“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

HUKUM ALKOHOL DAN KHOMER, SAMAKAH?

 Ada yang mengatakan bahwa alkohol secara alami juga terdapat dalam makanan atau buah-buahan seperti pada madu atau anggur, korma dan durian dll.images (3)

PERTANYAAN:

بسم الله الرحمن الرحيم

Apakah alkohol hukumnya sama dengan khomer?

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين، وبعد:

            Alkohol atau yang dikenal dengan etanol adalah salah satu senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil OH yang terikat pada atom karbon.

Alkohol termasuk dari salah komponen yang menyusun khomer (minuman keras). Tidak diragukan lagi bahwa alkohol adalah memabukan, oleh karena itu dia termasuk dari yang diharomkan, Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

“Setiap yang memabukan adalah harom”. (HR. Al-Bukhory dan Muslim).

            Adapun khomer (minuman keras) maka dia sudah sangat jelas tentang keharomannya, Al-Imam Abul Abbas Ahmad Al-Harrony –Rohimahulloh- berkata sebagaimana dalam “Majmu’ Fatawanya”:

وَالْخَمْرُ اسْمٌ لِكُلِّ مُسْكِرٍ، كَمَا ثَبَتَ بِالنُّصُوصِ عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَمَا رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهُ قَالَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ».

“Dan khomer adalah nama terhadap segala sesuatu yang memabukan, sebagaimana telah ada nash (dalil)nya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dalam “Shohihnya” dari Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasanya dia berkata: “Setiap yang memabukan adalah khomer, dan setiap khomer adalah harom”.

            Dari penjelasan tersebut dapat kita katakan bahwa alkohol adalah khomer (minuman yang memabukan).

Jika ada yang mengatakan bahwa alkohol secara alami juga terdapat dalam makanan atau buah-buahan seperti pada madu atau anggur, korma dan durian maka kita katakan: Itu hanyalah dugaan saja, dan telah jelas secara nash (dalil) dan akal bahwa bahan yang sudah alami tersebut sudah jelas kehalalannya dan dia tidak dikatakan sebagai khomer dan juga pada asalnya tidak masuk dalam kategori “memabukan”, di dalam “Ash-Shohihain” dari Abu Musa Al-Asy’ary beliau berkata: “Wahai Rosululloh berilah kami fatwa tentang dua minuman yang kami ketika di Yaman membuatnya: Al-Bit’u (yang dia terbuat dari madu) dan Al-Mizru (yang dia terbuat dari anggur) maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

Setiap yang memabukan adalah harom”.

            Demikian pula di dalam “Ash-Shohihain” dari Aisyah dia berkata: Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya tentang Al-Bit’u (yang dia terbuat dari madu) yang penduduk Yaman meminumnya maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ»

“Setiap minuman yang memabukan maka dia adalah harom”.

            Dan diriwayatkan oleh Muslim dan An-Nasa’y dari Jabir Rodhiyallahu ‘Anhu bahwasanya ada seseorang dari Hubsyan (negri Yaman) bertanya kepada Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang minuman yang mereka meminumnya di negrinya, yang minuman tersebut dikenal dengan nama Al-Mizru maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya:

أَمُسْكِرٌ هُوَ؟

“Apakah dia memabukan?” Dia berkata: Iya, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

“Setiap yang memabukan adalah harom”.

            Al-Imam Abul Abbas Ahmad Al-Harrony –Rohimahulloh- berkata sebagaimana dalam “Majmu’ Fatawanya”:

فَهَذِهِ الْأَحَادِيثُ الْمُسْتَفِيضَةُ صَرِيحَةٌ بِأَنَّ كُلَّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، وَأَنَّهُ خَمْرٌ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ كَانَ، وَلَا يَجُوزُ التَّدَاوِي بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ.

“Hadits-hadits yang berfaedah ini adalah jelas bahwasanya setiap yang memabukan adalah harom, dan yang memabukan itu adalah khomer dari bentuk apapun dia, dan tidak boleh berobat dengan sesuatu yang memabukan itu”.

            Dijawab oleh Abu Ahmad bin Salim Al-Limbory –Hafizhahulloh- pada malam Kamis 5 Jumadits Tsaniyyah 1433 Hijriyyah ketika sedang jaga saudaranya fillah Abu Saif Al-Ambony yang sedang sakit di ‘Urfahnya depan masjid Ahlus-Sunnah Darul Hadits Dammaj Yaman.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: