“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

TIDAK  ADA  ALASAN (UDZUR) UNTUK MASIH BERMU’AMALAH DENGAN BANK RIBA


Nasehat Muslim

Pertanyaan:

Kami mempunyai sejumlah dana yang ditabung di salah satu bank karena untuk keamanan, bolehkah ? kami meminta pejelasan, jazakumullah khair

Jawab:

Tidak boleh bagi anda menyimpan uang di bank ribawi walaupun anda berniat tidak akan mengambil bunga, karena hal itu sama saja dengan tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, dan Allah ta’ala telah melarang hal itu.

Akan tetapi jika tidak menyimpan di bank ribawi menimbulkan kemudharatan (bahaya), dan tidak ada tempat menyimpan selain dari bank, maka tidak mengapa menyimpan di bank jika ada bahaya.

Allah ta’ala berfirman, artinya:
“Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya” (QS. Al-an’am : 119)

Namun jika sudah ada lembaga penyimpanan uang yang tidak menerapkan konsep ribawi maka tidak boleh lagi menyimpan di bank ribawi karena sama saja tolong menolong dalam dosa.

Wabillahi taufiq, Washalallahu’ala nabiyina muhammad wa’ala alihi wassalam.

Lihat: Fatwa Syaikh Bin Baz

http://binbaz.org.sa/mat/4061

Iklan

Comments on: "TIDAK ADA ALASAN (UDZUR) UNTUK MASIH BERMU’AMALAH DENGAN BANK RIBA !" (7)

  1. Bismillaah.

    Artikel di atas berkaitan dengan menyimpan uang di bank, bagaimana dengan menggunakan jasa bank untuk transfer uang?

    Jika jawabannya tidak boleh, bagaimana para penggalang dana jihad dammaj dari seluruh dunia mengirim uang mereka ke dammaj?

    Saya pernah membaca bahwa ada yang menggunakan Western Union (WU). Setau saya, jika kita mengirim atau menerima uang dari atau lewat WU, harus ada fotokopi KTP dimana di dalam KTP kita ada foto kita yang mana itu suroh.

    Bagaimana pendapat Ustad? Saya saat ini masih bingung tentang hal ini. Alhamdulillaah saya sudah menutup semua rekeninga bank saya dan tidak menggunakan jasa mereka untuk mengirim uang, tetapi meski menggunakan WU atau weselpos, kendalanya ada pada fotokopi KTP.

    Jazakalloohu khiron

    Suka

    • Abu Sholeh Muslih Al-Madiuni said:

      Barokallohu fiikum.
      Masalah mengirim uang melalui bank ataupun WU, maka hal ini diperbolehkan dengan syarat diambil dengan mata uang yang sama, misal: kirim rupiah, diambil rupiah juga. Yaitu hanya sekedar transfer atau kirim uang, tidak ada unsur penukaran mata uang di dalamnya. Atau kalau ingin diterima dalam bentuk dollar misalnya, maka sebelum dikirimkan, ditukarkan dahulu dalam dollar, setelah itu baru dikirimkan. Jika uang yg dikirim dalam bentuk rupiah dan diambil dgn mata uang lain, maka di samping pengiriman, juga ada unsur pertukaran mata uang tidak secara kontan dan ini termasuk riba nasi’ah yg terlarang dalam syariat.
      Juga bagi yang dikirimi uang melalui bank, untuk segera mengambilnya pada hari itu juga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak bank untuk transaksi ribawiyah, karena ini termasuk ta’awun atau tolong-menolong dalam dosa dan kita dilarang untuk hal itu.
      Jika tidak ada jasa pengiriman uang yang sesuai dengan syarat di atas, maka tidak boleh mengirim, kecuali ketika dalam keadaan darurat atau kepentingan yang mendesak.
      Untuk masalah fotokopi KTP atau paspor, maka hukumnya seperti pengadaan KTP atau paspor itu sendiri. Kita tidaklah melakukannya, kecuali karena dilazimkan atau diwajibkan oleh pihak pemerintah atau instansi terkait lainnya. Kalau itu bukan sesuatu yang darurat, maka dosanya ditanggung oleh yang mewajibkannya. Tidaklah kita melakukannya, kecuali dalam keadaan terpaksa dan membencinya.
      Wallohul Musta’an.

      Suka

      • Jazakallahukhairan atas penjelasannya. Barakallahufiik

        Suka

      • Saya baru tau kalau menerima uang dalam bentuk yang sudah dikonversikan ke mata uang asalnya adalah riba. Jazakalloohu khoiron untuk Abu Sholeh.

        Jika dikirim melalui bank, bukankah si penerima harus punya rekening di bank? Ini berarti dia harus punya simpanan di bank dan termasuk tolong menolong dalam dosa?

        Sekedar memperjelas terkait fotokopi KTP: berarti jika saya mengirim/menerima uang lewat WU (bukan untuk keperluan mendesak) dan saya diharuskan fotokopi KTP ketika hendak mengambil atau mengirim itu saya mendapat dosa sebagai pembuat suroh?

        Suka

      • Abu Sholeh said:

        Memang, bagi si penerima kiriman harus mempunyai rekening bank tersebut. Ini juga merupakan permasalahan. Oleh karena itu, ia segera mengosongkan rekeningnya dengan mengambilnya supaya tidak ada simpanan yang tersisa sehingga bisa dimanfaatkan pihak bank untuk menunjang transaksi ribawiyah mereka. Kalau ia tidak mungkin untuk mengosongkannya sampai kira-kira tidak bisa dimanfaatkan oleh pihak bank, maka tidak usah mengirim lewat bank, kecuali dalam keadaan darurat atau kepentingan yang mendesak. Wallohul musta’an.
        Mengenai fotokopi KTP, sebagaimana yang telah disampaikan di atas bahwa dosanya ditanggung oleh pihak yang mengharuskan atau mewajibkannya, karena kita melakukannya dalam keadaan terpaksa, baik itu untuk kepentingan mendesak atau tidak. Wallohu ta’ala a’lam.

        Suka

      • @Abu Sholeh: Ana mendapatkan apa yang disampaikan oleh Irma pada komentarnya pada artikel berikut ini: https://ashhabulhadits.wordpress.com/2014/01/23/kunci-rezeki/#comment-1150

        Katanya, dalam muhadhoroh Syaikh Al Iryani, kita tidak diperkenankan membuka rekening di bank. Apakah Antum punya pendapat lain? Ana perlu tau mengapa ini masih disebut permasalahan. Jazakalloohu khoiron.

        Suka

      • Abu Sholeh said:

        Barokallohu fiikum. Dinasehatkan untuk tidak bermuamalah dengan bank ribawi, baik dengan membuka rekening baru ataupun mempertahankannya, terutama bagi yang tidak mempunyai kepentingan darurat atau mendesak lainnya, karena tidak terpenuhinya syarat-syarat dibolehkannya sebagaimana telah tersebut di komentar-komentar sebelumnya serta mau tidak mau kita mesti terjatuh pada penyimpangan syariat sebagaimana tersebut dalam komentar antum di bawah artikel Kunci Rizqi, seperti pemanfaatan pihak bank dari sisa uang yang memang harus ada di rekening itu untuk kegiatan ribawi mereka dan selainnya. Wallohul muwaffiq.

        Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: