“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

AHLUS-SUNNAH SALAFIY DAMMAJ BUKAN TERORIS !!!

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan:

Para Hizbiyyun (Luqman Ba’abduh cs) dan orang-orang yang membenci Darul-Hadits Dammaj menyebarkan lewat video dan kamera serta tulisan-tulisan bahwa di Dammaj ada pergerakan seperti pergerakan Teroris Usamah bin Laden, mereka membawakan bukti bahwa di Dammaj ada mortir, senjata kaki tiga, dan ada senjata-senjata berat.

Jawaban: 

Dari awal  berdirinya Darul-Hadits Dammaj sudah dikenal sebagai tempat ilmu syar’i, tidaklah orang-orang sesat dan para hizbiyyun membenci Dammaj melainkan karena Ahlussunnah di Dammaj berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah di atas pemahaman salafush sholih, mereka senantiasa ber-amar ma’ruf nahi munkar, begitu pula tidaklah membuat kaum kafir Rofidhoh memerangi Ahlussunnah di Dammaj melainkan karena Ahlussunnah di Dammaj mencintai Rosululloh Shallallahu ‘Alahi wa Sallam dan para shahabatnya.

Orang yang masih memiliki kejujuran tentu tidak akan mengingkari kalau di Dammaj memiliki apa yang telah disebutkan dalam pertanyaan, namun perlu diketahui bahwa apa yang telah disebutkan tersebut adalah sebagai sarana untuk membela diri dalam mempertahankan keberlangsungan hidup di Darul-Hadits Dammaj, Alloh Ta’ala berkata:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ  [الأنفال/60]

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian mampui dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian”. (Al-Anfal: 60).

Orang yang masih memiliki hati dan perasaan tentu tidak akan mengingkari kalau Dammaj dan penduduknya dizholimi oleh kaum kafir Rofidhoh, dengan realita seperti itu maka pemerintah Yaman sekitar tahun 1430 Hijriyyah memberikan bantuan kepada Ahlussunnah yang ada di Dammaj berupa persenjataan kemeliteran yang tujuannya untuk membela diri, dan kami (Muhammad Al-Limbory) juga mendapatkan sepucuk senjata dari bantuan tersebut, begitu pula presiden Yaman jauh-jauh hari sebelum mengundurkan diri dari jabatannya sempat memberikan hadiah senjata besar (senjata kaki tiga) yang digunakan untuk pertahanan utama di gunung Barroqah-markaz Darul Hadits Dammaj.

Ketika terjadi pengepungan terhadap Darul Hadits Dammaj mulai dari bulan Dzulqo’dah 1432 sampai Muharrom 1433 Hijriyyah pemerintah Yaman yang sudah melemah, masih juga sempat memberi bantuan bahan makanan dan persenjataan seperti mortir dan yang lainnya, yang bantuan tersebut dibawa langsung oleh beberapa tentara Yaman yang mereka memakai seragam lengkap, ketika sudah sampai di Dammaj mereka sempat mengajak orang Indonesia yang lewat di samping mobilnya untuk makan berjama’ah dengan hidangan nasi dan tuna.

Maka hendaklah orang yang menuduh Darul Hadits Dammaj sebagai markaz teroris untuk bertaqwa kepada Alloh Ta’ala karena secara tidak disadari orang yang menuduh tersebut telah menampakan bentuk loyalitas dan kerja sama dengan kaum kafir Rofidhah dalam bentuk pemikiran dalam memusuhi Ahlussunnah, Alloh Ta’ala berkata:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ  [المائدة/2]

“Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya”. (Al-Maidah: 2). 

Pertanyaan:

Abu Ahmad! Apa hukum sholat dengan (memakai) jubah yang ada lipatan pada kraknya?

Jawaban:

    Boleh memakainya, baik itu dipakai ketika sholat atau diluar sholat, dengan dalil keumuman perkataan Alloh Ta’ala

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ [الأعراف/31

 Hai anak Adam, pakailah perhiasan kalian ketika setiap (memasuki) masjid”. (Al-A’rof: 31). Yang disebutkan dalam pertanyaan tersebut adalah termasuk dari jenis pakaian dan tidak ada dalil khusus yang menerangkan tentang larangannya, sedangkan asal segala sesuatu baik dia itu berupa pakaian atau pun selainnya adalah boleh kecuali ada dalil yang menerangkan tentang ketidak bolehannyaWallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab oleh Abu Ahmad bin Salim Al-Limbory –‘Afallahu ‘Anhu- 

di Gunung Barroqah pada hari Selasa 10 Jumadil Ula 1433 Hijriyyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: