“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Jawaban Syaikh Ahmad An-Najmiy (Rahimahullah) Tentang Penuduh Murid As-Syaikh Muqbil Haddadiyyun

images (3)

“Asy Syaikh Ahmad An Najmiy رحمه الله ditanya: “Apa pendapat Anda tentang orang yang memperingatkan manusia dari ma’had Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy, dan menuduh para murid beliau sebagai Haddadiyyun?”

            Maka beliau Syaikh Ahmad An-Najmiy رحمه الله menjawab: “Para murid Asy Syaikh Muqbil secara umum kami mengetahui bahwasnya mereka itu di atas As Sunnah. Adapun orang yang menyatakan bahwasanya mereka itu Haddadiyyah, maka pernyataannya itu batil, dan perkataannya itu merupakan kriminalitas dan baghyu (kezholiman) terhadap para murid Asy Syaikh Muqbil رحمه الله. Dan sesungguhnya ma’had Dammaj yang didirikan oleh Asy Syaikh Muqbil رحمه الله di sumur tasyayyu’ dan di tengah-tengah tasyayyu’. Maka kemudian sunnah tersebar di situ, di tempat yang dulunya tiada orang yang berani berbicara lebih-lebih untuk membantah syi’ah. Alloh telah memberikan manfaat dengan para murid Asy Syaikh Muqbil. Maka dengan mereka sunnah itu tersebar. Di seluruh penjuru Yaman kecuali sebagian kecil dari mereka yang menyelisihi aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah –yang Asy Syaikh Muqbil رحمه الله mendidik mereka dan menjadikan mereka tumbuh di atasnya- dan mengambil jalan mubtadi’ah, dan setan menghiasi jalan-jalan bid’ah untuk kelompok kecil tadi. Maka kelompok kecil tadi tidaklah teranggap. Yang terpandang hanyalah orang-orang yang tetap kokoh di atas sunnah dan beragama dengannya, menyerukan kepadanya, berloyalitas dan bermusuhan karenanya, dan membenci karenanya. Maka mereka itulah yang terpandang, dan mereka itulah yang menempuh jalan Ahlul Hadits wal Atsar dan mengikuti madzhab Ahlussunnah Wal Jama’ah. Oleh karena itulah aku berkata: barangsiapa berkata bahwasanya mereka itu Haddadiyyah, maka orang ini adalah baghi zholim, dan perjumpaan adalah di hadapan Alloh…” dst. (“Al Fatawal Jaliyyah”/2/hal. 71-72/Darul Minhaj).

Baca Lebih Lengkap  D I S I N I  !!

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: