“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Petir Cemerlang Buat Abdul Ghofur Malang (1)

Dukungan Yang Kuat dan pasti

Buat Berita Kholid Al Ghirbaniyimages (3)

(Dialog Lewat Telepon Sebagian Salafiyyun Al-Jazair Dengan saudara kita yang mulia ‘Alamuddin Fadhl Maula As Sudaniy حفظه الله –salah seorang murid Asy Syaikh Robi’ حفظه الله –)  

Diterjemahkan oleh

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsiy Al-Jawiy Al-Indonisy

Di Darul Hadits Dammaj

 

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم إلى يوم الدين أمّا بعد :

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwasanya saudara kita yang mulia Abu Abdillah Kholid Al Ghirbaniy حفظه الله telah menyebarkan hasil dialognya dengan Fadhilatusy Syaikh Robi’ Al Madkholiy حفظه الله sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم، أما بعد:

            Setelah sholat Isya’ pada hari Senin (19 Robi’uts-tsani 1433H), saya –Kholid Al-Ghirbani- telah melakukan ziaroh khusus –hal itu pada kali ketiga selama dua pekan berlangsung- kepada fadhilatus-syaikh Al-Walid Al-‘Allamah Robi’ bin Hadi Al-Madkholi di rumah beliau yang penuh dengan kebaikan dan sunnah. Akan saya nukilkan kepada Anda sekalian pada kesempatan mendatang –dengan izin Alloh- kelangsungan kebaikan yang terjadi tersebut pada seluruh kegiatan ziaroh saya.

Pada ziaroh ketiga, saya sengaja bertanya kepada orang tua dan syaikh kita semua –hafidzohulloh- tentang apa yang telah tersebar bersumber dari beberapa provokator dan para perusak hubungan baik di antara ahli ilmu yang mereka itu merasa jengkel dengan persatuan dan kesatuan erat yang terjadi di antara para ulama. Khususnya, golongan orang-orang yang suka menukil perkataan ahli ilmu dan menyebarkannya tanpa merujuk langsung kepada mereka.

Di antara hal itu adalah apa yang tersebar atas nama beliau dari para pemilik kepentingan, bahwasanya beliau melemparkan tuduhan kepada fadhilatusy-Syaikh dan muhaddits kita Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri sebagai haddadi dan pada sebagian murid-murid Dammaj adalah haddadiyyah. Mereka mengatakan bahwa apa yang telah dan sedang terjadi akhir-akhir ini berupa hubungan baik di antara keduanya berupa penghentian pembahasan masalah tersebut, hanyalah demi kemashlahatan dalam rangka mendukung Dammaj untuk berperang melawan Rofidhoh.

Oleh karena itu, maka saya bertanya kepada beliau tentang hal ini semua. Beliau menjawab:

“Sebarkan dariku bahwa mereka itu adalah para pendusta. Yang mengatakan hal itu adalah pendusta!”

Kemudian beliau juga berkata:

“Katakan kepada mereka: “Syaikh Robi’ mendustakan orang yang mengatakan hal itu. Telah selesai semua permasalahan yang terjadi antara Syaikh Robi’ dengan Syaikh Yahya untuk selamanya. Biarkanlah orang-orang yang iri dengki itu merasa tidak suka.” Selesai.

(sumber: situs Al-‘Ulum As-Salafiyyah: www.aloloom.net, dan diterjemahkan oleh saudara kita yang mulia Abu Sholih Mushlih bin Syahid Al-Madiuny Al Jawiy Al Indonesiy حفظه الله).

            Manakala berita ini disebar, jadilah dia bagaikan api yang membakar ilalang, menghanguskan hati busuk Abdul Ghofur Malang, maka menggeliatlah dirinya mencari narkoba penawar hati di kalangan para hizbiy. Akhirnya dia mendapatkan tulisan keji si Abu Waqid Al Qohthoniy, lalu menyebarkannya untuk membatalkan berita tadi. Tapi bagaimana bisa dia membatalkannya di hati para salafiyyin?

Maka pada kesempatan ini saya akan sedikit mengirimkan “petir cemerlang” buat si Dul Gafur Malang, sekaligus sebagai penerang bagi orang yang sedang bimbang.

Saya haturkan ke hadapan para pembaca sekalian dialog lewat telpon yang dilakukan oleh para ikhwah Salafiyyin dari Aljazair, bersama saudara kita yang mulia ‘Alamuddin Fadhl Maula As Sudaniy حفظه الله (salah seorang murid Asy Syaikh Robi’ حفظه الله ) yang di situ menjelaskan sikap Asy Syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkholiy حفظه الله  bersama Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله . Dan di dalam dialog tersebut beliau membantah orang yang mendustakan saudara kita yang mulia, salafiy yang kokoh Kholid Al Ghirbaniy حفظه الله.

Sekarang kami persilakan para pembaca untuk menyimak terjemah dari rekaman dialog tersebut:

Alamuddin: Iya

Si penanya:  السلام عليكم ورحمة الله وبراكاته

Alamuddin: وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Si penanya: semoga Alloh memuliakan Anda, bagaimana kabar Anda?

Alamuddin: semoga Alloh juga memuliakan Anda. Semoga Alloh memberkahi Anda.

Si penanya: kami adalah ikhwah dari Aljazair

Alamuddin: semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan

Si Penanya: kami ingin menyodorkan beberapa pertanyaan, mungkinkah?

Alamuddin: pertanyaan tersebut minta penjelasan tentang syaikh dan yang demikian, ataukah soal minta penjelasan tentang yang ini, (yaitu) engkau berdoa untuk beliau?

Si Penanya: Iya, yaitu minta penjelasan tentang apa yang terjadi di antara kedua syaikh tersebut.

Alamuddin: iya?

Si Penanya: tentang apa yang terjadi antara Asy Saikh Robi’ dan Asy Syaikh Yahya.

Alamuddin: baiklah, tentang apa yang terjadi di antara Asy Saikh Robi’ dan Asy Syaikh Yahya.

Si Penanya: dialog kita ini direkam, yaitu: akan disebarkan. Apakah tidak apa-apa?

Alamuddin: baik, baik, tidak apa-apa.

Si Penanya: soal yang pertama: di tempat kami di sini, di Aljazair sebagian ikhwah berkata bahwasanya Asy Syaikh Yahya itu masih saja haddadiy, dan tidaklah telpon Asy Syaikh Robi’ (kepada beliau) itu kecuali sekedar nasihat.

Alamuddin: baiklah, yang hendak kukatakan pada ikhwan kita adalah: bahwasanya Asy Syaikh Robi’ –semoga Alloh ta’ala menjaganya- menyebutkan bahwasanya masalah yang terjadi antara beliau dengan Asy Syaikh Yahya telah selesai. Alhamdulillahi ta’ala. Dan Asy Syaikh Yahya –semoga Alloh ta’ala menjaganya- telah menimpali ucapan ini dengan kalimat yang aku telah memperdengarkan kalimat ini dari awal sampai akhir kepada Samahatusy Syaikh Robi –semoga Alloh ta’ala menjaganya-, dan beliau merasa gembira dengan itu. Dan beliau mengabariku agar aku menelpon Asy Syaikh Yahya dan menyampaikan syukur pada beliau atas kalimat beliau ini. Inilah dia sikap Asy Syaikh Robi’ terhadap Asy Syaikh Yahya. Sikap menghormati berlangsung di antara kedua syaikh tersebut, walillahilhamdu wal minnah. Dan hubungan lewat telpon berjalan berkali-kali silih berganti, walillahilhamdu wal minnah. Asy Syaikh Robi’ –semoga Alloh ta’ala menjaganya- mengabariku dua hari yang lalu bahwasanya beliau telah menelpon setelah kami keluar dari sholat Fajar. Beliau berkata: “Wahai Alam, aku telah menelpon Asy Syaikh Yahya,” yang demikian itu berkaitan dengan kisah ikhwah yang terbunuh, empat orang dari Dammaj. Seandainya kalian menyebutkan ini. Ikhwah pergi ke Sho’dah untuk memenuhi beberapa kebutuhan mereka, lalu terbunuhlah empat dari ikhwah tadi. Asy Syaikh Robi’ menelpon Asy Syaikh Yahya untuk minta penjelasan tentang kejadian mereka tersebut, agar beliau merasa tenang dengan keadaan Asy Syaikh Yahya dan dengan keadaan para pelajar di Dammaj. Sisi pendalilannya adalah bahwasanya Asy Syaikh Yahya, dan hanya milik Alloh sajalah segala pujian- dan Asy Syaikh Robi’, yaitu: hubungan mereka itu bagus dan terpuji. dan hanya milik Alloh sajalah segala pujian dan karunia. Dan telah selesai … (kalimat tidak dijelas). Dan sebagian manusia berupaya untuk mengobarkan fitnah, tapi Alloh menyelamatkan. Dan menjadi keharusan bagi para ikhwah di seluruh negri-negri Islam di Aljazair dan yang selainnya untuk menyerukan kepada kesatuan barisan, keakraban, saling bantu, dan membuang perselisihan, serta bersemangat untuk menyatu, dan meninggalkan ini tadi, serta meninggalkan orang-orang yang menyatakan bahwasanya hubungan dua syaikh tadi hanyalah hubungan perang dan begini dan begitu. Ditinggalkan saja orang yang mengucapkan ini, ditinggalkan saja dia. Asy Syaikh Robi’ –semoga Alloh ta’ala menjaganya- sebagaimana yang saya sebutkan padamu sering menelpon Asy Syaikh Yahya, dan Asy Syaikh Yahya telah menyebutkan dalam kalimat tadi, dan menyebutkan di situ bahwasanya beliau mempersaksikan pada Alloh bahwasanya beliau itu cinta pada Asy Syaikh Robi’, dan mengagungkannya serta memuliakan beliau, dan seterusnya. Maka hendaknya para ikhwah menyibukkan diri dengan belajar ilmu yang bermanfaat, mengambil manfaat … (ucapan tidak dipahami), dan seterusnya. Jika manusia sibuk dengan ilmu, sibuk dengan belajar, maka dalam usaha itu ada kebaikan. Jelas wahai saudaraku?

Si Penanya: mungkinkah pertanyaan yang kedua? Yaitu di sana ada yang berkata bahwasanya Kholid Al Ghirbaniy telah dikomentari oleh Asy Syaikh Robi’ bahwasanya dirinya adalah ikhwaniy yang disusupkan, dan dia itu pendusta, dan tidak ada yang dinukilkannya dari Asy Syaikh Robi’ kecuali kedustaan?

Alamuddin: wahai ikhwan, saudara kita Kholid Al Ghirbaniy itu telah mengunjungi Asy Syaikh Robi’. Dan ziaroh Al Ghirbaniy ke Asy Syaikh Robi’ dan ke para ulama itu ada di internet dan diketahui bersama, bahwasanya dia itu telah mengunjungi Asy Syaikh Robi”. Dia telah mengunjungi beliau dua kali. Kali yang pertama dan kali yang kedua. Dua kali dia mengunjungi Asy Syaikh –semoga Alloh menjaganya-. Asy Syaikh tidak membantah ucapan itu, ucapan Al Ghirbaniy. Al Ghirbaniy menyebarkan bahwasanya dirinya telah mengunjungi ulama dan demikian dan demikian, dan Asy Syaikh Robi’ tidak mendustakannya, berkata: “Pendusta”, atau membantahnya atau berkata demikian. Kholid itu telah terkenal di kalangan manusia, bahwasanya Al Ghirbaniy telah mengunjungi syaikh, dan kami duduk-duduk. Dua kali, bukan satu kali. Barangsiapa berkata bahwasanya syaikh berkata demikian bahwasanya Kholid itu susupan, atau bahwasanya dia itu demikian atau dia itu haddadiy, dia harus mendatangkan bayyinah. Sampai bahkan orang yang mengatakan bahwasanya hubungan antara Asy Syaikh Robi’ dengan Asy Syaikh Yahya adalah hubungan perang, hendaknya dia mendatangkan bayyinah. Perkara-perkara ini jelas ada di hadapanmu. Jika Asy Syaikh Robi’ menyampaikan ceramah di Dammaj, dan Asy Syaikh Yahya juga menyampaikan ceramah di rumah Asy Syaikh Robi’ dengan dihadiri seluruh murid, yakni dars Asy Syaikh Robi’ “Ma’arijul Qobul” di sela-sela dars, di penghujung dars, seandainya kalian mendengarkan kalimat tersebut, dan beliau mempersilakan untuk menyampaikan ceramah kepada para murid, dan Asy Syaikh Yahya –semoga Alloh membalasi beliau dengan kebaikan- juga menyampaikan ceramah, dan terjadi penghormatan silih berganti dari dua pihak. Engkau dengar wahai saudaraku?

Si Penanya: iya, saya dengar.

Alamuddin: iya, inilah yang terjadi. Dan nanti para ikhwah, setiap orang yang berkata begini dan begitu, jangan kalian ikuti dia. Dia itu membuang waktu. Mereka membuang waktu mereka. Dakwah salafiyyah dan salafiy, atau dakwah salafiyyah dan salafiyyun, yang mensucikan mereka adalah amalan mereka di dalam dakwah, hasil ilmiyyah mereka, semangat mereka untuk menyebarkan dakwah salafiyyah, semangat mereka kepada aqidah yang selamat, dan penyebaran aqidah, inilah yang mensucikan seseorang,yaitu: hasil ilmiyyah dia dan amalannya dalam dakwah. Kita mohon pada Alloh عز وجل , ini pondasinya adalah keikhlasan, keikhlasan dalam dakwah ke jalan Alloh عز وجل . Masyayikh kita, kita mengira mereka demikian, dan Allohlah yang menghisab mereka: Asy Syaikh Muqbil, Asy Syaikh Al Albaniy, dan yang lainnya. Asy Syaikh Muqbil –semoga Alloh merohmati beliau- berkata: “Ini bukan karena kerja keras kita, bukan pula karena ilmu kita, tapi ini adalah sesuatu yang Alloh inginkan.” Karena Alloh عز وجل tahu akan keikhlasan mereka, terbukalah untuk mereka pintu-pintu ilmu, dan mereka adalah para pembaharu. Dan ikhwan إن شاء الله giat untuk menuntut ilmu. Ini lebih utama إن شاء الله عز وجل . semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan.

Si Penanya: Semoga Alloh mencurahkan kebaikan pada Anda, dan semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan.

Alamuddin: semoga Alloh memberkahimu

Si Penanya: yang penting janganlah Anda melupakan kami untuk membuat janji dengan syaikh

Alamuddin: kita upayakan dengan seidzin Alloh ta’ala, karena perlu diketahui bahwasanya syaikh kesibukannya banyak. Beliau punya muroja’ah-muroja’ah, bantahan-bantahan dan yang lainnya. Tidaklah kosong hari kecuali rumah beliau penuh dengan para pengunjung. Semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan, dan semoga Alloh memberkahimu.

Si Penanya: Semoga Alloh mencurahkan kebaikan pada Anda, dan semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan.

Alamuddin: السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Demikianlah dialog ini berlangsung. Tiada yang bisa mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mendapatkan taufiq. Adapun pemilik hati yang menyimpang, maka sekalipun seluruh ayat turun langsung dari langit tetap saja dia mencari ta’wil untuk berkelit.

Berikut ini adalah naskah dialog telpon tadi dengan bahasa Arob:

علم الدين:نعم
السائل:السلام عليكم ورحمة الله وبراكاته
علم الدين:وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
السائل:حياك الله كيف حالك
علم الدين:الله يحيك بارك الله فيك
السائل:الأخوة من الجزائر
علم الدين:أيو جزاك الله خير
السائل:لو عرضنا بعض الأسئلة ممكن
علم الدين:السؤال أستفسار عن الشيخ وكذا ولا سؤال أستفسار كذا، تدعو له؟
السائل:نعم يعني أستفسار فيما جرى بين الشيخين
علم الدين:نعم
السائل:فيما جرى بين الشيخ ربيع والشيخ يحيى
علم الدين:طيب فيما جرى بين الشيخ ربيع والشيخ يحيى
السائل:المكالمة مسجلة يعني تنشر ما فيه مشكل
علم الدين:طيب طيب مافيه مشكلة
السائل: السؤال الأول يقول عندنا هنا في الجزائر بعض الأخوة يقولون بأن الشيخ يحيى ما زال حدادي وما إتصال الشيخ ربيع إلا مجرد نصح؟
علم الدين:طيب الذي أقوله لأخواننا الشيخ ربيع حفظه الله تعالى ذكر بأن المشاكل التي بينه وبين الشيخ يحيى قد انتهت بحمد الله تعالى وقد عقّب الشيخ يحيى حفظه الله تعالى على هذا بكلمة وقد أسمعتها هذه الكلمة من أولها إلى أخرها إلى سماحة الشيخ ربيع حفظه الله تعالى وسُرّ بها وأخبرني أن أتصل على الشيخ يحيى وأشكره على هذه الكلمة. وهذا هو موقف الشيخ ربيع من الشيخ يحيى احترام متبادل ولله الحمد والمنة والإتصالات ولله الحمد والمنة متبادلة وقد أخبرني الشيخ ربيع حفظه الله قبل يومين أنه اتصل بعد أن خرجنا من صلاة الفجر أخبرني قال لي: يا علم قد اتصلت بالشيخ يحيى وذلك في شأن الإخوة الذين قتلوا أربعة من دماج لو تذكرون هذا الأخوة ذهبوا إلى صعدة ليقضوا بعض الحوائج فقتل منهم أربعة من الأخوة اتصل الشيخ ربيع على الشيخ يحيى ليستفسر عن هؤلاء ليطمئن على الشيخ يحيى وعلى طلاب العلم في دماج. والشاهد أن الشيخ يحيى ولله الحمد والشيخ ربيع يعني العلاقة طيبة حميدة ولله الحمد والمنة وقد انتهت (غير مفهومة) وسعى بعض الناس بالفتنة وسلّم الله وعلى الأخوة في جميع البلاد الإسلامية في الجزائر وفي غيرها أن يدعوا إلى وحدة الصف والتألف والتكاتف ونبذ الخلاف والحرص على الألفة وأن يتركوا هذا وأن يتركوا الذين يقولون أن العلاقة التي هي علاقة حرب وكذا وكذا هذا يُترك الذي يقول هذا يُترك. الشيخ ربيع حفظه الله تعالى كما ذكرت لك على اتصال مع الشيخ يحيى والشيخ يحيى قد ذكر في الكلمة و ذكر فيها أنه يشهد الله أنه يحب الشيخ ربيع ويبجله ويقدره وهكذا، فالأخوان ينشغلو بطلب العلم النافع ويستفيد (غير مفهومة ) وهكذا وإذا اشتغل الناس بطلب العلم يشتغلوا بالطلب فإن هذا فيه خير . واضح يا أخ؟
السائل: السؤال الثاني ممكن يعني هناك من يقول أن خالد الغرباني قال فيه الشيخ ربيع أنه إخواني مدسوس وهو كذاب وما نقله عن الشيخ ربيع إلا كذب ؟
علم الدين:يا أخوان الأخ خالد الغرباني قد زار الشيخ ربيع وموجودة زيارة الغرباني للشيخ ربيع والعلماء موجودة في الشبكة معروفة أنه زار الشيخ ربيع وقد زاره مرتين مرة والثانية مرتين زار الشيخ حفظه الله ما تعقب الشيخ هذا الكلامَ كلامَ الغرباني ونشر وقال أنه زار العلماء وكذا وكذا ما كذبه الشيخ قال كذاب أو تعقب وقال كذا.
خالد معروف عند الناس أن الغرباني زار الشيخ ونحن جلوس يعني مرتين بدل مرة واحدة
فمن يقول أن الشيخ يقول كذا وأنه مدسوس أو أنه كذا أو أنه حدادي يأتي بالبينة
حتى من يقول أن علاقة الشيخ ربيع بالشيخ يحيى علاقة حرب يأتي بالبينة، الأشياء واضحة قدامك إذا كان يعني الشيخ ربيع ألقى كلمة في دماج وألقى الشيخ يحيى كلمة في منزل الشيخ ربيع بحضور جميع الطلاب يعني درس الشيخ ربيع معارج القبول من خلال الدرس في نهاية الدرس لو سمعتم الكلمة وهو يتفضل يلقي على الطلاب الكلمة وألقى الشيخ يحيى جزاه الله خير الكلمة والاحترام متبادل سمعت يا أخ
السائل:إي نعم
علم الدين: نعم هذا الذي حصل، وبعدين يعني الإخوة كل من قال كذا وكذا لا تتبعوه أضاع الوقت أضاعوا وقتهم
الدعوة السلفية والسلفي أو الدعوة السلفية السلفيين الذي يزكيهم عملهم في الدعوة نتاجهم العلمي حرصهم على نشر الدعوة السلفية حرصهم على العقيدة السليمة ونشر العقيدة هذا الذي يزكي الإنسان يعني نتاجه العلمي وعمله في الدعوة نسأل الله عز وجل هذا أساسه الإخلاص الإخلاص في الدعوة إلى الله عز وجل يعني مشائخنا نحسبهم والله حسيبهم الشيخ مقبل والشيخ الألباني وكذا وكذا الشيخ مقبل رحمة الله عليه يقول ليس بجهدنا ولا بعلمنا ولكن أمر أراده الله لما علم الله عز وجل إخلاص هؤلاء افتتح لهم أبواب العلم وكانوا مجددين والإخوان إن شاءالله عز وجل ينشطو بطلب العلم أولى إن شاء الله عز وجل جزاك الله خير
السائل: أحسنا الله إليك وجزاك الله خيرًا
علم الدين: الله يبارك فيك
السائل: المهم لا تنسان من موعد مع الشيخ
علم الدين: نحاول بإذن الله تعالى على أن للعلم أن الشيخ أشغاله كتيرة وله مراجعات وردود وكذا ما يخلو يوم من الأيام إلا والبيت مليئ بالزوار جزاك الله خيرًًا وبارك الله فيك
السائل : أحسن الله إليك وبارك الله فيك
علم الدين: السلام ورحمة الله وبركاته

Selesai penulisan malam Rabu 23 Rojab 1433 H,

Di Darul Hadits Dammaj حرسها الله

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: