tadi menyebut dalam qunut nazilah 23 : 56 wib

Hari ini dokter di As Salam Sho’dah memastikan bahwa Faris Manna’ tertimpa penyakit berat diotaknya. Sekarang sudah dipindahkan ke RS Shon’a  23:59 wib

Berkata pemilik blog ini : bahwa  kakaknya (Siti fatimah) dan keponakannya mengatakan kepada kami bahwa Muhammad Rofi’i adalah orang Bojonegoro, tepatnya di Dusun  Gebang  Desa Gedongarum. Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Kemudian keluarganya memberi kenang-kenangan kepada kami lantunan suara Takbir Ied dan  Muhammad Rofi’i saat mengumandangkan adzan.  14:38  via WhatsApp

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Siti Fatimah kakak kandung Muhammad Rofi’i berkata: “Sebenarya aku waktu malam Jum’at 4 Muharrom kemarin aku mimpi, kami ini pulang kumpul semua saudara di rumah, Rofi’i berkata: “Sekarang kalau mbak Ti mau doa minta apa saja pasti terkabul, soalnya Alloh sudah siap, Alloh nunggu di langit”. Dan yang saya lihat dimimpi itu, di langit ada pintu kecil, yang atasnya melengkung seperti pelaminan pengantin yang penuh dengan kembang juga daunnya yang segar”. Masya Alloh mimpi yang sangat istimewa, sungguh benar perkataan Alloh Ta’ala di dalam surat Ali Imron ayat (169-171).

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Selasa di saat dars zhuhur: beberapa kali masjid bergetar karena adanya hantaman senjata berat dari rofidhoh. Entah di mana tepatnya hantaman tadi. Kami berlindung di masjid bawah.17:09 wib

Hantaman masih berlangsung sampai sekarang secara berkala. Salah satu hantaman besar mereka melubangi dinding masjid di arah kiblat, yang berhadapan dengan dapur. Hanya pada Alloh kami bertawakkal, Dialah Penguasa alam semesta.17:30 wib

Alhamdulillah kami sudah makan siang, ahlamdulillah markiz masih punya persediaan beras dan mi. Bantuan yang masuk selalu dirampok oleh rofidhoh. 2 ikhwah yang ditugasi syaikh Yahya untuk keluar secara rahasia untuk berbelanja ternyata uangnya dirampok rofidhoh. Alhamdulillah mereka bisa bebas. 17: 43 wib

Sniper rofidhoh menembak mati Akh Abdulloh bin Muhammad Al Khoulani rohimahulloh. 20:21

Tadi pagi atau sebelum zhuhur, sniper rofidhoh menembak mati Akh Abdulloh bin Muhammad Al Khoulani rohimahulloh. Ana baru dapati jenazahnya sebelum ashr. Tenang sekali seperti tidur, padahal kepalanya berdarah dan berlubang ditembus peluru. 20:42 wib

Waktu pemberontakan rofidhoh keenam ada seorang penduduk yg mereka tembak mati. Dia tidak diketahui rajin ibadah. Wajahnya setelah mati sungguh mengerikan. 20:51 wib

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan :Faris Manna’ Qootalahulloh adalah otak penggerak laskar Syi’ah, hari ini ketika kaum muslimin sholat zhuhur di masjid Sakan Asfal Assunnah Dammaj, tiba-tiba laskar Syi’ah menembakan tank hingga mengenai masjid, sampai sore ini tank mereka terus menembak Dammaj. Barusan tank mereka menembak bagian bawah benteng Indofi’i sampai asapnya membendung ruang peristrahatan kami, Alhamdulillah kami (Abu Ahmad, Abu Tsabit dan Abu Iyyadh) hanya terkena asap hitam dari tembakan itu. Allohumma’alaika Bifaris Manna’ waman qoma ma’ah.21:07 wib

Senin, 15 Muharram 1435 H

Dari Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan Pada Jam 02 : 20 (wib) : Hari ini terbunuh tiga orang di tengah-tengah sholat zhuhur, terbunuh karena tembakan mortir laskar Syi’ah Qootalahumulloh. Mereka yang terbunuh itu adalah: 1. Muhammad Ahmad Al-Wadi’iy. 2. Khumais Musfir Mas’ud. 3. Ibrohim Asy-Syaais. Rohimahumulloh.

Minggu, 14 Muharram 1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan Pada Jam 17 : 53 (wib) : Total yang meninggal di hari Sabtu: 5 orang dari berbagai negara. Panser rofidhoh yang sering menyerang masyarakat dibalas oleh Alloh. Sopir mereka mati dan beberapa luka-luka. Ahad sepanjang hari: Rofidhoh terus-terusan menembaki dengan berbagai peralatan. Para pemuda Dammaj yang bertahan di Madrosah banyak yang terluka. Berita sementara total : 1 dari Thulul, yang luka 5 orang Berita dari Kitaf: sepanjang Jum’at dan Sabtu rofidhoh terbunuh sekitar 30  org. Di Kitaf, Hasyid dan Harodh Hajur kabilah-kabilah semakin memperkeras  pengepungan terhadap jalur-jalur rofidhoh. Ini berlangsung setelah zhuhur. Setelah ashr hutsiyyun rofidhiyyun berkali-kali  menembaki Dammaj dengan berbagai persenjataan mereka. Sabtu pagi 3 mobil rombongan bantuan pangan dan kesehatan dikirimkan Faris  Manna’ bersama Lajnah, sepertiga untuk hutsiyyun, duapertiga untuk Dammaj.Langsung hutsiyyun ambil bagian mereka, sementera syaikh Yahya den para ketua  kabilah Dammaj begitu tau bahwa itu adalah dengan nama Faris Manna’, mereka menolak dengan  penuh kewibawaan, karena mereka tau betapa jahatnya makar Faris terhadap ahlu Dammaj  dan dukungan total Faris untuk hutsiyyun. Para wartawan yang tahu sikap perwira syaikh Yahya dan para ketua Dammaj  langsung menyatakan dukungan dan pujian.

Sabtu, 13 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : “Ungkapan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Akhunal Fadhil al Mujahid jihadan syar’iyyan fi sabilillah Akh Rofi’i -rohimahulloh-  Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Air mata berlinang, hati dirundung kepedihan, tapi kami InsyaAlloh tidak mengucapkan kecuali apa yang membikin ridho Robb kami. Sungguh kami amat sedih dengan perpisahan denganmu wahai saudaraku Rofi’i. Semoga Alloh mengangkatmu, sesuai dengan kandungan namamu.

Yang lebih tua dengan ingin segera berjumpa dengan Alloh ternyata masih hidup, yang lebih muda dan ana harapkan lebih bermanfaat bagi umat ternyata lebih dulu dijemput. Alloh Mahatepat dalam meletakkan urusanNya, sesuai dengan kesempurnaan hikmah-Nya. Banyak insan memohon syahadah di jalan Alloh, tapi Dia lebih tahu siapa yang lebih pantas untk segera dikabulkan permohonanNya dengan segera istirahat dari kepenatan dunia.

Saudaraku, insyaAlloh kita akan berjumpa di bawah rindangnya naungan pohon Thuba di dalam Jannatul Ma’wa, tiada lagi kepedihan dan dahaga dan sebagainya. Bagi ikhwah yang bisa menghubungi keluarga beliau, mohon sampaikan salam kami pada keluarga beliau. Kami satu hati. Kesenangan beliau adlh kebahagiaan kami, kesedihan beliau adalah kepedihan kami, meskipun kami selalu saja ada kekurangan dalam memenuhi hak-hak saudara kami. Jazakumullohukhoirol jaza “

Dari Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : ana terjemahkan dengan singkat (tulisan) Abu Hamzah Ali Jihaf hafidhohulloh..Sang bayi kecil Abdurrohman bin Qosim Adh Dholi’iy barusan meninggal dalam usia 4 bulan karena kekeringan dan tiada air susu. Ibunya tak bisa lagi menyusuinya karena tak punya makanan bergizi. Teringat bagaimana sang bayi menarik napas terakhir, sang ibu berkali-kali menoleh ke arahnya dg amat sedih karena tak bisa berbuat apa-apa.

Sang ibu berangan-angan andaikata bisa menyerahkan nyawanya untuk sang buah hati, karena memang itulah yang tersisa yang dimilikinya. Sang bayi ini meninggal bukan di negri yang miskin dn kering, tapi di Yaman yang Nabi shollallohu’alaihii wasallam bersabda tentang penduduknya: “Mereka hatinya paling lembut, dan jiwanya paling lunak.” tapi para pemimpinnya tidak peduli.

Di Dammaj kebutuhan dasar dari air, bahan makanan, sampai listrik sudah amat kritis, akibat dari pengepungan sadis rofidhoh. Seakan-akan sang bayi kecil dalam tangisannya terakhir berkata pada para pemimpin Yaman:

“Dengan kematianku ini mati pula hati kalian.”Para tokoh kabilah Dammaj sudah berkali-kali menyerukan para pemilik kekuatan untuk menghentikan kejahatan rofidhoh, tapi seruan itu bagaikan lenyap dibawa angin.” 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : “Innaa Lillaahi Wainnaa Ilahi Roji’un. Telah meninggal dunia kawan kami, saudara kita Rofi’i Al-Jawiy asal Bojonegoro Rohmatulloh ‘Alaih pada hari ini, menjelang azan zhuhur semoga Alloh menjadikannya mati syahid. 16 : 22 wib

Kaum Syi’ah tidak sekedar menyakiti kaum muslimin dengan tembakan-tembakan mereka, namun mereka juga mengganggu dengan cara lain, sekitar jam 1 malam mereka memperdengarkan syi’ar-syi’ar mereka melalui pengeras suara, yang suaranya sangat keras, yang sangat mengganggu ketenangan waktu beristrahatnya kaum muslimin, sungguh betapa banyak  dosanya kaum Syi’ah itu, mereka penentang yang paling keras, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin”, beliau berkata dari Robbnya: “Barang siapa menyakiti wali-Ku maka sungguh Aku telah umumkan perang dengannya”. 16:13 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim mengabarkan : Bismillaahirrohmanirrohiim. Wabihi Asta’in. Ammaa Ba’d: Sungguh sangat menyakitkan hati kaum muslimin ketika muncul seorang Syaikh Shufiy sang penyembah kubur Qootalahullooh yang dia berkata: “Perang yang terjadi di Dammaj dan di Kitaf itu adalah perang seagama, dan kedua belah pihak akan masuk neraka, Nabi berkata: “Jika bertemu dua muslim dengan pedang keduanya (ya’ni bertikai) maka yang membunuh dan yang terbunuh di dalam neraka”. Kita katakan bahwa ini adalah hadits yang mulia lagi agung, yang diucapkan oleh Al-Amin: “Dan tidaklah dia berkata dari hawa nafsu(nya) melainkan yang diwahyukan (kepadanya)”. Dengan penuh keyakinan kami katakan bahwa yang terbunuh dari laskar-laskar Syi’ah adalah di dalam neraka tempat mereka, karena Robb kami berkata: “Barang siapa membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah neraka jahannam”. Laskar-laskar Syi’ah bersengaja membantai dan membunuh kaum muslimin. Mereka juga persis dengan Khowarij yang mengahalkan darah kaum muslimin, bahkan mereka lebih sesat dari pada Khowarij. Kaum Khowarij saja sudah dikatakan: “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, demikian Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menghukumi Khowarij, kalau beliau mendapati kaum Syi’ah di zaman ini entah hukuman apa yang beliau berikan?, akan tetapi cukup perkataan beliau kepada orang mu’min yang dizholimi sebagai dalil kita: “Jika kamu dibunuh (karena mempertahankan hartamu) maka kamu di dalam Jannah”, shahabat bertanya: “Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?”, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Dia di dalam neraka”. Kita katakan dengan terang-terangan: “Kami berperang melawan Syi’ah Rofidhoh bukan hanya sekedar mempertahankan diri dan kehormatan kami namun lebih mulia dari itu, kami berperang karena membela agama Islam yang kaum Syi’ah berupaya untuk merubah ajaran-ajarannya, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Barang siapa dibunuh karena (mempertahankan) hartanya maka dia adalah syahid, barang siapa dibunuh karena (menjaga) kehormatannya maka dia adalah syahid dan barang siapa dibunuh karena (membela) agamanya maka dia adalah syahid”.  Ditulis oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Alu Labisana pada malam Sabtu tanggal 13 Muharrom 1435 di pemukiman Thullab Dammaj. 00:17 wib

 Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Jum’at setelah dhuhur 2 kali rofidhoh tembakkan mortir kemarkiz. 3 orang luka. Ba’da ashar datang lajnah Sya’biyyah. Setelah mahrib rofidhoh nembah-nembak lagi  22: 16 wib.  Semoga Allah melaknat rofidhoh. Nawarkan damai dan sepakati poin-poin, kitaa yakin mereka pendusta dan kami waspada. Ternyata tetap saja mereka berhasil membunuh 1 orang saat maghrib  23:43 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan : Seusai sholat isya’ berjama’ah di masjid Sakan Asfal As-Sunnah Dammaj ditengah-tengah rasa lelah, lemas dan lemah tiba-tiba berdiri seorang anak kecil yang digelari dengan Syaikh Cilik (syaikh anak-anak) Yasir Ash-Shon’aniy memberikan ceramah, dengan ceramah itu menyebabkan rohani tersiram, hati tersentuh dan jiwa bersemangat. Masya Alloh, Syaikh Cilik itu ketika menyampaikan ceramah tidak terdengar tembakan dari laskar-laskar Syi’ah, kemungkinan mereka ikut mendengarkan, semoga dengan sebab ceramahnya membuat laskar-laskar Syi’ah tertanam rasa takut yang sangat pada diri-diri mereka, hingga mereka berlarian dari medan tempur, Allohumma farriq jam’ahum, Allohumma kholif bainahum wa Aaro’ahum, Allohummaqtulhum Wamazziqhum kulla mumazzaq. 23:13

Jum’at, 12 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan :  Ternyata hasil dari serangan serangan rofidhoh tadi malam : 13 rofidhoh yang maju menyerang Wathon mati. 2 ikhwan diWathon luka. 1 akh meninggal di Alu Manna’.  9:45 Kamis Rofidhoh menyerang salafiyyah di Kitaf, lalu mereka terpukul mundur dan mati sekitar 17 orang. Alhamdulillah. 13 : 18

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Mengabarkan Pada Jam 20 : 49 ( wib) : “Kemarin salah seorang kawan kami asal Hadromaut terkena sniper padalengannya ketika dia sedang jaga di perbatasan Alu Manna’, sebelumnya pada tragedi Masadir dia ditembak oleh laskar-laskar Syi’ah dengan senjata-senjata besar, hingga dia tiarap, bila laskar Syi’ah mulai lagi menembak dengan senjata kecil semisal AK maka dia bangkit dari tempat tiarapnya melawan tembakan mereka, bila ditembak lagi dengan senjata-senjata berat diapun tiarap lagi, hal demikian itu terjadi selama tiga kali, setelah itu dia melihat ummat ya’ni Syi’ah yang banyak menembakinya di tempat tiarapnya,  serangan laskar Syi’ah berupa tembakan-tembakan dengan senjata besar yang bunyinya menyobek-nyobek angkasa dan getarannya menyentuh jantungnya membuat dirinya langsung pingsan setelah dia melawan tembakan itu dengan hanya menggunakan AK, diapun diangkat oleh kawan-kawan dan dibawa lari ke klinik, setelah diperiksa ternyata tidak ada luka padanya, dia pingsan selama tiga hari karena kaget dan trauma besar, di tengah-tengahpingsannya terkadang terbangun sambil menembak dengan isyarat tangan dan membunyikan mulutnya  “tur tur tur, teng teng, dum dum dum…” sambil tiarap di dalam klinik kemudian terpingsan lagi, dia pingsan selama tiga hari, kawan-kawan yang melihat sikapnya terheran-heran karena baru terjadi. Kita yang pernah mengalami serangan semisal yang dia alami merasakan trauma pula, hingga kita dalam tidur terkadang terkaget dengan sendirinya, seakan-akan kejadian yang pernah kita rasakan terulang lagi. Kawan kami tersebut setelah sadar dari pingsan dan traumanya diapun maju lagi jaga di perbatasan Alu Manna’ bersama kami dan kini dia terluka pada lengannya. Alloohummaghfirlanaa Warhamnaa Anta Arhamurroohimiin.”

Abu Fairuz Abdurraman Mengabarkan Pada Jam 06 : 46 (wib) :Rofidhoh umumkan bahwa mereka sudah serahkan Sho’dah ke pemerintah. Ternyata itu  cuma siasat saja. Malam Jum’at pukul. 09.00 WY kami dikejutkan dengan serangan sengit  mereka terhadap Wathon dengan senjata-senjata berat.Para pemuda Dammaj degan gigih bertahan sambil sesekali mereka teriak: “Allohu  akbar, walillahil hamd!” “Wahai Rofidhoh! Wahai Anjing penduduk neraka!  Matilah kalian!” perang sengit berlangsung sampai lewat tengah malam. Alhamdulillah hanya Seorang  saja yaag luka. Lalu datang kabar dari saksi mata bahwa  beberapa rofidhoh nyusup ke gedung kosong milik pemerintah yaag amat dekat dengan  Wathon untuk menembaki orang-orang yangg lengah. Maka sebagian muslimin mengalihkan  konsentrasi menghadapi mereka. Moga Alloh gagalkan makar para durjana dan  mengembalikan ketentraman negara.

Kamis, 11 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : kamis pagi para sniper rafidhoh masih menembak dan mencari-cari kelengahan para pejalan kaki. Kamis siang mobil palang merah datang mengambil orang-orang luka, rafidhah dari arah gunung shoma’at menyetel lagu-lagu perang mereka”

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : rabu pagi (10-1-1435 H) rafidhah menyetel nyanyian mereka dengan pengeras suara dari arah gunung shoma’at sambil nembak-nembak ke arah kepemukiman penduduk .Mereka memang makhluk busuk. Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- berkata “..Anjing rafidihah adalah binatang yang paling busuk..(Syahrun Nuniyyah” 1/hal.245).

Makhluk yang paling busuk adalah yang menggabungkan antara kebodohan dan hilangnya (sifat) rohmah. Adapun ahlussunnah sebagaimana perkataan Imam Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- ” ahlussunnah tahu kebenaran dan menyayangi para makhluk, maka mereka punya bagian yang banyak dari Ilmu dan Rohmah dan Robb mereka ta’ala itu rohmah-Nya dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, sedangkan ahlu bida’ maka mereka itu mendustakan kebenaran dan mengkafirkan para makhluk, mereka tidak punya ilmu dan rohmah. Jika hujjah ahlussunnah tegak terhadap mereka berpindah pada upaya penjara dan siksaan….(mukhtasarush showa’iq/hal.604)

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :  Kaum muslimin sedang buka puasa, tiba-tiba laskar Syi’ah mulai lagi maju menembaki perbatasan Alu Manna’, kasihan para penjaga di sini, belum sempat meni’mati hidangan buka puasa, baru sesuap dua suap makanan, langsung bangkit menghadang laskar Syi’ah Qootalahumullooh. Alloohumma As’aluka Biasmaaikalhusnaa Washifaatikal ‘Ula an Tanshurna ‘Alaasysyii’ah Arroofidhoh, Alloohummanshurnaa ‘Alaihim, Alloohummaqtulhum. 22;27 WIB

Rabu, 10 Muharram 1435 H

Dari Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Amm sholih manna (seorang pemimpin qobilah wadi’ah) yang murah senyum dan suka humor tetapi kokoh dalam manhaj, ditembak mati sniper rafidhah saat berangkat sholat dzuhur, Innalillahi wainna ilaihi roji’un”.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :Hari ini telah gugur (meninggal) seorang Syaikh Qobilah Al-Wadi’iyyah Sholih Manna’  Rohmatulloh ‘Alaih yang biasa dikalangan thullab dipanggil dengan ‘Amiy Sholih, masya Alloh beliau paling rajin sholat 5 (waktu), beliau selalu di shoff pertama kalau sholat berjama’ah di masjid As-Sunnah, sebelum azan pertama beliau sudah datang di masjid, setelah azan pertama langsung beliau membangunkan thullab untuk sholat lail. Masya Alloh beliau pula yang paling mendukung terhadap da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah di Dammaj, di zaman Asy-Syaikh Muqbil beliau menjadi haris (pengawal) Asy-Syaikh Muqbil. Pada jihad ini, beliau dan anak-anaknya aktif dan paling banyak membantu, di pemukiman Alu Manna’ rumah putranya difasilitaskan untuk para mujahidin, apa yang ada di dalam rumah dibebaskan untuk digunakan di dalam berjihad fii Sabiilillaah. Jazaahumulloohu khoiron katsiro 18 : 56 WIB

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan: Kaum Syi’ah memang penipu dan pendusta paling top, mereka mudah memutar balikan fakta, bahwasanya kaum muslimin Dammaj adalah zholim, membunuh wanita-wanita mereka, mereka mengatakan bahwa: “Wahhabiy (ya’ni kaum muslimin Dammaj) menembak mulut wanita kami“, sebagaimana yang diucapkan oleh orator mereka dalam ceramahnya di Masadir. Demikianlah politik licik mereka, bila mau berperang, mereka mesti membawa wanita-wanita pelacur, yang mereka namai dengan nikah kontrak, bila mereka kecapekan maka mereka minggir di pos-pos samping benteng mereka, lalu makan qoot (sejenis ganja) sambil mereka berzina dengan para pelacur yang sudah disediakan oleh komandan-komandan mereka, kaum muslimin tidak bersengaja untuk membunuh para pelacur itu, hanya saja karena darurot perang maka para pelacur itu siap menanggung resiko, kaum muslimin melihat seorang Syi’ah menghadap tembok atau sedang tiarap naik turunkan punggung, di tembak begini  oh ternyata antara orang itu dengan tembok atau  antara tanah dan tempat tiarapnya ada wanita yang sedang dizinai, ya jelas tembakan tembuslah, kena kepala orang itu ya tembuslah masuk mulut pelacur. Siapa yang disalahkan? Salah sendiri, siapa suruh berzina di sembarangan tempat?! Jam 12 : 02 wib

Hari ini mayoritas kaum muslimin Dammaj sedang puasa 10 Muharrom, bersamaan dengan itu, laskar Syi’ah terus menyerang Dammaj, tidak henti-hentinya Abdul Malik Al-Hutsiy (pemimpin syi’ah) Qootalahullah memberi dorongan, bahkan sampai dia menyatakan kepada para laskarnya: “Kalian jubana’ (para penakut), tinggal 10 (sepuluh) meter dengan  pemukiman Alu Manna’ Dammaj masih saja kalian belum bisa masuk?!”, seorang komandan laskarnya berkata: “Coba kamu yang ke Dammaj biar tahu!”, supaya menguatkan dan memberi semangat para laskarnya maka tadi malam dia mengutus seorang da’inya untuk mengadakan ceramah di Masadir, da’inyapun berorasi di tengah-tengah perang berkecamuk, dan ceramahnya berlangsung hingga tengah malam. Alloohumma man araada binaa suuanaw makran faqtulhu wamazziqhu kulla mumazzaq. Jam 10 : 54 wib

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Abdurohman keponakan syaikh yahya tertembak diperutnya, semoga bisa diselamatkan,

Selasa, Ba’da isya’, 9-1-1435 H, rafidhah menyerang wilayah Alu ro’dan dan Alu manna’ dengan dahsyat, beberapa orang luka.

Senin sore 8-1-1435H rafidhoh sibuk menanam ranjau-ranjau di wathon, dan kelompok yang lalu bersiap menyusup di wathon. Ternyata Alloh membalas makar mereka, ranjau tadi meledak susul meyusul selama 5 menit. Potongan-potongan anggota badan mereka berhamburan di udara dan berjatuhan dikebun anggur, sekitar 70 orang mereka terkapar, sebagiannya mati, sebagiannya terluka. Kondisi air dan listrik di dammaj terbatas, panel-panel tenaga surya sebagianya mati ditembaki rafidhah.  Pagi sampai siang masih berlangsung baku tembak.

Senin, 8-1-1435H  lajnah datang dengan membawa tentara yang banyak, lalu disepakati oleh syaikh yahya dan tetua dammaj untuk para tentara ditempatkan dibeberapa titik pengawasan, tenyata rafidhoh menolak dan mengusir tentara-tentara tadi,

Para pemuda kabilah yang mulia di harodh/hajur masih bertempur sengit melawan rafidhah, semoga Alloh membalas muslimin yang masih punya rohmah dan solidaritas islam dengan kebaikan dan barokah yang banyak. Kami ber-tawakkal kepad Alloh dan yakin Dia akan menunaikan janjiNya kepada kami.

Berita sedih, 3 thullab meninggal ditembak rafidhah syaikh yahya mengabari kepada kami “Syaikh Abu Ishaq asy-Syibamiy meninggal di kitaf terkena mortir, hasil kerja sama rafidhah dan mata-mata mereka, kita susah mengetahui siapa mata-mata ditubuh kita.

Selasa, 9 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory Mengabarkan : Tentara Nasional Yaman tadi sore datang ke Dammaj, mereka ingin berada di tengah-tengah antara kami dan Syi’ah, tapi malam ini Syi’ah tetap menembaki Dammaj. 00:58 wib Kaum Syi’ah tidak berperikemanusiaan, orang-orang Barat masuk Islam lalu hijroh ke Dammaj malah mereka diperangi, merekapun berkata: “Kami meninggalkan orang kafir namun mendapatkan orang lebih kafir”. 01 : 16 wib

Senin, 8 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pagi ini diisukan lagi bahwa Lajnah akan masuk Dammaj untuk menindak lanjuti perdamaian yang mereka inginkan, bersama dengan itu, laskar-laskar syi’ah Qootalahumulloh terus melakukan penembakan, padi pagi seorang kawan kami terkena sniper digerbang masuk pemukiman Alu Manna’,  beliau langsung meninggal, Rahimahulloh.  Seorang lagi terluka karena terkena sniper pada perutnya. Alloohumma ‘Alaika  Bisysyii’ah Arroofidhoh, Alloohummaqtulhum.14 :23

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan : Ahad sore datang lajnah. Ternyata seperti biasa rofidhoh tetap menembaki orang. 1 tholib (pelajar) tertembak kakinya, 1 anak perempuan kecil juga tertembak entah bagaimana kondisinya. Malam harinya berkali-kali rofidhoh nembakkan mortir. 02 : 59 pm

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory Mengabarkan: Menjelang zhuhur tadi Lajnah datang lagi ke Dammaj, mereka meminta untuk diadakan lagi perdamaian antara kaum muslimin Dammaj dan kaum Syi’ah. Demikianlah keadaan Syi’ah, bila mereka sudah melemah dan kesulitan untuk membantai maka mereka meminta Lajnah untuk diadakan perdamaian. Dari sejak dulu mereka memperalat Lajnah, sebelum Lajnah berangkat ke Dammaj maka mereka mengerahkan segala kekuatan mereka untuk membantai kaum muslimin. Tadi juga begitu, sebelum Lajnah datang ke Dammaj maka mereka melepaskan tembakan mortir besar ke pemukiman Wathon- Dammaj, dengan tembakan itu meninggal  beberapa orang dan terluka beberapa orang pula. Setelah Lajnah masuk Dammaj mereka tidak melepaskan tembakan, dan mereka mengisukan telah ada perdamaian. Akan tetapi ketika Lajnah keluar dari Dammaj merekapun mulai lagi menembak kaum muslimin, penyineper (penembak jitu) mereka mulai lagi menyineper jalan menuju tempat pengungsian para wanita, hingga ummahat (ibu-ibu) dan banat (anak-anak wanita) harus berlarian menuju tempat pengungsian. Dan hingga saat masih kita dengarkan tembakan-tembakan mereka. Allohumma ‘Alaika Bisysyii’ah Arroofidhoh, Allumma ‘Alaihim, Allohumma Farriqjam’ahum.  22:26 wib

Ahad, 7 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan : Rofidhoh pagi ini umumkan pakai micrphone bahwa : “Pihak hutsiyyin mati 500 orang, Al Hajuriy adalah penumpah darah, membunuh wanita dan anak-anak. Sayyid Abdul Malik Al Hutsiy adalah pria penyayang, tidak membunuh wanita dan anak-anak. Al Hajury, Hussain Ahmar dan Utsman Majalliy tidak bermanfa’at bagi kalian, tinggalkanlah mereka, menyerahlah kalian niscaya kalian selamat.” Kedustaan dan pemutarbalikan fakta. 6:31 pm

Sabtu Sore sampai ba’da maghrib rofidhoh menghujani Wathon dengan senjata-senjata berat. Habis Isya’ nyerang dengan dahsyat. Jam 2 dini mereka nyerang dan mau masuk Wathon. Perang seru sekali sampai menjelang shubuh. Sekitar 4 orang meninggal. Rofidhoh banyak yang mati 6 : 25pm

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Seorang munafiq juru bicaranya Syi’ah tadi pagi mulai lagi berorasi, dia berkata: “Wahai orang-orang yang ada di Dammaj jangan kalian taati Al-Hajuriy: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam mema’siati Alloh”, karena dia Al-Hajuriy mengkafirkan kaum muslimin, kalian mentaatinya hingga kalian membunuh para wanita dan anak-anak kaum muslimin, Al-Hajuriy dan orang yang bersamanya adalah zholim, membuat kerusakan di muka bumi”. Demikianlah orator tokoh munafiq itu, padahal mereka sendiri yang membunuh anak-anak dan para wanita kaum muslimin, mereka sendiri yang berbuat kezholiman dan pengrusakan di muka bumi namun perbuatan mereka itu dituduhkan kepada orang lain, sungguh benar perkataan Alloh di dalam surat Al-Baqoroh: “Ketahuilah bahwa mereka itulah para perusak akan tetapi mereka tidak menyadari”. Tiga pekan yang lalu mereka juga berkata lewat pengeras suara dari lokasi Masadir: “Kepada seluruh Al-Wadi’iyyah (ya’ni penduduk asli Dammaj) keluarlah kalian dari Dammaj, tinggalkanlah Al-Hajuriy dan orang-orang yang bersamanya, kalian keluar dari Dammaj sebelum jam satu siang maka kalian akan selamat, jalan terbuka untuk kalian”. Dengan jaminan itu membuat kebanyakan dari orang-orang asli Dammaj keluar meninggalkan Dammaj, mereka lebih senang mengungsi di Sho’dah dari pada berjihad bersama imam Dammaj Syaikhuna Yahya dalam melawan laskar-laskar Syi’ah. Dari tindakan kaum Syi’ah ini nampak kalau ternyata bukan hanya orang asing yang mereka inginkan untuk diusir dari Dammaj namun ternyata mereka inginkan pula semua kaum muslimin yang ada di Dammaj untuk diusir sehingga yang tersisa hanya Syaikhuna Yahya lalu mereka bunuh dan mereka potong-potong badan Syaikhuna Yahya sebagaimana yang dikatakan oleh tokoh utama mereka Abdul Malik Al-Hutsiy Qootalahulloh. 15 : 35 wib 

Sabtu, 6 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limboriy mengabarkan :

KEBIADABAN KAUM SYIAH

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Sungguh telah kita saksikan dengan mata kepala di bumi Dammaj bahwasanya kaum Syi’ah adalah kaum yang zholim, sadis, biadab dan kejam, mereka memerangi kaum muslimin di Dammaj, mereka membunuh para ulama, thullab (para penuntut ilmu) dan membunuh huffazh (para penghafal Al-Qur’an). Tidak hanya sekedar membunuh mereka namun kaum Syi’ah juga menghancurkan jenazah-jenazah mereka, baik dengan dicungkel mata mereka, dipotong hidung mereka, diparut muka mereka, dikeluarkan otak mereka, diminumkan zat penghangus tubuh, dipompa atau ditiupkan angin ke mulut mereka hingga perut mereka membesar, disiram dengan cairan yang sangat berbau busuk dan dipatahkan tulang-tulang mereka, dan perlakuan kejam lainnya yang mereka telah lakukan yang belum pernah dilakukan oleh kaum Salibis. Adapun perlakuan kaum Syi’ah dalam melukai kaum muslimin Dammaj maka sangatlah banyak, ratusan kaum muslimin Dammaj yang telah terluka akibat tangan-tangan jahat kaum Syi’ah Hutsiyyin yang menembaki mereka dengan persenjataan, baik dengan senjata-senjata berat maupun dengan senjata-senjata kecil. Para kaun Syi’ah mungkin bergembira dan bangga karena bisa melukai, namun lebih bergembira lagi bagi kaum Muslimin yang telah dilukai oleh laskar-laskar Syi’ah itu, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Orang yang terluka dijalan Alloh akan datang pada hari kiamat dengan warna seperti warna darah dan berwangi seperti minyak wangi”. 04:30 wib

Masya Alloh, seorang saudara kita asal Rusia pada perang ini cedera kakinya hingga pincang, ketika terjadi khusuf beberapa hari yang lalu, diapun ikut sholat khusuf berjama’ah, setelah sholat langsung kakinya sembuh, Masya Alloh, diapun sangat bergembira karena bisa untuk ikut lagi berjuang melawan laskar Syi’ah. Satu lagi kawan kami asal Yaman, terkena sniper pada lengannya, Masya Alloh pada hari terlukanya setelah dibungkus oleh perawat, diapun menggunakan tangannya yang terluka untuk mencuci pakaiannya, besoknya langsung maju lagi di perbatasan, luka yang telah dia rasakan seakan-akan tidak ada luka, muka penuh dengan keceriaan dan senyuman seolah-olah sedang merasakan keni’matan: “Dan ni’mat apa saja yang ada pada kalian maka itu datangnya dari Alloh”. Allohu Akbar Walillahil Hamd. 20 :29 wib

Beda Syi’ah Dengan Yahudi Dan Nashroni

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaah, Ahmaduhu Waasta’inuhu Waastaghfiruh. Amma Ba’d: Ketahuilah bahwasanya kaum Syi’ah kali ini terus berupaya untuk menghancurkan kaum muslimin di Dammaj dengan persenjataan-persenjataan yang mereka miliki, mereka tidak akan diam sebagaimana orang Yahudi dan Nashroni: “Dan tidaklah ridho kepadamu orang-orang Yahudi dan Nashroni sampai kamu mengikuti agama mereka“. Demikian pula orang-orang Syi’ah Hutsiyyin tidak akan ridho kepada siapapun dari umat Islam ini melainkan harus memeluk agama mereka atau murtad dari keislaman baru mereka diam dari memeranginya, Alloh Ta’ala berkata di dalam surat Al-Baqoroh: “Dan mereka akan terus menerus memerangi kalian sampai mereka menjadikan kalian murtad (keluar) dari agama kalian semampu mereka”. Tidaklah mereka menginginkan dari memerangi thullab (para penuntut ilmu) di Dammaj melainkan supaya para penuntut ilmu itu keluar dari Dammaj dan supaya kembali ke negri-negri

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Laskar Syi’ah memang laskar berani mati dengan tanpa perhitungan, menembak seorang muslim saja mereka melepaskan tembakan bagaikan hujan deras, belum lagi tambahan tembakan dengan senjata besar seperti mortir, meriam dan yang lainnya, dengan banyaknya tembakan itu, banyak pula yang tidak meledak, mereka menembak mortir dan meriam terkadang tidak meledak, kemarin malam mereka melemparkan beberapa geranat ke Abdurrohman Hadid Al-Andunisiy di perbatasan Alu Manna’ Alhamdulillah juga tidak meledak, semua itu tidak lain melainkan karena pertolongan Alloh dan penjagaan-Nya semata kepada siapa yang menjaga agama-Nya, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Jagalah Alloh maka Dia akan menjagamu”.

Memang Syi’ah tidak pandang siapa? yang penting mereka bisa membantai. Ketika mereka kesulitan menghantam para mujahidin di perbatasan maka pelampiasan mereka ke masjid dan rumah-rumah, setelah azan fajar yang pertama, mereka menembakan meriam ke mathbakh dan ruang tamu, apa yang mereka inginkan? apakah karena para wanita dan putri-putri cilik di balik tempat itu jadi mereka ingin juga dibantai?, Allohumma ‘alaika Bisysyii’ah Alhutsiyyiin, supaya mereka mengetahui di mana para wanita dan gadis-gadis cilik mengungsi maka mereka mengutus intel-intel (para mata-mata) dari kalangan wanita Syi’ah, Alhamdulillah sudah tiga intel wanita yang tertangkap dan sedang dipenjara.

5 Muharram 1435 H 

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : Empat hari yang lalu laskar Syi’ah menghadirkan seorang tokoh munafiq, yang dia memberikan ceramah lewat pengeras suara yang diperdengarkan ke seluruh pelosok Dammaj, dia dalam ceramahnya selama 2 jam memberikan banyak dalil dari Al-Qur’an dan tidak satupun dalil dari As-Sunnah, dia menempatkan dalil-dalil Al-Qur’an itu bukan pada tempatnya, nampak kalau dia adalah termasuk tokoh dari Al-Qur’aniyyin ya’ni orang yang hanya berpedoman dengan Al-Qur’an dan menolak As-Sunnah. Sengaja para laskar Syi’ah menghadirkan tokoh munafiq tersebut dengan tujuan untuk menipu manusia dengan kefasihan lisannya dalam berdalil dengan ayat-ayat Al-Qur’an, sungguh benar perkataan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam: “Tidak ada yang paling aku takutkan atas umatku dari pada munafiq yang fasih lisannya”, dan Alloh telah sebutkan di dalam surat Al-Munafiqun bahwasanya dia (orang munafiq) itu adalah musuh Alloh maka hendaknya umat Islam berhati-hati darinya dan dari para kawannya semisal Syi’ah Qootalahumulloh. Kaum Syi’ah Hutsiyyun menolak Al-Qur’an dengan alasan bahwa dia adalah mushaf Al-Hajuriy ya’ni mushof buatan Syaikhuna Yahya, dan bahwasanya Al-Qur’an sekarang ini adalah kurang, mereka menolak pula As-Sunnah sebagaimana Al-Qur’aniyyun menolak As-Sunnah, kedua sekte ini memiliki kesamaan dalam satu sisi, dan memiliki perbedaan pula dalam sisi lain, namun keduanya sama-sama berupaya untuk melenyapkan As-Sunnah, padahal As-Sunnah adalah Al-Islam,  Islam tidak akan tegak melainkan dengan As-Sunnah, maka barang siapa memerangi As-Sunnah maka sungguh dia telah memerangi Islam. Dan kewajiban bagi setiap umat Islam adalah membela Islam sebagai agama yang telah diridhoi oleh Alloh. “Jika kalian menolong Alloh maka Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian”. 22:37 wib

Pada hari ini, kaum muslimin Dammaj di tengah-tengah menunggu khutbah dan sholat Jum’at tiba-tiba laskar Syi’ah menembakan tanknya dari bukit Ahros hingga mengenai depan masuk  masjid, temboknya bolong besar, kerusakan banyak di dalam masjid, juga ruang hurros ahli Dammaj lantai duanya roboh temboknya, dengan tembakan itu meninggal seorang tua dan 10 (sepuluh) orang luka-luka. Begitulah kemarahan mereka sebagai pelampiasan dendam karena para laskarnya banyak terbunuh di kebun anggur samping Alu Manna’, sekarang mereka (laskar Syi’ah) ditemani palang merah lagi memungut bangkai-bangkai kawan mereka di kebun-kebun. Allohumma ‘alaika Bisysyii’ah Alhutsiyyiin, Allohummaqtulhum walaa tabqi minhum ahadaa, Allohumma farriq jam’ahum, Allohummaqtho’hum wamazziqhum kulla mumazzaq.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy Mengabarkan: Di Jum’at siang tadi tangan-tangan yang lemah dan luluh benar-benar terangkat ke langit memanjatkan doa : “Ya Alloh, Kami terdzolimi, maka belalah kami. Wahai Robb kami, kami diungguli, maka tolonglah kami.” 12:01 pm

Palang Merah datang mengambil orang-orang yang luka. Pasukan Ahlus Sunnah di Kitaf terus maju menghantam rofidhoh untuk menebus Sho’dah 11:59 pm

Sheikh Abdul Hamid Al Hajury berkhutbah bagus sekali dan menyebutkan dalil-dalil bahwa kejahatan itu semua akan menyebabkan kehancuranya Rofidhoh. 11:56 pm

Akibat serangan siang tadi : Masjid bolong-bolong besar, sebagian kitab/lainnya di maktabah Nisa’ terbakar, lalu bisa dipadamkan. Kamar dokter Faishol Az Zinamy yang diatas kamar Hurros rusak parah. Ali Al Mahwithi Ar Roimi, pak tua kecil kurus yang baik hati itu luka lalu meninggal 11:55 pm

Jum’at pagi mereka nyerang dengan alat-alat berat dari jarak jauh. Saat waktu dzuhur sembilan kali hantaman mereka kena masjid dan sekitarnya. Beberapa orang luka, termasuk Al Akh Al Mudarris Abu Zaid Gholib Az Zinami Ad Dammaji, sahabat tholabah Indonesia. 10:20pm

Tadi malam serangan besar-besaran dari rofidhoh sampai menjelang pagi. Yang jelas 1 tholib dari Hadhromaut meninggal, beberapa luka-luka. Rofidhoh banyak yang mati dan Ahlus Sunnah dapat Ghonimah.10:17

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory Mengabarkan: Kawan-kawanku berkata: Sebenar Asy-Syaikh Abdulloh Muzahim Rohimahulloh ketika percikan mortir mengenai kepalanya, itu lukanya ringan, namun ada seorang jasus (mata-mata) menyamar sebagai penuntut ilmu baru sekitar 3 bulan di Dammaj, pada perang ini dia berpura-pura membantu para petugas kesehatan dalam merawat para korban luka, ketika. Asy-Syaikh Abdulloh Muzahim terluka diapun menyuntik lambungnya, padahal lukanya ringan dan ada di kepala bukan di perut (lambung), dengan suntikan itu, beliaupun meninggal seketika. Semoga Alloh merohmati kami dan merohmati beliau, dan semoga Alloh membunuh laskar-laskar Syi’ah dan para jasusnya. 14:47

Alhamdulillah dengan pertolongan Alloh semata, pasukan berani mati Syi’ah berhasil dipukul mundur oleh thullab (para penuntut) ilmu dari perbatasan Alu Manna’, Masya Alloh mereka kabur meninggalkan sepucuk senjata AK yang berhasil diambil oleh 2 kawanku, belum lagi bangkai-bangkai laskar Syi’ah yang terbaring di kebun-kebun anggur, mereka tidak bisa bawa pergi, Qootalahumulloh.12:05

Tadi sekitar jam 2 malam laskar Syi’ah mulai lagi melakukan serangan besar-besaran hingga jam 6 pagi ke pemukiman Alu Manna’, dengan serangan itu meninggal seorang kawan kami asal Hadromaut, dan 2 luka, dan diisukan seorang Indonesia meninggal ya’ni mereka kawan-kawanku menganggap bahwasanya aku (Muhammad) telah meninggal, Alhamdulillah mereka bersyukur ketika menjumpaiku dalam keadaan masih hidup, semoga dengan hidupku ini memberi manfaat untuk Islam dan muslimin dan semoga kalau nantinya aku mati dicatat sebagai seorang yang mati syahid. 11:22

Dari Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita dari beberapa TV Nasional Yaman bahwa telah tejadi kesepakatan gencatan senjata. Ini Bohong. Kami pagi Rofidhoh nembaki wilayah mazro’ah dengan hawen-hawen dan roket katsyusya, sejumlah wanita dan anak-anak luka-luka. Di Harodh Hajur qobilah-qobilah muslimin menangkap 2 mobil besar rofidhoh penuh dengan senjata. 8:40 pm

Dari Abu Ahmad Muhammad Muhammad mengabarkan : Sudah banyak dari kawan-kawan kami terluka tidak lama kemudian meninggal dunia kerena tidak ada dukungan kesehatan, banyak yang membutuhkan oksigen dan adapula membutuhkan operasi namun karena tidak ada alat bantu dan pertolongan merekapun meninggal dunia. Semoga Allah merahmati kami dan mereka. 3.18 pm

Tidak ada satu rumahpun di Dammaj yang selamat dari tembakan laskar Hutsiyyin-Syiah melainkan tekena tembakan, baik tembakan dengan senjata kecil ataupun tembakan dengan senjata besar, sampai ada seseorang sebelum perang ini merenovasi rumahnya hingga dikatakan anti hawwon ( mortir ) akan tetapi tidak sesuai yang diharapkan, bahkan mayoritas kaum muslimin Dammaj mengungsi di Sakan Asfal begitupula kaum Muslimah mengungsi di Makhzan Asfal, yang tadinya bagi orang yang merasa tidak pernah makan di markiz bersama para dhu’afa’ dan masakin, yang kaya dan beruangpun tidak bisa lagi menggunakan uangnya ? apa yang mau dibeli ? tak ada lagi bahan makanan dan minuman. Kami yang jaga di perbatasan Alu Manna’ tidak ada yang bisa kami makan melainkan roti paling kering, bahkan terkadang tidak makan seharian karena petugas menghantar makanan telat mengingat jalan menuju tempat jaga sangat berbahaya, semoga Allah membalas kami dan mereka yang melayani kami para penjaga di perbatasan dengan balasan kebaikan yang banyak. Ya Alloh jagalah kami dan saudara-saudari kami yang sudah lemah ini, jagalah dan lindungilah kami dari kejahatan kebiadaban As-Syi’ah Al Hutsiyyin dan segela kejelekan makhluq, Ya Alloh sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik penjaga dan pemberi rezqi serta sebaik-baik penolong. 2:49pm

4 Muharram 1435 H

Dari Abu Ahmad Muhammad Al Limbory  mengabarkan : Ada dari ulama berpendapat bolehnya memakan mayat Rofidhoh kalau darurot. Adapun kami berpendapat:”Walaupun darurot tetap tidak boleh,karena mayat Rofidhoh terdapat AIDS,memakan batang kayu lebih baik”.

Dari Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Di Kitaf Ahlussunnah berhasil merebut satu gudang rofidhoh, membunuh 23 prajurit mereka dan menguasai 70 senjata mereka, alhamdulillah wahdah.

Kamis pagi berkali-kali syaiton rofidhoh nembaki maktabah dan sebagian pelurunya  masuk lagi. Sudah dijelaskan kepada Lajnah bahwa rofidhoh banyak merusak Maktabah  ‘Ammah. Justru Lajnah bilang:”Itu karena kalian nembaki rofidhoh dari Maktabah  ‘Ammah dg mortir2.” sejak kapan di perpustakaan ada mortir dn nembaki rofidhoh dr situ? Pakai kasur dn dispenser air?Mungkin pakai kitab “Akhbarul Hamqo Wal Mughoffalin” atau “Uqolaul Majanin.”

Rabu sore kemarin rofidhoh menyerang Dammaj dengan roket-roket nya, Lajnah tetap diam saja. Tadi  malam Syaikh Yahya umumkan – dan dimuat di internet- bahwa si Dirham Az Zu’kuriy  (salah satu tokoh Lajnah) adalah Hutsiy, amalannya amalan kemunafikan,  ucapannya selalu menyempitkan dada. Jika kalian dapati dia datang, jangan  izinkan dia masuk, bilang padanya,”Kamu dibenci, kamu tertolak!”

3 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan :Mereka menembak mortir lagi. Kamar kutub dholal maktabah’ammah dihantam pecahannya,kaca-kaca berantakan. Hantaman berikutnya disebelah  barat luar masjid. Lajnah tadi justru minta kami menyerahkan gunung Barroqoh, bukannya mereka sibuk untuk nyuruh rofidhoh keluar dari Dammaj 1:48pm

Dari Abu Ahmad Muhammad Al Limbory  mengabarkan : Memang laskar Syi’ah: laskar berani mati di atas jalan Syaithon Dammarohumulloh, dari bukit-bukit mereka menembakan tank, meriam dan mortir, yang di bawah bukit pejalan kaki mereka menembak dan merentet buta kompleks Alu Manna’, setelah itu mereka maju, tidaklah menghalangi kami yang di pertahanan Alu Manna’ dengan mereka melainkan hanya pagar kebun, memang laskar Syi’ah berani mati karena sebab disihir oleh tukang sihir mereka dan karena iming-iming uang 500 dolar dan sebuah mobil, tanpa bisa berfikir mereka maju seakan-akan babi hutan yang terluka Qootalahumulloh.

Waktu dars ashar Syi’ah menembak mortir besar mengenai masjid As-Sunnah, setelah ashar Syi’ah menembak lagi ke Barroqoh dengan 2 roket besar, Syi’ah terus berupaya merebut Barroqoh dengan menggerakan laskar mereka mendaki Masyrohah (tepi barat Barroqoh), Abu Muhammad Anas bin Salim Alu Labisana Hafizhohulloh berkata: “Syiah terus naik ke kami, walaupun sudah ditembak dan banyak dari mereka berjatuhan, namun yang lainnya masih tetap berusaha naik”. Qootalahumulloh.

Dari Abu Zayd Syuaib  Al Johory (Malaisya) mengabarkan : Sebenarnya mereka adalah orang-orang penakut, mereka menembak dari jarak jauh dan tidak berani mendekat melainkan orang bawahan mereka yang sedang mabuk disebabkan ganja, daun qot, pil-pil yang kuat 9:55

Kemarin kami dikasih tahu ikhwan kami diKitaf telah rampas senjata mereka. Rampasan itu adalah 2 meryam, 2 kereta anti peluru diatasnya mensyingan, 5 kotak besar peluru, 2 khaimah besar dan lain-lain. 9 :51 wib

Dalam 8 kali perang ana ndak rasa perang sedahsyat perang ini. Alhamdulillah tiga hari perang besar-besaran telah pun lalu, dan kami tetap berdoa karena kami didzalili tanpa sebab yang benar 9:47 wib

Dari Abu fairuz Abdurrohman mengabarkan : Tambahan untuk hari Senin, berita sedih sekali : Syaikh Abdulloh Muzahim meninggal dirumah Ali Manna’ saat sholat maghrib. Salah satu mortir nembus rumah itu dan melukai beliau hingga tewas. Innalillahi wainna ilaihi roji’un.  5:46

Ana ralat berita : kemarin sejak sebelum mahrib sampai jam 3 dini hari serangan rofidhoh dahsyat sekali. Total sampai pagi ini 4 meninggal, diantaranya satu anak Hajur yang terkenal akhlaqnya bagus sekali. Rohimahumulloh. Beberapa luka. Sampai jam 8 pagi mereka masih nembak-nembak. 4 : 34 am

Tadi malam-malam Rabu- serangan mereka dahsyat sekali sejak sebelum mahrib sampai sekitar jam 3. Meninggal 2     4:24

Dari Abu Iyyad Said  Al Limbory mengkhabarkan  bahwa Selasa : 2 muharrom 1435. Pada jam 16.07 wib,  Alhamdulillah kami semuanya orang Indonesia disini dalam keadaan baik-baik. Perang dammaj melawan Hutsi syi’a rofidhoh sejak awal hingga sekarang ini dari orang indonesia yang terluka hanya 5 orang dan selainya banyak. Jumlah yang luka-luka ikhwan kita 100 orang lebih dan yang meninggal 40an atau lebih . Kemarin solib ahmar{palang merah} datang keDammaj sejumlah 4 mobil untuk mengambil orang yang luka-luka untuk dibawa kerumah sakit So’dah atau Son’ah kemudian mobil itu setelah datang dan parkirnya didekat tempat makan yang lama kemudian ikhwan-ikhwan pada keluar dan mendekat kemobil tersebut. Tiba-tiba Hutsi syi’ah rofidho menembaki ikhwan kita diatas gunung dengan senjata sinefer mengenai tempat sasaran sehingga terjatuh meninggal Allahu yarhamuhu .  Walaupun  ikhwan kita banyak terluka dan terbunuh Alhamdulillah tidak sebanding dengan jumlahnya mereka Hutsi Syi’ah Rofidho. Beberapa hari yang lalu dikabarkan kepada kami seorang ikhwan, dan ikhwan itu mendengar dari seorng dokter bahwa jumlah hutsi yang meninggal 200an lebih dan yang luka-luka 300 lebih. Itu belum terkumpulkan semuanya masih ada lagi diluar-luar. Hutsi Syi’a Rofidho ketika mereka mau menyerang, sebelumnya mereka menyetel kosidah atau ceramah-ceramah untuk membuat mereka semangat dalam berperang dan memakan daun qot {semacam ganjah} setelah mereka merasa sudah hilang akalnya mereka langsung mengambil senjta dan berpakaian lengkap untuk menyerang Dammaj, itulah kebiasaan mereka Hutsi syi’ah rofidho ketika mau menyerang . Asalnya hutsi syi’ah rofidho itu penakut namun yang membuat meraka berani adalah dengan mempergunakan sihir-sihir dan memakan daun qot {sejenis ganjah} dan juga mereka menyewa orang-orang luar selain mereka . Telah dikhabarkan kepda kami seorng ikhwan bahwa ketika ikhwan itu berjaga di Mashadir. Perbatasan antara kita dengan mereka Hutsi syi’ah rofidho sangatlah dekat jaraknya yaitu sekitar 5 meter.  Melihat mayat mereka tergeletak ditanah kemudian ikhwan itu mendekati dan melihatnya ternyata mayatnya berpakaian tentara dan wajahnya bukanlah asli Yaman namun wajahnya wajah orang Iran.

Kemarin sore ikhwan kita ditelepon oleh KBRI dan saya berada disampingnya mendengar langsung cerita mereka . Ikhwan itu ditanya bagaimana kabarnya orang-orang Indonesia disitu? Dijawab : Alhamdulillah semuanya baik-baik. Ditanya lagi bagaimana kalau kalian tidak ikut campur dalam masalah itu, maksudnya berpernag melawan hutsi syi’ah rofidho? Dijawab ‘bagaimana kami tidak mau membelah diri sementara istri dan anak-anak kami ditembaki dalam rumah dengan alat-alat senjatah berat mereka semisal mobil tank, meriam, roket dllnya. Ditanya lagi bagaimana kalau kalian keluar dari situ maksudnya dari dammaj? Dijawab : Bagaimana bisa kami keluar, sementara orang yang keluar saja ditembakin sama mereka Hutsi syi’ah rofidho. Kami  disini cuma berdo’a saja. Kemudian ikhwan itu menceritakan kedaan Hutsi syi’ah rofidho kepada KBRI tentang perilaku mereka. dulu diwaktu saya berada didammaj sejak tahun 2006 belum ada Hutsi menempati gunung-gunung sekitar dammaj. Setelah adanya merka Hutsi ini mereka memulai membuat penjagaan di sekitar Gunung Dammaj sehingga ketika jumlah mereka banyak mereka Hutsi ini ingin merebut gunung Mudawwar dan sekolah punya pemerintah sehingga terjadilah peperangan antara Hutsi dan pemerintah dan Hutsi berhasil merebut gunung Mudawwar dan sekolah. Dan sekarang ini mereka juga berkeinginan mau merebut gunung Barokoh dengan tujuan untuk mengusai daerah Dammaj dan kami tetap mempertahankannya –selesai-

2 Muharram 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Mengabarkan : “Beberapa laskar iblis Syi’ah kabur lari ke Sho’dah, sesampainya di sana mereka diwawancarai kenapa lari? mereka berkata: “Kami tak tau berberang dengan murid-murid Al-Hajuriy atau berperang dengan jin?! teman-teman kami berjatuhan dengan sendirinya di depan kami, terkadang kami tidak sadar ketika di medan tempur”. Kami (Muhammad Al-Limboriy) katakan: “Itulah pertolongan Alloh, sungguh mereka telah mabuk dan gila, tembok-tembok kebun ditembak, kucing dan burung lewat ditembak,semua yang di depan mata mereka ditembak, tentu Alloh akan menolong kami dengan bala tentaranya baik yang dari langit seperti para malaikat dan burung ababil dan yang semisalnya, yang dari bumi seperti manusia dan jin yang muslim dan seluruh binatang dan hewan-hewan akan ikut memerangi tentara iblis Syi’ah dan seluruh bala tentaranya dari jin dan manusia. Janji Alloh benar adanya, kami beriman kepada-Nya dan kami membenarkan janji-Nya, Allohummanshurnaa ‘Alaasysyi’ah Alhutsiyyin, Allohummanshurnaa ‘alaihim. Iya masih di Ali manna’ dalam jepitan laskar iblis Syi’ah Qotalahumulloh.

Laskar Syi’ah banyak jasus (intel)nya, Asy-Syaikh Abdulloh Muzahim di lokasi mana saja beliau duduk mesti tembakan mortir mendekatinya, hingga beliau terluka di pertahanan Alu Manna’ ‘Afallohu ‘anhu. Sekarang para jasus banyak tertangkap dan sedang dipenjara, tidak hanya laki-laki saja yang menjadi jasus, para wanitapun ada yang menjadi jasus, Qootalahumulloh.

Memang laskar Syi’ah benar-benar bengis dan sadis, tidak hanya para wanita muslimah, anak-anak dan orang tua, namun kambing-kambing mereka juga bom dan tembakin, tidak hanya itu, kucingpun disneper, kasihan kucing-kucing pada trauma dan ketakutan, burung-burung danbinatang-binatang ikut teraniaya. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah Al-Hutsiyyiin fainnahum mufsiduuna fil ardhi, Allomaqtulhum walaa tabqi minhum ahada.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Kami semua yakin bahwa sebentar lagi InsyaAlloh akan datang kelapangan, kemuliaan dan kemenangan yang agung dari Alloh Azza Wajalla

Selasa Pagi : Para wanita dan anak anak terus menyabarkan diri duduk berhimpitan di tiga ruangan perlindungan bawah tanah yang sempit dan panas, sementara para lelaki tanggung dan dewasa terus menyabarkan diri berjaga di tapal batas menghalau serang para durjana

Abu Ahmad Muhammad Al Limboriy mengabarkan : Setelah sholat isya’ tadi, Syaikhuna Abu Bilal Kholid Al-Hadromiy menyampaikan ceramah yang dengannya membuat jiwa para mujahidin thullabil ‘ilmi tentram dan hati mereka tenang, Insyaalloh kemenangan dan pertolongan Alloh bertambah dekat, apalagi kezholiman laskar Syi’ah Qotalahumulloh semakin menjadi-jadi, rumah-rumah ditembakin hingga rusak, roboh dan terbakar, para wanitapun akhirnya mengungsi ke gudang penampungan makanan di Matbakh, belum lagi penambahan pemakaman syuhada’ di tempat lain disebabkan bertambahnya korban yang terbunuh, para luka-luka bertambah pula, kelaparan dan kehausan meningkat maka semua itu menunjukan kezholiman nyata: “Sesungguhnya doa orang yang dizholimi tidak ada padanya penghalang antaranya dan antara Alloh”. Semoga itu adalah tanda tentang semakin dekatnya pertolongan: “Ketahuilah bahwasanya pertolongan Alloh adalah dekat” 02.08 wib

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Sebelum mahrib rafidhoh menembaki dengan peluru-peluru besar. Beberapa orang luka dan butuh donor darah. Kayu-kayu didekat Madrosah terbakar. 4:41pm

1 Muharram 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan: Pukul.03:40 dini hari mereka menyerang Madrosah, dilayani para penjaga,lalu mereka menghentikan serangan

Malam senin ini mereka kumpul banyak-banyak disekeliling Dammaj. Entah bagian mana yang mau diserang. Para pengawal diperbanyak. Tembakan-tembakan mulai terdengar. Hasbunallohuwani’malwakiil.

 Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pada 21:17 (wib) Sore ini kaum muslimin Dammaj sedang sholat khusuf bersama imam mereka Syaikhuna Yahya, bersamaan dengan itu laskar iblis syi’ah Dammarohumulloh terus menghujani Dammaj dengan mortir, rudal, dan senjata besar lainnya, adapun aku dan bersama kawan kawanku Al Yamaniyyin tidak bisa mengikuti sholat jama’ah bersama syaikhuna. Karena kami sedang berada di lokasi gawat dan berbahaya, yang hanya tujuh meter denan laskar Iblis Syi’ah Qootalahumulloh.Allohummaghfirlahanaa warhamnaa ya Arhamarrohimiin. Allohumma ‘Alaika Bisy Syi’ah Alhutsiyyin, Allohumma mazziqhum kulla mumazzaq

Abu Fairuz Abdurrohman mengabarkan : Sekitar Pukul 16:40 WY (waktu  yaman) terjadi gerhana mentari sebagian. Salafiyyun di masjid sholat Khusuf, yang di perbatasan siaga satu. Rofidhoh tidak sholat malah nyetel lagu lagu setan mereka dengan keras sambil terus menebaki markiz.

29 Dzullhijjah 1434 H 

Abu Fairuz  Abdurrohman mengabarkan :Hari Ahad setelah dzuhur mereka masih nyerang dengan dahsyat, makta’bah “ammah” agak berantakan

Petugas pengairan bekerja keras mengatasi kesulitan air. Alhamdulillah bisa agak normal dan kebutuhan air agak tercukupi. Bidang jihad itu banyak alhamdulillah. Sampai siang ini perang masih sengit

Hari Ahad pukul 10 : 10 WY serangan masih bertubi tubi dengan senjata berat dari rofidhoh

Tadi rofidhoh menembakkan rudal besar sekali kewilayah penjagaan ikhwan di Ali Mazru’. Alhamdulillah tiada korban. Pecahannya besar sekali. Alangkah jahatnya mereka terhadap muslimin jika punya kemampuan membunuh. Ahlussunnah tidak gentar dengan kematian. Jumpa dengan Alloh adalah kerinduan kami terbesar. Tapi kami heran sekali atas kekejaman sekte yang ngaku Islam terhadap umat Islam sendiri. 20 : 35

Salafiyyun Hasyid terus bertempur dan berhasil kuasai gunung Sauda, gunung terbesar rafidhoh diwilayah Hasyid. Salafiyyun Kitaf terus menggempur lawan mereka. 20 : 35

Ada rumah terbakar, beberapa thulab luka karena serangan rofidhoh. Para petugas kesehatan kecapean luar biasa. Saluran air pecah. Para masyaikh dan thullab kehausan dan banyak yang tayammum untuk wudhu. Alloh tidak akan mengingkari janjinya pada para hamba-Nya yang setia. Nabi Dawud ‘alaihissalam dan tentara Tholuth bertempur dalam keadaan haus dan Alloh anugerahkan kemenangan. Alloh lebih sayang pada hamba-Nya daripada kasih sayang hamba pada diri sendiri. 20 : 35

Sebelum mahrib gugur dua anak muda Yaman yang rajin ibadah dan ta’awun, gugur ditembak sniper. Setelah isya’ terjadi baku tembak seru. 20 :35

28 Dzulhijjah 1434 H 03:06  

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :Pagi ini rofidhoh masih tembaki kami dengan alat-alat berat mereka.Mereka menembaki sambil nyetel bacaan qur’an keras sekali dari arah gunung shoma’at, untuk menampilkan bahwa mereka itu muslimun. Ini bagian dari tuqiyyah dan kedustaan mereka. Mereka dikitab-kitab mereka menganggap bahwa Qur’an kita tidak asli. DiThulul mereka melemparkan mushaf Qur’an. DiHudaidah mereka menyerang masjid masyarakat dan merusak mushhaf-mushhaf . DiSho’dah mereka menginjak mushhaf. Di Ta’iz mereka mengencingi mushaf dan melumurinya dengan kotoran manusia. Siapakah yang hatinya terbakar dan cemburu untuk Allah? Masih enak-enak makan minum santai dan menikmati berita dibunuhinya Muslimin Salafiyyin dan bilang bahwa kita tidak boleh menghalalkan darah rafidhoh?04:27

Ahlussunnah bukan pemberontak dan bahkan melarang pemberontakan, tapi rofidhoh datang kekampung kami dengan segala penghinaan terhadap Allah dan pembunuhan terhadap para hamba Alloh. 04:29

Sabtu pukul 10.13 WY. Baku tembak seru antara para muslimin pengawal sunnah di Dammaj melawan agresi kuffar Rafidhoh. 07:12

Hasil dari perang sebelum dhuhur : beberapa rumah pelajar rusak, saluran air bersih yang bersih pecah, satu anak kecil meninggal terbunuh. Semoga Alloh merahmatinya. Dari pihak tentara setan, kami tidak tahu. 11:44

Maktabah ‘Ammah dihantami dengan peluru-peluru berat. Pengawal Syaikh Yahya bilang ketemannya lewat telpon :”Kami akan pertahankan markiz ini sampai titik darah penghabisan.” Para Salafiyyun di Hasyid terus maju merambah suatu lembah.11:44

Sebelum ‘ashr rofidhoh lancarkan serangan lagi dari jarak jauh. 11:55

Beberapa hari yang lalu kamar Syaikh Abdulloh Muzahim yang diatas masjid ini bolong, dan kasur kasurnya terbakar karena serangan yang dahsyat. Hari ini sebagian peluru rafidhoh menghantam asrama para thulab, sebagian kasur-kasur terbakar. Kami sedih atas gugurnya beberapa saudara kami penghafal kitab suci dan sunnah (antara 5-12 orang). Alhamdulillah Allah gagalkan lagi serangan rafidhoh, yang mampus sekitar 200 orang, sebagian mayatnya ditinggal dikebun kebun dammaj. Sebagian roket mereka menghantam posisi teman teman mereka sendiri.

Tiada pertolongan kecuali dari Allah Ta’ala. Tadi siang datang rombongan mobil rafidhoh mendekati wilayah ini. Malam ini mereka menyerang lagi dengan ganas. Sekalipun Ahlussunnah menanggung lapar, haus dan amat capek, mereka InsyaAllah tidak akan menyerah sampai nafas terakhir.

ومن يتوكل على الله فهو حسبه ان الله بالغ امره قدجعل الله لكل شيئ قد را

Sekarang hening mencurigakan. Dari mayat mayat rofidhoh ditemukan sebagiannya berkebangsaan Iran tapi menyamar dengan baju tentara Yaman. Sebagian pejabat mengakui bahwa tekanan Amerika membikin mereka tidak bisa membela para pelajar Dammaj yang diserang oleh rofidhoh. Sebagian tentara sedih karena komandannya tidak izinkan mereka membela para pelajar sipil tersebut.

Barang siapa bersandar pada Allah, maka Allah itulah penggenggam langit dan bumi dan akan mendatangkan keajaiban2-Nya yang mencengangkan. Barangsiapa bersandar pada makhluk maka dia akan kecewa karena ditelantarkan disaat membutuhkan bantuan.

Itu tadi makna ucapan Syaikh Ibnu Taimiyyah di Majmu’ul Fatafa.” Itu ucapan yang terbukti kebenarannya, bagi orang yang merenungkan alur kejadian dialam semesta. Al Imam Ibnun Nahhas Ad Dimasyqi berkata: “Didalam kejadian-kejadian jihad itu banyak pelajaran yang bisa diambil oleh seorang mukmin.” (kitab “Masyariqul Asywaq)

Sekarang pukul 21.30 WY kembali langit dammaj dipenuhi dengan serangan ramai sekali. Api-api merah melesat cepat menghantam dinding-dinding gunung, Ledakan dua mortir membahana. Nyawa kami bukan ditangan mereka, tapi Alloh telah menentukan ajal kita sebelum kita lahir. Sungguh beruntung orang yang mati sebagai singa sunnah, bukan tikus pengkhianat.

27 Dzullhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammab Al Limbory mengabarkan : Ahlus sunnah Dammaj tidak akan mundur, walaupun sudah terluka, selama masih bisa berjalan dan memegang. Sesungguhnya hidup dan mati mereka milik Allah. Dari kemarin hingga hari ini syiah terus menghujani dammaj dengan tank-tank dan meriam, terutama dipemukiman Ali Manna’, semakin gawat, masjid rusak, rumah-rumah roboh dan terbakar, para korban bertambah banyak. Hasbunallohu wani’mal wakiil.
26 Dzullhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Setelah isya, terlihat Dammaj sangat sunyi, masjid gelap dan rumah-rumah sudah gelap, hanya sakan asfal yang terlihat terang karena menggunakan mesin listrik yang kecil, para orang tua dan anak-anak sedang membuat halaqoh di sakan asfal untuk menunggu makan malam, tembakan Syi’ah sudah mulai berkurang, para kawan dan seluruh muslimin yang ada di perbatasan-perbatasan, di benteng-benteng dan di parit-parit telah merasakan rasa lelah, capek, lemas, ngantuk dan lapar yang sangat, karena sudah sehari semalam dan kini masuk malam lagi tenaga terkuras ditambah tidak ada makanan. Allohummaghfirlanaa, ya Ghofuuru ighfirlanaa, warzuqnaa. Allohummarhamnaa ya Arhamarroohimiin. Malam kamis 25 dzulhijjah 1434H,  Ya allah tolonglah saudara kami dan binasakanlah kaum syi’ah rofidho sesungguhnya murka adalah manusia paling jelek dmuka bumi ini dan menghalang-halangi manusia dalam melaksanakan ibadah kpdamu. Dari kemarin malam hingga malam ini mereka tidak henti2nya melemparkan mortir di dekat markiz dammaj. dan kami telah mendengar dari sebagian ikhwah bahwa hutsi syi’ah rofidho berkeinginn untuk merobohkan dan meruntuhkan markiz dammaj dalam skejap hingga orang2 asing didarul hadis dammaj keluar  semuanya dan menginginkan hanya orang dammaj saja yang tinggal didmmaj namun Allah tidak membiarkan  mereka berbuat sewenang2 begitu saja Allalah yang lebih tau tipu daya mereka dan diaalah Allah sebaik2 pembuat  tipu daya. Mulai dari kemarin malam hingga malam ini jumlah ikhwah yang luka luka sekitar 30an atau lebih dan yang meninggal 5 orang ikhwah semoga Allah menjaga mereka dan memberikan kedudukan yang tinggi disurga ‘adn. (abu iyadh said al limbory
25 Dzulhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Dari azan maghrib hingga waktu ‘isya ini, Syi’ah masih terus menghujani Dammaj, apalagi kaum muslimin tidak membalas tembakan mereka karena mengingat kekurangan yang ada, maka mereka (Syi’ah) semakin menjadi-jadi menembak muslimin Dammaj. Allohummaghfirlanaa warhamnaa, Allohummanshurnaa ‘alaa ‘Aduuwinaa Para dokter dan para perawat sudah sangat sibuk dalam menangani para luka-luka, hingga banyak dari ikhwah harus bersabar menunggu antrian penanganan, belum lagi yang luka-luka di matras-matras menanti kapan tim pengangkut datang membawa mereka ke ruang perawatan. Allohummaghfirlanaa warhamnaa.  Tak henti-hentinya Syi’ah menembaki muslimin Dammaj hingga sore ini, mereka menghujani Dammaj dengan roket, rudal, mortir, basoka dan meriam. Tank-tank mereka telah menduduki semua bukit kecuali Barroqoh dan jabal Thullab. Mereka mengepung Dammaj dan tank mereka ada yang sudah masuk di Nuqu dan kampung dekat Wathon. Allohummaghfirlanaa warhamnaa, Allohummanshurnaa ‘Alaasysyii’ah Arroofidhoh, Allohummaqtulhum. Tidak ada di muka bumi ini yang mengaku mencintai Ahlu Bait yang lebih biadab dan lebih jahat daripada Syi’ah Rofidhoh, kaum muslimin yang di tengah-tengah mereka ada Ahlul Bait sedang sholat zhuhur berjama’ah di masjid Mazro’ah di Dammaj, tiba-tiba Syi’ah menembaki mereka dengan tank, hingga berjatuhan banyak korban; luka-luka banyak, dan 5 (lima) terbunuh langsung di tempat. Allohummaghfirlanaa warhamnaa, Allohumma ‘Alaika Bisysyii’ah Arroofidhoh, Allohummaqtulhum, Allohumma dammirhum. Waktu zhuhur tadi, Syi’ah menembak masjid Mazro’ah dengan senjata besar, dengan sebab tembakan itu meninggal 5 (orang) orang muslim, dan Asy-Syaikh Muhammad Hizam terluka di dalam masjid Mazro’ah. Baru yang diketahui saat ini, sudah 6 (enam) yang meninggal dari muslimin Dammaj, adapun luka-luka sudah banyak, diantaranya 3 (tiga) dari teman kita asal Indonesia. Menjelang zhruhur tadi hingga saat ini, sudah tiga kali Syi’ah menembakan roket besar sebagaimana mereka tembakan ke Barroqoh dua pekan lalu, yang getarannya terasa ke seluruh bumi Dammaj. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah, Allohumma mazziqhum, Allohumma dammirhum, Allohummaqtulhum Tadi malam mulai jam 1 hingga jam 2 mlm mrka kaum hustsi syi’ah rofidho mnyerang kampung mazro’ah dammaj (tmpat tinggalnya para mutazawwijin ) dgn mnghujani pluru dn mortir  stlh itu brhenti tmbakan mrka smpai jam 5 lewat ktika kmi mulai shalat subuh awal roka’at yg di imami oleh syekh yahya kmudian mrka syia’ah rofidho mmulai kembali mnmbaki daerah markiz dammaj, barokoh,mashadir,waton dn masroha dgn menghujani pluru dn mortir dsgla tmpat. ktika kmi  shalat subuh dlm roka’at trakhir syekh yahya qunit mengangkat tangan mndo’akan kaum hutsi syi’ah rofidho dgn kbinasaan dn khancuran. Stlah slsai sholat subuh mrka kaum hutsi syi’a rofidho trus mnrus mnghujani mortir ddaerah markiz dammaj shingga maktabah tmboknya bolong dan plurunya masuk kna kitab yg sebagiannya trbakar, meja dn kursi pada patah. mrka mmprgunakan snjata brat  mnyerang dammaj dgn mortir ukuran 120 ,140, 160an dn pangser  mobil teng dan jumlah mobil teng mrka ada 4. Dan saudara kita 1 org yang mninggal dibarokoh, 5 yang luka 4 kena percikan mortir dan yang 1 kena snifer . Dikabarkan kpda kami ikhwan kita dari gunung barokoh Alhamdulillah mrka hutsi syi’ah rofidho mninggal banyak hri ini dn ikhwan kita mlihat langsung mayatny trgeletak ditanah dmasroha. Mnjelang azan zuhur mrka mulai brhenti nembak2 di daerah markiz dammaj nmun akan ttapi merka tidak diam bgtu saja masih teteap mrka mluncurkan mortir 1 per 1 ddekat mesjid dammaj. Wahai saudara yang seiman brdo’alah kalian kpd saudara kita dsni dgn do’a kemenangan dn keselamatan dunia akhirat dn do’a  kbinasaan untuk kaum hutsi syi’ah rofidhoh.
Abu Iyyadh Sa’id Al Limbory mengabarkan : Syi’ah menggempur Dammaj dengan menggunakan tank-tank, mereka terus menghujani Dammaj dengan berbagai macam tembakan besar. Allohumma ‘Alaihim. Syi’ah melakukan serangan besar-besaran terhadap Dammaj, mulai dari fajar tadi, ketika Syaikhuna Yahya sedang mengimami sholat shubuh, dan beliau sudah mulai qunut. Masyrohah dan tempat-tempat lainnya di Dammaj seakan-akan lautan api yang dinaungi asap-asap hitam. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah, Allohummanshurnaa ‘Alaihim, Allohumma mazziqhum kulla mumazzaq.
24 Dzulhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Kemarin setelah ashar, penembak jitu Syi’ah menyeneper seorang muslim di Mazro’ah, iapun meninggal dunia -semoga Alloh merohmatinya dan merohmati setiap muslim yang telah dibunuh oleh Syi’ah-. Tadi malam Syi’ah menembakan mortir lagi ke sebagian muslimin yang jaga di Madrosah, Alhamdulillah tembakan mortir mereka yang pertama tidak meledak, itu bertanda sebagai pemberi peringatan kepada para penjaga untuk mengambil posisi berlindung, berapa menit kemudian Syi’ah menembak lagi dengan dua mortir, Alhamdulillah para penjaga sudah berlindung jadi tidak terkena ledakan mortir Syi’ah, semua itu tidak lain melainkan karena pertolongan Alloh dan penjagaan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang membela agama-Nya. Syi’ah memang tidak pernah puas, sudah gunakan musaddas (pistol), bunduq (senjata AK), qonash (senapan) dan qonbulah (geranat) yang mereka hantamkan ke benteng muslimin di Wathon yang jarak benteng mereka dengan benteng muslimin hanya sekitar 5 (lima) meter, kini mereka hadirkan rosysyasy (senjata kaki tiga) dan basoka, mereka terus ramai di benteng mereka. Abul Yaman As-Sulawesiy Hafizhohullohu berkata: “Syi’ah yang di benteng itu, tidak pernah habis, mereka setiap hari banyak yang mati di benteng itu namun pengganti mereka dalam setiap hari bertambah, mungkin di benteng itu terdapat wanita pezina tercantik asal Iran sehingga mereka berebutan ke benteng itu”. Qootalahumulloh.
23 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Muhammad Anas Al-Limboriy Hafizhohulloh mengabarkan : “Tadi dars ashar, aku melihat Syaikhuna Yahya memberi nasehat seakan-akan beliau sebagai seorang bapak mengarahkan anak-anaknya, beliau menasehatkan kalau keluar dari masjid seorang seorang, karena Syi’ah sering menembakan mortir, beliau mengingatkan untuk memperbanyak doa, menjaga dzikir pagi dan petang, beliau meminta para penjaga perpustakaan untuk memindahkan semua kitab dari perpustakaan khowatir terbakar karena tembakan rudal dari Syi’ah”. Allohummahfazhnaa, Wahfazh Syaikhanaa Yahya, Wahfazh Almuslimiina fii Dammaj wafii kulli makaan. Alhamdulilloh mobil Syi’ah yang memuat roket yang mereka tembakan ke Barroqoh beberapa hari kemarin, kini telah hancur meledak, semoga Alloh hancurkan mereka dan hancurkan senjata-senjata mereka. Tadi waktu ashar Syi’ah menembak masjid As-Sunnah dan mengenai mushof-mushof Al-Qur’an, Alhamdulillah kaum muslimin sudah pindah sholat berjama’ah di sakan asfal jadi tidak seorangpun terkena tembakan mereka. Allohummahfazh almuslimiina fii Dammaj, Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah wal musyrikiin wal munafiqiin. Setelah zhuhur tadi ada teman datang ke kami, dia berkata: “Aku melihat di dalam mimpiku bahwa temanku Al-Mahweitiy, yang dia adalah salah seorang dari 3 temanku yang terbunuh di Barroqoh pada perang ini, beliau datang di tengah-tengah halaqoh kami dalam keadaan biasa, beliau menampakan diri seakan-akan belum mati, aku berkata kepadanya: “Bagaimana denganku?, apakah aku menyusulmu (ya’ni terbunuh sepertimu juga)?”, beliau melihat ke langit 2 kali lalu menjawab: “Iya kamu akan menyusulku”. Masya Alloh, demikianlah yang dilihat oleh saudara kita di dalam mimpinya, semoga apa yang dilihat itu benar adanya, sebagaimana yang Alloh Ta’ala janjikan di dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat (111)
22 Dzullhijjah 1434 H
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Hari Ahad kemarin, menjelang zhuhur, datang lagi utusan Syi’ah, mereka meminta agar Syaikhuna Yahya dan tokoh-tokoh muslimin Dammaj menyerahkan gunung Barroqoh. Dari dulu mereka berupaya untuk menguasai gunung Barroqoh, karena kalau gunung itu dikuasai maka mereka dengan mudah menghujani kaum muslimin yang ada di Dammaj dengan senjata-senjata besar mereka. Allohumma ‘Alaika Bisysyii’ah wal musyrikiin, Allohummanshuril muslimiina ‘Alaihim.  Setelah zhuhur tadi ada teman datang ke kami, dia berkata: “Aku melihat di dalam mimpiku bahwa temanku Al-Mahweitiy, yang dia adalah salah seorang dari 3 temanku yang terbunuh di Barroqoh pada perang ini, beliau datang di tengah-tengah halaqoh kami dalam keadaan biasa, beliau menampakan diri seakan-akan belum mati, aku berkata kepadanya: “Bagaimana denganku?, apakah aku menyusulmu (ya’ni terbunuh sepertimu juga)?”, beliau melihat ke langit 2 kali lalu menjawab: “Iya kamu akan menyusulku”. Masya Alloh, demikianlah yang dilihat oleh saudara kita di dalam mimpinya, semoga apa yang dilihat itu benar adanya, sebagaimana yang Alloh Ta’ala janjikan di dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat (111). Setelah maghrib tadi, Syi’ah menghujani gunung Thullab dengan tembakan midfa’, hingga saat ini masih banyak bunyi tembakan-tembakan mereka. Allohumma ‘Alaika Bisysyi’ah, Allohummaqtulhum, Allohummanshuril muslimiina ‘alaihim, Allohummahfazh ikhwaananaa fii Dammaaj, Allohummarham dhu’afaalmuslimiina fii Dammaaj wafii Limboro wafii kulli makaan. Sungguh kasihan bagi anak-anak muslimin Dammaj yang rumah mereka berjauhan dengan masjid As-Sunnah Dammaj, sebelumnya mereka rajin menghadiri sholat jama’ah, menghadiri ta’lim Syaikhina Yahya dan ta’lim bersama ustadz mereka, kini tidak bisa lagi hadir karena jalan-jalan menuju masjid selalu ditembaki oleh penyeneper Syi’ah.‎

  ‏‎ ‎اللهم ارزقنا علما نافعا وارزق أبناء المسلمين في دماج وفي لمبورو وفي كل مكان بالعلم النافع، اللهم اشرح صدورهم.‏

Rasa kasihan semakin bertambah, ketika mata menyaksikan anak-anak kecilnya Asy-Syaikh Adnan mencari kayu bakar di samping pemakaman Syuhada’, lalu kayu yang mereka dapat dibelah di depan rumah mereka, yang nantinya ibu mereka gunakan untuk masak. Kasihan mereka, bapak mereka masih di Tanzania keluar da’wah di jalan Alloh, sekarangpun tidak bisa bergegas kembali ke Dammaj, karena Dammaj masih dikepung oleh Syi’ah yang tidak berperikemanusian.

 ‎اللهم ارحمنا وارحم ضعفاء المسلمين في دماج.‏

Dua orang Syi’ah asal Iran datang ke Yaman, lalu keduanya berangkat menuju Sho’dah dengan memakai pakaian wanita, sampai di Hasyid keduanya ditangkap dan ditawan. Keduanya ingin ke Sho’dah dengan tujuan untuk membantu teman-teman mereka (seagama Syi’ah) dalam memerangi kaum muslimin di Dammaj

‎‏ اللهم عليك بالرافضة والمشركين اللهم انصرنا، اللهم احفظنا واحفظ إخواننا في دماج وفي لمبورو وفي كل مكان.  ‏

Semoga Alloh Ta’ala selalu menolong muslimin Dammaj dalam melawan Syi’ah. Tembakan mereka kemarin dengan menggunakan roket yang ukuran panjang pelurunya 2 meter, Alhamdulillah tidak mengenai seorangpun.

21 Dzullhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pagi tadi Syi’ah hanya mengganggu dengan menggunakan nasyid dan musik-musikan, yang suaranya mereka keraskan terdengar di seluruh Dammaj, menjelang zhuhur, Syi’ah menembakan roket dari jarak jauh yang menghantam  Barroqah, dengan kekuatan yang luar biasa, getarannya terasa ke seluruh Dammaj, sudah dua kali mereka tembakan. Oleh karena itu, muslimin Dammaj pindah sholat berjama’ah dari masjid ke sakan asfal. Semoga Alloh menjaga muslimin Dammaj dan menghancur Syi’ah. Menjelang zhuhur tadi, Syi’ah menembakan roket dari jarak jauh yang menghantam  Barrogah, dengan kekuatan yang luar biasa, getarannya terasa diseluruh Dammaj, sudah dua kali mereka tembakan. Oleh karena itu, muslimin Dammaj pindah sholat berjama’ah ke sakan asfal. Semoga Alloh menjaga muslimin Dammaj. Alhamdulillah kali ini tembakan mereka(Syiah Rofidhoh di Dammaj) tidak sedasyat dari yang sebalumnya,karna mereka iri peluru dan kekurangan juga,dan senjata berat mereka hanya menembak sekali-sekala. Telah khabar kepada kami bahwa Hutsi Rofidhoh semakin takut,ketika mereka yang berada di So`dah di ajak oleh kawan-kawan mereka untuk berperang di Dammaj,mereka membuat alasan supaya mereka tidak ikut berperang karna mereka sudah tau kekuatan Ahlissunnah dan berperang bersama kawan-kawan mereka di Dammaj adalah sia-sia sahaja. di antara alasan mereka yang berada di luar: Kami menginginkan pendamaian,ketenangan dan keamanan di negara kita ini,bukan lah saling berperang,berpecah belah,saling merosakkan keamanan dan selainnya. Dan ada juga yang tembak daging kakinya sebagai alasan mereka,karna takut berperang di Dammaj atau selain di Dammaj. Hari ini(Jumaat)satu mortir jatuh di samping masjid ketika kaum muslimin di Dammaj sedang mendirikan sholat Jumaat. Semoga Allah menampakkan lagi keajaiban-keajaiban keatas kaum Rofidhoh kepada kami dan mengutuskan bala tentara Allah untuk mengalahkan Rofidhoh dan menolong kami..Amin insyaAllah.

Abu Zayd Syuaib bin Al Malaisy Al Johory mengabarkan : Dari Jum’at pagi tadi,penyeneper Syi’ah terus menembaki muslimin,setelah ashar saudara penulis kitab Al-Mumti’ Syarh Al-Ajrumiyyah terluka karena terkena tembakan snepernya Syi’ah. Kaum muslimin ditengah-tengah sholat Jum’at,tiba-tiba Syi’ah menembakan mortir ke masjid Assunnah Dammaj,sampai ada seorang ruku’ terjatuh karena kaget, Alhamdulillah mortirnya jatuh disamping masjid.

20 Dzullhijjah 1434 H   

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Itulah syaithon yang membantu Syi’ah sebagai bala tentaranya. Menyamar jadi manusia supaya mencelakakan muslimin, bila muslimin mengikuti ajakannya maka akan hancur binasa. Tragedi Muharrom dulu,ketika kami naik Barroqoh,ada juga orang tak dikenal berkata:”Jangan kalian naik sudah banyak orang di Barroqoh”, ketika kami naik ternyata amat membutuhkan orang. Ada seorang tak dikenal berkata ke teman kami:Kalian bawa mobil ke Barroqoh,ambil yang luka dipinggir jalan,setelah itu ia menghilang,teman pergi lihat tidak ada yang luka. Jarak antara benteng Syi’ah dengan benteng kita di Wathon hanya sekitar 5 meter, hanya dibatasi Wadi. Mereka sering melemparkan geranat ke teman-teman. Syi’ah teriak:”Almaut lil Amrika”,seorang teman kita asal Khazistan menjawab:Aku bukan Amerika tapi Khazistan,iapun maju hanya memegang pisau,ketika masuk kebun Anggur,Syi’ah lari tinggalkan matras. Tiga teman bekerja dibawa pohon bidara,Syi’ah menembaki mereka dengan mortir,mortir mengenai pohonnya,tidak satupun percikan mortir mengenai mereka,Syi’ah menembaki 3 kali,Subhanalloh mereka tetap bekerja. Karomah: Seorang Soumalia menjerit kesakitan,bajunya sudah sobek-sobek karena mortir mengenainya,ia amat trauma,ketika teman-teman mau mengangkatnya teryata tidak berdarah,dibuka bajunya tidak ada luka. Subhanalloh. Lajnah dan Tim medis kemarin mengambil 3 mayat Syi’ah yang sudah membusuk di dalam kebun Anggur, karena setiap Syi’ah mendekatinya untuk membawanya, nyawa mereka sebagai taruhannya. Dengan kedatangan utusan pemerintah kemarin,para dhu’afa’ sudah berharap adanya perdamaian sehingga kebutuhan terpenuhi kembali,namun sekembalinya utusan itu,Syi’ah menembaki kami lagi hingga saat ini.

19 Dzullhijjah 1434 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Banyak yang mimpi bahwa di Dammaj banjir besar, banyak yang hanyut dibawa banjir, oleh karena itu Syaikhuna nasehatkan untuk tingkatkan kesabaran, karena hari demi hari keadaan bertambah berat. Ketika pergantian jaga, kami balik ke markiz untuk istrahat, disampaikan ke kami bahwa Syekhuna pesan kesemua untuk bersabar, karena Syi’ah ingin perang habis-habisan. Para lajnah, tentara dan tim medis tadi datang ingin perdamaian, tapi Syi’ah terus menembaki kami, sekarang serangan mortir dan sneper terus mereka lakukan, keadaan bertambah berat.

18 Dzullhijjah 1434 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :Ikhwan diDammaj A’la mengabarkan bahwa kemarin mereka melihat seorang Syi’ah mati tersembelih,lehernya hampir putus,mukanya hitam,tak tau siapa yang sembelih, kali ini Syi’ah banyak mati. Kemarin Syi’ah menembakan mortir ketempat jaga diWathon Alhamdulillah tidak meledak,pagi ini juga mereka tembakan mortir sampai seorang Indonesia khowatir meledak Alhamdulillah tidak meledak. Kemarin ta’lim ba’da zhuhur Syaikhuna Yahya menghimbau untuk lebih menghemat terhadap apa yang dimiliki, sekarang tidak lagi kita melihat potongan/sisa roti jatuh melainkan dipungut. Para fuqoro’ dan masakin sudah mulai mencari dan mengumpulkan kayu bakar dan bahan-bahan lainnya sebagai pengganti gas dan minyak tanah, karena gas dan bahan bakar sudah tidak bisa lagi masuk Dammaj. Sampai detik ini Syi’ah terus menembaki muslimin Dammaj, tidaklah seorangpun ke masjid melainkan harus berlari-lari dari gang rumah ke gang rumah lainnya hingga sampai ke masjid.

17 Dzullhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Semangat jihad semakin berkobar,lebih-lebih kajian Shohihul Bukhoriy bertepatan dengan Kitabul Jihad,juga Asy-Syaikh Ahmad bila mengimami sholat selalu membaca ayat-ayat tentang jihad. Malam ini Syi’ah ‘Ied besar-besaran, langit Sho’dah mereka warnai dengan bunga-bunga api dan bunyi-bunyian, ‘Ied mereka lebih dahsyat daripada hari raya Kristen. Syi’ah berkumpul di Sho’dah malam ini hingga besok, mereka mengadakan hari raya keagamaan mereka;mulai dari pesta perzinaan,nikah kontrak dan acara penghinaan para shohabat Nabi. Sudah 3 hari Lajnahnya Syi’ah datang meminta damai karena mereka malam ini hingga besok mau hari raya keagamaan mereka. Kaum muslimin berhariraya Qurban di Dammaj mereka hishor dan perangi Ami Sholeh orang tua asli Dammaj(dulu dia pengawal Syaikh Muqbil),ketika dia melihat Thullab di pemakaman syuhada lama,diapun berdoa: “Qottalallohul Hutsiyyin”(ya’ni Syi’ah-Rofidhoh). Tidak seorangpun dari muslimin asli Dammaj melewati pemakaman syuhada lama yang kini sudah 19 kuburan melainkan mereka mendoakan rohmah kepada penghuni kubur sambil berdoa: Qotalallohu ar-rofidhoh. Setelah Fadhilatu Syaikhina Kamal bin Tsabit dan Ahmad An-Najjar dikubur dalam sekubur, seseorang yang bercita-cita mati syahid berdoa: “Semoga setelah keduanya aku yang menyusul”. Syi’ah-Rofidhoh tidak puas setelah mereka membunuh Syaikhana Kamal bin Tsabit Al-Adniy dan Akhana Ahmad An-Najjar, kini mereka masih terus menembak. Nas Alullaha Ayyaqtulahum.

16 Dzulhijjah 1434 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Bismillah, gugur lagi dua dari Ahlissunnah habis ashar, disebabkan serpihan peluru meryam B-10 di Masaadir, Salah satunya Fadhilat Syaikh Jaleel Kamal bin Stabit Al Adany dan Aman An Najjar, Semoga Allah tempatkan mereka di Surga Firdaus yang tinggi Ketika Syaikhuna Abdulloh Lamh mendengar bahwa Syaikhuna Kamal dan seorang temannya telah meninggal, beliaupun datang ingin melihat keduanya, beliau sambil berdoa dan terlihat rasa sedih. Syi’ah semakin menjadi-jadi menembak dengan senjata besar, setelah ashar tadi tembakan mereka mengenai Syaikhuna Kamal Al-Adniy ditempat jaganya, beliaupun meninggal dunia Rohimahulloh.  

15 Dzulhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan:Baru saja Syi’ah melepaskan tembakan dengan midfa’, diarahkan ke masjid dan musholla nisa’ namun hanya mengenai rumah warga disamping masjid -semoga Alloh hancurkan Syi’ah-.

Mereka orang-orang mabuk dan tidak sholat (ya’ni Syi’ah) itu melakukan serangan fajar ke muslimin Dammaj pada fajar ini, mereka menembak Wathon, Masyrohah dan Hadb dan tempat-tempat lainnya. Orang-orang Indonesia berkata:Tadi pagi kami tidak menembak.Orang Habasyah berkata:Terus siapa yang tembak Syi’ah?.Orang-orang Indonesia berkata:Siapa ya?sungguh ajaib,Allohlah yang menembak Syi’ah. Seorang Habasyah berkata kepada orang-orang Indonesia yang jaga di Wathon: Tadi pagi kami ditembaki terus oleh Syi’ah, ketika kalian tembak mereka, merekapun berhenti menembak kami.
14 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Syi’ah menembakan basoka ketempat orang-orang Indonesia di Wathon, peluru basoka mereka hanya nempel ditembok (tidak tembus), mereka kebingungan -semoga Alloh binasakan mereka. Syi’ah lempar geranat kepenjaga di Wathon, Alhamdulillah geranatnya tidak meledak dan dilempar balas ke mereka dengan geranat pula,Alhamdulillah tidak berkotek lagi mereka Qotalahumulloh. Kalaulah boleh menembaki wanita-wanita dan anak-anak maka tentu sudah banyak wanita dan anak-anak Syi’ah yang mati,Alhamdulillah muslimun masih punya belas kasihan,tidak seperti Syi’ah yang biadab. Senang ketika muncul seorang sosok Syi’ah didepan mata,mau ditembak begini ternyata wanita Syi’ah, kecewa tidak jadi tembak. Wanita muslimah mereka tembak,wanita mereka dikasihani.
13 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Tadi orang-orang Indonesia lagi sholat maghrib di Wathon tiba-tiba Syi’ah menembak mereka dengan midfa’ (meriam), Alhamdulillah tidak ada korban. Nazhif berkata:Syi’ah gunakan sihir,kami jaga diWathon,anjing hitam lewat,temanku Yusuf Khagistan melihatnya berbentuk orang(bukan anjing),iapun menembaknya,ia berkata: Wallohi aku melihatnya seorang. Said Limboro berkata: Pada malam hari aku dengan Khidhir melihat Rofidhoh di Shoma’at menembak Barroqoh,Alhamdulillah tembakannya melewati hingga mengenai tempat jaga teman mereka.
12 Dzulhijjah 1434 H 
Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Rumah ibu-ibu muslimah ditembak oleh Syi’ah, merekapun bersama anak-anak mereka keluar dari rumah, diluar rumah mereka juga ditembak, Alhamdulillah percikan mortir tidak mengenai mereka. Yaqinlah bahwa pertolongan Alloh semakin dekat, Dia akan menghancurkan Syi’ah-Rofidhoh dan mujrimin lainnya dengan sehancur-hancurnya, sebagaimana janji-Nya di dalam surat Ar-Rum ayat 47 Hati tersentuh dan air mata menetes ketika para muslimah membawa lari bayi dan anak-anak mereka menuju musholla Nisa’ karena Syi’ah terus menembaki rumah mereka dengan mortir-mortir. Setelah Ashar, Syi’ah menembakan mortir-mortir mereka, dengan tembakan-tembakan itu menyebabkan seorang muslim warga asli Dammaj meninggal dunia Rohimahulloh. Menjelang Ashar, Syi’ah-Rofidhoh terus melepaskan mortir-mortir ke rumah muslimin, diantaranya rumah Asy-Syaikh Abdulloh Lamh, terpaksa beliau membawa istrinya mengungsi di musholla Nisa’ Dammaj. Info terkini! Hutsi pada lancarkan hawen mereka ke atas penduduk yang berdekatan dengan hadab, dan kebanyakan penduduk di sini pada keluar lari ke masjid dan mendirikan sholat Asar..
Abu Zayd Syuaib bin Ishak Al-Johory Al Malizy mengkhabarkan : Berjihad/mendukung jihad baik dengan jiwa raga,harta dan doa adalah termasuk penyebab bagi pelakunya mendapatkan petunjuk dari Alloh sebagaimana perkataan-Nya di akhir surat Al-‘Ankabut. Syi’ah-Rofidhoh merasa bangga karena Dammaj telah mereka kepung, mereka terus memperkokoh benteng mereka sambil menembaki muslimin Dammaj, mereka memutar nasyid dan musik dengan suara paling keras untuk mengejek muslimin.
Alhamdulillah kami telah merampas (rampasan perang) yaitu satu senjata,enam Qaran(tempat letak peluru yang di senjata),dua bom,dua tempat letaknya Qaran dan empat dari mereka mati pada malam I`id dalam serangan ke atas Rofidhoh..Alhamdulillah ( Abu Zayd Syuaib Al Maliziy)

Syi’ah-Rofidhoh tidak hanya memainkan tembakan mortir dan yang lainnya kepada muslimin Dammaj namun mereka juga menyerang dengan sihir yang membuat seorang anak ingin membunuh bapaknya.

Hendaknya kaum muslimin memperbanyak Doa kepada Alloh untuk  Saudara-saudari mereka Yang di Dammaj sehingga Dia mengokohkan mereka  Dan memberikan Kemenangan untuk mereka.

Tadi malam jam 12, Rofidhoh menembakan mortir ke pemukiman ‘Uzzab. Hingga pagi ini para penyeneper mereka terus menembaki jalan-jalan menuju masjid.

Sebagaimana biasanya,bahwa setiap I’ed ada pertunjukan gulat atau ilmu bela diri maka setelah kajian Ashar diadakanlah di dalam masjid Assunnah Dammaj sebagai penghibur ditengah ujian.

11 Dzulhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Walaupun Syi’ah-Rofidhoh memiliki makar seperti itu, namun muslimun Dammaj tetap dan selalu yaqin bahwa Alloh akan menolong mereka sebagaimana janji-Nya di dalam surat Ghofir ayat (51).

Syi’ah-Rofidhoh terus melepaskan tembakan pancingan, karena rencana mereka kalau amunisi muslimin Dammaj habis maka Syi’ah Sho’dah akan menggempur Dammaj habis-habisan.

Syi’ah-Rofidhoh terus melepaskan tembakan pancingan, karena rencana mereka kalau amunisi muslimin Dammaj habis maka Syi’ah sepropinsi

Menjelang zhuhur hingga saat ini Rofidhoh terus menembaki muslimin Dammaj, pemakaman syuhada lama digunakan lagi, sekarang sudah 16 kuburan.

10 Dzulhijjah 1434 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Mulai hari kemarin (9 Dzulhijjah 1434) kaum muslimin Dammaj keluar masuk toko untuk belanja namun sudah banyak kebutuhan pokok tidak didapati padanya, lebih-lebih produk Tanah Air semisal indomie habis bersih. Pada hari ini yang berqurbanpun sangat sedikit.

Rofidhoh memang kaum kafir yang paling perusak. Mereka lebih jahat,bejat dan sesat dari pada Yahudi dan Tartar, tidak hanya kaum muslimin yang mereka ingin tembak namun penampung-penampung air yang di atas-atas rumah kaum muslimin Dammaj mereka tembaki semuanya

Pada malam ini (11 Dzulhijjah 1434) kaum kafir Rofidhoh masih terus menembaki jalan-jalan di Dammaj, sampai kaum muslimin yang melewati jalan-jalan itu harus berlari-lari. Walaupun seperti itu keadaannya namun Alhamdulillah kaum muslimin Dammaj masih bisa menjalankan aktivitas kesehariannya.

Biasanya pelaksanaan sholat ‘Ied di musholla (lapangan) namun sejak 4 tahun ini kaum muslimin Dammaj tidak bisa melaksanakannya di musholla karena Rofidhoh selalu siaga di bukit-bukit mereka

Kaum muslimin Dammaj yang tinggal di Mazro’ah mereka sholat ‘Ied di masjidnya, karena jalan-jalan ke masjid Assunnah Dammaj terus ditembaki Rofidhoh.

Pagi hari (10 Dzulhijjah 1434) seorang muslimah lari menuju rumah saudaranya sambil menggendong bayinya karena rumahnya ditembaki oleh Rofidhoh.

Rofidhoh dari bukit Shoma’at menembaki jalan-jalan ke masjid Assunnah Dammaj hingga para wanita tidak bisa hadiri sholat ‘Ied. Masjid Dammaj ditembak.

Bismillahirrohmanirrohim.

Pada hari ini(Selasa/10 Dzulhijjah 1434)kaum muslimin di Dammaj sedang sholat ‘Ied namun kaum kafir Rofidhoh menembaki mereka.

Iklan

Comments on: "Berita Jihad Dammaj Lengkap Dzulhijjah1434 H – Rabiul Awwal 1435 H" (23)

  1. Tasnedi said:

    Semoga allah hancurkan mereka, ya Rob jadikanlah setiap peluru balasan yg ditembakkan oleh salafiyun kepada mereka selalu mengenai sasarannya dimanapun mereka, apakah sedang tampak atau bersembunyi dan membunuh mereka, kabulkanlah ya Rob, engkau yang maha penghancur, hancurkan lah mereka syiah rafidhoh… Aamiin.

    Suka

  2. ummu abdillah said:

    semoga allah memenangkan dammaj dan menghancurkan rafidhah.. aamien

    Suka

  3. Thulabul Ilmi Indonesia said:

    Bismillah, bagaimana cara ahlus sunnah di Indonesia memberikan bantuan / menyalurkan bantuan ke Dammaj Yaman ? ada No. Rekening nya? barokallahufiikum… , kami disini mendo’akan semoga Ahlus Sunnah di Dammaj Yaman selalu di lindungi oleh Allah Ta’ala… salam buat para mujahid, khususnya kepada Syaikh Yahya Al hajurii hafidzahullah.

    Suka

    • Na’am, wafiikum warakallah. Aamiin Alhamdulillah.Salam antum untuk para mujahid,dan untuk syaikh Yahya Alhajuri sudah ana sampaikan lewat Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman Al-Indoneisy. Info penyaluran dana untuk ke Dammaj sedang kami tunggu.

      Suka

  4. Ana Bukan Pengikut Luqmaniyyun said:

    Bismillah, ana mau tanya. Apakah ada hubungan kembali baik via telp ataupun utusan surat antara Syaikh Robi’ dan Syaikh Yahya hafidzohumallah terkait Jihad ϑĩ Dammaj Yaman ini…, Dan apakah Mar’iyyun , Adeni dan Luqmaniyyun beneran mau /sudah ikut membantu berjihad ϑĩ Dammaj Yaman? Barakallah..

    Suka

    • mantab tuh klo memang ada komunikasi antara syaikh rabi dan syaikh yahya, bakal merah padam muka luqmaniyyun karena menahan ketidaksenangannya kembali adanya hubungan syaikh yahya dan syaikh rabi. allah musta’an.

      Suka

  5. abu ayyub pingry said:

    bgmn kbr ikhwah indnesia smp saat ini?? ana pux saudara yg skrg ad di dammaj.ana sdh tdk dpt mnghubungix krn hp nya sdah lwbet, sdg listrik di dammaj mati

    Suka

    • Na’am, siapa nama saudara antum. Lengkap dengan kunyahnya. Barangkali ana bisa membantu memberikan informasi atau menghubungkan antum kepadanya. Barakallohufiik

      Suka

      • abu ayyub pingry said:

        namax ishaq..sbnrx bkn saudara ana tp kakak dr istri ana, ana jg punya keponakan di sana namax abdulloh.smuax asal sulawesi. Jazaakallohu khoir

        Suka

      • abu ayyub pingry said:

        abu abdirrahman ishaq

        Suka

      • Abu Fairuz Abdurrohaman mengabarkan : Alhamdulillah keduanya sehat2 saja, masih menjalankan kewajiban2 agama. Sekarang listrik terbatas sekali, mohon banyak doa, InsyaAllah kehancuran rafidhoh sudah semakin dekat.

        Suka

  6. […] Jihad Dammaj Dzulhijjah1434 H-Muharram 1435H. […]

    Suka

  7. Abu Fachry said:

    Bismillah, bagi ikhwah yang mau lihat foto dammaj sekarang bisa dilihat disini
    http://www.sharebeast.com/biim6cwr63oi ato
    http://www.tusfiles.net/46kao4rjpj7c

    Suka

  8. kok twitter dengan nama ashabulhadits ga’ ada?

    Suka

  9. Tsabit ibn muslim sulawesi said:

    Allahummanshur ikhwananaalmadzluumina fiy dammaj allahumma tsabbit aqdaamahum.
    Allohumma ‘alayka birrofidho waliman taawana ma’ahum

    Suka

  10. Abu Fairuz Abdurrahman
    menjawab : Mendoakan kejelekan
    terhadap jenis orang-orang yang
    zholim dan kafir adalah
    disyariatkan. Adapun mendoakan
    kejelekan terhadap orang-orang
    tertentu itu tidak boleh, sudah
    dihapus, karena orang-orang
    tertentu itu kita tidak tau apakah
    Alloh Ridho dengan kebinasaannya
    ataukah bisa jadi Allah memberinya
    taufiq untuk tobat. Lihat Majmu’ul
    Fatawa Ibnu Taimiyyah (8/hal.
    335). Makanya banyak dalil di mana
    Nabi Shollallohu’alaihiwasallam
    melaknat pencuri, penyambung
    rambut, penyuap dan sebagainya,
    tapi melarang melaknat si fulan
    (menyebut nama dia). Berarti:
    melaknat Rofidhoh (jenis mereka)
    itu boleh sebagaimana melaknat
    jenis kafirin, musyrikin dan
    sebagainya, bukan mentanshish
    orang per orangnya. Makanya Ali
    Rodhiyallohu’anh melaknat para
    pembunuh Utsman di daratan,
    lautan, lembah dan gunung.
    (Minhajus Sunnah/Ibnu
    Taimiyyah/4/hal. 150).
    ——————————————————

    ada al akh yang mulia menanyakan terkait tuliisan diatas : ” Akh,. . Tapi kemarin tu ana baca syaikh
    yahya dalam qunutnya mendoakan
    faris manna’ ?”

    mohon jawabanya.
    jazakumullohu khoiron.

    Suka

  11. semoga di sadarkan Ya Allah untuk kaum-kaum seperti itu..aminnnnn

    Suka

  12. Mohon maaf pa ustadz, sy ga ngerti, katany ga boleh pake iklan n gambar manusia, tapi di web ini, di lembaran yg lainnya, sprti di https://ashhabulhadits.wordpress.com/2014/06/02/info-tabligh-akbar-syaban-1435-h/tablig-akbar-syaikh-ar-roimiy-gif/ koq pake iklan ada gambar prempuannya??? judul iklannya itu 10 things you might not know about Iggy Azalea. Mohon maaf pa ustadz kalo sy salah,

    Suka

    • Alhamdulillah permasalahan ini sebenarnya sudah selesai, sudah dijelaskan secara detail dan kita semua sudah mendapatkan solusinya. Kita tidak pernah memasang iklan dan gambar-gambar. Yang harus saudara Didi lakukan sekarang ini adalah memasang adblock dikomputernya. Itu yang kami intruksikan kepada seluruh pembaca. InsyaAllah tidak muncul lagi iklan dan gambar-gambar bernyawa di blog ashhabulhadits.wordpress.com.

      Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: