“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

DONAT BANTAT BUAT LUQMAN BADUT KEPARAT

cooltext1502231713

Ditulis oleh: Abul Fida’ Hanif bin Abdillah Ar-Riyawi di Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي أرسل الرسل بالهدى وأنزل معهم الكتاب حجة للعالمين إنه هو العزيز الحكيم. وختمهم بنبيه محمد r أشرف خلق رب العالمين, وأنزل معه القرآن رحمة للعالمين.

وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد:

            Sesungguhnya petunjuk yang telah diberikan Alloh Y kepada seorang hamba sehingga hamba bisa mengenal islam dengan pemahaman yang benar diatas bimbingan para salaf merupakan nikmat besar yang telah dikaruniakan Alloh Y kepada hambanya. Maka sepatutnya bagi kita untuk menjaga nikmat tersebut dari hal-hal yang bisa menodai kebenaran yang telah dikaruniakan Alloh Y tersebut. Karena hal itu akan menyebabkan ketergelinciran sehingga menjerumuskan dalam jurang yang membahayakan.

            Dakwah ahlus sunnah merupakan idola bagi pemburu kebenaran, karena ahlu sunnah tegak diatas kebenaran yang berdasarkan AL-Qur’an dan Sunnah diatas pemahaman salafussoleh. Namun pengakuan tiada berguna jika tidak sesuai dengan kenyataan.

            Kami tidak ingin panjang lebar dalam memberi muqoddimah dalam tulisan ini, karena yang terpenting adalah menjelaskan maksud dari pada tulisan. Dalam kesempatan ini kami ingin mengajak para pembaca untuk kembali merenungi keadaan dakwah ahlu sunnah dinegeri kita Indonesia yang telah dinodai oleh para hizbiyyin sehingga para hizbiyyin dianggap oleh sebagian orang sebagai salafi.

            Tidak asing lagi bagi seorang salafi akan kesesatan sururiyyin, karena itu Ahlusunnah sangat bersemangat untuk mentahdzir mereka, sebagai nasehat bagi ummat dan bagi mereka agar kembali merujuk kepada faham salaf yang sebenarnya, bukan mencampurinya dengan kotoran hizbiyyah yang telah menodai dakwah salafiyyah. Namun sebagian orang menjadikan jelasnya kesesatan mereka ini sebagai kesempatan untuk menutupi  kejelekan yang ada padanya sehingga dia terlihat seakan akan dia adalah seorang salafi murni. Perlu diketahui bahwa sekedar mentahdzir hizbiyyin tidak cukup untuk menetapkan pengakuan sebagai salafi, hingga dia  benar-benar tegak dan mengamalkan amalan salaf dan tidak mengikuti jejak-jejak hizbiyyin.

            Tidak asing lagi bagi para tsabitin akan sepak terjang seorang da’i yang bernama Luqman dan para pengikutnya yang kita kenal dengan sebutan ringkas mereka adalah Luqmaniyyun. Dan tidak asing pula bagi para tsabitin bagaimana sepak terjang sururiyyin. Dan tentunya para pembaca juga mengetahui bagaimana sikap Luqmaniyyin terhadap sururiyyin, mereka termasuk kelompok yang gencar dalam mentahdzir sururiyyin. Namun jika kita teliti kita dapati mereka adalah para pewaris jejak-jejak sururiyyin. Karena itu tahdzir yang mereka siarkan hanyalah untuk menutupi kedok mereka agar mereka terlihat sebagai salafi sejati, namun pada hakekatnya mereka tidaklah jauh berbeda dengan para sururi yang tengah merajalela.

            Berikut ini beberapa point yang membuktikan akan keasamaan Luqmaniyyin dan Sururiyyin, dan bahwa Luqmaniyyun adalah pewaris jejak-jejak Sururiyyin.

1.Yayasan alias muassasah atau jam’iyyat.

          Mungkin sebagian pembaca sudah merasa agak bosan mendengar pembahasan yayasan/jam’iyyat. Dan kami disini tidak ingin menambah kebosanan pembaca, cukuplah ucapan Syakh Robi’ – semoga Alloh menjaganya- sebagai hukum yang jelas dan dapat meyakinkan bagi yang belum yakin dan menambah keyakinan bagi yang telah yakin. Beliau mengatakan bahwa jam’iyyat (yayasan) adalah mengikut jejaknya Yahudi dan Nasoro, jam’iyyah adalah hizbiyyah tidaklah mendatangi mereka kecuali hizbiyyun, jamiyyah bid’ah[1]. Apakah masih kurang jelas bagi orang yang berakal akan hukum yang telah ditegaskan oleh Syekh Robi’ ini?!

Dan beliau juga ditanya apakah jam’iyyat termasuk dari perkara yang boleh kita berselisih padanya dari segi dapat diberi udzur orang yang berpendapat akan bolehnya? Beliau menjawab “bolehkah berselisih dalam perkara bid’ah sesat? Penanya menjawab tidak, beliau berkata” sudah, jam’iyyat adalah bid’ah dan mengikuti kaum nasrani dan terdapat padanya kerusakan besar yang tidak mengetahuinya kecuali Alloh Y.

Demikianlah kenyataan yang terjadi dinegari kita, siapakah yang membawa kotoran jam’iyyah ini kenegeri kita sehingga menjadi idola bagi pemburu dunia, dan siapakah da’i yang selamat dari kotoran ini dan dia bersabar mendakwahkan dakwah  salaf dalam keadaan hidup apa adanya?, maka berikut ini jawabannya:

          Sebatas yang kami ketahui, diantara penyebaran dakwah salaf di Indonesia dibawa oleh sebagian alumni Afghanistan/Pakistan, dan penyebaran tersebut mereka lakukan lewat jalan yayasan, dan mereka itu adalah Abu Nida’ cs. Sedangkan yang selamat dari jalan hizbiyyah ini dari alumni Afghanistan adalah Abu Uqbah –semoga Alloh merahmatinya- kakak kandung Abu Mas’ud Lamongan. Beliau mendakwahkan dakwah salaf dipulau sumatera tepat dipropinsi Riau Bagan Batu. Beliau adalah orang yang sangat semangat dalam berdakwah walaupun rintangan selalu menghadangnya. Beliau ini sangat membenci jalan-jalan hizbiyyah seperti jam’iyyat dan tasawwulat, Beliau sangat gigih dan sabar dalam berjuang dan beliau rela untuk bekerja dikebun demi memenuhi kebutuhan keluaraga dan juga dakwah. Tidak pernah terdengar dari lisan beliau  isyarat untuk meminta apalagi terang-terangan meminta. Sepengetahuan kami beliau adalah orang pertama yang mendakwahkan dakwah salaf dikota Bagan Batu Riau. Kemudian beliau dibantu oleh adik kandungnya yang bernama Abu Abdil Ahad yang sekarang dikenal dengan ust Abdul Ahad. Beliau ini tidak jauh berbeda dengan kakaknya Abu Uqbah, gigih dan sabar dalam berdakwah. hingga Alloh Y memberi hidayah pada seorang penduduk hingga beliau menginfaqkan tanahnya untuk dibangun manjadi pondok. Maka Abdul Ahad tinggal ditanah itu dalam keadaan yang sunyi ditengah kebun, tidak memiliki tetangga kecuali hanya satu atau dua orang. Beliau tidak perduli dengan keadaan yang sempit ini karena tekat beliau adalah berdakwah mengikut jejak Rosul r dan para salaf. Beliau  menjalani keadaan ini dalam beberapa tahun dan terus membantu kakaknya dalam berdakwah hingga Alloh Y mencabut nyawa kakaknya Abu Uqbah yang ketika itu beliau berada dikebun bekerja dan berdakwah. Beliau menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan yang baik dan termasuk dari kalangan syuhada’ insayaalloh, karena beliau meninggal ditengah perjalanan dakwah dan mengalami sakit perut hingga hal itu menjadi sebab meninggalnya beliau, Rosululloh r bersabda:

«مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ؟» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، قَالَ: «إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ»، قَالُوا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي  فِي سَبِيلِ اللهِ شَهِيدٌ،وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ, وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ»، قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ: أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ: «وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ»،

” apakah yang kalian hitung sebagai syahid disisi kalian? Merka menjawab: Wahai Rosululloh barang siapa yang terbunuh dijalan Alloh maka dia adalah syahid. Beliau berkata: kalau begitu maka sesungguhnya syuhada’ ummatku sedikit,, mereka berkata: lalu siapa sajakah mereka wahai Rosululloh? Beliau menjawab: barang siapa yang terbunuh dijalan Alloh maka dia adalah syahid, dan barang siapa yang mati dijalan Alloh maka dia syahid dan barang siapa yang mati karena penyakit to’un maka dia syahid dan barang siapa yang mati karena sakit perut  maka dia syahid. Berkata Ibnu Miqsam : Aku persaksiakan atas ayahmu dalam hadits ini bahwa Rosululloh r bersabda : dan yang mati tenggelam dia syahid. HR, Muslim dari hadits Abu Huroiroh t.

 

          Semoga Alloh merahmati beliau dan memasukkannya dalam surga yang telah dijanjikan Alloh Y bagi orang yang bertaqwa. Setelah meninggalnya beliau Abdul Ahad tetap gigih dalam meneruskan jejak beliau dalam berdakwah dengan rintangan- rintangan yang cukup berat hingga terancam nyawa. Dan sepengetahuan kami tidak ada da’i diindonesia yang sesabar beliau dalam mengemban dakwah, walaupun para pendengki terus berusaha untuk menjatuhkan beliau, beliau tetap sabar dan stabat diatas sunnah. Dengan rahmat, taufiq dan pertolongan Alloh Y beliau diberi kesabaran hingga Alloh Y memberi barokah atas dakwah beliau, sehingga dakwah beliau tersebar khususnya dipropinsi Riau, hingga pondokpun terbangun tanpa adanya tasawwul dan para muridpun berdatangan. Dakwah beliau terjauhkan dari toriqoh-toriqoh hizbiyyah yang kini diwarisi oleh Luqmaniyyun. Hanya saja pondok tersebut sempat berdiri padanya yayasan, sebelum mengetahui hukum yayasan yang sebenarnya, walaupun demikian yayasan ini tidak pernah digunakan untuk mengemis atau semisalnya. Akan tetapi setelah dijelaskan pada beliau akan tidak bolehnya yayasan beliau segera menghapus yayasan tersebut. Demikianlah sifat salafi sejati, jika datang padanya kebenaran ia akan segera kembali kepada kebenaran tersebut, bukan terus mengikuti jalan yang mencocoki hawa nafsunya walau harus menyelisihi syari’at. Demikianlah ringkas dakwah beliau agar menjadi pertimbangan bagi orang yang memiliki niat buruk untuk menjatuhkan beliau, seperti Dzul Akmal cs yang selalu menuduh beliau sebagai seorang sururi takfiri, bagaimana mungkin bisa, sementara telinga kami sering mendengar peringatan beliau dari fitnah sururiyyin dan takfiriyyin. Namun kami tidak bertujuan untuk membantah Dzul Akmal dalam tulisan ini, bantahan telah tercantum dalam sebagian tulisan kami yang berjudul” DZUL AKMAL DA’I BRUTAL dan KUSUT KUSANG” silahkan diruju’.

Demikianlah Dakwah Abu Uqbah dan Abdul Ahad yang mana mereka termasuk para da’i pertama yang mendakwahkan dakwah salaf yang ketika itu Luqman cs belum lagi muncul dimedan tempur.

Sementara sebagian alumni Afghan dimasa itu berdakwah melalui jalur yayasan, demikian pula Ja’far tak selamat dari hizbiyyah ini dia tegakkan pondoknya diDegolan diatas hizbiyyah yayasan sebagaimana halnya sururiyyin. Namun perlu diketahui bahwa Ja’far bukan termasuk dari alumni Afghan yang pernah belajar dengan ulama’ ahlu sunnah, Dengan demikian perlu kita mengenal sejarah Ja’far yang sebenarnya, karena Luqmaniyyun mengenal Ja’far seorang mujahid salafi yang terbimbing diatas manhaj salaf.

Berkata Abu Mas’ud : Ja’far kita katakan mubtadi’ karena menjadikan dusta dalam berdakwah, dia orang yang bodoh tidak tahu manhaj salaf dengan modal dusta dia berangan-angan menjadi bapak salafy di Indonesia. Dahulunya sekolah PGA di Malang kemudian PERSIS (didalam orang-orang Asya’iroh, ahlul bida’) di Bangil setelah itu LPBA (sarang ikhwanul muslimin) baru ke Al Maududi Pakistan (ikhwanul muslimin tulen), Ja’far dinasehati oleh sebagian ikhwah untuk keluar dari Al Maududi, kemudian dia pulang ke Indonesia dan menjadi Mudir ahlu bid’ah di Al Irsyad Tengaran (saya pun heran kenapa bisa menjadi mudir padahal dia itu bodoh belum bisa baca kitab), tidak lama menjadi mudir dia mendengar Syeikh Muqbil, lantas dia pun ke sana selama kurang lebih 2 bulan, setelah itu baru dia pulang ke Indonesia dan membantai kawan-kawannya yang tidak loyal kepada dia, seolah-olah dia sebagai pembawa ilmu jarh wa ta’dil. Selesai penukilan

            Inilah Ja’far yang sempat diagungkan oleh Luqman sebagai bapak salafi, yang tengah terdidik dengan fikiran ikhwani. Sebagaimana telah dimaklumi bahwa ahlul bida’ mereka memiliki lisan tajam dan pintar dalam berjidal sesuai dengan sabda Rosululloh r:  

«مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الجَدَلَ»، ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الآيَةَ: {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}

Tidaklah sesat suatu kaum setelah datangnya petunjuk yang dulunya mereka diatasnya melainkan mereka diberi keahlian dalam berjidal”. HR. Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu majah.

            Maka tidak perlu heran jika Ja’far bisa membuat talbis hingga bisa mendapatkan tazkiyah dari Imam Al-Wadi’I –semoga Alloh merahmatinya dan menempatkannya dalam surga- sehingga pada waktu itu kita tidak bisa ke Dammaj jika tidak loyal kepada Ja’far akibat talbisnya dihadapan ulama’. Demikian pula dengan dakwah diIndonesia ketika itu dia menghabisi siapa saja yang tidak loyal padanya, lebih-lebih ketika masuknya fitnah yayasan Ihya’utturots, dia jadikan modal besar untuk mentabdi’ siapa saja yang tidak loyal. Dengan modal semangatnya dia dalam menyebar tahdzir ulama’ terhadap yayasan ini dia bisa menutupi fikroh busuknya sehingga nampak sebagai salafi sejati, dan yang tidak loyal padanya dia hukum rata sebagai sururi. Padahal Abdul Ahad ketika itu termasuk da’i yang semangat dalam menyebar tahdziran ini kepada sebagian sururiyyin namun tetap saja dihukumi sebagai sururi.

Maka dengan riwayat ringkas ini kita dapat mengetahui bahwa Ja’far adalah seorang khoriji dari awal dakwahnya, hingga kedok busuk ini Alloh Y membongkarnya dalam kejadian Ambon.

Dimanakah Luqman ketika itu?

Luqman yang telah menimba ilmu dibawah bimbingan Syekh Muqbil –semoga Alloh merahmatinya- pulang menjadi badut keparat duduk sebagai tangan kanan Ja’far khoriji sesat. Mewujudkan ambisi Ja’far untuk menjadi sang pendekar yang bertitel khowarij dan berpangkat kekar. Jiwa seorang muslim harus menjadi korban. nyawa melayang tanpa alasan dan belas kasihan demi mewujudkan ambisi Ja’far dan rayuan syetan.

Demikianlah Luqman yang telah meniti jembatan khowarij dalam misi dakwahnya hingga berakhir menjadi seorang hizbi siluman berbau salafi.

Adapun Abu Mas’ud beliau juga termasuk orang yang menerima tahdziran ini bukan seperti yang digambarkan oleh mereka bahwa beliau adalah orang yang menentang tahdziran ini, namun tersamarkan bagi beliau yayasan dan bantuan-bantuan yang diambil oleh para hizbiyyin sehingga ketika itu beliau sempat bergabung dengan mereka dan mengajar di Gresik pondok Aunur Rofiq. Beliau selalu dipantau oleh Yazid Jawaz karena beliau selalu membicarakan dan mencela bantuan-bantuan yang diambil dari yayasan hizbiyyah dan tasawwulat yang telah menjadi santapan nikmat. Karena itu mereka menutu-nutupi dan menyamarkan yayasan yang membantu mereka agar tidak diketahui Abu Mas’ud. Namun yang namanya bangkai tetap saja tercium baunya, sehingga kedok mereka terbongkar. Maka Abu Mas’ud bertekat untuk diadakan pertemuan dengan Yazid Jawaz dan beberapa asatidzah yang ketika itu diadakan dipondok JamilurRohman Jogja. Namun Yazid tidak berani muncul, dan diantara inti dari pembicaraan tersebut adalah mentahdzir dari yayasan As-Sofwa karena ini adalah yayasan hizbiyyah yang merupakan cabang dari yayasan Ihaya’utturots. Karena itu, Yazidpun gelisah sehingga dia memutuskan agar Abu Mas’ud dipecat dari mengajar diGresik, karena yayasan As-Sofwa merupakan sumber kehidupan mereka. Bersamaan dengan itu dipecat pula ust Nurul Yaqin karena beliau sependapat dengan Abu Mas’ud. Pemecatan ini terjadi pada tahun 2000 atau 2001 masehi.

Maka sangat keliru anggapan Luqman cs bahwa permusuhan yang terjadi antara Abu Mas’ud dengan Ja’far adalah karena Ja’far mentahdzir yayasan ini sedangkan Abu Mas’ud pembela yayasan ini. Demikianlah kebiasaan Ahlul ahwa’ mentalbis perkara  sehingga kebathilan yang dia huni dapat tertutupi. Maka dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa permusuhan Abu Mas’ud dengan Ja’far adalah kerena Ja’far mubtadi’ yang menyamar sebagai salafi yang menyimpan fikroh ikhwani takfiri. Namun Alloh Y tidaklah lalai, hingga Alloh Y membongkar kedok busuk lelaki ini dalam kejadian Ambon manise.

Sudahpun demikian bukannya Luqman bisa menyadari akan kesesatan dia selama ini sehingga rela menerima kebenaran yang telah dijelaskan Abu Mas’ud selama ini akan kedok busuk Ja’far, akan tetapi Luqman yang mengaku telah meninggalkan Ja’far masih tetap mewarisi talbisnya sehingga talbis Ja’far akan keadaan Abu Mas’ud masih terus berlaku dan dilariskan, sehingga Abu Mas’ud masih dihukumi sebagai sururi dan belum ruju’ dalam keadaan mereka tahu bahwa Abu Mas’ud sudah meninggalkan mereka dan tidak lagi mengajar diGresik. Kenapa bisa, hal itu karena Luqman masih mewarisi warisan Ja’far bahwa yang tidak loyal dengannya itu bukan salafi. Inilah simbol besar Ja’far yang diwarisi Luqman hingga sekarang ini. Kenapa Abu Mas’ud tidak mau loyal dengan Luqman?, jawabnya karena Luqman tidak terlihat padanya hasil tobat yang sebenarnya terbukti dengan fikroh Ja’far masih terus dia warisi. Sampai terjadinya pertemuan Abu Mas’ud dengan Usamah Mahri di Gresik tepat dipondok Afifuddin, akibat ulah licik sipemabuk cinta Kholiful Hadi. setelah pertemuan itu mereka menyiarkan bahwa Abu Mas’ud sudah ruju’. Ruju’ dari apa yang mereka maksud?! Afifuddin sendiri telah mengetahui bahwa Abu mas’ud sudah keluar dari Al-Furqon Gresik jauh-jauh sebelum pertemuan itu kenapa baru dikatakan ruju’ setelah terjadi pertemuan dengan mereka. Bukan ini tujuan kalimat ruju’ yang mereka siarkan, akan tetapi dikatakan ruju’ karena mau loyal dengan mereka. Bukankah ini warisan bapak mereka siJa’far. Tentu lebih layak bagi kalian untuk menyiarkan kalimat ruju’ kalian dari fikroh khowarij yang telah ditanamkan Ja’far dalam otak-otak kalian!! Hingga tumbuh besar dan membuahkan fikroh hizbiyyah hingga sekarang ini. Kenapa masih terdengar dari pengikut kalian pujian terhadap laskar jahad jika kalian benar-benar telah ruju’. Jika benar kalian telah ruju’ maka jelaskanlah pada pengikut kalian akan kesesatan laskar jahad yang dulu kalian sebagai pembesarnya. Tidak perlu kalian berbuat talbis demi menutupi kesalahan kalian selama ini.

            Sampai disini pembaca dapat menilai dimana sebenarnya posisi Abu Mas’ud dan dimanakah Luqman. Maka tidak perlu heran jika Luqman sekarang membela hizbi AbdurRohman dan mencela syekh Yahya dengan mewarisi talbisat para hizbiyyin seperti Arofat dan semisalnya.

            Pembicaraan sudah terlalu panjang, dan inti pembahasan adalah siapakah yang meninggalkan warisan yayasan dalam dakwah di Indonesia? Bukankah itu adalah warisan Ja’far dan sururiyyin? Dan siapakah yang mewarisi warisan hizbiyyah ini? Bukankah Luqmaniyyun?! Namun kenapa Luqman cs masih menganggap Abu Mas’ud sebagai sururi sementara mereka adalah ahli warisnya dan Abu Mas’ud penentangnya?!!

Maka ini sebagai teguran bagi orang yang telah terasuki talbisnya Ja’far yang dilariskan oleh Luqman, bahwa Abu Mas’ud adalah sururi dan sururi. Demikian juga dengan Dzul Akmal yang bukan hanya mengatakan sururi bahkan Abu Mas’ud dan juga Abdul Ahad di katakan takfiri, agar dia membuka matanya selebar-lebarnya.

Jika mau Adil, maka hukumilah dengan sebenarnya, antara Abu Mas’ud dan Luqman cs siapakah yang lebih besar kesalahannya, tentu saja Luqman cs lebih besar karena sampai menghalalkan darah seorang muslim dimasa laskar. Namun kenapa Abu Mas’ud dan Abdul Ahad yang terus diusik-usik ” dulu mereka sururi…, bahkan sebagian mereka masih menganggap mereka berdua sebagai sururi”. Sementara kesalahan mereka itu lebih besar dan lebih berhak untuk dibesar-besarkan, walaupun demikian Abu Mas’ud tidak pernah membesar-besarkan hanya menuntut jika kalian tobat maka buktikan tobat kalian yang sesungguhnya, tapi kenyataan fikroh Ja’fariyyah masih terus bersarang. Maka bagi para pengekor Luqman yang selama ini tidak tahu akan keadaan Abu Mas’ud yang sebenarnya, ataupun yang sudah tahu tapi tetap ikuti hawa nafsu, maka kewajibannya adalah tobat dan ruju’ dari tuduhan itu.

            Kesimpulan, siapakah yang dakwahnya mengikuti toriqoh sururiyyin?! Apakah pantas Abu Mas’ud dihukumi sururi sementara dakwahnya bersih dari toriqoh hizbiyyah seperti yayasan, sedangkan Luqman mengikuti jejak hizbi besar Ja’far dan Turotsiyyin, berfikirlah wahai orang yang berakal!!.

2.Tasawwulat

            Tasawwulat merupakan sasaran empuk para penggemar jam’iyyat, kerena itu kita tidak heran jika para da’i yang hobi mengemis sangat berat baginya untuk meninggalkan jam’iyyat walupun syekh Robi’ telah menegaskan akan hizbiyyahnya jam’iyyat. Perkara tasawwul sudah jelas hukumnya bagi penuntut ilmu salaf, karena itu kami tidak lagi membicarakan rincian dalilnya.

            Tasawwul merupakan penghasilan besar para hizbiyyin, karena itu kita dapati para sururiyyin sangat tekun dalam menelusuri jalan-jalan yang dapat membuka peluang uang, hingga mereka mendapati jalan yang paling paten untuk mendapatkan penghasilan, dialah yayasan Ihya’ut Turots yang dipelopori oleh Abdurrohman Abdul Kholiq, tanpa mereka peduli dengan nasehat dan peringatan para ulama’ akan yayasan hizbiyyah ini, bahkan mereka semakin gesit dan semangat, karena uang lebih manis disisi mereka daripada halawiyyat. Sebalikanya, hal ini menjadi kesempatan besar bagi laskar jahad untuk menutupi kebusukan mereka. Maka merekapun mencari cara lain untuk mengemis dengan membuat kotak-kotak infaq yang disebar ditoko-toko atau semisalnya yang dapat menghasilkan uang dengan alasan untuk berjihad sebagaimana sururiyyun beralasan untuk berdakwah. Setelah runtuhnya komplotan penjahat laskar jahat warisan ini diwarisi oleh Luqman badut keparat, tak henti-hentinya mereka mengemis, tanpa peduli dari mana uang itu mereka dapatkan yang penting bukan dari yayasan Ihya’ut Turots, sambil dia berceloteh untuk menjauhi yayasan hizbiyyah ini. Kalau demikian apa bedanya luqmaniyyun dengan sururiyyun?!!. Apakah para muhsinin atau yayasan yang menyumbang pada luqman adalah salafi?!! Dan adakah yayasan salafi setelah Syekh Robi’ mengatakan semua yayasan adalah hizbiyyah?!!. Lalu apa yang membedakan luqman dan sururi? Tidak lain hanya beda nama yayasan yang dimintai sumbangan walaupun sama hizbiyyahnya!!.

Lebih mengherankan lagi, Diskusi yang terjadi antara Luqman dengan Firanda seputar yayasan Ihyautturots, ketika luqman mengatakan bahwa masalahnya bukan pengambilan bantuan, akan tetapi karena yayasan ini adalah hizbiyyah. Namun karena sama dungunya maka Firandapun ikut saja dengan gombalan sibadut ini, padahal kalau Firanda mau teliti tentu dia dapat membantah gombalan ini karena ucapan luqman ini bertolak belakang dengan apa yang dia bicarakan dari awalnya. Kalau masalahnya bukan karena mengambil bantuan lalu apa yang kau bicarakan dengan Firanda dari awal, dengan membawa tahdiziran para ulama’!! dan apa isi tahdzir para ulama’ terhadap yayasan ini, bukankan melarang untuk mengambil bantuan dari yayasan hizbiyyah ini?!!, lalu bagaimana Luqman mengatakan masalahnya bukan mengambil bantuan, kalau begitu apa masalahnya ya Luqman?!! Apakah masalahnya hanya sekedar yayasan hizbiyyah?! Kalau demikian bagaimana dengan yayasanmu, apakah yayasanmu yayasan salafiyyah, adakah yayasan salafiyyah setelah Syekh Robi’ mengatakan semua yayasan adalah bid’ah dan hizbiyyah?!!. Alangkah bagusnya jika Firanda bertanya pada Luqman “Wahai ust Badut,, dari mana kamu mengambil bantuan? Apakah bantuan yang kamu ambil semuanya dari salafi?”. Jika Luqman menjawab semua bantuannya dia ambil dari salafi tentu ketahuan dia berdusta, maka dia akan menjawab tidak semuanya dari salafi. Kalau tidak semuanya dari salafi maka apa bedanya kamu dengan kami wahai ust badut?! Sama saja kita, kalau begitu jangan kalian protes kami!!. Namun karena sama tololnya maka Firanda tidak tahu apa sisi kesamaannya.

Tidakkah Luqman ingat akan hadits Rosululloh r:

يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ، فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى، فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ، فَيَقُولُونَ: يَا فُلَانُ مَا لَكَ؟ أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ؟ فَيَقُولُ: بَلَى، قَدْ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ “

“Didatangkan seorang lelaki pada hari kaiamat dan dilemparkan kedalam api neraka, maka keluarlah isis perutnya, maka dia berputar-putar dengannya sebagaimana berputarnya keledai dengan penggilingan, maka berkumpul padanya penduduk neraka dan mereka mengatakan “wahai fulan ada apa denganmu. Bukankan kamu dulu memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran? Maka lelaki itu menjawab “tentu saja, aku dulu memerintahkan kebaikan akan tetapi aku tidak melakukannya, dan aku melarang dari kemungkaran dan aku melakukannya. HR. Muslim dari hadits Usamah bin Zaid t.

Bukankah Luqman melarang untuk mengambil bantuan dari yayasan hizbiyyah akan tetapi dia melakukannya?!!

Berkata syair:

لا تَنْهَ عَنْ خُلُقٍ وتأتيَ مثله. … عار عليك إذا فعلت عظيم

” Janganlah kamu melarang dari suatu akhlaq sedangkan kamu melakukannya…itu jelek bagimu dan besar perkaranya jika kamu lakukan”.

Lebih mengherankan lagi ketika Luqman menasabkan Abu Mas’ud pada jaringan sururi, padahal Abu Mas’ud tidak punya yayasan dan tidak pula mengemis untuk mencari bantuan tidak dari salafi tidak pula dari hizbi.

Maka sangat cocok sabda Rosululloh r dalam hadits Ibnu umar t untuk dibacakan padanya:

ومن قال في مؤمن ما ليس فيه أسكنه الله ردغة الخبال حتى يخرج مما قال

Artinya: “Barangsiapa yang berkata tentang seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya maka Alloh menempatkannya di dalam air perasan penduduk nerakal([2] smpai dia keluar dari apa yang dia katakan).” HR. Abu Dawud dan Baihaqi dalam “Syu’abul Iman”.([3])

 Sadarkah kalian wahai Luqmaniyyun…?!!

Kenyataannya mereka masih tetap tidak mau menyadari, dalam keadaan sebagian mereka mengetahui kebusukan Luqman, hanya demi yayasan dan bantuan mereka rela berenang dalam comberan.

3.Pendidikan

                Tidaklah sururiyyun menempuh suatu jalan melainkan Luqman mengikutinya, produk sama hanya merek yang berbeda. Lihatlah bagaimana sururiyyin membangun pendidikan mereka, dari yayasan kemudian mengemis dan mereka masih juga belum puas dengan mukholafat ini hingga mereka mendirikan pendidikan terpadu dengan mukholafat yang dikenal dengan SDIT. Maka merekalah para pelopor pendidikan model ini tanpa peduli walau mukholafat semakin meningkat, masih juga tidak puas sampai mereka menambah mukholafat yang lebih hebat dengan membangun SMPIT bahkan mereka membangun hingga tingkat kuliahnya. Mukholafat yang mereka anggap kecil masih belum kelihatan mungil, hingga ditumpuk dengan mukholafat baru yang lumayan hebat dan cukup memikat.

            Namun ternyata Luqmaniyyun tak mau terkalahkan hingga mereka membangun pendidikan yang sama SDIT. Tidak ada beda SDIT Luqmany dengan SDIT Sururi, hanya berbeda merek yang kembali pada produk yang sama, yang satu SDIT vorsi Turosti dan yang satu SDIT vorsi hizbi, maka apa bedanya, karena turotsi itu hizbi!!!

Adakah metodi ini dilakukan oleh Abu Mas’ud hingga Luqman menasabkan beliau  pada jaringan sururi?!, Bahkan beliau adalah orang pertama yang mengingkari metode pendidikan ini diIndonesia. Hal itu ketika para sururi mengadakan dauroh yang diisi oleh Ali Hasan, mereka berusaha untuk menghalangi Abu Mas’ud agar tidak bisa bertemu dengan Ali Hasan, namun Alloh Y berkehendak lain hingga Abu Mas’ud berhasil dan bertemu dengan Ali Hasan untuk menanyakan model pendidikan ini. Sebagaimana kita ketahui talbis para hizbiyyin menyusun pertanyaan yang dapat menghasilkan jawaban yang mereka inginkan, maka merekapun memulai pertanyaan sebelum Abu Mas’ud yang bertanya dan mereka berkata “Apa hukumnya membangun pendidikan yang mengeluarkan ijazah? Maka Ali Hasan menjawab boleh. Mendengar ini maka Abu Mas’ud bertanya dan menjelaskan model pendidikan yang mereka bangun ini berikut menjelaskan mukholafat yang ada didalamnya. Maka Ali Hasanpun menjawab yang sudah membuat ya sudah dan yang belum membuat jangan membuat lagi. Namun apakah para sururi itu berhenti dan yang belum membangun metode ini tidak membangunnya lagi? Tidaklah demikian, melainkan mereka terus membuat tidak peduli walaupun syekhnya mereka telah melarangnya. Mereka hanya mengambil fatwa yang dapat mrnguntungkan mereka, adapun jika fatwa itu menyebabkan terancamnya kantong dan isi perut mereka maka merekapun menolaknya. Demikianlah Luqmaniyyun mengambil fatwa yang menguntungkan mereka seperti dalam masalah jam’iyyat dan yayasan apakah mereka menerima fatwa syekh Robi’ bahwa yayasan adalah bid’ah dan mengikuti Yahudi dan Nasoro? Tidaklah demikian, bahkan mereka tetap melariskan yayasan mereka, karena fatwa ini menyebabkan terancamnya kantong dan isi perut mereka.

Sadarkah kalian wahai Luqmaniyyun….?!!!

Dimanakah posisi kalian dan dimanakah posisi Abu Mas’ud yang kalian nasabkan pada sururi…?!!!

4.Mengerahkan kekuatan ketika kalah hujjah

                Menggunakan kekuatan dan kekerasan ketika kalah hujjah merupakan metode para penentang kebenaran. Jika kita mau meneliti kisah-kisah para rosul dan sikap kaum kafir terhadap mereka kita akan dapati kaum kafir meniti jalan ini. Tidak asing lagi bagi kita akan kisah Fir’aun terlaknat dalam mensikapi alhaq yang dibawa oleh nabi Musa r yang Alloh kisahkan dalam surat As-Sy’aro’:

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالمين* قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ * قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ* قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ * قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ*

23. Fir’aun bertanya: “Siapa Tuhan semesta alam itu?”

24. Musa menjawab: “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya”.

25. berkata Fir’aun kepada orang-orang sekelilingnya: “Apakah kamu tidak mendengarkan?”

26. Musa berkata (pula): “Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu”.

27. Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila”.

            Lihatlah bagaimana gaya orang terlaknat ini ketika tidak mampu membantah hujjah dia mulai memberi talbis kepada para pengikutnya agar kebatilannya tidak terbongkar, kemudian nabi Musa r melanjutkan hujjahnya dan Fir’aun semakin gelagapan dan tidak mampu menghadapi hujjah nabi Musa r, mulailah dia menggunakan kekuatan dan kekuasaannya dengan memberi ancaman agar nabi Musa r menghentikan misi yang dia bawa:

 قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ * قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ *

28. Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal”.

29. Fir’aun berkata: “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain Aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan”.

            Namun pembawa bendera kebenaran tidaklah kemudian melemah akibat ancaman konyol, akan tetapi semakin kokoh untuk menegakkan hujjah dan bukti kebenaran. Maka mulailah nabi Musa r menunjukkan bukti dan mu’jizat yang dikaruniakan Alloh Y kepadanya:

 قالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ * قَالَ فَأْتِ بِهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ * فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ * وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ*

30. Musa berkata: “Dan Apakah (kamu akan melakukan itu) Kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata ?”

31. Fir’aun berkata: “Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah Termasuk orang-orang yang benar”.

32. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.

33. dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), Maka tiba-tiba tangan itu Jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.

            Fir’aun semakin terbongkar kelemahannya, sedangkan nabi Musa tidak merasa gentar dengan ancaman konyol si terlaknat, akhirnya karena dia takut akan gugurnya kekuasaan yang dia miliki dia pun semakin ingkar dan berusaha mengelabui dan menakut-nakuti para pengikutnya agar tidak mengikuti kebenaran yang dibawa nabi Musa r:

 قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ * يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ *

34. Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,

35. ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; Maka karena itu Apakah yang kamu anjurkan?”

            Melihat ketegaran nabi Musa r di depan musuhnya, mulailah mereka mencari jalan untuk melemahkan nabi Musa r sekaligus mengelabui manusia agar tidak mengikutinya:

 قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ* يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ * فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ * وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنْتُمْ مُجْتَمِعُونَ * لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِنْ كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ*

36. mereka menjawab: “Tundalah (urusan) Dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),

37. niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu”.

38. lalu dikumpulkan Ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma’lum

39. dan dikatakan kepada orang banyak: “Berkumpullah kamu sekalian.

40. semoga kita mengikuti Ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang”

            Memang hati Fir’aun telah membatu mengikuti ahli sihir jika mereka menang, kemudian apakah Fir’aun mau mengikuti nabi Musa r jika ahli sihir kalah?! Mari kita simak firman Alloh Y:

فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ * قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ * قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ*  فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ*  فَأَلْقَى مُوسَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ *

41. Maka tatkala Ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir’aun: “Apakah Kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika Kami adalah orang-orang yang menang?”

42. Fir’aun menjawab: “Ya, kalau demikian, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)”.

43. berkatalah Musa kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”.

44. lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: “Demi kekuasaan Fir’aun, Sesungguhnya Kami benar-benar akan menang”.

45. kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya Maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.”

            Pembawa bendera Alhaq pasti tertolong dan kebenaran pasti ditegakkan, lihatlah bagaimana keajaiban pertolongan Alloh Y dan Fir’aun pun semakin dipermalukan Alloh  dengan berimannya ahli sihir karena kebenaran yang dibawa nabi Musa r:

فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ* قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ*  رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ*

46. Maka tersungkurlah Ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),

47. mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun”.

            Lihatlah bagaimana gaya Fir’aun setelah ini:

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

49. Fir’aun berkata: “Apakah kalian sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepada kalian? Sesungguhnya Dia benar-benar pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian Maka kalian nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatan kalian); Sesungguhnya aku akan memotong tangan kalian dan kaki kalian dengan bersilangan dan aku akan menyalib kalian semuanya”.

            Jika iman telah membasahi lubuk hati yang memberi kesejukan, maka bagaimanapun beratnya rintangan da’i tidak akan mempedulikannya demi mendapatkan keridhoan Alloh Y:

قَالُوا لَا ضَيْرَ إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ * إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ *

50. mereka berkata: “tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya Kami akan kembali kepada Tuhan Kami,

51. Sesungguhnya Kami Amat menginginkan bahwa Tuhan Kami akan mengampuni kesalahan Kami, karena Kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman”.

            Bagaimana pun mereka menyembunyikan makar busuk mereka maka Alloh mengetahuinya, maka Alloh Y memerintahkan nabi Musa r untuk berangkat dan menyelamatkan kaumnya dengan mengikuti perintah Alloh Y, sedangkan Fir’aun bagaimana pun pintarnya dia membuat rencana maka dia tidak akan bisa mengetahui rencana Alloh yang mengakibatkan kehancuran Fir’aun dan bala tentaranya. Mari kita simak Firman Alloh Y hingga akhir kehancuran Fir’aun:

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ * فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ*  إِنَّ هَؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ * وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ*  وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ*  فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ * وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ*  كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ * فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ * فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَى إِنَّا لَمُدْرَكُونَ * قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ*  فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ * وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ * وَأَنْجَيْنَا مُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ*  ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ *

52. dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena Sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli”.

53. kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.

54. (Fir’aun berkata): “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil,

55. dan Sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,

56. dan Sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga”.

57. Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,

58. dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia[1084],

59. Demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (Itu) kepada Bani Israil

60. Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.

61. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah Pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.

62. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.

63. lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

64. dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

65. dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

66. dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.”

            Lihatlah bagaimana sikap Fir’aun ketika kalah hujjah apakah dia mau tunduk dengan kebenaran itu?! Tidaklah demikian melainkan dia kerahkan kekuatannya untuk menghadang kebenaran itu. Demikianlah ahlul bathil tidak mau kalah dengan gaya Fir’aun, yang akhirnya jejak ini diikuti pula oleh para sururiyyin, sebagaimana yang dialami oleh Abu Mas’ud ketika beliau diusir dari Al-Furqon, apakah pengusiran tersebut dikarenakan Abu mas’ud melakukan kebathilan, tidaklah demikian melainkan dikarenakan mereka tidak mampu mengalahkan hujjah beliau dalam melarang berhubungan dengan jalur-jalur hizbiyyin. Demikain pula yang dialami oleh Yusuf Ba’isa salah seorang pengajar diLampung yang berpendapat tidak bolehnya mengambil bantuan dari yayasan Ihya’utturots, maka hal ini bertentangan dengan misi Yazid jawaz, maka Yazidpun menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk mengusir Yusuf dari pondok tersebut.

Maka berita gembira buat Abu Mas’ud akan kokohnya hati beliau dalam mempertahankan kebenaran bertauladan dengan Nabi kita r diawal kenabiannya ketika diturunkan padanya awal ayat dari surat Al-Qolam, kemudian beliau gemetaran merasa takut, yang kemudian beliau menceritakan kejadian itu kepada Waroqoh, kemudian beliau bertanya kepada Waroqoh:

«أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ؟» قَالَ وَرَقَةُ: نَعَمْ، لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا أُوذِيَ

” Apakah mereka akan mengusirku? Waroqoh menjawab: Iya tidakalah seseorang datang membawa dengan apa yang kamu bawa melainkan disakiti. HR. Bukhori 4953 dari hadits A’isyah t.  

            Tidaklah Rosululloh r orang yang pertama kali mengalami hal ini, para Nabi sebelum beliau telah mengalami sebgaimana yang beliau alami. Ingatlah akan kisah Sy’aib r, Alloh berfirman:

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

88. pemuka-pemuka dan kaum Syu’aib yang menyombongkan  berkata: “Sesungguhnya Kami akan mengusir kamu Hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota Kami, atau kamu kembali kepada agama kami”. berkata Syu’aib: “Dan Apakah (kamu akan mengusir kami), Kendatipun Kami tidak menyukainya?”[QS. Al-A’rof : 88]

Tidak mau kalah dengan sururiyyin para pengekor sibadut keparat ini, tidak puas kalau tidak ikut caranya sururi, bahkan mereka melakukan tindak kekerasan yang melebihi daripada sururiyyin. Sebagaimana yang dialami oleh sebagian santri Dammaj yang telah dipukul oleh para pengekor sibadut ini karena para pengekor tidak mempu mengalahkna hujjah. Tidak dapat dipungkiri kalau mereka ini meniru gaya bosnya sibadut yang telah menganiaya seorang muslim tanpa alasan dan hujjah yang benar.

5.Menggelari Salafiyyin dengan kalimat EXTRIM

Merupakan perkara yang sudah ma’lum dikalangan salafiyyin akan kebiasaan hizbiyyin, selalu membuat talbis dan menggelari Ahlu sunnah dengan gelar-gelar yang dapat menjauhkan manusia dari kebenaran, demi melariskan kebatilan yang selama ini mereka dendangkan.

Berkata Al-Hazimi dalam kitab Syarh masail Jahiliyyah (maktabah Syamilah): demikianlah kebiasaan ahli bathil mereka harus membuat gelar agar dapat menjadi celaan terhadap ahlu sunnah.

Berkata Ibnul Qoyyim: sesungguhnya ini adalah kelakuan ahlu bid’ah menggelari ahlu sunnah dan ucapan mereka dengan gelar-gelar yang dapat membuat lari orang-orang yang bodoh. (kitab Ar-Ruh milik Ibnul Qoyyim).

 Tak henti-hentinya Ahlu bid’ah mengintai ahlu sunnah dan mencari-cari celah dan kesempatan untuk bisa membuat gelar yang dapat menipu manusia. Hal ini telah dilakukan oleh para mubtadi’ dizaman dahulu, lihatlah bagaimana Jahmiyyah menggelari ahlu sunnah dengan kalimat Musyabihah Mujassimah, yaitu ahlu sunnah menyamakan Alloh Y dengan makhluk dan menetapkan jasmani untuk dzatnya Alloh Y, dengan alasan karena ahlu sunnah mensifati Alloh Y dengan sifat-sifat, sedangkan mereka meyakini bahwa yang memiliki sifat adalah makhluk, maka barang siapa yang menetapkan sifat bagi Alloh maka dia menyamakan Alloh dengan makhluk, dan mereka meyakini pula bahwa setiap Dzat yang memiliki sifat maka dia memiliki jasmani. Karena itu mereka menggelari Ahlusunnah dengan Musyabbihah dan Mujassimah.

Demikian pula dengan Qodariyyah menggelari ahlu sunnah dengan Mujabbiroh yaitu orang-orang berpendapat bahwa makhluk itu dipaksa dalam perbuatan mereka.

Dan Murji’ah menggelari ahlu sunnah dengan Nuqshoniyyah karena ahlu sunnah berpendapat bahwa iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Sedangkan mereka berpendapat bahwa iman itu tidak bertambah tidak pula berkurang dan kalau iman itu berkurang maka dia kafir. Maka menurut keyakinan mereka itu antara pelaku ketaatan dengan pelaku kemaksiatan imannya sama-sama sempurna dan ini adalah kesesatan yang nyata.

Mu’tazilah dan juga zanadiqoh menggelari ahlu sunnah dengan Hasywiyyah yaitu mereka meriwayatkan hadits tanpa meneliti yang sohih dan dho’ifnya, tujuan mereka ingin menolak dan membatalkan hadits-hadits dan atsar yang sohih karena hadits-hadits tersebut menyelisihi keyakinan mereka.

 Rofidhoh yang telah menggelari Ahlusunnah dengan kalimat Nassobiyyah yaitu kelompok yang membenci ahli bait yang akhir-akhir ini mereka menggelari Ahlusunnah dengan kalimat Wahhabi yaitu pengikut Syekh Muhammad bin Abdul wahhab hingga mereka menginjak-injak Al-Qur’an yang dibawa oleh salah seorang teman kita setelah mereka membunuhnya dengan alasan bahwa itu adalah Al-Qur’an Wahhabi, Al-Qur’an yang telah diturunkan Alloh Y dari langit mereka katakan Al-Qur’an Wahhabi. Lihat Syarah Usul I’tiqod Ahlu Sunnah waljama’ah karya Al-Lalaka’i.

Hal itu mereka lakukan demi menjauhkan manusia dari kebenaran yang telah ditempuh Ahlusunnah dan untuk menutupi kebatilan dan kemungkaran yang selama ini bersarang pada mereka. Sebagaimana dahulu kaum musyrikin menggelari Rosululloh r dengan kalimat orang gila, tukang sya’ir dan tukang sihir.

Demikianlah kebiasaan ahlu bid’ah, yang kemudian metode ini diikuti oleh Sururiyyin ketika Ahlusunnah meluncurkan panah-panah hujjah kepada mereka sedangkan mereka tidak mampu menghadangnya, merekapun mengatakan “mereka itu orang-orang extrim”. Demikianlah yang dialami Abu Mas’ud dan para muridnya yang telah digelari oleh Sururiyyin sebagai kelompok extrim sebab Abu Mas’ud selalu membongkar kebusukan mereka, yang ketika itu pula Luqmaniyyun menggelari Abu Mas’ud sebagai ust sururi dan mereka selalu mendendangkan kalimat ini untuk mendokterin para pengekornya sehingga Abu Mas’ud dikenal oleh mereka sebagai ust sururi bersamaan dengan itu sururiyyin menggelari Abu mas’ud sebagai kelompok extrim. Bagi orang yang mau inshof tentu dia akan merasa heran bagaimana Luqmaniyyun bisa menggelari Abu Mas’ud dengan sururi sedangkan sururiyyun tidak mengakui Abu Mas’ud sebagai ust sururi bahkan menggelarinya dengan kalimat extrim. Karena itu kami mengetahui bahwa pencetus kalimat extim diIndonesia sebagai gelar Ahlusunnah adalah para sururiyyin demi membela idola mereka yayasan Ihyautturots.

            Ternyata Luqmaniyyun juga tidak mau ketinggalan dengan mukholafat sururiyyin, sehingga Luqmaniyyun menggelari Ahlusunnah yang membela kebenaran yang ditempuh oleh syekh Yahya dengan kalimat extrim pula sebagaimana halnya sururiyyin. Kenapa mereka menggelari demikian? Karena Alusunnah selalu membongkar kebatilan yang mereka huni. Bahkan Luqman lebih parah daripada sururi, karena Luqman sangat kriminal hingga berani membuat kedustaan yang kemudian dinasabkan kepada seorang ulama’. Seperti ucapan Luqman bahwa syekh Yahya tidak punya belas kasihan dengan para santri dan Syekh Yahya memiliki ucapan yang sangat buruk yang tidak diucapkan oleh orang-orang yang dipasar. Orang yang berakal tentu saja tidak percaya dengan ucapan ini, kalau memang Syekh Yahya tidak punya belas kasihan dengan para santri tentu Dammaj tidak akan padat dengan jumlah santri yang mencapai sepuluh ribuan orang, mungkinkah santri sejumlah ini merasa betah diDammaj jika Syekh Yahya tidak punya belas kasihan?!! Demikan juga dengan ucapan Luqman bahwa Syekh Yahya memiliki ucapan yang sangat buruk yang tidak diucapkan oleh orang-orang yang dipasar, tentu ini kedustaan yang nyata, mungkinkah santri sejumlah ini betah mendengarkan kalimat jelek dari Syekh Yahya setiap harinya?!!. Kalau demikian apa yang dimaksud oleh Luqman dengan ucapannya tadi?, Yang dimaksud oleh Luqman dengan kalimat jelek adalah tahdziran Syekh Yahya terhadap pelaku kebatilan yang mana kebatilan dan pelakunya itu dibela oleh sibadut ini. Kemudian Syekh Yahya mengusir para pelaku kebatilan tersebut yang tidak memiliki adab terhadap gurunya mencela dan mencaci maki Syekh Yahya tanpa alasan yang benar, kemudian Luqman mengatakan Syekh Yahya tidak punya belas kasihan terhadap santrinya demi membela pelaku kebatilan tersebut, karena pelaku kebatilan tersebut sejalan dengan kebatilan Luqman. Lalu bagaimana kiranya jika Luqman memiliki seorang santri, kemudian santri tersebut mencaci makinya dan memusuhinya, apakah Luqman membiarkannya ataukah mengusirnya? Tentunya Luqmanpun akan mengusirnya. Kemudian apakah Luqman terima jika ada yang mengatakan Luqman tidak punya belas kasihan dengan santrinya karena dia telah mengusir seorang santri yang tidak beradab?! Akan tetapi karena memang Luqman ini yang biadab dan tidak beradab makanya dia berbicara seperti ini sedangkan dia sendiri tidak akan ridho jika kalimat tadi ditujuan untuknya.

Ucapan Luqman ini tidak jauh berbeda dengan ucapan sururiyyin dalam mensikapi Abu Mas’ud, ketika Abu Mas’ud meluncurkan tahdziran dari para ustadz sururi Yazid cs merekapun menggelari Abu mas’ud dengan kalimat tidak punya adab.

            Demikianlah ahlul bathil, mereka akan melakukan sesuatu yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para pendahulunya, sebagaimana kaum musyrikin dalam aksi mereka menentang para Rosul, hal itu dikarenakan sama hati mereka dalam menentang kebenaran. Alloh Y berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِثْلَ قَوْلِهِمْ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan Kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti Ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

            Kaum musyrikin arab mengatakan demikian bukan karena mereka ingin beriman jika Alloh langsung berbicara dengan mereka atau datang ayat Alloh Y, akan tetapi karena sifat ingkar dan membangkangnya mereka terhadap kebenaran ketika kebenaran itu datang. Sebagaimana yang dilakukan oleh kaum kafir sebelum mereka dalam menentang kebenaran, maka hati mereka serupa yaitu hati kaum musyrikin arab menyerupai hati kaum kafir sebelum mereka dalam kekufuran dan penentangan.

Demikian pula Luqmaniyyun memiliki hati yang sama dengan para sururiyyin dalam menentang kebenaran.

            Apa yang telah kami sebutkan, itu hanya sebagian sisi serupanya Luqmani dan sururi, kalau mau diteliti tentu kita akan mendapatkan lebih banyak lagi, karena ahlul bathil pasti memiliki tingkah yang sama dalam menentang kebenaran. Namun apa yang kami sebutkan insyaAlloh sudah mewakili dari apa yang belum disebutkan, untuk dapat dijadikan bahan renungan bagi orang yang haus kebenaran.

 

Selesai pada tanggal 27 Romadhon 1434 hijriyyah di Darul Hadits Dammaj Semoga Alloh Azza Wajalla menjaganya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين


[1] Potongan dari suara beliau yang direkam.

([2]) Lihat Aunul Ma’bud 10/6 cetakan dar ihyaut turots.

([3]) Disohohkan Imam Al-Albani dalam Sohihah no 437
Iklan

Comments on: "DONAT BANTAT: Buat Luqman Ba’abduh Badut Keparat" (2)

  1. susu kedelai said:

    pengajar di lampung yang di usir yazid adalah ahmad izza atau abu hammam, bukan yusuf baisa….. saya murid ahmad izza dan mengalami masa2 pengusiran tersebutt

    Suka

    • susu kedelai said:

      Demikain pula yang dialami oleh Yusuf Ba’isa salah seorang pengajar diLampung yang berpendapat tidak bolehnya mengambil bantuan dari yayasan Ihya’utturots, maka hal ini bertentangan dengan misi Yazid jawaz, maka Yazidpun menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk mengusir Yusuf dari pondok tersebut

      Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: