“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

AHLUSSUNNAH TIDAK BIMBANG DAN RAGU TENTANG KEBENARAN

بِسم الله الرَّحمنِ الرَّحِيم

Pertanyaan:

Ustadz saya membaca salah satu tulisan Al-Ustadz Salim Al-Limbory bahwa Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, Ustadz Sarbini, Ustadz Askary, Ustadz Azhari, Ustadz Asri dan Ustadz Abdurrohim adala hizbiyyun padahal tidaklah mereka mengajarkan sesuatu di Indonesia melainkan dakwah Ahlussunnah dan selalu memuji dan menceritakan kebaikan yang ada di Darul Hadits Yaman. Ada apa sebenarnya di kalangan Ahlussunnah, demi Alloh ini akan menjadikan para salafiyyun bimbang dan bingung terhadap sikap dan artikel yang tertulis seperti yang saya baca, semoga Alloh menjaga  dan memberikan kesehatan kepada Ustadz.

Berikut ini tanggapan Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory yang kamu sebut dengan Ustadz Salim Al-Limbory:

Jawaban:

بِسم الله الرَّحمنِ الرَّحِيم

الحَمْدُ لله، أَحْمَدُه، وأستعينُه، وأستغفرُهُ، وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

أمّا بعدُ:

Kalaulah kamu membaca tulisan-tulisan kami yang lainnya maka kamu akan tahu keadaan mereka yang sebenarnya, adapun perkataanmu “tidaklah mereka mengajarkan sesuatu di Indonesia melainkan dakwah Ahlussunnah”, maka ini yang tampak bagimu, adapun yang mereka sembunyikan atau mereka bermain di balik layar maka sangat banyak, diantaranya:

Apakah dinamakan dakwah Ahlussunnah dengan bermain kekerasan?! Memukul, mencekik, mengkeroyok dan merampas lahan dakwah orang lain?!.

Karena sebab membela si Lu man Ba’abduh berdiri Abu Sahl (yang merupakan laskar silumannya) lalu memukul wajah Abdul Ghofur Al-Lumajangiy semoga Alloh merahmatinya hingga bengkak mukanya!.

Karena membela Afifudin berdiri Kholid lalu mencekik Affan Al-Makassariy, begitu pula preman metropolitan Kholil membawa dua pisau ketika ditemui Ibnu Umar, juga Zakariya melakukan pemukulan, maka apakah sekarang kamu juga (wahai penanya) ingin bangkit membela mereka?!!!, apakah kamu ingin menyelisihi perkataan Robbmu karena sebab membela para penjahat itu?!!!:

{وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ} [النساء: 107]

“Janganlah kamu membela orang-orang yang mereka mengkhianati diri mereka sendiri”. (An-Nisa’: 107).

Kejahatan mereka dengan memperalat orang-orang bodoh dalam pengkroyokan Abu Salafi Ghufron ketika di Ambon, beliau dipukul-pukul sampai kepayahan dan patah tulang-tulangnya, apakah mereka membayar kerugian itu dengan menyerahkan onta-onta kepadanya atau menyerahkan yang semisalnya ataukah justru mereka saling melemparkan ke yang lain?!!! Apakah perbuatan mereka itu perbuatan Ahlussunnah atau perbuatan para penjahat teroris?!!!.

Pengrusakan pagar-pagar rumah, perampasan dan pengusiran terhadap saudara-saudara kami dari rumah mereka di Hanunu, apakah mereka mengganti kerugian akibat kejahatan mereka itu?!!! Wallohi tidak!:

أَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَهْزِمَهُمْ

“Aku memohon kepada Alloh untuk merobohkan mereka”.

Tidak puas dengan kejahatan itu, ketika kawan kami (Abu Hanifah Ar-Riyawiy) menikah dan kemudian beliau dipenjara maka mereka riang gembira sambil mengejek.

Lebih-lebih ketika mereka mendengar bahwa kami di Dammaj di kepung dan diperangi oleh orang-orang kafir Rofidhoh maka mereka bergembira dan berkata bahwa kami diturunkan azab, mereka bergembira, sampai pentolan mereka yang bernama Ali Rozihiy di Ma’bar menegaskan bahwa pengepungan dan serangan Rofidhoh itu adalah ujung penghabisan terhadap Al-Hajuriyyah, begitu pula Muhammad Abdulloh Ar-Rimiy yang rakus dengan gelar sehingga menggelari dirinya dan menulisnya di akhir namanya “Al-Imam” merekomendasikan Rofidhoh dengan mengatakan “Mereka (Rofidhoh) adalah muslimun (orang-orang yang mempasrahkan diri kepada Alloh)”, dan menyatakan pula bahwa “Pertempuran antara Rofidhoh dengan Ahlussunnah di Dammaj tidak lain karena memperebutkan gunung”.

Mereka menyatakan kami diazab, maka kami katakan: “Benar, kami telah diazab oleh Rofidhoh, dan sebagian saudara-saudara kami diazab oleh para si Lu man yang jahat, ketahuilah bahwa yang mengazab kami adalah para penjahat”, Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:

«مَنْ عَذَّبَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا، عَذَّبَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى»

“Barang siapa yang mengazab manusia di dunia maka Alloh (تَبَارَكَ وَتَعَالَى) akan mengazabnya”. Diriwayatkan oleh Ahmad dari hadits Hisyam bin Hakim, dan Ibnu Hibban meriwayatkan dengan lafadz:

«إِنَّ اللَّهَ يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُونَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا»

“Sesunggunya Alloh akan mengazab orang-orang yang mereka mengazab manusia ketika di dunia”.

Apakah termasuk dakwah Ahlussunnah mengemis (minta-minta) atas nama dakwah Ahlussunnah?!!! Sebagaimana yang dilakukan oleh Luqman, Afifudin, Asykari, Abdurrohim, Azhari Cs, mereka mengundang ulama ke Indonesia dana dari mana?!!! Sungguh proposalnya tersebar ke seluruh penjuru, apakah itu perbuatan Ahlussunnah ataukah itu perbuatan pengemis jalanan?!!!.

Apakah termasuk dakwah Ahlussunnah mencela ulama Ahlussunnah?! Mereka belajar di Dammaj dengan cuma-cuma kemudian mereka membalas semua itu dengan kejahatan, apakah mereka mengundang dan mau menantang azab Alloh?!!!:

{لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [إبراهيم: 7]

“Jika kalian bersyukur maka sungguh kami akan tambahkan (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat) maka sesungguhnya azab-Ku adalah pedih”. (Ibrohim: 7). Maka jangan bertanya kalau kemudian ada dari mantan murid-murid mereka memperlakukan mereka sebagaimana perbuatan mereka.

Sungguh mereka (Luqman Ba’abduh Cs) telah bersekongkol dengan jaringan hizbihnya dalam menebarkan kedustaan, kelicikan dan penipuan. Mereka bersembunyi di balik hijab dengan menggunakan ujung tombak yang mereka namai dengan Abu Umar bin Abdul Hamid yang kemudian menulis buku “Celaan Bertubi-tubi…” yang diterbitkan oleh Al-Ghuroba’ Solo, yang berisi cercaan terhadap Imam Daril Hadits Dammaj, dan buku tersebut mereka sebarkan cuma-cuma, apakah itu prilaku Ahlussunnah ataukah prilaku bencong waria yang paling penakut?!!!.

Beberapa bulan yang lalu ada pendusta yang bernama Nurdin datang ke Dammaj, kemudian di Dammaj sempat mencela Imam Daril Hadits Dammaj, berdusta, menipu dan meminta-minta kepada Sa’id Al-Limboriy, ketika Abdurrohim dan Azhari Asri tahu maka keduanya langsung memerintahkan Nurdin si pendusta tersebut untuk kabur dari Dammaj, lalu kembali ke Ma’bar, sampai di Ma’bar bercerita dusta, apakah perbuatan seperti itu kemudian dikatakan “selalu memuji dan menceritakan kebaikan yang ada di Darul Hadits”?!!!.

Ketika Abdurrohim dan Azhari Asri tahu bahwa di Limboro sudah bermunculan generasi Ahlussunnah mereka pun merampas Nurdin dari ibunya, mereka mendanainya ke Ma’bar dengan tanpa meminta kerestuan dari ibunya, apa tujuan mereka di balik itu? Tidak lain supaya merusak Ahlussunnah di Limboro dengan cara menanam bibit hizbiyyah, si Nurdin belum pulang saja sudah membuat fitnah, datang ke Dammaj mencela Syaikh Dammaj, berdusta dan meminta-minta lalu bagaimana kiranya nanti kalau pulang?!!!.

Tidaklah ada dari orang-orang yang masih bertahan di pondok hizbiyyah Abdurrohim di Pangkep melainkan ditanamkan kebencian terhadap Darul Hadits dan Ahlussunnah, maka apakah ini dikatakan mendakwahkan Ahlussunnah?!!!.

Tidak ada yang bimbang dan ragu tentang mereka, bahwasanya prilaku mereka bukan prilaku Ahlussunnah sama sekali bahkan itu adalah prilaku aliran hizbiyyah yang jahat dan bejat.

Mereka tidak puas dengan kejahatan itu, bahkan mereka masih saja melakukan tipu menipu, tidak hanya orang bodoh yang ditipu, kamu (wahai penanya) juga tertipu, tidak hanya kalian bahkan para ulama mereka tipu, si qumamah Usamah Faishol Mahri Cs menelpon syaikh mereka Abdulloh bin Abdirrohim Al-Bukhoriy yang ujung-ujungnya mereka berhasil menyeretnya ke dalam kesesatan bersama mereka, kami katakan: “Walaupun mereka pandai menipu manusia, mereka bisa menipu ulama dan bisa memperalat orang-orang bodoh akan tetapi Yang Di Atas Langit mereka tidak akan bisa menipu-Nya:

{يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ} [البقرة: 9]

“Mereka menipu Alloh dan mereka menipu orang-orang yang beriman, dan tidaklah mereka menipu melainkan (mereka menipu) diri-diri mereka sendiri dan mereka tidak menyadari”. (Al-Baqoroh: 9).

Oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory (Hafidzahullah)

Comments on: "AHLUS-SUNNAH SALAFY: Tidak Bimbang Dan Ragu Tentang Kebenaran dan Kesesatan Ustadz Luqman Ba’abduh Cs." (2)

  1. Ustadz, kenapa bahasa antum kesannya kok kasar, penuh emosi dan seperti mengadung kebencian yang sangat dalam kepada orang-orang yang antum kritik, bahkan terhadap sang penanya sekalipun. Kenapa Ustadz tidak husnuzdon dengan si penanya. Barangkali dia benar-benar menginginkan informasi yang sebenarnya tentang masalah yang ditanya. Dan bukankah akan lebih baik dan mendatangkan kesejukan di hati-hati orang-orang yang membaca jawaban atau artikel Ustadz jika menggunakan bahasa yang santun. Saya kira, kata sapaan “kamu’ akan lebih baik jika diganti dengan ‘anda’ atau ‘antum’, Kemudian penggunaan kata ‘penjahat, bejat, dll’ sungguh menimbulkan perasaan yang tidak enak jika membacanya. Sesuatu yang baik akan menjadi rusak jika disampaikan dengan bahasa yang kasar dan tidak hikmah. Wallahu a’lam.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: