“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Islam Itulah Agama Kebahagiaan

 

Ditulis Oleh:

Fadhilatusy Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al Fadhli Al Ba’daniy

حفظه الله

 

Penerjemah:

Abu Abdirrohman Irham Al Maidaniy

عفا الله عنه

بسم الله الرحمن الرحيم

Kata pengantar

 

            Segala puji bagi Alloh, dan aku mengagungkan-Nya dan Maha suci Dia di pagi dan petang. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar selain Alloh semata tidak ada serikat baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya semoga shalawat dan salamnya kepadanya dan keluarganya. 

            Merupakan nikmat Alloh azza wa jalla atas hambanya bahwa Dia menjadikannya seorang da’i yang mengajak kepada agama-Nya yang benar .

Alloh berfirman:

ô`tBur ß`|¡ômr& Zwöqs% `£JÏiB !%tæyŠ ’n<Î) «!$# Ÿ@ÏJtãur $[sÎ=»|¹ tA$s%ur ÓÍ_¯RÎ) z`ÏB tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# ÇÌÌÈ    

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang mengajak (manusia) kepada Alloh, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

            Dan di dalam Shohih Muslim dari Abi Hurairoh  رضي الله عنه dia berkata bahwasanya Rosululloh bersabda :

«مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِم شَيْئًا».

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka baginya semisal pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikitpun.”

            Dan di dalam “Ash Shohihain” dari Sahl bin Sa’d As Sa’idiy bahwa Nabi r bersabda :

«لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ».

“Benar-benar jika Alloh memberikan petunjuk terhadap seseorang melalui perantaramu itu lebih baik bagimu daripada unta-unta yang merah.”

            Dan termasuk keutamaan Alloh yang Dia karuniakan kepada saya- dan segala puji baginya- bahwa dia memudahkan aku untuk berangkat ke Negara Malaysia untuk mengajak ke jalan Alloh dan sampailah kami di sana pada bulan Rajab hari sabtu yang bertepatan dengan tanggal 25 tahun 1430 menurut penanggalan Hijriyyah.

            Maka aku terperanjat ketika aku melihat orang-orang kafir di negara tersebut, aku lihat pekerjaan mereka dan penyebaran mereka sehingga sampai jumlah mereka sekitar 40 %. Dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh.

            Dan aku pun juga terperanjat ketika aku melihat keadaan kaum muslimin dan apa yang menimpa mereka yang berupa kebodohan dan kesesatan. Sehingga aku berpendapat bahwa telah wajib bagiku untuk menulis sebuah tulisan tentang dakwah kepada agama islam dan berpegang teguh di dalamnya dan berhati-hati dari kekafiran dan orang-orangnya, untuk melepaskan tanggung jawabku di sisi Alloh dan untuk menegakkan hujjah kepada orang-orang kafir dan untuk mengingatkan kaum mukminin dengan agama mereka yang benar, dan sebagai anjuran bagi mereka untuk berpegang teguh di atasnya. Maka aku tulislah risalah ini yang akau namakan:

AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA KEBAHAGIAAN

ketika aku berada di Malaysia.

            Maka aku memohon kepada Alloh memberi manfaat dari tulisan ini bagiku di dunia dan akhirat, dan menjadikan amalku ini ikhlas untuk mendapatkan wajah-Nya dan dapat bermanfaat bagi para hamba-Nya karena Dia adalah Mahamampu atas segala sesuatu.

            Mahasuci Engkau ya Alloh dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar selain Engkau dan aku meminta ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

Penulis:

Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al Yamaniy

 

            Segala puji bagi Alloh, serta shalawat dan salam kepada Rosululloh dan para keluarganya dan sahabatnya dan orang-orang yang berwala dengannya.

            Alloh telah mengutus nabi-Nya Muhammad dengan membawa agama Islam, sebagai petunjuk, cahaya dan rahmah.

Alloh berfirman:

uqèd “Ï%©!$# y]yèt/ ’Îû z`¿Íh‹ÏiBW{$# Zwqߙu‘ öNåk÷]ÏiB (#qè=÷Ftƒ öNÍköŽn=tã ¾ÏmÏG»tƒ#uä öNÍkŽÏj.t“ãƒur ãNßgßJÏk=yèãƒur |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur bÎ)ur (#qçR%x. `ÏB ã@ö6s% ’Å”s9 9@»n=|Ê &ûüÎ7•B ÇËÈ          

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rosul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Da dia juga berfirman:

`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»y‚ø9$# ÇÑÎÈ  

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan Dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Dan dia berfirman :

!$tBur š»oYù=y™ö‘r& žwÎ) ZptHôqy‘ šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ  

“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

            Maka agama islam adalah agama yang diwajibkan Alloh atas hamba-hamba-Nya untuk memeluknya, dan Dia telah meridhai agama tersebut bagi mereka dan tidak meridhai agama yang lain bagi mereka.

Alloh berfirman:

ôMtBÌhãm ãNä3ø‹n=tæ èptGøŠyJø9$# ãP¤$!$#ur ãNøtm:ur ͍ƒÌ“Yσø:$# !$tBur ¨@Ïdé& ΎötóÏ9 «!$# ¾ÏmÎ/ èps)ÏZy‚÷ZßJø9$#ur äosŒqè%öqyJø9$#ur èptƒÏjŠuŽtIßJø9$#ur èpys‹ÏܨZ9$#ur !$tBur Ÿ@x.r& ßìç7¡¡9$# žwÎ) $tB ÷LäêøŠ©.sŒ $tBur yxÎ/èŒ ’n?tã É=ÝÁ‘Z9$# br&ur (#qßJÅ¡ø)tFó¡s? ÉO»s9ø—F{$$Î/ 4 öNä3Ï9ºsŒ î,ó¡Ïù 3 tPöqu‹ø9$# }§Í³tƒ tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. `ÏB öNä3ÏZƒÏŠ Ÿxsù öNèdöqt±øƒrB Èböqt±÷z$#ur 4 tPöqu‹ø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3ø‹n=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊu‘ur ãNä3s9 zN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ 4 Ç`yJsù §äÜôÊ$# ’Îû >p|ÁuKøƒxC uŽöxî 7#ÏR$yftGãB 5OøO\b}   ¨bÎ*sù ©!$# ֑qàÿxî ÒO‹Ïm§‘ ÇÌÈ     

“Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Alloh, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kalian menyembelihnya, dan (diharamkan bagi kalian) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini (Jum’at saat haji Wada’ tahun 10 H) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agama kalian, sebab itu janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagi kalian. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

            Agama Islam adalah agama yang siapa berpegang teguh dengannya akan mendapatkan kecerahan dan ketenangan di dalam hatinya dan hidup dalam kebahagiaan.

`yJsù ϊ̍ムª!$# br& ¼çmtƒÏ‰ôgtƒ ÷yuŽô³o„ ¼çnu‘ô‰|¹ ÉO»n=ó™M~Ï9 ( `tBur ÷ŠÌãƒ br& ¼ã&©#ÅÒムö@yèøgs† ¼çnu‘ô‰|¹ $¸)Íh‹|Ê %[`tym $yJ¯Rr’Ÿ2 ߉¨è¢Átƒ ’Îû Ïä!$yJ¡¡9$# 4 šÏ9ºx‹Ÿ2 ã@yèøgs† ª!$# }§ô_Íh9$# ’n?t㠚úïÏ%©!$# Ÿw šcqãZÏB÷sムÇÊËÎÈ  

“Barangsiapa yang Alloh menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Alloh kesesatannya, niscaya Alloh menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Alloh menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

Alloh berfirman:

tA$s% $sÜÎ7÷d$# $yg÷YÏB $Jè‹ÏHsd ( öNä3àÒ÷èt/ CÙ÷èt7Ï9 Ar߉tã ( $¨BÎ*sù Nà6¨ZtÏ?ù’tƒ ÓÍh_ÏiB “W‰èd Ç`yJsù yìt7©?$# y“#y‰èd Ÿxsù ‘@ÅÒtƒ Ÿwur 4’s+ô±o„ ÇÊËÌÈ   ô`tBur uÚtôãr& `t㠓̍ò2ό ¨bÎ*sù ¼ã&s! Zpt±ŠÏètB %Z3Y|Ê ¼çnãà±øtwUur uQöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# 4‘yJôãr& ÇÊËÍÈ   tA$s% Éb>u‘ zOÏ9 ûÓÍ_s?÷Ž|³ym 4‘yJôãr& ô‰s%ur àMZä. #ZŽÅÁt/ ÇÊËÎÈ   tA$s% y7Ï9ºx‹x. y7÷Gs?r& $uZçF»tƒ#uä $pktJŠÅ¡uZsù ( y7Ï9ºx‹x.ur tPöqu‹ø9$# 4Ó|¤Yè? ÇÊËÏÈ  

“Alloh berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Alloh berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”.

Alloh berfirman:

ô`tB Ÿ@ÏJtã $[sÎ=»|¹ `ÏiB @Ÿ2sŒ ÷rr& 4Ós\Ré& uqèdur Ö`ÏB÷sãB ¼çm¨ZtÍ‹ósãZn=sù Zo4qu‹ym Zpt6ÍhŠsÛ ( óOßg¨YtƒÌ“ôfuZs9ur Nèdtô_r& Ç`|¡ômr’Î/ $tB (#qçR$Ÿ2 tbqè=yJ÷ètƒ ÇÒÐÈ  

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

            Agama islam adalah agama yang barangsiapa berpegang teguh dengannya berhak mendapatkan syurga dengan sebab rahmat Alloh.

Alloh berfirman:

âäHxÅzF{$# ¥‹Í´tBöqtƒ óOßgàÒ÷èt/ CÙ÷èt7Ï9 <r߉t㠞wÎ) šúüÉ)­FßJø9$# ÇÏÐÈ   ϊ$t7Ïè»tƒ Ÿw ì$öqyz â/ä3ø‹n=tæ tPöqu‹ø9$# Iwur óOçFRr& šcqçRt“øtrB ÇÏÑÈ   tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä $uZÏG»tƒ$t«Î/ (#qçR%Ÿ2ur tûüÏJÎ=ó¡ãB ÇÏÒÈ   (#qè=äz÷Š$# sp¨Yyfø9$# óOçFRr& ö/ä3ã_ºurø—r&ur šcrçŽy9øtéB ÇÐÉÈ   ß$$sÜムNÍköŽn=tã 7$$ysÅÁÎ/ `ÏiB 5=ydsŒ 5>#uqø.r&ur ( $ygŠÏùur $tB ÏmŠÎgtGô±n@ ߧàÿRF{$# —%s#s?ur ÚúãüôãF{$# ( óOçFRr&ur $ygŠÏù šcrà$Î#»yz ÇÐÊÈ  

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kalian ke dalam surga, kalian dan isteri-isteri kalian digembirakan”. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kalian kekal di dalamnya”.

            Agama islam adalah agama yang barangsiapa berpaling darinya dan mati di dalam kekafiran maka dia akan diazab (disiksa) di kuburnya setelah kehidupannya di dunia dan diazab di neraka jahannam kekal selama-lamanya. Alloh berfirman di didalam kitab-Nya yang mulia :

ô`tBur ãNn=øßr& Ç`£JÏB 3“uŽtIøù$# ’n?tã «!$# $¹/ɋx. ÷rr& tA$s% zÓÇrré& ¥’n<Î) öNs9ur yyqムÏmø‹s9Î) ÖäóÓx« `tBur tA$s% ãA̓Ré’y™ Ÿ@÷WÏB !$tB tAt“Rr& ª!$# 3 öqs9ur #“ts? όÎ) šcqßJÎ=»©à9$# ’Îû ÏNºtyJxî ÏNöqpRùQ$# èps3Í´¯»n=yJø9$#ur (#þqäÜř$t/ óOÎgƒÏ‰÷ƒr& (#þqã_̍÷zr& ãNà6|¡àÿRr& ( tPöqu‹ø9$# šc÷rt“øgéB z>#x‹tã Èbqßgø9$# $yJÎ/ öNçFZä. tbqä9qà)s? ’n?tã «!$# uŽöxî Èd,ptø:$# öNçGYä.ur ô`tã ¾ÏmÏG»tƒ#uä tbrçŽÉ9õ3tFó¡n@ ÇÒÌÈ  

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Alloh atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Alloh.” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangan mereka, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawa kalian” di hari ini kalian dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.”

Alloh berfirman :

Nåkæ5Éj‹yèãZy™ Èû÷üs?§¨B §NèO šcr–Štãƒ 4’n<Î) A>#x‹tã 8LìÏàtã ÇÊÉÊÈ  

“Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.”

            Yaitu sekali di dunia dengan musibah dan sekali di alam kubur kemudian dikembalikan ke neraka jahannam, semoga Alloh melindungi kita darinya.

Alloh berfirman:

¨bÎ) tûüÏB̍ôfßJø9$# ’Îû É>#x‹tã tL©èygy_ tbrà$Î#»yz ÇÐÍÈ   Ÿw 玩IxÿムóOßg÷Ztã öNèdur ÏmŠÏù tbqÝ¡Î=ö7ãB ÇÐÎÈ   $tBur öNßg»oYôJn=sß `Å3»s9ur (#qçR%x. ãNèd tûüÏJÎ=»©à9$# ÇÐÏÈ   (#÷ryŠ$tRur à7Î=»yJ»tƒ ÇÙø)u‹Ï9 $uZøŠn=tã y7•/u‘ ( tA$s% /ä3¯RÎ) šcqèWÅ3»¨B ÇÐÐÈ   ô‰s)s9 /ä3»uZ÷¥Å_ Èd,ptø:$$Î/ £`Å3»s9ur öNä.uŽsYø.r& Èd,ysù=Ï9 tbqèd̍»x. ÇÐÑÈ    

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kalian tetapi kebanyakan kalian benci pada kebenaran itu.”

Dan Alloh berfirman:

tûïÏ%©!$#ur (#rãxÿx. óOßgs9 â‘$tR zO¨Yygy_ Ÿw 4Ó|Óø)ムöNÎgøŠn=tæ (#qè?qßJuŠsù Ÿwur ß#¤ÿsƒä† Oßg÷Ytã ô`ÏiB $ygÎ/#x‹tã 4 y7Ï9ºx‹x. “Ì“øgwU ¨@ä. 9‘qàÿŸ2 ÇÌÏÈ   öNèdur tbqäz̍sÜóÁtƒ $pkŽÏù !$uZ­/u‘ $oYô_̍÷zr& ö@yJ÷ètR $·sÎ=»|¹ uŽöxî “Ï%©!$# $¨Zà2 ã@yJ÷ètR 4 óOs9urr& Nä.öÏdJyèçR $¨B ㍞2x‹tGtƒ ÏmŠÏù `tB t©.x‹s? ãNä.uä!%y`ur ㍃ɋ¨Y9$# ( (#qè%rä‹sù $yJsù tûüÏJÎ=»©à=Ï9 `ÏB AŽÅÁ¯R ÇÌÐÈ  

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami niscaya Kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah Kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk memberikan hak kepada pemiliknya, maka wajiblah atasnya untuk menunaikan hak Alloh yaitu beribadah kepada Alloh semata dan tidak menserikatkan-Nya dengan sesuatupun maka dia tidak mengarahkan ibadah-Nya kepada selain Alloh sehingga dia tidak menyembah matahari dan bulan, bintang dan api, pepohonan dan batu-batuan, sapi atau patung-patung, para wali dan para nabi. Maka seluruh ibadah tidak diarahkan kecuali kepada Alloh semata seperti ruku’, sujud, pengagungan dan ketundukkan, kecintaan dan rasa takut, bernazar dan menyembelih, meminta ampunan dan jenis-jenis ibadah yang lain.

Alloh berfirman:

ö@è% ¨bÎ) ’ÎAŸx|¹ ’Å5Ý¡èSur y“$u‹øtxCur †ÎA$yJtBur ¬! Éb>u‘ tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ   Ÿw y7ƒÎŽŸ° ¼çms9 ( y7Ï9ºx‹Î/ur ßNöÏBé& O$tRr&ur ãA¨rr& tûüÏHÍ>ó¡çRùQ$# ÇÊÏÌÈ       

“Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)”.

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk menunaikan hak nabinya Muhammad yaitu dengan mengikuti petunjuknya dan beriman dengan kenabian dan kerosulannya.

Alloh berfirman :

ö@è% bÎ) óOçFZä. tbq™7Åsè? ©!$# ‘ÏRqãèÎ7¨?$$sù ãNä3ö7Î6ósムª!$# öÏÿøótƒur ö/ä3s9 ö/ä3t/qçRèŒ 3 ª!$#ur ֑qàÿxî ÒO‹Ïm§‘ ÇÌÊÈ    

“Katakanlah: “Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Alloh berfirman :

`tBur È,Ï%$t±ç„ tAqߙ§9$# .`ÏB ω÷èt/ $tB tû¨üt6s? ã&s! 3“y‰ßgø9$# ôìÎ6­Ftƒur uŽöxî È@‹Î6y™ tûüÏZÏB÷sßJø9$# ¾Ï&Îk!uqçR $tB 4’¯<uqs? ¾Ï&Î#óÁçRur zN¨Yygy_ ( ôNuä!$y™ur #·ŽÅÁtB ÇÊÊÎÈ  

“Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami palingkan kemana dia berpaling dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk menunaikan hak kedua orang tuanya dari ketaatan, berbuat baik dan kasih sayang.

Alloh berfirman :

* 4Ó|Ós%ur y7•/u‘ žwr& (#ÿr߉ç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ) 4 $¨BÎ) £`tóè=ö7tƒ x8y‰YÏã uŽy9Å6ø9$# !$yJèd߉tnr& ÷rr& $yJèdŸxÏ. Ÿxsù @à)s? !$yJçl°; 7e$é& Ÿwur $yJèdöpk÷]s? @è%ur $yJßg©9 Zwöqs% $VJƒÌŸ2 ÇËÌÈ   ôÙÏÿ÷z$#ur $yJßgs9 yy$uZy_ ÉeA—%!$# z`ÏB ÏpyJôm§9$# @è%ur Éb>§‘ $yJßg÷Hxqö‘$# $yJx. ’ÎT$u‹­/u‘ #ZŽÉó|¹ ÇËÍÈ  

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kalian berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk menaati penguasanya dalam perkara menaati Alloh karena Rosululloh bersabda :

«عَلَى الْـمَرْءِ الْـمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ؛ مَالَمْ يُؤْمَر بِمَعْصِيَةٍ؛ فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ»

“Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan menaati(pemerintahnya) di dalam perkara yang ia sukai dan yang ia benci. Selama tidak diperintah untuk berbuat maksiat maka jika diperintahkan untuk berbuat maksiat maka janganlah dia mendengar dan jangan pula dia menaatinya.” (muttafaqun alaih dari Ibnu Umar رضي الله عنهما ).

            Agama islam mewajibkan atas para pemimpin untuk berlemah lembut dengan kaum muslimin dan menegakkan agama islam di wilayahnya dan mengambil hukum dari alkitab dan sunnah, menegakkan hukum had dan mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya, menolong orang yang lemah dan yang dizhallimi.

Rosululloh r bersabda:

«الَّلهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِم فَاشْقُقُ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِم فَارْفِقْ بِهِ»

“Barangsiapa yang memimpin suatu perkara dari umatku lalu dia menyulitkan mereka  maka semoga Alloh menyulitkannya. Dan barangsiapa yang memimpin suatu perkara dari umatku lalu dia berlemah lembut dengan mereka maka semoga Alloh berlemah lembut dengannya.” (HR. Muslim dari hadits Aisyah)

Rosululloh r bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»

“Tak seorang hambapun yang Alloh beri dia untuk memimpin rakyatnya lalu dia mati dalam keadaan dia menipu mereka melainkan Alloh telah mengharamkan baginya syurga.” (diriwayatkan oleh Asy Syaikhaniy (Bukhari dan muslim) dari hadits Ma’qil bin Yasar).

Alloh berfirman :

tûïÏ%©!$# (#qã_̍÷zé& `ÏB NÏd̍»tƒÏŠ ΎötóÎ/ @d,ym HwÎ) cr& (#qä9qà)tƒ $oYš/u‘ ª!$# 3 Ÿwöqs9ur ßìøùyŠ «!$# }¨$¨Z9$# Nåk|Õ÷èt/ <Ù÷èt7Î/ ôMtBÏd‰çl°; ßìÏBºuq|¹ Óìu‹Î/ur ÔNºuqn=|¹ur ߉Éf»|¡tBur ㍟2õ‹ãƒ $pkŽÏù ãNó™$# «!$# #ZŽÏVŸ2 3 žcuŽÝÇZuŠs9ur ª!$# `tB ÿ¼çnçŽÝÇYtƒ 3 žcÎ) ©!$# :”Èqs)s9 ̓tã ÇÍÉÈ   tûïÏ%©!$# bÎ) öNßg»¨Y©3¨B ’Îû ÇÚö‘F{$# (#qãB$s%r& no4qn=¢Á9$# (#âqs?#uäur no4qŸ2¨“9$# (#rãtBr&ur Å$rã÷èyJø9$$Î/ (#öqygtRur Ç`tã ̍s3ZßJø9$# 3 ¬!ur èpt6É)»tã ͑qãBW{$# ÇÍÊÈ  

“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan Kami hanyalah Alloh”. Dan sekiranya Alloh tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Alloh. Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan.”

Alloh berfirman:

!$¯RÎ) $uZø9t“Rr& sp1u‘öq­G9$# $pkŽÏù “W‰èd ֑qçRur 4 ãNä3øts† $pkÍ5 šcq–ŠÎ;¨Y9$# tûïÏ%©!$# (#qßJn=ó™r& tûïÏ%©#Ï9 (#rߊ$yd tbq–ŠÏY»­/§9$#ur â‘$t6ômF{$#ur $yJÎ/ (#qÝàÏÿósçGó™$# `ÏB É=»tFÏ. «!$# (#qçR%Ÿ2ur Ïmø‹n=tã uä!#y‰pkà­ 4 Ÿxsù (#âqt±÷‚s? }¨$¨Y9$# Èböqt±÷z$#ur Ÿwur (#rçŽtIô±n@ ÓÉL»tƒ$t«Î/ $YYyJrO WxŠÎ=s% 4 `tBur óO©9 Oä3øts† !$yJÎ/ tAt“Rr& ª!$# y7Í´¯»s9’ré’sù ãNèd tbrãÏÿ»s3ø9$# ÇÍÍÈ  

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Alloh, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Alloh dan mereka menjadi saksi terhadapnya. karena itu janganlah kalian takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kalian menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk berbuat adil dan mengatakan yang benar sekalipun terhadap dirinya sendiri dan orang lain.

Alloh berfirman :

$pkš‰r’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qçRqä. šúüÏBº§qs% ¬! uä!#y‰pkà­ ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( Ÿwur öNà6¨ZtB̍ôftƒ ãb$t«oYx© BQöqs% #’n?t㠞wr& (#qä9ω÷ès? 4 (#qä9ωôã$# uqèd Ü>tø%r& 3“uqø)­G=Ï9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 žcÎ) ©!$# 7ŽÎ6yz $yJÎ/ šcqè=yJ÷ès? ÇÑÈ  

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kalian jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Alloh, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.”

Dan Alloh juga berfirman :

* $pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qçRqä. tûüÏBº§qs% ÅÝó¡É)ø9$$Î/ uä!#y‰pkà­ ¬! öqs9ur #’n?tã öNä3Å¡àÿRr& Írr& Èûøïy‰Ï9ºuqø9$# tûüÎ/tø%F{$#ur 4 bÎ) ïÆä3tƒ $†‹ÏYxî ÷rr& #ZŽÉ)sù ª!$$sù 4’n<÷rr& $yJÍkÍ5 ( Ÿxsù (#qãèÎ7­Fs? #“uqolù;$# br& (#qä9ω÷ès? 4 bÎ)ur (#ÿ¼âqù=s? ÷rr& (#qàÊ̍÷èè? ¨bÎ*sù ©!$# tb%x. $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? #ZŽÎ6yz ÇÊÌÎÈ  

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Alloh biarpun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat kalian. Jika ia kaya ataupun miskin, Maka Alloh lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kalian memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka sesungguhnya Alloh adalah Maha mengetahui segala apa yang kalian kerjakan.”

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk memuliakan tamunya dan tetangganya. Dan berbuat baik kepada saudara dan kerabat.

Nabi r berkata:

«مَنْ كَـانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الآَخِـرِ؛ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الآَخِـرِ؛ فَلْيُكْرِمْ جَـارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الآَخِـرِ؛ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»

“Barangsiapa yang beriman dengan Alloh dan hari akhir hendaklah dia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman dengan Alloh dan hari akhir hendaklah dia memuliakan tetangganya dan barangsiapa yang beriman dengan Alloh dan hari akhir hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (muttafaqun ‘alaih dari Abi Hurairoht)

Nabi r bersabda :

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ»

“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan” Yaitu silaturrahmi (muttafaqun alaih dari Jubair bin Mut’imt).

            Agama Islam mewajibkan untuk menjauhi perkara yang bisa mengganggu saudaranya.

{ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا } [الأحزاب: 58]

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

            Dan Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

«الْـمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْـمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ»

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin itu selamat dari lidahnya dan tangannya.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abdulloh bin Amr ibnul ‘Ash رضي الله عنهما).

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk tidak mengganggu binatang.

            Di dalam Ash Shohihain dari hadis Abdullah bin Umar dia berkata bahwa Rosululloh r bersabda:

«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا، وَلَا هِي تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ، حَتَّى مَاتَتْ جُوْعًا»

“seorang perempuan diazab dikarenakan seekor kucing yang dia kurung, dia tidak memberinya makan dan minum dan dia tidak membiarkannya makan dari binatang tanah sampai kucing itu mati kelaparan”

            Agama islam membolehkan bagi seorang muslim untuk menikah dengan cara yang syar’i yang bertujuan untuk menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan, dan mengharamkan zina yang menjadi sebab hilangnya nasab, hilangnya kehormatan, kerasnya hati dan penyebaran penyakit.

Alloh berfirman :

÷bÎ)ur ÷LäêøÿÅz žwr& (#qäÜÅ¡ø)è? ’Îû 4‘uK»tGu‹ø9$# (#qßsÅ3R$$sù $tB z>$sÛ Nä3s9 z`ÏiB Ïä!$|¡ÏiY9$# 4Óo_÷WtB y]»n=èOur yì»t/â‘ur ( ÷bÎ*sù óOçFøÿÅz žwr& (#qä9ω÷ès? ¸oy‰Ïnºuqsù ÷rr& $tB ôMs3n=tB öNä3ãY»yJ÷ƒr& 4 y7Ï9ºsŒ #’oT÷Šr& žwr& (#qä9qãès? ÇÌÈ    

“Dan jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kalian mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Alloh berfirman :

Ÿwur (#qç/tø)s? #’oTÌh“9$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. Zpt±Ås»sù uä!$y™ur Wx‹Î6y™ ÇÌËÈ  

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Alloh berfirman :

èpu‹ÏR#¨“9$# ’ÎT#¨“9$#ur (#rà$Î#ô_$$sù ¨@ä. 7‰Ïnºur $yJåk÷]ÏiB sps($ÏB ;ot$ù#y_ ( Ÿwur /ä.õ‹è{ù’s? $yJÍkÍ5 ×psùù&u‘ ’Îû Èûïϊ «!$# bÎ) ÷LäêZä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöqu‹ø9$#ur ̍ÅzFy$# ( ô‰pkô¶uŠø9ur $yJåku5#x‹tã ×pxÿͬ!$sÛ z`ÏiB tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇËÈ  

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Alloh, jika kalian beriman kepada Alloh, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

            Agama islam menganjurkan untuk memberi makan faqir dan miskin, anak yatim dan janda-janda dan memberi semangat untuk berbuat baik dengan mereka.

Rosululloh r bersabda :

«السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْـمِسْكِيْنِ كَالْـمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالصَّائِمِ الَّذِي لَا يُفْطِرُ، وَالْقَانِتِ الَّذِي لَا يَفْتُرُ»

“Orang yang mengusahakan kehidupan para janda dan orang miskin itu seperti orang yang berjihad di jalan Alloh, dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka, dan yang orang yang shalat di tengah malam tidak pernah berhenti.” (muttafaqun alaih dari hadits Abu Hurairoht)

            Dan beliau صلى الله عليه وسلم bersabda pada hari Nahr di bulan suci dan tanah suci:

«كَافِلُ الْيَتِيْمِ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ»

“Seorang penanggung anak yatim itu, aku dan dia di Jannah seperti kedua jari ini.”

Beliau mengisyaratkan dengan kedua jari beliau. (muttafaqun alaih dari hadits Abu Hurairoht).

            Agama islam mengagungkan kehormatan seorang muslim di dalam hartanya, darahnya dan harga dirinya.

Nabi r bersabda :

«إِنَّ دِمَاءَكُم، وَأَمْوَالَكُم، وَأَعْرَاضَكُم، عَلَيْكُم حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُم هَذَا، فِي شَهْرِكُم هَذَا، فِي بَلَدِكُم هَذَا»

Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian dan harga diri kalian diharamkan atas kalian sebagaimana haramnya hari ini di bulan ini di negeri ini(muttafaqun alaih dari hadits abi bakroht)

Nabi r bersabda :

«بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْـمُسْلِمَ، كُلُّ الْـمُسْلِمِ عَلَى الْـمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ، وَمُالُهُ، وَعِرْضُهُ»

“Cukuplah seorang dikatakan melakukan kejelekan jikalau dia menghina saudaranya yang muslim, setiap muslim haram bagi muslim yang lainnya, darahnya, hartanya dan harga dirinya.” Diriwayatkan oleh muslim dari hadits Abi Hurairoh t.).

            Agama islam memerintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan untuk tidak tolong menolong dalam kejelekan.

Alloh berfirman :

#qçRur$yès?ur ’n?tã ÎhŽÉ9ø9$# 3“uqø)­G9$#ur ( Ÿwur (#qçRur$yès? ’n?tã ÉOøOM}$# Èbºurô‰ãèø9$#ur         

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Nabi r bersabda :

«مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ»

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang mukmin kesusahannya di dunia maka Alloh akan menghilangkan kesusahannya di akhirat, barang siapa yang memudahkan kesulitan orang yang memiliki kesulitan maka Alloh akan memudahkan kesulitannya di dunia dan akhirat, barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Alloh akan menutupu aibnya di dunia dan akhirat, Alloh akan menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairoht).

Dan Rosululloh juga bersabda :

«الْـمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا»،

“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain adalah seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama yang lain.” (muttafaqun alaih dari Abu Musa Al Asy’arit)

            Agama islam memuliakan wanita dan memuliakannya dari mulai masa kecilnya, masa remajanya dan masa tuanya. Di masa kecilnya, agama islam mewajibkan orang tuanya untuk mendidiknya, dan di masa mudanya agama islam mewajibkan atas suaminya untuk menjaganya, memberinya makan dan pakaian, dan memperlakukannya dengan yang baik, dan di masa tuanya agama islam mewajibkan atas anak-anaknya untuk menjaganya.

            Agama islam menganjurkan seorang muslim untuk memakan hasil usaha tangannya, dan mengharamkan minta-minta. Di dalam Shahih Al Bukhari dari Miqdam bin Ma’dikaribt bahwa Nabi r bersabda :

«مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ كَانَ يِأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ».

“Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri dan sesungguhnya nabiyullah Daud dahulu makan dari hasil usaha tangannya.”

Dan dari Ash Shahihain dari ibnu umar رضي الله عنهما bahwa Nabi r bersabda :

«لَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ».

“Ada seorang lelaki yang selalu meminta-minta sehingga dia datang di hari kiamat dalam keadaan tidak ada  sepotong daging pun di wajahnya.”

Agama islam mengharamkan penipuan, di dalam segala jenis muamalah.

Nabi r bersabda :

«مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا»

“Barangsiapa yang menipu kami maka bukanlah dari golongan kami.” (HR. muslim dari Abu Hurairoht)

Alloh U berfirman :

×@÷ƒur tûüÏÿÏeÿsÜßJù=Ïj9 ÇÊÈ   tûïÏ%©!$# #sŒÎ) (#qä9$tGø.$# ’n?tã Ĩ$¨Z9$# tbqèùöqtGó¡o„ ÇËÈ   #sŒÎ)ur öNèdqä9$x. rr& öNèdqçRy—¨r tbrçŽÅ£øƒä† ÇÌÈ    

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

            Agama islam mengharamkan kedustaan dan penghianatan

Nabi r bersabda :

«آيَةُ الْـمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤتُمِنَ خَانَ».

“Tanda orang munafiq ada tiga : apabila dia berkata maka dia berdusta, apabila dia berjanji dia mengingkari janji, dan apabila dia dipercaya maka dia berkhianat.”

            Agama islam mengharamkan kezhaliman. Di dalam Ash Shahihain dari ibnu umar رضي الله عنهما bahwa Nabi bersabda :

«اِتَّقُوا الظُّلْمَ؛ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ».

“Takutlah dari melakukan kezhaliman karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat”

            Agama islam tidak memuliakan seseorang di atas yang lainnya kecuali dengan ketaqwaan. Alloh berfirman :

$pkš‰r’¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu‘$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ    

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Alloh ialah orang yang paling taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

            Nabi t bersabda :

«لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ، وَلَا لِأَبْيَضَ عَلَى أَسْوَدَ إِلَّا بِالتَّقْوَى، كُلُّكُم مِنْ آدَمَ، وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ»،

“Tidak ada keutamaan orang arab dari orang ajam (selain arab) dan tidak pula orang yang berkulit putih dari orang yang berkulit hitam kecuali dengan ketaqwaan. Setiap kalian dari Adam dan Adam berasal dari tanah.” (HR Ahmad dengan sanad yang shahih).

            Agama Islam mewajibkan atas seorang muslim untuk mendidik anak-anaknya dan keluarganya dalam mentaati Alloh . Alloh berfirman:

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ     

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

 

Dan Dia juga berfirman:

öãBù&ur y7n=÷dr& Ío4qn=¢Á9$$Î/ ÷ŽÉ9sÜô¹$#ur $pköŽn=tæ ( Ÿ

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.”

            Agama islam mewajibkan atas seorang muslim untuk mencintai bagi saudaranya  apa yang dia cintai bagi dirinya sendiri.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُم حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّهُ لِنَفْسِهِ»،

“Tidaklah beriman salah seorang dri kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri.” (muttafaqun alaih dari Anas t).

            Agama Islam mewajibkan atas kaum muslimin untuk bersatu di atas kitab dan sunnah dan tidak berpecah belah dan saling berselisih.

Alloh berfirman :

(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $Yè‹ÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs? 4 (#rãä.øŒ$#ur |MyJ÷èÏR «!$# öNä3ø‹n=tæ øŒÎ) ÷LäêZä. [ä!#y‰ôãr& y#©9r’sù tû÷üt/ öNä3Î/qè=è% Läêóst7ô¹r’sù ÿ¾ÏmÏFuK÷èÏZÎ/ $ZRºuq÷zÎ)   

“Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kalian bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Alloh, orang-orang yang bersaudara.”

Alloh berfirman :

* tíuŽŸ° Nä3s9 z`ÏiB ÈûïÏe$!$# $tB 4Ӝ»ur ¾ÏmÎ/ %[nqçR ü“Ï%©!$#ur !$uZøŠym÷rr& y7ø‹s9Î) $tBur $uZøŠ¢¹ur ÿ¾ÏmÎ/ tLìÏdºtö/Î) 4Óy›qãBur #Ó|¤ŠÏãur ( ÷br& (#qãKŠÏ%r& tûïÏe$!$# Ÿwur (#qè%§xÿtGs? ÏmŠÏù 4 

“Dia telah mensyari’atkan bagi kalian tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah belah tentangnya.”

Alloh berfirman :

(#qãè‹ÏÛr&ur ©!$# ¼ã&s!qߙu‘ur Ÿwur (#qããt“»uZs? (#qè=t±øÿtGsù |=ydõ‹s?ur ö/ä3çt†Í‘ ( (#ÿrçŽÉ9ô¹$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB šúïΎÉ9»¢Á9$# ÇÍÏÈ  

“Dan taatlah kepada Alloh dan Rosul-Nya dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.”

            Agama islam mengharamkan segala sesuatu yang menyebabkan keburukan bagi manusia dari jenis makanan dan minuman

Alloh berfirman :

‘@Ïtä†ur ÞOßgs9 ÏM»t6Íh‹©Ü9$# ãPÌhptä†ur ÞOÎgøŠn=tæ y]Í´¯»t6y‚ø9$#  

“Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”

Nabi r bersabda:

«لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَار».

“Janganlah kalian membahayakan dan jangan saling membahayakan.”

            Dan Agama islam yang merupakan agama yang benar memiliki kelebihan yang banyak yang tidak dimiliki agama-agama yang lain. Maka wajib bagi seorang manusia untk memeluk agama yang agung ini dan berpegang teguh dengannya dan meninggalkan seluruh agama yang menyelisihi agama yang lurus ini.

Alloh berfirman:

uŽötósùr& Ç`ƒÏŠ «!$# šcqäóö7tƒ ÿ¼ã&s!ur zNn=ó™r& `tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# Äßö‘F{$#ur $YãöqsÛ $\döŸ2ur Ïmø‹s9Î)ur šcqãèy_öãƒ ÇÑÌÈ     

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Alloh, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allohlah mereka dikembalikan.”

Dan Alloh juga berfirman :

`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»y‚ø9$# ÇÑÎÈ  

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

            Barangsiapa yang ingin memeluknya maka hendaklah dia melaksanakan rukun islam dan rukun iman.

 

RUKUN ISLAM

Yaitu:

  1. Mengucapkan syahadat(persaksian) bahwa tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan Muhammad adalah Rosul (utusan) Alloh.

Maksudnya adalah: dia wajib mengucapkannya dan meyakini dan membenarkannya.

Dan wajib dia mengetahui makna dari 2 syahadat tersebut yaitu:

Makna syahadat لا اله الا الله (laa ilaaha illalloh): tiada sesembahan yang benar selain Alloh, maka seluruh sesembahan selain Alloh adalah batil.

y7Ï9ºsŒ ¨br’Î/ ©!$# uqèd ‘,ysø9$# ¨br&ur $tB tbqããô‰tƒ `ÏB ÏmÏRrߊ ã@ÏÜ»t7ø9$# ¨br&ur ©!$# uqèd ’Í?yèø9$# 玍Î6×6ø9$# ÇÌÉÈ      

“Yang demikian itu dikarenakan sesungguhnya Alloh, Dia-lah yang benar dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Alloh Itulah yang batil; dan sesungguhnya Alloh Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.”

 

            Dan makna syahadat Muhammad Rosululloh : meyakini dan membenarkan bahwa Nabi kita muhammadr adalah Rosul (utusan) Alloh yang Dia utus kepada umat ini yang mengajak mereka untuk menyembah Alloh semata tidak menserikatkan-Nya, dan menunjukkan seluruh yang baik bagi mereka dan memperingatkan dari seluruh yang merugikan mereka.

 

            Maka Rosululloh telah menyampaikan kepada umatnya sebelum beliau wafat, dan beliau telah melaksanakan amanah yang dibebankan kepadanya, menasehati umat ini, shalawat Alloh dan salam-Nya baginya.

Alloh berfirman :

tPöqu‹ø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3ø‹n=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊu‘ur ãNä3s9 zN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ 4

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagi kalian.”

  1. Menegakkan shalat lima waktu

            Alloh mewajibkan atas seorang muslim untuk menegakkan shalat sehari semalam lima shalat yaitu: Shalat fajar(shubuh), zhuhur, ashar, maghrib dan isya.

            Dan tata cara shalat sudah diketahui oleh kaum muslimin dan bagi Allohlah segala puji.

            Seorang muslim tidak boleh meninggalkan shalat. Nabi r bersabda:

«بَيْنَ الرَّجُلِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ»

“Batas antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. muslim dari jabirt)

  1. Mengeluarkan zakat.

            Maksudnya adalah Alloh mewajibkan atas orang-orang kaya untuk bersedekah dari harta mereka, maka wajib bagi mereka untuk mengeluarkan zakat setiap tahunnya dari uangnya yang diserahkan kepada faqir miskin, dan juga zakat dari yang mereka tanam dari buah-buahan dan biji-bijian ketika memanennya. Dan rinciannya dapat ditanyakan kepada para ulama kaum muslimin.

  1. Puasa di bulan ramadhan

            Alloh telah mewajibkan atas kaum muslimin untuk berpuasa di bulan Ramadhan yaitu beribadah kepada Alloh dengan cara menahan diri dari makan, minum, bersetubuh, dari sejak mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

  1. Melaksanakan haji ke baitullah Alharam bagi siapa yang mampu

            Yaitu dia memiliki kekuatan, kesehatan dan harta yang dapat mencukupinya untuk nafkah keluarganya dan keberangkatannya ke mekah dan untuk kembali ke tempat asalnya.

            Dan tata cara ibadah ini diketahui oleh kaum muslimin adapun perkara-perkara yang membingungkan dapat ditanyakan kepada para ulama kaum muslimin.

            Dan dalil dari rukun islam yang lima ini adalah hadits ibnu umar رضي الله عنهما di dalam Ash Shahihain bahwa Nabi r berkata:

«بُنِيَ الْإِسْلَام عَلَى خَـمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَـامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَـاءِ الـزَّكَاةِ، وَحَـجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ».

“Islam ini dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh dan bahwa Muhammad adalah Rosululloh, menegakkan shalat membayar zakat, menunaikan haji ke baitullah dan puasa ramadhan.”

 

RUKUN IMAN

Yaitu :

  1. Beriman  kepada Alloh

            Maknanya adalah bahwa seorang muslim meyakini dan membenarkan adanya Alloh, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya dan Dia Yang menciptakan segala sesuatu, dialah yang mengatur segala sesuatu dan tidak ada sesuatu yang akan terjadi kecuali dengan kehendak-Nya dan penciptaan-Nya.

            Bahwa Dialah pemilik segala sesuatu dan segala sesuatu adalah miliknya. Maka wajiblah bagi seorang hamba untuk meyakini dan membenarkan bahwa Allohlah sesembahan yang benar dan apa yang disembah selain Alloh adalah batil.

            Bahwa Alloh memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang mulia yang Alloh tetapkan bagi diri-Nya atau yang ditetapkan Nabi-Nya r tanpa menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya

Alloh berfirman:

ãÏÛ$sù ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur 4 Ÿ@yèy_ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& $[_ºurø—r& z`ÏBur ÉO»yè÷RF{$# $[_ºurø—r& ( öNä.ätu‘õ‹tƒ ÏmŠÏù 4 }§øŠs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJx. Öäï†x« ( uqèdur ßìŠÏJ¡¡9$# 玍ÅÁt7ø9$# ÇÊÊÈ       

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kalian dari jenis kalian sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kalian berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.”

2. beriman kepada malaikatnya.

            Seorang muslim wajib beriman bahwa Alloh memiliki makhluk yang berasal dari cahaya yang disebut malaikat yang tidak dapat dilihat oleh manusia, yang menyembah Alloh dan mensucikan-Nya di siang dan malam hari dan tidak pernah letih. Mereka tidak pernah berbuat maksiat terhadap Alloh dan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan. Dan kebanyakan dari mereka memiliki tugas khusus yang dibebankan kepada mereka sebagaimana yang Alloh perintahkan.

Alloh berfirman :

¬!ur ߉àfó¡o„ $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur †Îû ÇÚö‘F{$# `ÏB 7p­/!#yŠ èps3Í´¯»n=yJø9$#ur öNèdur Ÿw tbrçŽÉ9õ3tGó¡o„ ÇÍÒÈ   tbqèù$sƒs† Nåk®5u‘ `ÏiB óOÎgÏ%öqsù tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrãtB÷sム) ÇÎÉÈ     

“Dan kepada Alloh sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).”

Alloh berfirman :

(#qä9$s%ur x‹sƒªB$# ß`»oH÷q§9$# #V$s!ur 3 ¼çmoY»ysö7ߙ 4 ö@t/ ׊$t6Ï㠚cqãBtõ3•B ÇËÏÈ   Ÿw ¼çmtRqà)Î7ó¡o„ ÉAöqs)ø9$$Î/ Nèdur ¾Ín̍øBr’Î/ šcqè=yJ÷ètƒ ÇËÐÈ   ãNn=÷ètƒ $tB tû÷üt/ öNÍk‰É‰÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz Ÿwur šcqãèxÿô±o„ žwÎ) Ç`yJÏ9 4Ó|Ós?ö‘$# Nèdur ô`ÏiB ¾ÏmÏGuŠô±yz tbqà)Ïÿô±ãB ÇËÑÈ  

“Dan mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha suci Alloh. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Alloh mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Alloh, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.”

Rosululloh bersabda :

«خُلِقَتِ الْـمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ»

“Malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim dari Aisyah)

3. beriman kepada kitab-kitabnya

            Maksudnya adalah seorang muslim meyakini dan membenarkan bahwa Alloh menurunkan kitab-kitab kepada Rosul-Rosul-Nya yang kitab-kitab tersebut merupakan bagian dari ucapan-Nya bukan termasuk dari ciptaan-Nya. Di dalam kitab-kitab tersebut ada hukum-hukum, kisah-kisah, nasehat, pelajaran dan peringatan, hidayah dan rahmat-Nya.

            Yang termasuk dari kitan-kitab tersebut adalah : Taurat yang diturunkan kepada Musa, Injil yang diturunkan kepada Isa dan Zabur yang diturunkan kepada Dawud -semoga Alloh memberi mereka keselamatan-.

            Setiap kitab-kitab tersebut sudah dirubah- rubah dan diganti yang tersisa dan yang terjaga hanyalah Al Qur’anul Karim yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad r yang tidak dirubah dan tidak pula diganti.

Alloh berfirman :

$¯RÎ) ß`øtwU $uZø9¨“tR tø.Ïe%!$# $¯RÎ)ur ¼çms9 tbqÝàÏÿ»ptm: ÇÒÈ    

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

4. beriman kepada Rosul-Rosul.

            Maksudnya adalah seorang muslim meyakini dan membenarkan bahwa Alloh mengutus seorang Rosul kepada setiap umat yang mengajak mereka untuk menyembah Alloh semata.

Alloh berfirman :

$tBur $¨Zä. tûüÎ/Éj‹yèãB 4Ó®Lym y]yèö6tR Zwqߙu‘ ÇÊÎÈ  

“Dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang Rosul.”

Alloh berfirman :

ô‰s)s9ur $uZ÷Wyèt/ ’Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqߙ§‘ Âcr& (#r߉ç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#ur |Nqäó»©Ü9$# (

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah Thaghut itu”

            Dia wajib beriman bahwa seluruh Rosul telah menyampaikan risalahnya dan menunaikan amanah kepada umatnya dan Alloh telah menegakkan hujjah kepada mereka.

Alloh berfirman :

Wxߙ•‘ tûïΎÅe³t6•B tûï͑ɋYãBur žxy¥Ï9 tbqä3tƒ Ĩ$¨Z=Ï9 ’n?tã «!$# 8p¤fãm y‰÷èt/ È@ߙ”9$# 4

“(Mereka Kami utus) selaku Rosul-Rosul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Alloh sesudah diutusnya Rosul-Rosul itu.”

5. beriman dengan hari akhir

            Maksudnya adalah seorang muslim wajib untuk meyakini dan membenarkan tentang kebangkitan setelah mati, perhitungan amal perbuatan, syurga, neraka, dan setiap yang Alloh sebutkan akan terjadi di hari kiamat.

Alloh berfirman :

zNtãy— tûïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. br& `©9 (#qèVyèö7ム4 ö@è% 4’n?t/ ’În1u‘ur £`èVyèö6çGs9 §NèO ¨bàs¬7t^çGs9 $yJÎ/ ÷Läêù=ÏHxå 4 y7Ï9ºsŒur ’n?tã «!$# ׎Å¡o„ ÇÐÈ    

“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kalian akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kalian kerjakan.” yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.”

            Dan beriman bahwa seorang yang beriman layak mendapatkan syurga dan yang kafir layak mendapatkan neraka.

Alloh berfirman :

¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏHxåur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ôMtR%x. öNçlm; àM»¨Zy_ Ĩ÷ryŠöÏÿø9$# »wâ“çR ÇÊÉÐÈ  

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal”

Alloh berfirman :

tûïÏ%©!$#ur (#rãxÿx. óOßgs9 â‘$tR zO¨Yygy_ Ÿw 4Ó|Óø)ムöNÎgøŠn=tæ (#qè?qßJuŠsù Ÿwur ß#¤ÿsƒä† Oßg÷Ytã ô`ÏiB $ygÎ/#x‹tã 4 y7Ï9ºx‹x. “Ì“øgwU ¨@ä. 9‘qàÿŸ2 ÇÌÏÈ  

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.”

            Dan yang termasuk dari mengimani hari akhir adalah kaum mukminin melihat Robb (Tuhan) mereka di hari kiamat dan melihatnya di dalam syurga dan menikmati pemandangan tersebut, dan tidaklah diberikan sesuatu yang lebih mereka sukai dari melihat kepada wajah Alloh U.

Alloh berfirman :

×nqã_ãr 7‹Í´tBöqtƒ îouŽÅÑ$¯R ÇËËÈ   4’n<Î) $pkÍh5u‘ ×otÏß$tR ÇËÌÈ     

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.”

Alloh berfirman :

* tûïÏ%©#Ïj9 (#qãZ|¡ômr& 4Óo_ó¡çtø:$# ×oyŠ$tƒÎ—ur ( Ÿwur ß,ydötƒ öNßgydqã_ãr ׎tIs% Ÿwur î’©!ό 4 y7Í´¯»s9’ré& Ü=»ptõ¾r& Ïp¨Ypgø:$# ( öNèd $pkŽÏù tbrà$Î#»yz ÇËÏÈ  

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.”

 

            Dan “tambahan” di ayat tersebut adalah melihat kepada wajah Alloh U sebagaimana yang dijelaskan Rosululloh.

Dan melihat kepada wajah Alloh tidak mungkin di dunia ini. Alloh berfirman :

žw çmà2͑ô‰è? ㍻|Áö/F{$# uqèdur à8͑ô‰ãƒ t»|Áö/F{$# (

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat penglihatan.”

            Penglihatan di dunia ini tidak kuat untuk melihat kepada Alloh U.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

«اِعْلَمُوا أَنَّكُم لَنْ تَرَوا رَبَّكُم عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى تَمُوتُوا»

“Ketahuilah bahwa kalian tidak akan dapat melihat Alloh sampai kalian mati” (HR. Muslim dari seorang sahabat nabi

6.  Beriman kepada taqdir baik dan buruknya

Maksudnya adalah seorang muslim meyakini dan membenarkan bahwa Alloh mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi baik dan buruknya dan Dia menginginkan perkara itu kemudian Dia menulisnya di dalam Al Lauhil Mahfudz 50 ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Kemudian Dia mengendaki dan menciptakannya dan menjadikannya.

Alloh berfirman :

4 y7Ï9ºsŒ (#þqßJn=÷ètGÏ9 ¨br& ©!$# ãNn=÷ètƒ $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# žcr&ur ©!$# Èe@ä3Î/ >äóÓx« íOŠÎ=tæ ÇÒÐÈ      

“(Alloh menjadikan yang) demikian itu agar kalian tahu, bahwa sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui segala sesuatu.”

Alloh berfirman :

!$tB z>$|¹r& `ÏB 7pt6ŠÅÁ•B ’Îû ÇÚö‘F{$# Ÿwur þ’Îû öNä3Å¡àÿRr& žwÎ) ’Îû 5=»tGÅ2 `ÏiB È@ö6s% br& !$ydr&uŽö9¯R 4 ¨bÎ) šÏ9ºsŒ ’n?tã «!$# ׎Å¡o„ ÇËËÈ  

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.”

Di dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin ‘Amr bin al ’Ash رضي الله عنهما bahwa Nabi r bersabda:

«كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْـمَاءِ».

 

 “Alloh telah menentukan taqdir seluruh makhluk lima puluh ribu sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dan Arsy-Nya berada di atas air.”

Alloh berfirman :

$tBur tbrâä!$t±n@ HwÎ) br& uä!$t±o„ ª!$# >u‘ šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÒÈ  

“Dan kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Alloh, Tuhan semesta alam.”

Alloh berfirman :

!$yJ¯RÎ) ÿ¼çnãøBr& !#sŒÎ) yŠ#u‘r& $º«ø‹x© br& tAqà)tƒ ¼çms9 `ä. ãbqä3uŠsù ÇÑËÈ  

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.”

Maka wajiblah bagi setiap manusia untuk memeluk agama islam sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya. Alloh berfirman :

`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»y‚ø9$# ÇÑÎÈ    

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Adapun firman Alloh :

Iw on#tø.Î) ’Îû ÈûïÏe$!$# ( ‰s% tû¨üt6¨? ߉ô©”9$# z`ÏB ÄcÓxöø9$# 4 `yJsù öàÿõ3tƒ ÏNqäó»©Ü9$$Î/ -ÆÏB÷sãƒur «!$$Î/ ωs)sù y7|¡ôJtGó™$# Íouróãèø9$$Î/ 4’s+øOâqø9$# Ÿw tP$|ÁÏÿR$# $olm; 3 ª!$#ur ìì‹Ïÿxœ îLìÎ=tæ ÇËÎÏÈ  

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

            Maka maksud dari ayat ini adalah bahwa Islam tidak menerima kecuali dari orang yang memeluknya dengan keinginannya sendiri dan tidak sah keislaman orang yang memeluknya dalam keadaan terpaksa.

            Bukanlah maksud dari ayat tersebut bahwa orang kafir tidak diperangi agar masuk islam, karena Rosululloh pun telah memerangi kaum yang kafir dan musyrikin(orang-orang yang berbuat syirik), Yahudi dan Nashara sampai mereka masuk islam, atau sampai mereka membayar jizyah dalam keadaan tunduk dan mereka itu hina.

Alloh berfirman :

    (#qè=ÏG»s% šúïÏ%©!$# Ÿw šcqãZÏB÷sム«!$$Î/ Ÿwur ÏQöqu‹ø9$$Î/ ̍ÅzFy$# Ÿwur tbqãBÌhptä† $tB tP§ym ª!$# ¼ã&è!qߙu‘ur Ÿwur šcqãYƒÏ‰tƒ tûïϊ Èd,ysø9$# z`ÏB šúïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tFÅ6ø9$# 4Ó®Lym (#qäÜ÷èムsptƒ÷“Éfø9$# `tã 7‰tƒ öNèdur šcrãÉó»|¹ ÇËÒÈ  

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Alloh dan Rosul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Alloh), dari kalangan orang-orang yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan hina.”

(Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka).

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda :

« أُمِـرْتُ أَنْ أُقَـاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُـولُ اللهِ، وَيُقِيمُوا الصَّـلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَـاةَ، فَإِذَا فَعَلُـوا ذَلِكَ؛ عَـصَمُوا مِنِّى دِمَـاءَهُمْ وَأَمْوَالَـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَـا، وَحِـسَابُهُمْ عَـلَى اللهِ تَعَـالَى»

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, dan mereka menegakkan shalat membayar zakat. Maka jika mereka melaksanakannya maka mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku. Kecuali dengan haknya, dan perhitungan mereka adalah urusan Alloh ta’ala (muttafaqun alaih dari ibnu umar رضي الله عنهما )

            Maka wajiblah atas para pemerintah kaum muslimin –semoga Alloh memperbaiki mereka dan memberi mereka taufiq untuk segala kebaikan- untuk tidak meridhai dengan peraturan orang-orang kafir yaitu demokrasi dan kebebasan beragama.

            Dan wajiblah bagi mereka untuk tidak menerima agama apapun selain agama Islam di negara mereka. Mereka (pemerintah) juga wajib menegakkan hukum had seperti membunuh orang yang telah membunuh dengan sengaja dan memotong tangan orang yang mencuri, mencambuk orang yang berzina apabila dia belum pernah menikah 100 kali cambuk, dan merajam (dilempar dengan batu) para pezina yang sudah pernah menikah sampai mati, mencambuk peminum minuman keras dan menghukum orang-orang yang terang-terangan melaksanakan kemaksiatan dan kerusakan.

žcuŽÝÇZuŠs9ur ª!$# `tB ÿ¼çnçŽÝÇYtƒ 3 žcÎ) ©!$# :”Èqs)s9 ̓tã ÇÍÉÈ   tûïÏ%©!$# bÎ) öNßg»¨Y©3¨B ’Îû ÇÚö‘F{$# (#qãB$s%r& no4qn=¢Á9$# (#âqs?#uäur no4qŸ2¨“9$# (#rãtBr&ur Å$rã÷èyJø9$$Î/ (#öqygtRur Ç`tã ̍s3ZßJø9$# 3 ¬!ur èpt6É)»tã ͑qãBW{$# ÇÍÊÈ     

“Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan.

            Maka kami menasehati para pemerintah kaum muslimin untuk memelihara dirinya dari para da’i yang mengajak kepada kebatilan yang mengajak kepada bid’ah dan kesesatan seperti kaum sufi dan syiah karena kedua kelompok yang menisbahkan diri mereka kepada islam ini memiliki kesesatan yang sangat jauh dari kebenaran, maka seorang muslim yang masuk islam di tangan mereka akan terjatuh kepada kesesatan dan penyimpangan dan terkadang terjatuh kepada kesyirikan dan kekafiran maka kalau sampai seperti itu tidak bergunalah keislamannya.

            Dan seorang muslim wajib untuk memelihara dirinya dari duduk-duduk bersama orang yang fasiq (tukang maksiat), pelaku bid’ah dan yang bergolong-golongan , bahkan dia harus bersemangat untuk duduk bersama ahlussunnah dan jama’ah karena merekalah orang yang benar dan merekalah yang mengambil ajaran islam dan menjauhi perkara bid’ah (yang baru di dalam masalah agama), kesesatan dan maksiat dengan kemampuan mereka.

Seorang muslim juga wajib untuk tidak mencintai orang-orang kafir dan tidak boleh mengikuti cara hidup mereka dan duduk-duduk bersama mereka.

Alloh berfirman :

žw ߉ÅgrB $YBöqs% šcqãZÏB÷sム«!$$Î/ ÏQöqu‹ø9$#ur ̍ÅzFy$# šcr–Š!#uqムô`tB ¨Š!$ym ©!$# ¼ã&s!qߙu‘ur öqs9ur (#þqçR%Ÿ2 öNèduä!$t/#uä ÷rr& öNèduä!$oYö/r& ÷rr& óOßgtRºuq÷zÎ) ÷rr& öNåksEuŽÏ±tã 4 y7Í´¯»s9’ré& |=tFŸ2 ’Îû ãNÍkÍ5qè=è% z`»yJƒM}$# Nèdy‰­ƒr&ur 8yrãÎ/ çm÷YÏiB ( óOßgè=Åzô‰ãƒur ;M»¨Zy_ “̍øgrB `ÏB $pkÉJøtrB ㍻yg÷RF{$# tûïÏ$Î#»yz $yg‹Ïù 4 š_ÅÌu‘ ª!$# öNåk÷]tã (#qàÊu‘ur çm÷Ytã 4 y7Í´¯»s9’ré& Ü>÷“Ïm «!$# 4 Iwr& ¨bÎ) z>÷“Ïm «!$# ãNèd tbqßsÎ=øÿçRùQ$# ÇËËÈ       

“Kalian tak akan mendapati kaum yang beriman pada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Alloh dan Rosul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka Itulah orang-orang yang telah Alloh tanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Alloh ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Alloh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Alloh adalah golongan yang beruntung.”

Alloh juga berfirman :

#sŒÎ)ur |M÷ƒr&u‘ tûïÏ%©!$# tbqàÊqèƒs† þ’Îû $uZÏF»tƒ#uä óÚ͏ôãr’sù öNåk÷]tã 4Ó®Lym (#qàÊqèƒs† ’Îû B]ƒÏ‰tn ¾ÍnΎöxî

“Dan apabila kalian melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.”

Alloh juga berfirman:

tPöqtƒur Ùyètƒ ãNÏ9$©à9$# 4’n?tã Ïm÷ƒy‰tƒ ãAqà)tƒ ÓÍ_tFø‹n=»tƒ ßNõ‹sƒªB$# yìtB ÉAqߙ§9$# Wx‹Î6y™ ÇËÐÈ   4ÓtLn=÷ƒuq»tƒ ÓÍ_tFø‹s9 óOs9 õ‹ÏƒªBr& $ºRŸxèù WxŠÎ=yz ÇËÑÈ   ô‰s)©9 ÓÍ_¯=|Êr& Ç`tã ̍ò2Ïe%!$# y‰÷èt/ øŒÎ) ’ÎTuä!$y_ 3 šc%Ÿ2ur ß`»sÜø‹¤±9$# Ç`»|¡SM~Ï9 Zwrä‹s{ ÇËÒÈ  

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rosul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya Dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

            Di dalam musnad Imam Ahmad dan sunan Abi Daud dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما  dia berkata bahwa Rosululloh t bersabda :

«مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم».

“Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia termasuk dari golongan tersebut”

            Dan kami juga menasehati seorang muslim untuk mengambil buku-buku orang-orang yang berilmu dari Ahlussunnah dan jama’ah yang mengikuti para salaf (pendahulu) mereka semoga Alloh meridhai mereka.

Siapakah para ulama tersebut?

Mereka adalah imam Nashiruddin Al Albani, imam Abdul Aziz bin Baz, imam Muhammad bin Shalih  Al Utsaimin, imam Muqbil bin Hady Alwadi’iy, Syaikh Shalih Al Fauzan, syaikh Robi’ bin Hady Al Madkhali, Syaikh Yahya bin Ali Al Hajury, dan yang selain mereka semoga Alloh memberikan rahmatnya kepada mereka.

      Kami menganjurkan seorang muslim untuk menuntut ilmu agamanya dan memahaminya bersama para ulama yang telah disebutkan di atas atau orang yang sebanding dengan mereka di dalam manhaj dan keistiqomahan dan mengambil buku-buku, kaset-kaset mereka dan mengambil pelajaran dari mereka.

            Dan juga kami menyarankan seorang muslim yang tidak dapat berbicara dengan bahasa arab untuk mempelajari bahasa arab sehingga dia mampu membaca Alqur’an dan Sunnah dan mempelajari agamanya.

            Kami mohon kepada Alloh agar Dia memberikan manfaat bagiku dan seluruh kaum muslimin dari apa yang telah aku tulis dan menjadikan amalan ini ikhlas demi mendapatkan wajah-Nya yang dapat menguntungkanku ketika di hari Aku menemui Alloh, dan Kita mohon kepada Alloh agar Dia mengokohkan kita di dalam agama Islam ini sampai kita berjumpa dengan-Nya.

Segala puji bagi Alloh sesembahan semesta Alam.

 

Penulis

Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al Fadhli Al Yamani

Tulisan ini diselesaikan hari Selasa yang bertepatan dengan tanggal 6 sya’ban tahun 1430 H       

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: