“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hukum Hukum Seputar Pernikahan

NIKAH DENGAN PERWALIAN HAKIM

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الرحيم

Ada seseorang ingin menikah dengan seorang wanita namun orang tua wanita tidak ingin untuk menikahkan putrinya dengan orang tersebut, kemudian keduanya menikah dengan wali dari hakim (pemerintah)? Apakah pernikahan tersebut boleh dan apakah sah pernikahan keduanya? 

Jawab:

بسم الله الرحمن الرحيم

 الحمد لله رب العالمين، أما بعد:

            Syaikhuna Yahya bin ‘Ali Al-Hajury Rahimahullah ditanya tentang masalah tersebut maka beliau membolehkannya dan pernikahan keduanya sah, beliau berdalil dengan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

((وَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ)).

“Dan hakim (pemerintah) adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali” (HR. Al-Imam Ibnu Majah, Abu Dawud dan At-Tirmidzy). Di dalam “Musnad Ahmad” dari hadits Abdulloh bin ‘Abbas dengan sanad dhoif dan menjadi hasan karena ada penguat dari hadits lain, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

((لا نكاح إلا بولي والسلطان ولي من لا ولي له)).

“Tidak ada nikah kecuali dengan wali, dan hakim (pemerintah) adalah wali bagi orang dia tidak memiliki wali”

Pertanyaan:  

           Bagaimana kalau ternyata orang tua wanita sebenarnya ingin menikahkan putrinya dengan orang tersebut namun orang tersebut terburu-buru dan langsung membawa lari putrinya yang kemudian dinikahkan oleh hakim (pemerintah), dan orang tersebut berdusta kepada hakim (pemerintah) bahwa orang tua wanita tidak ingin menikahkan keduanya, maka bagaimana hukumnya pernikahan seperti itu?

Jawaban:

Pernikahan keduanya sah, karena ada perwalian dari hakim (pemerintah) dengan dalil hadits tersebut, namun            wajib bagi orang yang menikah tadi untuk bertaubat kepada Alloh Ta’ala, karena dia telah melakukan dosa, penipuan dan pelanggaran. Dan tidak dibenarkan bila kemudian dibatalkan pernikahan yang sudah terjadi, dengan alasan pernikahan terjadi dengan cara yang salah. Di zaman jahiliyyah banyak musyrikun Quraisy melakukan pernikahan dengan cara-cara yang salah namun ketika mereka masuk Islam Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak memerintahkan mereka untuk menceraikan istri-istri mereka, yang beliau perintahkan mereka hanya menceraikan istri-istri yang lebih dari empat. Wallohu A’lam. Bila seseorang bersikeras dengan pendapatnya bahwa pernikahan yang sudah resmi dari kedua orang tersebut tidak sah dan harus dipisah maka ini adalah termasuk perusakan, pernah terjadi pada seorang pentolan hizbi memberikan fatwa kepada seorang da’i dari temannya sendiri tentang bolehnya menikahi wanita dengan perwalian hakim (pemerintah), ketika seorang da’i (kawannya) tersebut sudah berbulan madu dan sudah resmi sebagai keluarga tiba-tiba pentolan hizbi tersebut mengeluarkan fatwa baru dengan bergegas menghubungi temanya tadi bahwa yang benar (menurut dia) pernikahannya tidak sah dan harus diceraikan istri barunya tersebut, yang pada akhirnya istri baru tersebut diceraikan yang akibatnya dia stress setengah mati (hampir gila). Wallohul Musta’an. 

Dijawab oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory Hafizhahullah.

 

Comments on: "MENIKAH DENGAN PERWALIAN HAKIM" (4)

  1. Saya memiliki masalah untuk menikah, yaitu wali nikah saya. Saya adalah wanita yatim, dan memiliki abang sebagai wali nikah. Masalahnya abang saya banyak melakukan tindakan fasik, dan dia tidak kunjung mau bertobat, karena menurutnya kefasikkannya tidak ada hubungannya dengan saya(maksudnya itu perbuatannya sendiri), ia… terlanjur menyukai dan terbiasa akan beragam kefasikan yang ia perbuat, bahkan ia bilang pada saya jaman sekarang rata2 muslim itu fasik karena hal fasik itu biasa dilakukan sekarang. Terus terang saya merasa marah sekali dengan sikapnya itu, sementara itu saya pernah membaca bahwa orang fasik dilarang menjadi wali nikah. Apakah saya boleh menikah dengan wali hakim, karena statusnya wali nikah saya adalah seorang fasik?

    Suka

  2. Lalu bagaimana dengan status pernikahan ke-2 kakak saya yang pernikahannya di wali nikah-kan oleh abang saya yang fasik itu?
    Apakah pernikahan mereka harus diulang lagi? Dan bagaimana status keponakan2 saya dari hasil pernikahan tersebut?
    Terus terang saya baru tahu persyaratan wali nikah ini setelah saya dewasa dan ingin menikah.
    Ustad berulangkali kali saya menolak pinangan, dan dianggap sebagai orang yang terlalu pemilih karena saya malu mengakui masalah ini pada pihak pria yang melamar saya. Bagaimana pun itu aib keluarga saya.
    Saya takut ustad, bila begini terus saya tidak bisa menikah hingga saya tua, sekarang saja saya sudah terlambat menikah hitungannya.
    Tolong ustad segera membalas saya dengan jawaban pertanyaan yang saya ajukan.
    Jazakallah khairon katsiron.

    Suka

  3. Saya tahu definisi fasik, ustad… maaf bila saya tidak bisa bilang kategori fasik abang saya itu.
    Ayah saya sudah meninggal, kakek saya pun begitu. Ada pun keponakan saya dari abang saya itu adalah seorang autisme. Bolehkah dia menjadi wali nikah saya?
    Bila tidak berarti wali nikah saya dialihkan ke om saya dan sepupu saya dari om saya itu.
    Ustad, bila semua urutan wali nikah saya itu melakukan kefasikan, apakah saya boleh menikah dengan wali hakim?
    Terus terang opsi menikah dengan wali hakim itu berat untuk saya lakukan, karena orang2 akan bertanya kenapa wali nikah saya adalah wali hakim…😦 saya tidak mau aib keluarga saya diketahui orang lain😦 namun saya pun ingin selalu taat pada Allah dan ketentuan Allah.
    Ustad, saya ingin sekali menikah, namun masalah wali nikah itu yang selalu menghambat langkah saya😥
    Ibu saya tidak mau peduli akan persyaratan wali nikah ini😥 saya dipaksa olehnya untuk menikah dengan wali nikah abang saya yang fasik itu…
    Ustad, saya selalu berusaha menghindarinya, dengan berulangkali menolak pinangan dan perjodohan, menanti abang saya bertobat😥 namun ia tidak kunjung berubah…😥
    Ustadz saya pun ingin menikah…😥
    Tolonglah jawab pertanyaan saya ini… Karena ustad lebih paham agama dari saya…😥
    Jazakallah khairon katsiron.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: