“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

HUKUM WANITA MEMAKAI KAOS TANGAN

FlowerDividers_BangornT_OrnT-098

Ditulis Oleh: ‘Abdul-Qadir Al-Minangkabawiy, di Darul-Hadits Dammaj, Yaman

Tidak ada dalil atas wajibnya memakai kaos tangan, hanya saja menutup aurat adalah wajib, dan perempuan seluruh anggota tubuhnya adalah aurat, termasuk tangan, berkata Alloh Ta’ala:

﴿وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَاوَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَزِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّأَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَغَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَلَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُواإِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

“Katakanlah kepada para wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan kemaluan-kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada-dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki-kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kalian semuanya kepada Alloh wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS. Annuur 31)

Berkata Imam Ibnu Katsir rohimahulloh di tafsir ayat ini:

{وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا}

“Yaitu: Janganlah mereka menampakkan sesuatupun dari perhiasan mereka kepada orang yang bukan mahrom, kecuali apa-apa yang tidak bisa disembunyikan. Berkata Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu: “seperti ridak atau pakaian”, yaitu: apa-apa yang tidak disanggupi oleh wanita arab untuk menyembunyikannya, seperti tutup kepala yang membungkus seluruh pakaiannya”. (Selesai penukilan perkataan Imam Ibnu Katsir rohimahulloh).

Dan berkata Alloh subhanahu wa ta’ala:

﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِالْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَأَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًارَحِيمًا﴾

“Wahai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-ahzab 59)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh di Majmu fatawa (22/110): “Aljilbab adalah Almulaa-ah, yaitu pakaian yang diberinama oleh Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu dan selainnya dengan “ridak”, dan orang-orang awam menamainya dengan “izaar” dan dia adalah izaar yang besar yang menutup kepala perempuan dan seluruh badannya.” Selesai

Berkata Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

((المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان))

“Perempuan itu adalah aurat, apabila ia keluar dari rumahnya maka syaithon pun memperindahnya untuk dipandang”. (HR. Tirmidzi 1173, dari Abdulloh bin Mas’ud rodhiallohu ‘anhu, dishohihkan oleh Syaikh Al-albani rohimahulloh di Al-irwa 273 dan Syaikh Muqbil di Shohih Musnad 863).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh –sebagaimana yang dinukilkan oleh Syaikh ‘Utsaimin rohimahulloh di kitabnya “Syarhul Mumti’ 2/158”: “Sesungguhnya yang dimaksudkan dari hijab adalah menutup apa-apa yang dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah, berbeda halnya pada sholat, yang mana diwajibkan atas manusia untuk menutup aurat di dalam sholat walaupun dia sendiri di suatu ruangan yang tidak dilihat oleh siapapun kecuali Alloh. Akan tetapi di dalam perkara penglihatan maka diwajibkan menutup aurat dikarenakan penglihatan manusia, maka dari itu sebab menutup aurat dalam perkara ini berbeda dengan sebab menutup aurat di dalam sholat, sebab menutup aurat dalam perkara penglihatan adalah kekhawatiran akan timbulnya fitnah, dan tidak ada perbedaan dalam bab ini antara wanita merdeka dengan wanita budak”.

Berkata Syaikh ‘Utsaimin rohimahulloh setelah menyebutkan perkataan Syaikhul Islam ini: “perkataan beliau inilah yang  benar tanpa diragukan lagi, dan ini adalah perkataan yang wajib untuk kita berjalan di atasnya.”

Berkata Imam Ibnu Qudamah rohimahulloh di kitabnya “Almughni”: “Tidak ada perselisihan diantara madzhab-madzhab tentang bolehnya perempuan membuka wajahnya di dalam sholat, dan saya tidak mengetahui adanya perselisihan di antara ulama dalam masalah ini”.

Berkata IbnulMundzir rohimahulloh di kitabnya “Al-ausath”: “Bersepakat kebanyakan para ulama atas bolehnya bagi perempuan yang merdeka untuk sholat dalam keadaan wajah terbuka”.


Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa seluruh anggota tubuh perempuan adalah aurat, kecuali di dalam sholat karena dia dibolehkan untuk membuka wajahnya di dalam sholat. Adapun jika dia keluar dari rumahnya maka hukumnya sebagaimana yang disebut pada hadits di atas. Berkata Syaikh Muhammad bin Hizam hafizhohulloh di kitabnya “Mungkarotun Sya-i’ah”: “Diharamkan bagi wanita untuk menjadi penyebab terfitnahnya laki-laki, yang mana wanita tersebut menampakkan keelokannya dan menampakkan bagian dari kulitnya dan melembutkan suaranya di depan para lelaki, sungguh Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berkata:

﴿وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِالْأُولَى﴾

“Dan tetaplah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu”. (QS. Al-ahzab 33)

Dan berkata Alloh Ta’ala:

﴿فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ﴾

“Maka janganlah kalian berlemah lembut dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya”. (QS. Al-ahzab 32) (Selesai penukilan perkataan Syaikh Muhammad bin Hizam hafizhohulloh)

Jadi, sama saja apakah dengan memakai kaos tangan atau selainnya, yang penting tangan adalah aurat, dan aurat harus ditutup. Hanyasaja kaos tangan adalah hal yang paling mudah dan paling aman untuk menutup tangan, sehingga tatkala perempuan tersebut mengulurkan tangannya keluar pakaiannya maka tangannya tersebut tetap dalam keadaan terbungkus.

Peringatan:

  1. Kebanyakan pengurus-pengurus masjid di Indonesia tidak memperhatikan ruangan sholat untuk perempuan, sehingga orang-orang yang berjalan disekitar masjid dengan mudah melihat perempuan yang sedang mengerjakan sholat di masjid tersebut. Oleh karena itu, hukum menutup wajah dan seluruh tubuh bagi perempuan pada kondisi ini adalah wajib meskipun sedang mengerjakan sholat.
  2. Berkata Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

((أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا ريحها فهي زانية))

“Siapapun perempuan yang memakai minyak wangi lalu berjalan di antara para lelaki supaya mereka mendapatkan aroma wanginya maka dia adalah perempuan penzina”. (HR. Ahmad 19711, Abu Daud 4173 dan Tirmidzi 2786, dari Abu Musa Al-asy’ari rodhiallohu ‘anhu, dihasankan oleh Syaikh Al-albani rohimahulloh di Shohihuttarghib 2019 dan Syaikh Muqbil rohimahulloh di Shohih Musnad 819) Hadits ini menunjukkan atas keharaman perbuatan tersebut, apalagi jika perempuan tersebut sengaja membuka hijab tangannya sehingga dilihat oleh laki-laki yang tidak mahrom, tentulah hukumnya lebih keras lagi.

Iklan

Comments on: "Hukum Memakai Kaos Tangan Bagi Wanita" (3)

  1. KaosKaki said:

    Bagaimana hukumnya kalo dengan memakai “kaos kaki” bagi wanita, sebagian ikhwah mengatakan bahwa memakai kaos kaki itu juga tidak boleh karena tetap menampakkan lekukan-lekukan auratnya dan sebagian ikhwah mengatakan bahwa kaki juga merupakan aurat bagi wanita?

    Suka

    • Afwan sebaiknya penanya menuliskan namanya dengan baik. Dan InsyaAllah kami akan menjawabnya dengan baik pula. Ahsan dengan nama yang sunnah. Biar berkah.Jangan menimbulkan kesan main-main. Diin ini harus dipegang dengan keseriusan. Diin ini adalah modal hidup kita didunia. Barakallahufiik

      Suka

  2. sangat bermanfaat,
    terimakasih banyak

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: